NovelToon NovelToon
Satu Alasan Untuk Bertahan

Satu Alasan Untuk Bertahan

Status: sedang berlangsung
Genre:Gadis nakal / CEO / Cintamanis / Psikopat itu cintaku / Cinta pada Pandangan Pertama / Mafia
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: LIXX

Elyra Azzahra mencintai Leonard Attahaya tanpa mengetahui siapa sosok Leonard sebenarnya.

Saat kebenarannya terungkap nyatanya perbedaan kasta dan jurang sosial menjadi titik kehancuran keyakinan Elyra akan cinta, namun dia tetap memilih bertahan.

Namun, harapan itu kembali runtuh ketika Leonard ternyata telah dijodohkan. Dalam kehilangan, Leonard memberontak, dan rela mengorbankan segalanya demi Elyra. Bagi Elyra dunia adalah cinta dan cinta bukan berarti dunia.

Mampukah Elyra bertahan demi cinta? atau justru menyerah dengan dunia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LIXX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23. Hasrat Dan Cinta

Elyra masih terisak di dada Leon. Napasnya tersengal, bahunya naik turun hebat. Leon mengusap rambutnya pelan, berulang kali, seolah takut gadis itu hancur di tangannya.

“Baby…” suaranya lembut sekali. “Lihat aku sebentar.” Elyra menggeleng kecil, air matanya terus jatuh.

“Aku capek nangis… aku sakit…” Leon menahan napas perih.

“Aku tau. “Aku tau kamu lagi gak mau liat aku sekarang.” Ia mengangkat wajah Elyra perlahan.

“Masa laluku memang berantakan,” Leon mengaku lirih. “Aku nggak bangga sama itu. Aku bahkan malu.” Elyra terisak.

“Tapi sejak kamu ada di hidupku… Semua berubah. Aku belajar pulang tepat waktu. Aku belajar jaga perasaan seseorang. Aku belajar jadi pria yang pantas dicintai.” Matanya berkaca-kaca.

“Kamu tahu bertapa aku takut kehilangan kamu?” lanjutnya, “aku juga akan berusaha, karena aku pengen jadi lebih baik untuk kamu.” Elyra menggigit bibirnya.

“Tapi… orang-orang selalu bilang masa lalu itu bakal terulang…” Ucap Elyra di antara tangisnya, Leon menggeleng cepat.

“Kata siapa? Itu bohong sayang, itu tidak mungkin kalau kita mau berubah.” Leon menempelkan keningnya ke kening Elyra.

“Setiap hari aku berjuang lawan diriku yang dulu. Setiap hari aku milih setia. Setiap hari aku jaga kamu.” Tangis Elyra makin lirih.

“Aku nggak sempurna, sayang,” ucap Leon pelan.

“Tapi cintaku ke kamu itu nyata. Aku nggak pernah sentuh dia. Aku nggak pernah khianatin kamu, dan itu gak akan pernah terjadi.” Ia menggenggam tangan Elyra erat.

“Kalau kamu ragu, cek hidup aku. Semua waktuku buat kamu.” Hening sejenak.

“Aku cuma minta satu hal,” suara Leon bergetar.

“Percaya aku… walau sedikit.” Elyra terisak.

“Kamu itu bodoh ya? Kalo aku gak percaya sama kamu, buat apa aku nangis sekarang? Aku cuma merasa berat aja, bukan gak percaya, aku juga cuma sedikit takut.” Leon mengusap pipi Elyra lembut.

“Takut itu wajar. Tapi jangan biarin ketakutan ngerampas kebahagiaan kita. Aku di sini. Aku nggak pergi. Aku nggak akan ninggalin kamu.”

Tangis Elyra akhirnya pecah lagi, tapi kali ini bukan hancur, lebih seperti dilepas dengan sengaja.

“Aku sayang kamu…” katanya lirih. Leon tersenyum lega sambil memeluknya.

“Aku lebih sayang. Dan aku akan buktiin.” Leon mengecup kening Elyra beberapa kali.

"Kita pulang ya?" Bujuk Leon mengusap punggung Elyra, dia mengambil ponsel Elyra yang tergeletak di atas meja. Dan mengambil ransel Elyra yang berada di kursi yang semula dia duduki.

Namun tiba-tiba suara DEFEAT terdengar dari ponsel Elyra, dan Elyra sontak melirik ke arah Rani yang sejak tadi memperhatikan dirinya. Tentu saja bukan hanya Rani, namun semua pengunjung warnet.

Elyra sontak bersembunyi di balik punggung Leon, dan Leon tertawa melihat tingkah Elyra yang menggemaskan.

"Ran, aku pulang dulu ya?" Ucap Elyra, Rani mengangguk.

"Motormu gimana itu?" Rani melirik ke arah motor Elyra yang semula dia bawa.

"Nanti saya suruh orang, sekarang kita pulang dulu aja." Leon mengecup sekilas kening Elyra, antara gemas dan rasa sayangnya bercampur.

"Uke, hati-hati ya Ly. Hidup gak sekejam matchmaking kok." Rani memeluk Elyra sejenak untuk membiarkan teman sekaligus bosnya itu pergi.

"Ini uang tutup mulut, dan bagikan juga ke mereka. Sisanya buat kamu." Leon mengeluarkan uang dan menaruhnya di atas meja kasir. Sebelum akhirnya tersenyum pada Elyra dan membawa gadis itu keluar dari warnet itu.

.

.

.

Begitu pintu warnet tertutup di belakang Leon dan Elyra. Rani melongo menatap uang di meja kasir. Beberapa pelanggan warnet juga ikut nengok.

“Eh… ini serius?” gumam Rani. Salah satu cowok di pojokan angkat tangan ragu.

“Kak… kita kan mau bayar, bukan malah dikasih…” Rani mengangkat uang itu tinggi-tinggi.

“Perintah bos besar.” Jawab Rani yang berdiri dari duduknya.

“Katanya ini uang tutup mulut.”Semua saling pandang.

“HAHAAHAHA!” Satu warnet langsung pecah.

“Baru kali ini main warnet dibayar! Biasanya dompet sekarat, sekarang dompet bahagia!” Ucap pelanggan lain, Rani mulai bagi-bagi.

“Nih buat kamu. Nih yang barusan teriak defeat paling keras.” Ledek Rani, sembari menyerahkan uang seratus ribu.

“Heh aku malu tau!” Yang lain ngakak makin keras mendengar hal itu.

“Ini bukan warnet, ini venue drama live! Premium romance edition!” Tutur yang lain, Rani sampai pegang perut akibat tawanya. Pipinya sudah sakit tertawa, dan kini perutnya juga ikut melilit.

“Serius ya kalian, jangan bocorin!” Rani menunjuk seluruh pengunjung Warnet.

“Bocorin?! Justru mau kita langganan! Besok-besok Elyra berantem lagi dong! BIAR DAPET DUIT LAGI!” Semuanya meledak ketawa.

“ML kalah aja sakit-”

“Tapi drama tadi lebih nyakitin si,"

“Hidup nggak sekejam matchmaking-"

“Tapi sekejam kisah cinta mereka!” Rani hampir jatuh dari kursinya saat dia kembali ke kasir karena ngakak.

“Ya ampun kalian jahat banget!” Seorang pengunjung sambil ngibas uangnya.

“Mulai sekarang kalau ada drama di sini… Kita bukan bayar per jam…Kita dibayar per episode!” Seketika itu juga warnet rusuh oleh tawa.

.

.

.

Di dalam mobil, suasana jauh lebih tenang. Hanya suara mesin dan lampu jalan yang lewat satu per satu. Elyra memeluk tasnya di dada, lalu melirik Leon ragu.

“Leon…”

“Iya, sayang?” jawab Leon lembut sambil tetap fokus menyetir. Elyra menggigit bibirnya sebentar.

“Aku mau nanya sesuatu… tapi jangan ketawa.” Leon tersenyum kecil.

“Kamu nanya apa pun aku dengerin.” Jawab Leon, dia masih fokus menyetir.

“Kamu kan dulu… nakal,” ucap Elyra pelan. “Terus sekarang kamu selalu jaga jarak sama aku. Cuma pegang tangan, peluk, kecup kening…” Ia menunduk malu.

“Emangnya kamu nggak pernah… kepikiran aneh-aneh gitu?” Lanjut Elyra lagi, Leon langsung tertawa kecil.

“Sayang…” gelengnya pelan.

“Apa?” Elyra manyun. “Aku serius.” Leon menghela napas sambil tersenyum hangat.

“Kepikiran itu wajar,” jujurnya tenang.

“Aku laki-laki, bukan malaikat.” Elyra langsung membelalak.

“Hah?!” Leon terkekeh.

“Tapi justru karena aku cinta kamu, aku nahan diri.” Ia melirik Elyra sebentar, matanya penuh kasih.

“Aku nggak mau sentuh kamu sembarangan. Aku nggak mau bikin kamu ngerasa kecil atau nggak aman,a ku mau jaga kamu.” Elyra terdiam, lanjut Leon lembut.

“Sampai waktunya benar-benar halal dan pantas. Buatku, cinta itu bukan soal nafsu. Tapi tanggung jawab.” Mata Elyra mulai berkaca-kaca.

“Jadi… bukan karena kamu nggak tertarik?” Leon tertawa pelan.

“Justru karena terlalu sayang.” Ia mengulurkan tangan, menggenggam jari Elyra hangat.

“Kalau aku cuma mau senang-senang, aku nggak bakal sekuat ini nahan diri. Tapi aku mau kamu aman. Mau kamu dihormati.” Air mata Elyra jatuh pelan lagi, kini matanya menatap Leon dengan senyum lembutnya.

“Kamu baik banget…” Elyra mengusap air matanya pelan, Leon tersenyum lembut.

“Aku cuma mau jadi pria yang pantas buat kamu.” Elyra menggenggam tangannya lebih erat.

“Aku bersyukur ketemu kamu, Leon.” Leon menoleh sebentar.

“Aku juga, sayang. Setiap hari.” Mobil melaju dalam kehangatan yang tenang, dengan lampu yang menyorot dengan siluet malam itu.

1
vita
bagus ceritanya
LEX ALEX
menyala om Ziyan😍
◄⏤͟͞✥≛⃝⃕💞Rؚͬzͧoᷤnͧeͪ°ˢᵒᶠ
dia bilang "Jir, nanti anu gua jadi kecil pas hidup. Gua malu sama Elyra,"
🤣
LIXX: bener lagi🤣🤣
total 1 replies
LIXX
mang iya? wah Icut icut/Facepalm/
☠🏡⃟ªʸ🍾⃝ ᴀʏͩᴜᷞᴅͧɪᷡᴀͣ ѕ⍣⃝✰ˢ⍣⃟ₛ
Ini nih yg gak bener, selalu membanding-bandingkan anak. Setiap anak itu berbeda, mungkin aja Fahmi emy gak jago di pelajaran. Tapi dia jago di bidang lain
☠🏡⃟ªʸ🍾⃝ ᴀʏͩᴜᷞᴅͧɪᷡᴀͣ ѕ⍣⃝✰ˢ⍣⃟ₛ
Wahh ada calon idol nih
☠🏡⃟ªʸ🍾⃝ ᴀʏͩᴜᷞᴅͧɪᷡᴀͣ ѕ⍣⃝✰ˢ⍣⃟ₛ
Ternyata begini ya awal pertemuan antara Lyra dan Leon.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!