Aku berasal dari keluarga miskin di London, kemudian menjadi tulang pungung untuk keenpat adik perempuanku dengan berjualan koran dan menyemir sepatu, ayahku pemabuk dan ibuku sering menangis karena letih dan kesal.
Dari kecil aku suka latihan tinju, sampai suatu saat bertemu dengan mister penjual koran yang ternyata adalah seorang petinju dunia yang tidak terkalahkan, dan perjalanku di mulai .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Romy rhamdani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16 Pertarungan Juara
Dengan kondisi tangan yang kembali normal efek dari pelatihan pukulan shootgun maka pelatihan selanjutnya dimulai berhubung masih ada waktu tersisa sebelum pertandingan diselengarakan.
Pelatihan berikut adalah mengunakan pukulan shootgun ke arah titik akupuntur tubuh, pukulan harus dilatih agar terbiasa memukul pada bagian titik akupuntur tubuh, bayangkan saja efeknya, jika pukulan biasa sudah berakibat fatal ketika mengenai titik akupuntur tubuh bagaimana jika dipukul dengan pukulan shootgun.
Selama dua minggu mister melatih dengan tekun dan serius dia tidak akan pernah mengecewakan bocah ini apalagi soal pertarungan gelar, jika Dampsey menang maka ini adalah gelar kedua yang dia peroleh dikelas junior, apalagi dengan persentase kemenangan KO di ronde pertama.
Dampsey sendiri sangat heran darimana mister mendapatkan ramuan herbal setiap hari dan berapa besar biaya yang dia keluarkan, dia diwajibkan berendam dalam ramuan herbal yang dipanaskan ke dalam tungku, selain itu adalagi ramuan herbal lainnya untuk luka dalam dan noda tubuh.
Bukannya dia tidak tahu bahwa selain melatih dia bertinju mister juga menjaga penampilannya, penampilannya kini sangat tampan dan halus, yang dikhawatirkan oleh Dampsey mister tidak pernah mengeluh soal uang apakah cukup atau tidak. Jika ditaksi dengan herbal maka tentu saja yang dikeluarkan oleh mister tidak sebanding dengan uang yang mereka pakai sebagai operasional belum lagi mister sering mengirim uang untuk keluarganya.
Dampsey tidak pernah membayangkan jika mister tidak lagi ada di sisinya, jangankan membayangkan, memikirkannya saja dia tidak mau, jikapun nanti dia punya istri maka mister akan selalu bersamanya, syarat yang utama istrinya harus mau menerima dan menyayangi mister sebagai orang tua yang dia punya.
" Selama aku hidup jangan pernah ada orang yang melecehkan dan merendahkan mister " gumamnya sambil berendam dalam ramuan herbal, dia tidak tahu kegunaanya tingkat percayanya kepada mister mutlak, selain itu dia juga merasakan manfaat yang besar, nafas longgar dan tubuh sangat prima ketika selesai berendam dari ramuan herbal.
Di salah satu restoran Cuningham, Catherine sedang berbicara dengan Jones terkait pengembangan perusahaan, ada perencanaan membangun perumahan dan apartemen di London, ketika sedang asik membahas kerjaan, serombongan anak anak memberikan pamflet pertandingan tinju perebutan gelar juara kelas bantam lima puluh enam kilogram.
Jones yang sangat fanatik dengan pertarungan tinju mengajak Chaterine untuk ikut menonton, sekalian menambah relasi, karena banyak pengusaha sukses yang duduk di bangku VIP ikut menonton bahkan bertindak sebagai sponsor.
Merasa ini baik Chaterine tidak menolak, segera Jones melobi temannya agar mendapatkan tiket dan duduk di depan ring. Malamnya Jones datang menjemput wanita cantik ini, penampilannya seperti seorang putri yang elegan dan berkelas dengan memakai gaun berwarna hitam, sedangkan Jones yang tampan juga memakai tuxedo hitam, selintas mereka sangat kelihatan serasi satu sama lain, tapi yang tidak pernah orang tahu bahwa Jones adalah penyuka sesama jenis, sedangkan Chaterine tidak lebih hanya mengangap Jones sebagai teman dan partner bisnis belakan.
Saling bergandengan tangan mereka masuk ke dalam stadion dan melihat ribuan penonton bergemuruh, mereka segera mencari nomor tempat duduk VIP sesuai tiket yang mereka dapat, tidak sia sia Jones mempunyai teman, dia dapat duduk dibagian depan tengah ring tinju, sehinga bisa mengamati jalannya pertandingan tanpa ter ganggu sama sekali.
Beberapa pengusaha besar duduk sejajar bersama mereka, saling berkenalan sebagai sopan santun dan sedikit bercerita bisnis dan tukar kartu nama, Chaterine sangat puas dengan pengaturan ini, sangat mudah mendapatkan relasi bisnis jika menghadiri acara seperti ini walau dia tidak suka tinju sama sekali. Dia tidak suka dengan kekerasan dan otot dia suka dengan menyelesaikan masalah dengan otak.
Sorot lampu dipadamkan pertanda kedua petarung akan memasuki arena, Miguel terlihat sangat kekar dan gagah, sejak kekalahan dia dari Dampsey dalam sparing partner dia mencoba meng evaluasi kekuatan dan kelemahannya, untung saja ada video yang merekam ujicoba tersebut sehingga mudah mengetahui kekuatan dan kelemahan lawan, sementara kelemahan dia sendiri sudah dia benahi.
Dia masuk dengan pelatih dan team official di iringi musik rap yang mengema, seluruh pengemarnya bersorak sorai memangil dan memuji penampilannya, bagaimana tidak dengan dua puluh kali bertarung tanpa pernah kalah dan merajai kelas bantam lima puluh kilogram dia menjadi pujaan hati pemuda Inggris.
Di sudut lain pintu masuk, petinju kedua datang, dia memakai celana hitam dengan tulisan emas the punch, kulitnya putih bersih, dada bidang dan kokoh, sorot mata dingin dan sedikit sayu, wajah sangat halus dan tampan, serta rambut hitam legam seperti keturunan asia eropa, penampilannya kalem tapi sangat mendominasi, dia adalah Dampsey.
Sosok petinju yang memiliki banyak fans wanita dan rata rata wanita yang menonton adalah fansnya dia, berbeda dengan pasangan mereka yang lebih memilih Miguel sebagai pujaan. Angka taruhan satu banding sepuluh dimana Miguel sangat diunggulkan atas lawannya, mister kembali berulah dia telah mencairkan semua tabungan Dampsey dan memasang taruhan senilai tiga juta pound, dengan bersiul dia kembali ke tempat bocah tersebut.
Kedua petinju memasuki arena, Chaterine menoleh ke arah petinju yang datang ke dalam ring, seketika dia terkejut dan matanya terbelalak melihat salah satu petinju yang sangat dia kenal dan menyebabkan malam malamnya menjadi gelisah, pemuda tampan berkulit putih dan asia eropa itu adalah sang penyelamatnya, dia tidak menyangka pemuda acuh tak acuh itu seorang petinju, tiba tiba dia bersemangat ingin mengetahui tentang tinju.
' Jones..Jones siapa menurut yang menang kali ini " katanya sambil mengoyang tangan pemuda itu, Jones kemudian menjelaskan tentu saja Miguel yang akan memang karena dia belum terkalahkan dan sudah lama merajai kelas bantam ini, sedangkan pemuda itu adalah pendatang baru, walau angka pertarungnya fantastis enam pertarungan dan semuanya KO di ronde pertama tentu tidak menjamin bahwa dia sudah berpengalaman, terang Jones, sementara Chaterine berdebar debar mendengar ini, dia takut pemuda ini kalah dan cedera.
Keduanya telah masuk ring, dan wasit kemudian menjelaskan aturan permainan, setelah menganguk setuju keduanya kembali ke sudut masing masing,.
Teng..teng..
Ronde pertama di mulai, dengan gerakan indah tanpa perlu mengawasi lagi Miguel menyerang dengan jab dan Straigth, dia sudah tahu kelemahan lawan dari video yang dilihat jadi tutup ruang dan jangan beri kesempatan, dua pukulan kuat berhasil ditepis oleh dampsey, dia sedikit kaget bahwa lawan sudah mulai menyerang tanpa melalukan pengawasan sama sekali.
Tidak peduli apa yang di lakukan lawan dia berhasil membloking pukulan dengan block arm yang kokoh, tepuk tangan dan sorak sorai dari penonton bergemuruh menyaksikan pertarungan sengit ini, awalnya saja sudah sengit nanti pasti akan lebih seru pikir mereka.