NovelToon NovelToon
DEWA IBLIS : SHEN YU

DEWA IBLIS : SHEN YU

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Sad ending / Antagonis Jahat / Epik Petualangan / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Mengubah Takdir
Popularitas:36.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Shen Yu, seorang pemuda yang memikul takdir terlarang sebagai pewaris Raja Iblis Purba (Tangan Asura, Mata Iblis, dan Jantung Ketiadaan), memimpin sekelompok jenius buangan untuk melawan takdir mereka: Ye Qing sang Dewa Pedang Bintang, Su Ling pemilik Mata Iblis Surgawi, Feng Jiu sang Ratu Phoenix, dan Long Tu sang Jenderal Setengah Naga.

Setelah menghancurkan ambisi Sekte Mayat dan menolak menjadi wadah pengorbanan bagi Istana Langit Utara, Shen Yu melakukan langkah gila: ia meledakkan Jantung Iblis untuk merobek dinding realitas, membawa timnya melarikan diri ke dalam celah dimensi yang mematikan.

Tiga tahun berlalu dalam kehampaan. Kini, mereka muncul kembali di Benua Roh Abadi, sebuah dunia tingkat tinggi yang jauh lebih buas dan kuno. Dengan kekuatan yang telah berevolusi mencapai ranah Nascent Soul, Shen Yu tidak lagi berniat lari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 23

Perbatasan Barat Laut - Zona Kematian.

Ribuan mil dari Puncak Asura, pemandangan alam berubah drastis. Hutan hijau dan pegunungan batu digantikan oleh hamparan tanah tandus berwarna abu-abu yang diselimuti kabut abadi.

Di sinilah letak Hutan Tulang Putih (White Bone Forest).

Sebuah anomali alam kuno di mana hukum fisika tidak berlaku normal. Pohon-pohon di sini tidak terbuat dari kayu, melainkan dari fosil tulang belulang raksasa purba yang menjulang setinggi gedung, melengkung dan memutar seperti jari-jari mayat yang mencoba menggapai langit.

Shen Yu dan Su Ling berjalan beriringan memasuki hutan itu. Mereka tidak terbang, melainkan berjalan kaki.

"Aneh," gumam Su Ling. Dia merasa tubuhnya menjadi sangat ringan. Kakinya tidak menapak tanah, melainkan melayang perlahan.

Tiba-tiba, pandangannya berputar.

Tanah di bawah kaki mereka berubah menjadi "Langit", dan dahan-dahan tulang di atas kepala mereka menjadi "Lantai".

Gravitasi Terbalik.

Su Ling terhuyung sedikit karena disorientasi mendadak.

Sebuah tangan yang hangat dan kokoh menangkap pinggangnya.

"Jangan lawan arusnya," bisik Shen Yu di telinganya. "Ikuti saja."

Shen Yu menarik Su Ling, membalikkan tubuh mereka dengan santai. Sekarang, mereka berdua berjalan terbalik di atas dahan-dahan tulang raksasa yang menggantung di langit, sementara tanah abu-abu berada jauh di "atas" kepala mereka.

Su Ling menatap wajah Shen Yu. Pria ini baru saja bangun dari tidur panjang, namun dia terlihat begitu tenang mengendalikan situasi, seolah berjalan di taman belakang rumahnya sendiri.

"Ini seperti mimpi," kata Su Ling, mengeratkan pegangannya pada lengan Shen Yu.

"Mimpi buruk bagi orang lain," koreksi Shen Yu. "Tapi taman bermain bagi kita."

Suasana hening dan intim. Di hutan yang mengerikan ini, hanya ada mereka berdua. Tidak ada urusan sekte, tidak ada perang, tidak ada dendam klan. Hanya sepasang kekasih yang menikmati kebersamaan setelah satu tahun terpisah.

Namun, kedamaian di tempat terlarang tidak pernah bertahan lama.

KRESEK... KRESEK...

Suara ribuan kaki kecil yang bergesekan dengan tulang terdengar dari segala arah.

Dari balik bayang-bayang tulang rusuk raksasa, ratusan pasang mata merah menyala muncul.

Laba-laba Penjerat Jiwa (Soul-Ensnaring Spiders). Monster tingkat Inti Emas Puncak yang hidup berkoloni. Racun mereka tidak membunuh tubuh, tapi melarutkan jiwa mangsanya menjadi cairan untuk diminum. Ukuran mereka sebesar kereta kuda, dengan kaki-kaki berbulu tajam seperti tombak.

Mereka turun dari "tanah" di atas, menggunakan benang sutra hitam untuk mengepung Shen Yu dan Su Ling.

Jumlahnya... Ribuan. Bahkan seorang Nascent Soul akan gemetar melihat kerumunan monster sebanyak ini.

Su Ling secara insting mengaktifkan Mata Iblis nya. Aura ungunya berpendar.

"Shen Yu, ada Ratu Laba-laba di belakang sana, setingkat Nascent Soul Akhir. Biar aku yang mengurus anak buahnya, kau cari rajanya..."

Shen Yu tidak bergerak. Dia hanya mempererat rangkulannya di pinggang Su Ling.

"Ssst," Shen Yu meletakkan jari telunjuknya di bibir Su Ling.

"Simpan tenagamu, Istriku. Kau baru sembuh."

"Tapi mereka..."

"Tutup matamu," perintah Shen Yu lembut.

Su Ling ragu sejenak, lalu mematuhi. Dia memejamkan matanya, mempercayakan nyawanya sepenuhnya pada pria di sampingnya.

Shen Yu berbalik menghadap ribuan monster yang mendesis lapar itu. Senyum lembut di wajahnya menghilang seketika, digantikan oleh tatapan dingin yang hampa.

Dia tidak mengangkat tangan. Dia tidak mengeluarkan aura pedang.

Dia hanya... Menatap.

Mata kirinya yang hitam kelam (Dao Ketiadaan) berkedut sedikit.

Teknik Mata: Pandangan Kehampaan (Gaze of Nihility).

WUSH.

Tidak ada ledakan. Tidak ada suara benturan.

Hanya ada keheningan mutlak.

Di mata para laba-laba itu, dunia tiba-tiba kehilangan warna. Tubuh mereka... berhenti ada.

Barisan depan laba-laba yang melompat menerkam tiba-tiba terurai menjadi debu hitam di udara. Barisan belakang yang mencoba menembakkan jaring, jaring mereka memudar menjadi asap, diikuti oleh tubuh mereka sendiri.

Ratu Laba-laba di kejauhan menjerit ngeri. Dia mencoba lari.

Shen Yu meliriknya sekilas.

POP.

Tubuh raksasa Ratu Laba-laba itu meletup tanpa suara, seolah dihapus oleh penghapus raksasa dari realitas.

Dalam hitungan tiga detik, ribuan monster itu lenyap. Hutan Tulang Putih kembali sunyi. Hanya debu hitam yang melayang pelan (ke atas, karena gravitasi terbalik), seperti salju hitam yang indah.

"Sudah selesai," kata Shen Yu.

Su Ling membuka matanya.

Dia ternganga melihat pemandangan di depannya. Ribuan musuh hilang tanpa sisa.

"Kau... kau bahkan tidak menggerakkan jari," bisik Su Ling takjub.

"Setahun di dalam kepompong mengajarkanku satu hal," kata Shen Yu, kembali berjalan santai sambil menggandeng Su Ling.

"Kematian sejati tidak butuh usaha. Ia hanya butuh Kehendak."

Shen Yu menatap Su Ling dengan tatapan hangat kembali.

"Selama aku ada di sini, tidak ada satu pun makhluk di dunia ini, baik hidup atau mati, yang boleh mengganggumu."

Wajah Su Ling memerah. Jantungnya berdebar kencang. Rasa aman yang diberikan Shen Yu begitu absolut hingga membuatnya mabuk.

Mereka melanjutkan perjalanan menembus hutan itu. Di bawah hujan debu mayat monster yang berkilauan, perjalanan berbahaya ini terasa seperti jalan-jalan sore yang romantis.

Di ujung hutan, sebuah struktur kuno mulai terlihat.

Sebuah Gerbang Raksasa yang terbuat dari batu meteor, diukir dengan fase-fase bulan. Namun, gerbang itu tertutup rapat, dan di depannya terdapat dua patung penjaga tanpa wajah.

"Kita sampai," kata Shen Yu.

"Reruntuhan Bulan Kuno."

Namun, saat mereka mendekat, Shen Yu merasakan sesuatu.

Di dekat gerbang itu, terdapat sisa-sisa perkemahan baru. Ada bekas api unggun yang belum lama padam.

"Ada orang lain di sini?" tanya Su Ling waspada.

Shen Yu menyentuh tanah, merasakan sisa Qi.

"Qi ini... murni dan suci. Berbeda dengan kultivator Selatan."

Shen Yu menyipitkan mata.

"Tamu dari Benua Tengah."

"Sepertinya 'bulan madu' kita akan sedikit ramai."

1
saniscara patriawuha.
gassdd manggg shennnn...
teguh andriyanto
🤣🤣🤣
Fatur Fatur
cepat bantai yama dengan cara paling kejam thor bantai keluarganya juga thor
Dzik Cam
baguss dangat bagus kekurangan nya hanya 1 bab perhari
Dzik Cam
hadehhh 1 bab sehari
10 bab sehari kek pelit bener
MyOne
Ⓜ️🤬😡🤬Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️👿😈👿Ⓜ️
saniscara patriawuha.
tunjukannn kesadisanmuuuu....
MyOne
Ⓜ️🤨🤨🤨Ⓜ️
saniscara patriawuha.
runtuhhhhhkannnnnn....
saniscara patriawuha.
nahhhh lohhhh....
MyOne
Ⓜ️😎😎😎Ⓜ️
Mamat Stone
⚒️⚔️⚒️
Mamat Stone
😈😈😈
Mamat Stone
/Hammer/
Mamat Stone
⚒️
saniscara patriawuha.
gasssd pollllll...
Mamat Stone
/Determined/
Mamat Stone
/Angry/
Mamat Stone
👻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!