Halllooowww.....para readers yang asyik-asyik mampir yuk dinovelku. Maaf ya kalo banyak typo-typonya.
Haiii....namaku Hanum Anastasya wijaya, saat ini aku sudah menyelesaikan S2 ku diharvard university dan dengan kecerdasan diatas rata-rata yang kumiliki sehingga aku bisa bekerja diperusahaan GMT Coporation perusahaan terbesar diamerika.
Namun saat ini aku harus pulang ketanah air karena desakan mamaku tersayang.
Menjadi anak tunggal merupakan beban yang sangat berat kurasakan.
Ketika tiba ditanah air dan bertemu dengan masa lalu, disinilah ceritaku dimulai...
"Terus maju dengan masa lalu atau meninggalkan masa lalu adalah sebuah pilihan yang menjadikanku tak bisa menghindarinya"
(Hanum Anastasya Wijaya)
"Sekian lama kumencarimu, kini kau datang dihadapanku membuatku tak akan melepaskan dirimu lagi"
(Saputra Mandala)
Penasaran????? dengan cerita mereka dan yang akan terjadi dengan mereka selanjutnya???
Baca yuk novel karya pertamaku berjudul "Dia yang Tak Dapat Kuhindari" yang diterbitkan oleh Mangatoon
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Roslaniar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18.
Setelah menempuh penerbangan 3 jam 25 menit, akhirnya Hanum dan Rima tiba dibandar udara Bangkok don mueang dan langsung menuju mobil yang menjemput mereka. kemudian menuju hotel Landmark Bangkok, untuk beristirahat sejenak sebelum kekantor cabang Gold Group.
Setelah Hanum dan Rima sampai di hotel, bergegas mereka menuju kamar setelah mengambil kunci diresepsionist hotel.
dikamar inilah Hanum beristirahat sejenak sebelum memulai kunjungannya cabang diperusahaan Gold Group.
Kamar yang luas dan nyaman dengan dinding kamar yang didominasi kayu yang berkwalitas sangat baik sebagai penyekat antara ruang tidur dan ruangan untuk duduk bersantai sambil menikmati pemandangan yang sangat memanjakan mata.
Setelah beristirahat yang cukup, Hanum dan Rima segera menuju ke kantor cabang. Menyelesaikan pemeriksaannya sesegera mungkin. Memang sudah menjadi salah satu rutinitas yang dilakukan oleh Hanum dengan meninjau semua cabang perusahaannya agar bisa mengetahui setiap permasalahan yang terjadi.
Sambil tersenyum ramah, Hanum didampingi sekertaris Rima memasuki kantor cabang perusahaan Gold Group company yang disambut langsung oleh kepala cabang bapak Wirawan.
Pak Wirawan nampak antusias menyambut kedatangan boss barunya untuk kunjungan perdananya setelah menggantikan ayahnya. "slamat datang dicabang Gold Group company, bu Hanum dan sekertaris Rima...."
Masih dengan senyum ramahnya Hanum menyambut uluran tangan Wirawan "trima kasih pak Wirawan atas penyambutannya dan maaf kunjungan saya percepat...."
"Nggak apa-apa, bu,,,,,"kata pak wirawan dan mempersilahkan Hanum dan sekertarisnya menuju keruangannya.
Meskipun cabang perusahaannya berada dithailand, Bangkok akan tetapi papa Hanum yaitu bapak Atma Wijaya tetap menempatkan orang Indonesia sebagai kepala cabang perusahaannya, hal-hal yang seperti ini Hanum tidak pernah mempertanyakan kepada sang papa karena dia paham betul bahwa semua tindakan papanya penuh dengan pertimbangan.
Sejak tiba dikantor cabang, Hanum dan Rima segera tenggelam dengan berkas-berkas yang berisi laporan kerja sama, laporan keuangan dan laporan-laporan yang penting lainnya. Mereka ingin menyelesaikan segala sesuatunya sesegera mungkin yang tentunya mereka tetap memeriksa dengan teliti dan cermat.
Pak Wirawan takjub sekaligus heran dalam waktu yang bersamaan melihat cara kerja putri tunggal pak Atma. Takjub dan heran dengan kecerdasan diatas rata-rata yang dimiliki oleh Hanum dan merupakan pasangan sempurna dengan sekertaris Rima, mereka saling melengkapi.
Berkas-berkas yang seharusnya selesai dalam waktu 2 hari kini mereka dapat menyelesaikan hanya sehari, meskipun mereka mengerjakannya sampai malam. Mereka lebih memilih lembur karena ingin menikmati sisa waktu mereka dibangkok.
Akhirnya pekerjaan mereka selesai dan kini mereka sedang berada restaurant Salathip yang merupakan salah satu restaurant mewah dan halal dibangkok.
restaurant Salathip berlokasi di Soi WatSuan Plu, bangkok dan tepat berada dipinggir sungai bangkok yang terkenal dengan pelayanan yang ramah.
Mereka menikmati makanan yang sangat memanjakan lidah dengan disajikan berbagai makanan khas thailand.
"Trima kasih pak Wirawan, karena diajak dinner ditempat yang sangat indah". kata Hanum seraya menikmati hidangan didepannya.
"Syukurlah kalo bu Hanum, menyukai pelayanan kami". balas pak Wirawan.
Sekertaris Rima sudah tidak dapat berkata-kata lagi saking laparnya.
Malam hari mereka habiskan dengan ngobrol ringan ditepi sungai bangkok yang sangat indah dimalam hari.
Malampun menunjukkan pukul 22.00 waktu setempat, akhirnya Hanum dan sekertaris Rima pamit untuk beristirahat dan meminta pak Wirawan menyiapkan mobil besok untuk mereka pakai jalan-jalan menikmati kota bangkok.
🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴
hai...hai....hai....jangan jadi pembaca gelap dong, tinggalkan jejaknya agar author menjadi lebih bersemangat lagi.
males aku...lbh baik dgn anand yg mencintai hanum apa adanya
bagus tindakan mu hanum..
mampuslah lu putra...
hanum...jngn mau beehubungan dgn putra...merwka kluarga toxic