NovelToon NovelToon
Gadis Somplak Milik Cassanova

Gadis Somplak Milik Cassanova

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Nikahkontrak / Tamat
Popularitas:20.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Rita Tatha

Memergoki sepasang manusia yang sedang bercinta, membuat Kumala Rasya Putri—Kurap—harus terjerat sebuah perjanjian konyol dengan lelaki itu. Pandu Nugraha Andaksa—Panu—harus menahan emosi setiap kali berhadapan dengan Rasya yang begitu menguji kesabarannya.

Lantas, akankah mereka terjebak dengan sebuah pernikahan seperti kisah novel pada umumnya? Atau akan ada kejutan luar biasa yang mampu membuat kedua orang itu saling jatuh cinta?

Mau tahu jawabannya? Baca kisah ini dan jangan lupa beri dukungan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rita Tatha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25

Rasya duduk bersandar tembok di teras rumah. Pandangan matanya menatap kotak kecil di tangan juga langit gelap secara bergantian. Dia masih belum menyangka kalau Pandu akan membeli kembali perhiasan yang baru dia jual kemarin. Bahkan lelaki itu membayarkan seluruh biaya rumah sakit ayahnya.

"Anak perawan pamali malam-malam di depan rumah, dikawinin genderuwo baru tahu rasa kamu, Kum."

"Astaga, punya Abang satu mulutnya kaya air comberan. Kuatkan hamba Ya Tuhan ... Aduh! Sakit, Mas!" Rasya mengusap pundaknya yang ditepuk kencang oleh Agus.

"Mulut kamu tuh, kaya comberan. Masuk!" suruh Agus, tetapi Rasya tetap bergeming di tempatnya. "Kumala Rasya Putri!"

Mendengar suara Agus yang meninggi, Rasya pun akhirnya masuk dan duduk di sofa ruang tamu bersama Agus. Dia hanya diam saja saat Agus membuatkan teh panas untuknya.

"Makasih, Mas. Tidak perlu repot-repot, jangan lupa sama camilannya," ledek Rasya saat Agus menaruh cangkir teh itu di depannya.

"Dasar adik durhaka!" umpat Agus, tetapi Rasya justru terkekeh. "Kum!"

"Hmm." Rasya begitu sibuk melihat kotak kecil di tangannya.

"Kamu lihatin apa, sih? Serius banget?" tanya Agus. Dia merebut kotak kecil di tangan Rasya hingga membuat gadis itu terlonjak.

"Balikin, Mas!" pekik Rasya berusaha merebut kotak itu. Namun, Agus tidak peduli dan tetap mengangkat kotak itu tinggi-tinggi hingga membuat tubuh mungil Rasya tidak bisa menggapai.

"Ini dari siapa?" tanya Agus penuh selidik. Dia melihat isi kotak itu. "Weh, cincin sama kalung dari siapa, Kum?"

"Kepo!" Rasya merebut kotak itu dan segera berlari ke kamar. Agus yang melihat itu hanya menggeleng.

Sesampainya di kamar, Rasya berdiri di depan cermin lalu mengalungkan kalung itu di lehernya juga memakai cincinnya. Rasya menghela napas panjang.

"Besok aku kasih uang empat juta itu aja deh buat Om Panu. Kasihan dia." Rasya pun merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur untuk berisitirahat.

***

Keesokan paginya, Rasya dan Agus kembali ke rumah sakit untuk menjemput sang ayah yang sudah diperbolehkan pulang. Dengan meminjam mobil rental, mereka berangkat jam tujuh pagi karena masih harus mengurus kepulangan Paijo.

"Kalian sudah datang?" Wajah Paijo tampak semringah. Bagaimana tidak? Dua hari di rumah sakit membuat lelaki paruh baya itu merasa jenuh. Apalagi dia sudah terbiasa bekerja.

"Sudah, Pak. Seneng banget mau pulang. Udah mantep mau pulang ini, Pak?" tanya Rasya, bibirnya menyeringai tipis. Paijo menghirup napas dalam-dalam. Dia berharap semoga mulut putrinya tidak berbicara macam-macam hingga dia harus menerima omelan istrinya.

"Sudahlah, Kum. Bapak udah jenuh di sini. Walaupun akhirnya gratis tidur di kasur empuk, bapak lebih milih tidur di kasur kapuk," balas Paijo.

"Nanti jangan-jangan Bapak kangen lagi sama suster di sini. Bagaimana, Pak? Apa sudah mendingan?" Rasya menggoda dengan menirukan suara perawat yang biasa mengontrol Paijo.

"Tidaklah, Kum. Bagi bapak tuh, ibumu saja sudah cukup," elak Paijo. Dia melirik istrinya yang mulai memberikan tatapan tajam.

"Pret! Kemarin Bapak bilang sama Kukum katanya enak di sini, udah dikasih perhatian, diingetin makan, lihat yang bening-bening pula. Aduh, aduh, aduh, sakit, Mas." Rasya berteriak saat Agus menjewer telinganya kencang bahkan sampai memerah. Bukan hanya telinga, mata Rasya pun ikut berkaca-kaca karena merasakan panasnya bekas jeweran itu.

"Kamu ini jangan suka jadi kompor! Hobi banget bikin bapak sama ibu bertengkar!" hardik Agus. Rasya tidak menjawab, tetapi menghembuskan napasnya secara kasar.

"Kalau kamu masih terus bikin mereka berantem, Mas enggak akan segan-segan jewer telinga kamu sampai putus!"

"Ya Tuhan, ngeri sekali, Mas. Kamu jadi seperti psycopat!" cibir Rasya.

"Biarin!" ketus Agus, "Kamu sekali-kali harus di—"

"Mbak Ajeng," teriak Rasya menghentikan Omelan Agus.

"Mas tidak bisa kamu bohongi lagi!" Kali ini, Agus tidak mau tertipu untuk yang kesekian kali oleh adiknya.

"Yee, dibilangin enggak percaya. Tuh, Mbak Ajeng dateng sama Mas Abrar," ucap Rasya dengan sangat yakin. Agus pun berbalik dan terkejut saat melihat pujaan hatinya datang bersama kakaknya. Amarah Agus kepada Rasya pun memudar seketika. Berganti senyum manis untuk memikat sang gebetan.

"Ciee ... enggak usah cari muka gitu. Muka udah jelek mah, bibir senyum semanis apa pun bakal tetep jelek," ledek Rasya diiringi gelakan tawa.

"Allahu Akbar. Pak, Bu, aku mau ganti adek boleh enggak sih, tukar tambah aku nambah banyak enggak papa, daripada punya adek kaya gini modelannya," ucap Agus saking kesalnya.

"Jahat banget kamu, Mas." Rasya melipat tangan di depan dada dengan bibir mengerucut. Agus tidak peduli. Dia justru menyalami Abrar dan tersenyum lebar ke arah Ajeng.

"Ciee, yang sok kecakepan." Rasya benar-benar tidak kapok. Agus berbalik dan menatap adiknya tajam. Melihat sang kakak yang mulai marah, Rasya pun memasang ancang-ancang dan bersiap untuk kabur. Ketika Agus berjalan mendekat, Rasya segera berlari ke pintu untuk menghindari jeweran sang kakak.

"Perawan gue ilang!" latah Rasya saat sampai di pintu, dirinya menabrak seseorang hingga tubuhnya mendarat bebas dan pantatnya mencium lantai dengan mesra.

"Kenapa kamu begitu ceroboh!"

Rasya mengembuskan napas kasar saat orang tersebut bukannya menolong, dan justru marah-marah padanya.

1
Nurifa Erna Ubaidillah
ya Alloh q juga jadi qila
Rita
sabarrrrrr😂
Rita
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Rita
😭😭😭😭latahmu🤣🤣🤣🤣
Rita
😂😂😂😂😂sengajahhhh
Rita
cari masalah 🤣🤣🤣
Rani Anggraeni
sumpah terhibur bgt 🤣🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙖𝙠𝙪 𝙨𝙞𝙝𝙣𝙨𝙚𝙩𝙪𝙟𝙪 𝙨𝙜𝙣 𝙨𝙞𝙠𝙖𝙥 𝙥𝙖𝙢𝙙𝙪 𝙨𝙢.𝙧𝙖𝙨𝙮𝙖 𝙖𝙜𝙖𝙧 𝙧𝙖𝙨𝙮𝙖 𝙗𝙚𝙡𝙖𝙟𝙖𝙧 𝙗𝙚𝙧𝙨𝙞𝙠𝙖𝙥 𝙡𝙜 𝙙𝙡𝙢 𝙨𝙚𝙩𝙞𝙖𝙥 𝙢𝙖𝙪 𝙢𝙚𝙡𝙖𝙠𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙨𝙪𝙖𝙩𝙪 𝙣 𝙖𝙢𝙗𝙞𝙡 𝙥𝙚𝙡𝙖𝙟𝙖𝙧𝙖𝙣 𝙗𝙖𝙝𝙬𝙖 𝙜𝙖 𝙨𝙚𝙢𝙪𝙖 𝙮𝙜 𝙗𝙞𝙖𝙨𝙖 𝙙𝙞𝙖 𝙟𝙖𝙡𝙖𝙣𝙞 𝙨𝙚𝙡𝙖𝙢𝙖 𝙢𝙨𝙝 𝙨𝙞𝙣𝙜𝙡𝙚 𝙜𝙖 𝙙𝙞 𝙗𝙖𝙬𝙖 𝙡𝙜 𝙢𝙖𝙨𝙖 𝙨𝙚𝙠𝙖𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙣 𝙟𝙜 𝙣𝙜𝙚𝙧𝙩𝙞 𝙨𝙚𝙜𝙖𝙡𝙖 𝙧𝙚𝙨𝙞𝙠𝙤𝙣𝙮𝙖 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙪𝙙𝙝 𝙣𝙞𝙠𝙖𝙝 𝙞𝙩𝙪 𝙥𝙖𝙨𝙩𝙞 𝙖𝙙𝙖 𝙥𝙚𝙧𝙗𝙚𝙙𝙖𝙖𝙣 𝙗𝙞𝙖𝙧 𝙡𝙗𝙝 𝙗𝙞𝙟𝙖𝙠 𝙡𝙜 𝙗𝙧𝙥𝙞𝙠𝙞𝙧𝙣𝙮𝙖 𝙍𝙖𝙨𝙮𝙖... 𝙢𝙜𝙠𝙣 𝙥𝙖𝙣𝙙𝙪 𝙟𝙜 𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙠𝙧𝙣 𝙗𝙚𝙣𝙩𝙖𝙠 𝙞𝙨𝙩𝙧𝙞 𝙙𝙞𝙗𝙙𝙚𝙥𝙖𝙣 𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙡𝙖𝙞𝙣 𝙟𝙜 𝙝𝙖𝙧𝙪𝙨 𝙗𝙚𝙡𝙖𝙟𝙖𝙧 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙚𝙣𝙙𝙖𝙡𝙞𝙠𝙖𝙣 𝙙𝙞𝙧𝙞 𝙢𝙚𝙨𝙠𝙞𝙥𝙪𝙣 𝙡𝙜 𝙚𝙢𝙤𝙨𝙞 𝙟𝙙 𝙞𝙣𝙩𝙞𝙣𝙮𝙖 𝙨𝙖𝙢𝙖2 𝙡𝙗𝙝 𝙗𝙚𝙡𝙖𝙟𝙖𝙧.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙢𝙖𝙠𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙖𝙧𝙜𝙖 𝙜𝙚𝙧𝙘𝙚𝙥 𝙨𝙚𝙗𝙚𝙡𝙪𝙢 𝙩𝙚𝙧𝙡𝙖𝙢𝙗𝙖𝙩
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙨𝙖𝙝𝙖𝙗𝙖𝙩 𝙨𝙚𝙟𝙖𝙩𝙞.👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙍𝙖𝙨𝙮𝙖 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙢𝙖𝙝𝙗𝙜𝙖 𝙢𝙞𝙠𝙞𝙧 𝙖𝙥𝙖 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙠𝙚𝙡𝙖𝙠𝙪𝙖𝙣 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙗𝙖𝙠𝙖𝙡 𝙗𝙚𝙧𝙖𝙠𝙞𝙗𝙖𝙩 𝙛𝙖𝙩𝙖𝙡 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙗𝙤𝙙𝙮𝙜𝙪𝙖𝙧𝙙, 𝙥𝙖𝙣𝙙𝙪 𝙥𝙖𝙨𝙩𝙞 𝙣𝙜𝙖𝙢𝙪𝙠 𝙩𝙪𝙝 𝙗𝙨 𝙝𝙖𝙗𝙞𝙨 𝙗𝙤𝙙𝙮𝙜𝙪𝙖𝙧𝙙.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙙𝙖𝙨𝙖𝙧 𝙥𝙖𝙣𝙪 𝙗𝙚𝙣𝙚𝙧2 𝙘𝙚𝙢𝙗𝙤𝙠𝙪𝙧𝙣𝙮𝙖.😄
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙨𝙖𝙗𝙖𝙧 𝙮𝙖 𝙂𝙖𝙩𝙧𝙖 𝙨𝙚𝙢𝙤𝙜𝙖 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙘𝙚𝙥𝙚𝙩 𝙙𝙥𝙩 𝙥𝙚𝙣𝙜𝙜𝙖𝙣𝙩𝙞 𝙍𝙖𝙨𝙮𝙖.
𝙋𝙖𝙣𝙙𝙪 𝙖𝙢𝙥𝙪𝙪𝙣 𝙙𝙚𝙝 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙘𝙚𝙢𝙗𝙪𝙧𝙪 𝙠𝙖𝙮𝙖𝙠 𝙗𝙤𝙘𝙞𝙡 𝙗𝙜𝙩.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙗𝙪𝙖𝙩 𝙥𝙚𝙡𝙖𝙟𝙖𝙧𝙖𝙣 𝙍𝙖, 𝙠𝙧𝙣 𝙙𝙖𝙢𝙥𝙖𝙠𝙣𝙮𝙖 𝙨𝙖𝙢𝙥𝙚 𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙙𝙞𝙥𝙚𝙘𝙖𝙩 𝙠𝙖𝙣 𝙠𝙖𝙨𝙞𝙖𝙣 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙢𝙖𝙪 𝙥𝙚𝙘𝙞𝙘𝙞𝙡𝙖𝙣 𝙡𝙤𝙖𝙩 𝙩𝙚𝙢𝙥𝙖𝙩 𝙣 𝙨𝙞𝙠𝙤𝙣 𝙟𝙙 𝙟𝙚𝙣𝙜𝙠𝙚𝙡 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙍𝙖𝙨𝙮𝙖 𝙢𝙖𝙨𝙖 𝙜𝙖 𝙖𝙙𝙖 𝙨𝙚𝙙𝙞𝙠𝙞𝙩𝙥𝙪𝙣 𝙙𝙚𝙬𝙖𝙨𝙖2𝙣𝙮𝙖 𝙨𝙚𝙩𝙚𝙡𝙖𝙝 𝙣𝙞𝙠𝙖𝙝 𝙥𝙖𝙨𝙩𝙞 𝙖𝙙𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙙𝙧 𝙥𝙚𝙧𝙟𝙖𝙡𝙖𝙣𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙡𝙖𝙢𝙖 𝙥𝙚𝙧𝙣𝙞𝙠𝙖𝙝𝙖𝙣 𝙮𝙜 𝙗𝙞𝙠𝙞𝙣 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙝𝙖𝙧𝙪𝙨𝙣𝙮𝙖 𝙗𝙚𝙧𝙪𝙗𝙖𝙝.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙡𝙖𝙜𝙞𝙖𝙣 𝙠𝙪𝙧𝙖𝙥 𝙖𝙥𝙖 𝙜𝙖 𝙗𝙨 𝙨𝙞𝙛𝙖𝙩𝙣𝙮𝙖 𝙨𝙞 𝙪𝙗𝙖𝙝 𝙟𝙜𝙣 𝙩𝙧𝙨 𝙥𝙚𝙘𝙞𝙘𝙞𝙡𝙖𝙣 𝙟𝙙 𝙮𝙜 𝙡𝙖𝙞𝙣 𝙠𝙚𝙣𝙖 𝙞𝙢𝙗𝙖𝙨𝙣𝙮𝙖 𝙟𝙜 𝙡𝙖𝙜𝙤𝙖𝙣 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙝𝙖𝙧𝙪𝙨 𝙗𝙨 𝙣𝙚𝙢𝙥𝙖𝙩𝙞𝙣 𝙨𝙖𝙖𝙩 𝙢𝙖𝙣𝙖 𝙗𝙚𝙧𝙘𝙖𝙣𝙙𝙖 𝙣 𝙣𝙜𝙜𝙖 𝙍𝙖 𝙟𝙜𝙣 𝙣𝙜𝙚𝙡𝙖𝙬𝙖𝙣 𝙢𝙪𝙡𝙪 𝙡𝙚𝙬𝙖𝙩 𝙘𝙖𝙣𝙙𝙖𝙖𝙣 𝙖𝙥𝙖 𝙡𝙜 𝙨𝙢 𝙤𝙧𝙩𝙪..
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙠𝙬𝙠𝙬𝙠𝙠𝙠... 𝙖𝙙𝙖 𝙮𝙜 𝙭𝙞𝙣𝙡𝙤𝙠 𝙗𝙖𝙗𝙖𝙣𝙜 𝙖𝙧𝙜𝙖 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙯𝙖𝙝𝙧𝙖, 𝙮𝙜 𝙗𝙪𝙡𝙖𝙣 𝙢𝙖𝙙𝙪 𝙥𝙖𝙣𝙪 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙠𝙪𝙧𝙖𝙥 𝙩𝙥 𝙮𝙜 𝙨𝙥𝙩 𝙤𝙡𝙚𝙝2 𝙘𝙞𝙣𝙩𝙖 𝙖𝙧𝙜𝙖 𝙯𝙖𝙝𝙧𝙖.😄
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙮𝙖 𝙖𝙢𝙥𝙪𝙪𝙣𝙣... 𝙢𝙖𝙡𝙪𝙣𝙮𝙖 𝙨𝙖𝙢𝙥𝙚 𝙠𝙚 𝙪𝙗𝙪𝙣2 𝙩𝙪𝙝 𝙯𝙖𝙝𝙧𝙖, 𝙠𝙖𝙤𝙨 𝙠𝙖𝙠𝙞 𝙗𝙤𝙡𝙤𝙣𝙜 𝙙𝙞 𝙥𝙖𝙠𝙚 𝙟𝙙 𝙞𝙣𝙜𝙚𝙩 𝙢𝙖𝙨𝙖 𝙙𝙪𝙡𝙪 𝙨𝙚𝙠𝙤𝙡𝙖𝙝 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙜𝙖 𝙗𝙤𝙡𝙤𝙣𝙜 𝙥𝙖𝙨 𝙟𝙖𝙧𝙞𝙣𝙮𝙖, 𝙙𝙞𝙠𝙖𝙧𝙚𝙩𝙞𝙣 𝙗𝙖𝙜𝙞𝙖𝙣 𝙖𝙩𝙖𝙨𝙣𝙮𝙖 𝙗𝙞𝙖𝙧 𝙜𝙖 𝙢𝙚𝙡𝙤𝙧𝙤𝙩.😄😄
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙣𝙖𝙝 𝙡𝙖𝙣𝙜𝙨𝙪𝙣𝙜 𝙙𝙖𝙥𝙖𝙩 𝙨𝙞𝙣𝙮𝙖𝙡 𝙟𝙤𝙙𝙤𝙝𝙣𝙮𝙖 𝙗𝙖𝙗𝙖𝙣𝙜 𝙖𝙧𝙜𝙖.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙟𝙚𝙡𝙖𝙨 𝙗𝙖𝙗𝙖𝙣𝙜 𝙖𝙧𝙜𝙖 𝙨𝙚𝙠𝙖𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙝𝙖𝙧𝙪𝙨 𝙢𝙤𝙫𝙚 𝙤𝙣, 𝙩𝙪𝙝 𝙩𝙚𝙢𝙚𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙨𝙞 𝙠𝙪𝙧𝙖𝙥 𝙖𝙙𝙖.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙬𝙖𝙙𝙪𝙪𝙝𝙝𝙝 𝙟𝙖𝙪𝙝2 𝙠𝙚 𝙖𝙢𝙚𝙧𝙞𝙠𝙖 𝙢𝙖𝙠𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙨𝙚𝙗𝙡𝙖𝙠 𝙢𝙪𝙡𝙪 𝙠𝙪𝙧𝙖𝙥, 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙣𝙜 𝙥𝙖𝙣𝙪 𝙨𝙪𝙖𝙢𝙞 𝙥𝙚𝙣𝙜𝙚𝙧𝙩𝙞𝙖𝙣 𝙙𝙖𝙣 𝙨𝙪𝙖𝙢𝙞 𝙞𝙙𝙖𝙢𝙖𝙣.🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!