NovelToon NovelToon
Ditakdirkan Menjadi Ratu Vampir

Ditakdirkan Menjadi Ratu Vampir

Status: sedang berlangsung
Genre:Vampir / Manusia Serigala / Reinkarnasi / Fantasi Wanita
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Phopo Nira

“Aku telah melihat masa depan kalian,” lanjutnya. “Dari abu pengorbanannya, jiwanya tidak hancur. Jiwa sang Ratu terlepas dari pusaran kehancuran dan ditakdirkan untuk terlahir kembali.”

“Sebagai apa?” suara Ragnar nyaris hanya bisikan.

“Sebagai manusia.”

“Manusia?” Ragnar tertawa pendek, pahit. “Makhluk fana, rapuh, dengan umur sekejap mata?”

“Justru karena itu,” jawab Holly. “Ia akan hidup jauh dari dunia kita, tanpa ingatan tentang perang, mahkota, atau pengorbanannya. Namun takdir tidak sepenuhnya kejam, bukan? Setidaknya dia terlahir kembali kali ini hanya untukmu.”

999 tahun pencarian....

“Akhirnya, aku menemukanmu, Ivory! Aku telah menepati janjiku untuk tidak melupakanmu dan datang menjemputmu.”

PLAK!

“Anda sudah keterlaluan! Dasar Bos Gila!” Kata Ivory penuh amarah.

Akankah takdir kali ini akan mempersatukan Ragnar dan Ivory kembali? Ataukah takdir sebelumnya akan terulang kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Phopo Nira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15. Reinkarnasi Pemilik Murni Sihir Hitam

Namun Elena hanya menghela napas pelan. “Aku tidak mengenal kalian. Jika kalian mencari seseorang, kalian salah telah mengenali sebagai orang itu. Aku bukan pemimpin kalian.”

Nada suaranya begitu manusiawi, begitu biasa… hingga membuat mantra pengikat mereka melemah. Tidak ada aura sihir hitam dalam tubuhnya. Tidak ada panggilan darah. Hanya seorang wanita biasa berasal dari kaum manusia yang ingin menikmati makan siangnya dengan tenang.

“Tidak mungkin. Jelas- jelas kami merasakan—"

Tiba-tiba, cahaya putih menembus kegelapan gang. Lingkaran sihir bercahaya muncul di udara, memaksa para penyihir hitam mundur dengan erangan tertahan. Seorang pria berjubah terang melangkah maju, rambut peraknya berkilau, mata emasnya tajam menilai situasi.

“Rupanya kau berada di sini,” ucapnya tegas. “… bersama sisa pengikutmu dari masa lalu.”

Para penyihir hitam mendesis, marah namun tak berdaya. “Denzel Hetherington…” gumam salah satu dari mereka. “Kita kembali! Yang mulia belum mengingat tentang kita, sebaiknya mundur untuk sementara.”

Mereka mundur ke bayangan, satu per satu menghilang, namun tatapan mereka penuh janji yang belum padam. Menyisakan Elena dan Denzel yang kini saling melempar tatapan tajam satu sama, tatapan penuh permusuhan dan dendam dari masa lalu.

Denzel berdiri menghalangi jalan keluar. Jubah terangnya kini telah memudar menjadi bayangan cahaya tipis, namun tekanan magis yang ia pancarkan justru semakin jelas. Matanya yang berwarna emas menatap lurus ke arah Elena, seakan berusaha menembus lapisan kehidupan barunya. Perlahan tapi pasti, ia kembali pada sosok Denzel—sang mantan sekretaris Ceo yang sekarang memegang posisi Direktur Executive.

“Akhirnya kau menunjukkan sosok aslimu juga,” ujarnya menyindir. “Diam-diam menemui sisa pengikutmu dan mungkin saja diam-diam membunuh adikmu sendiri yang merupakan reinkarnasi dari ratu kami.”

“Apa maksudmu?” tanya Elena.

“Berhentilah berpura-pura,” katanya, suaranya rendah namun menekan. “Kau bukan hanya saudari dari reinkarnasi Ratu Vampir. Kau sendiri adalah reinkarnasi Pemimpin Penyihir Hitam, bukan?”

Elena mengepalkan tangan. Untuk sesaat, sesuatu yang gelap beriak di dasar matanya… sebuah refleks lama yang hampir bangkit. Namun ia segera menenangkan napasnya, memaksa dirinya kembali ke dunia yang ia pilih.

“Aku tidak tahu apa yang kau bicarakan,” jawabnya dingin. “Jika kau datang untuk menuduh, lebih baik aku pergi.”

Denzel melangkah satu langkah lebih dekat. Lingkaran sihir samar muncul di telapak tangannya. “Aura jiwamu tidak berbohong. Ikatan itu masih ada. Kau tahu persis apa yang kau lakukan di kehidupan lalu. Kau memimpin mereka. Kau membuka jalan bagi sihir hitam hingga hampir menelan dunia vampire dan juga… kau sendiri yang membunuh Ratu kami saat itu.”

Tubuh Elena bergetar, bukan karena takut pada kekuatan sihir Denzel. Akan tetapi, karena ingatan kehidupan masa lalu itu kembali terlintas dalam ingatannya. Bukan ia yang membunuh Ivory kala itu, tetapi ia yang dibunuh oleh adiknya sendiri. Dan untuk mengakhiri peperangan Ivory memilih mengakhiri hidupnya sendiri membawa pemilik murni sihir hitam menghilang dalam kehidupan. Sampai mereka akhirnya terlahir kembali, tetap menjadi kakak beradik… dan sebagai manusia biasa.

“Sampai kapan pun aku tidak akan mengakui apa yang kau tuduhkan. Karena aku bukan reinkarnasi dari siapapun, begitu juga dengan adikku, Ivory!” ucap Elena mantap.

Denzel mengerutkan keningnya. “Lalu bagaimana dengan takdir? Kau dan adikmu terikat. Ratu Vampir dan Pemimpin Penyihir Hitam selalu berjalan beriringan. Sejarah akan mengulang dirinya.”

“Tidak,” sanggahnya keras. “Aku hanya kakaknya. Aku maupun adikku hanya manusia biasa. Tidak terikat dengan takdir masa lalu ataupun sejarah yang kau bicarakan, Tuan Denzel!”

Ia kemudian menatap dalam diam Denzel yang juga masih menatapnya, di baliknya terlihat pantulan gedung-gedung tinggi. “Aku sudah memikirkan semuanya… cara memutus ikatan jiwa, cara menyembunyikan auranya, cara agar kami hidup sebagai manusia biasa. Jika harus melawan takdir itu sendiri, aku akan melakukannya.”

“Ck, masih berani menyangkal juga rupanya,” decak Denzel kesal. “Lalu bagaimana kau akan menjelaskan tentang pertemuan mu dengan mereka… sisa pengikut sihir hitam di tempat terpencil ini? Dan menjelaskan alasanmu tidak terkejut dengan sosokku yang sebenarnya.”

“Jika kau benar memang manusia biasa? Kau mungkin akan merasa gila, karena melihat sihirku. Namun, kau malah terlihat seperti sudah terbiasa dengan namanya sihir, vampire dan kaum werewolf, bukan?” desaknya.

“Karena aku tidak peduli dengan kalian semua! Selama kalian tidak melibatkan aku maupun adikku, maka aku tidak akan mempermasalahkan identitas kalian. Namun, jika sebaliknya maka aku tidak akan segan mengekspos indentitas special kalian ini ke mata dunia.”

Elena mengeluarkan ponselnya yang memperlihatkan rekaman ketika Denzel memperlihatkan sosok aslinya dan juga kekuatannya. Ya, Elena sedang mengancam Denzel berharap rekaman tersebut bisa membebaskan dirinya dan Ivory dari kontrak kerja yang telah mengikat mereka itu.

Tekanan magis di udara meningkat. Denzel mengangkat suaranya. “Dengan menyangkal siapa dirimu, kau justru membahayakannya! Kau bahkan berani mengancamku dengan rekaman ini?”

Hanya dengan jentikkan jarinya, ponsel ditangan Elena terlempar sampai remuk di atas jalan gang sempit itu. Elena jelas terkejut bukan main, ia segera mengambil ponselnya yang sepertinya sudah tidak dapat ia gunakan lagi.

“Sial, ini ponsel baru! Aku bahkan membelinya dengan uang gajiku selama tiga bulan,” umpat Elena dengan mata memanas menahan tangis.

“Gila! Reinkarnasi dari pemilik murni sihir hitam menangis hanya karena ponselnya rusak,” geram Denzel dengan tatapan meremehkan. “Apakah kau tidak malu dengan sisa para pengikutmu itu, Hah?”

“Kau tidak bisa terus bersembunyi,” ujar Denzel dengan suara rendah namun tajam. Jasnya rapi, namun cahaya pucat di balik matanya menyingkap jati dirinya sebagai penyihir putih.

“Jiwamu masih sama. Pemilik murni sihir hitam tidak bisa berpura-pura menjadi manusia biasa.”

Elena menggenggam ponselnya erat yang sudah tak berbentuk lagi. Wajahnya pucat, rahangnya mengeras. “Aku sudah bilang,” katanya tertahan, “aku bukan siapa-siapa. Pergi.”

Bukannya pergi Denzel malah melangkah mendekat, tekanan magisnya membuat udara terasa berat. “Kau boleh menyangkal di hadapanku, tapi takdir—”

“Persetan dengan omong kosongmu. Sudah merusak ponselku dan kau masih bicara tentang omong kosong itu, Hah?” bentak Elena.

“Omong kosong katamu?” Denzel semakin menekannya.

Perdebatan itu hampir berubah menjadi benturan sihir. Mana peduli Elena dengan para penyihir hitam yang baru saja menemuinya itu. Karena dalam kehidupan kali ini ia tidak ingin terlibat lagi dengan mereka.

Yang terpenting saat ini adalah ponsel mahalnya yang tidak bisa ia gunakan lagi. Hingga tanpa sadar kemarahannya perlahan membangkitkan kekuatan sihir yang terkunci ditubuhnya. Sampai akhirnya suara langkah kaki kecil terdengar dari ujung lorong.

“Kak Elena?”

Suara itu lembut, familiar. Adiknya, Ivory berdiri di sana, mengenakan kartu identitas perusahaan yang bergoyang pelan di lehernya.

Bersambung ….

1
Fahmi Ardiansyah
ku tunggu kelanjutannya kak semangat terus ya
Desyi Alawiyah
Lanjut kak Author.. Semoga sehat selalu.. 🙏🥰
Fahmi Ardiansyah
iya terserah kmu ivori
Desyi Alawiyah
Sangat menarik dan luar biasa.. 😇
Desyi Alawiyah
Lanjut kak Author, makasih udah up.. 🙏
Desyi Alawiyah
Aku juga nurut kamu Ivory, terserah kamu mau melakukan apapun... Yang penting kamu dan Elena baik-baik saja...

Tapi, apakah Ragnar akan nyerah gitu aja? Pasti Ragnar akan semakin gencar mendekati Ivory dan terus mencari tanda itu..

Iya ngga sih... 😩
Desyi Alawiyah
Lanjut lagi dong kak...

Terus kapan nih, Ragnar lihat tanda dibelakang telinganya Ivory... Ngga sabar pengen lihat reaksinya... 😋

Meskipun Ragnar udah yakin kalo Ivory reinkarnasi Ratu nya, tapi Ragnar belum lihat tanda itu kan? 😌😌😌
Desyi Alawiyah
Oh, begitu ceritanya...

Penyihir hitam dan Ratu Vampir emang kakak beradik, tapi mereka terpisah. Gitu yah?
Fahmi Ardiansyah
lanjut kak.
Cindy
lanjut kak
Desyi Alawiyah
Update lagi dong Kak.. 🤭🙏
Fahmi Ardiansyah
tu ratumu LG marah Ragnar n susah di redamkan.
Desyi Alawiyah
Nggantung lagi ceritanya..

Ivory mau bilang apa yah ke Elena? Apa Ivory udah tahu, kalau dirinya adalah reinkarnasi dari Ratu Vampir? 🤔
Desyi Alawiyah
Nah loh Ragnar, reinkarnasi Ratu mu marah tuh... Kamu sih pake bohong segala... 🤭
Cindy
lanjutt kak
Cindy
lanjut kak
Fahmi Ardiansyah
ya tunggu aja bentar LG pulng kok adkmu.tpi jgn kaget entar klu nyampek rumah cemberut n marah.
Fahmi Ardiansyah
ya iyalah seharusnya lukanya yg lebih parah LG n pertahankan agar lukanya gak hilng Ragnar skrg ivory merasa tertipu aku pastikan besok ivory pasti masih kecewa n marah.
Fahmi Ardiansyah
yaelah Ragnar caper bisa2 ivory malah merasa bersalah tu.
Fahmi Ardiansyah
aku senang cerita nya tambah seru
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!