NovelToon NovelToon
Istri Rahasia Dosen Killer

Istri Rahasia Dosen Killer

Status: tamat
Genre:Dosen / Nikahmuda / Aliansi Pernikahan / Pernikahan Kilat / Beda Usia / Tamat
Popularitas:28.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Desy Puspita

Niat hati mengejar nilai A, Nadine Halwatunissa nekat mendatangi kediaman dosennya. Sama sekali tidak dia duga jika malam itu akan menjadi awal dari segala malapetaka dalam hidupnya.

Cita-cita yang telah dia tata dan janjikan pada orang tuanya terancam patah. Alih-alih mendapatkan nilai A, Nadin harus menjadi menjadi istri rahasia dosen killer yang telah merenggut kesuciannya secara paksa, Zain Abraham.

......

"Hamil atau tidak hamil, kamu tetap tanggung jawabku, Nadin." - Zain Abraham

----

Plagiat dan pencotek jauh-jauh!! Ingat Azab, terutama penulis gamau mikir dan kreator YouTube yang gamodal (Maling naskah, dikasih suara lalu up seolah ini karyanya)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desy Puspita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 06 - Jangan Menolak Kewajiban

Nadin masih bertanya? Sungguh Zain tak habis pikir melihat wajah polosnya ketika melontarkan pertanyaan semacam itu. Padahal, di atas nakas sudah berjejer obat magh dan lainnya, hal itu sudah membuktikan jelas jika dia sudah lama mengidap penyakit itu.

Tatapan Zain yang tertuju ke atas nakas tersebut membuat Nadin mengerti tanpa perlu dijelaskan. "Persiapan, mana tahu kambuh," ucapnya kemudian beralih merapikan meja belajar yang sedikit berantakan.

Banjir malam itu membuat beberapa barang berharga bertumpuk si sana. Nadin tak sempat menatanya lebih dulu, terpenting buku-buku dan yang lain selamat lebih dulu.

Sebenarnya tidak terlalu tinggi, tapi Nadin yang telanjur panik memilih menyelamatkan diri ke kost temannya yang dirasa lebih aman. Dan, hari ini dia harus kembali bertempur untuk menata kamarnya agar terlihat lebih rapi.

Walau memang sempat dibersihkan sekali oleh ibu kost-nya, tapi tetap saja untuk hal-hal kecil semacam itu mana mungkin turut dirapikan juga.

Tak lagi sendiri, hari ini Nadin ditemani seseorang yang sebenarnya sangat dia segani sejak dulu. Kharisma Zain sebagai dosen di kampusnya membuat Nadin mendadak tak enak hati.

Seolah masih lupa jika sudah suami istri, Nadin mempersilahkan Zain untuk duduk dan menunggu saja. Bahkan, Nadin juga mengatakan jika dia tidak keberatan andai ditinggal saat ini.

"Penerbanganku jam 2 siang, masih ada waktu."

"Tapi, bukannya Bap_ aduh siapa manggilnya? Panggil nama makin marah nanti." Nadin hendak bicara, tapi seketika terhenti lantaran sadar wajah Zain benar-benar tak suka ketika dia kembali memanggil pria itu dengan sebutan bapak. "Ehem, bukankah harus siap-siap? Pakaian atau lainnya ... Mas?"

Sial, Nadin gugup sekali, bahkan panggilan mas-nya itu terdengar begitu kecil. Antara malu, takut yang punya nama tidak suka dan semacamnya karena di mata Nadin, tampang Zain tidak begitu cocok dipanggil Mas.

Akan tetapi, hendak dia panggil abi juga makin tak cocok lagi, jatuhnya jadi geli. Sementara ini, Nadin hanya ingin menyelamatkan diri dan selebihnya dia bisa pikirkan lagi.

"Mas?"

Jauh dari dugaan, hati Zain berdesir mendengar panggilan sang istri untuknya. Memang dia tidak akan melompat kegirangan hanya karena mendapat panggilan itu, tapi yang jelas pria perlahan tersenyum tipis.

Gampangan sekali sepertinya Zain, baru juga Nadin panggil mas dia pikirannya sudah melayang kemana-mana. Terlebih lagi panggilan itu dia dapatkan dari seorang wanita lemah-lembut seperti Nadin.

Sama-sama salah tingkah, Nadin yang sadar Zain terus menatap dengan senyum tipis di wajahnya menunduk dan meremmas jemarinya. Agaknya saat ini dia merutuki kebodohannya, wajahnya terasa memanas dan Nadin mengira jika senyuman Zain bermaksud ejekan untuknya.

"Ehm, yang ini mau diletakkan kemana?" Cukup lama keduanya berusaha untuk menguasai keadaan, Nadin mendongak usai Zain bertanya padanya.

Sungguh begitu dalam lamunan Nadin hingga dia sampai tak sadar jika Zain tidak lagi berada di dekatnya. Melainkan sudah berada di sudut ruangan seraya mengangkat keranjang pakaian kotor yang sebenarnya memang di sana.

"Memang di sana tempatnya, biarkan saja."

"Di sini? Kenapa tidak di kamar mandi atau langsung dimasukkan mesin cuci saja?" Zain lupa, dia mengira semua orang itu sama sebagaimana dia menjalani hidup di dunia.

"Aku tidak setiap hari bisa nyuci, kalau ditumpuk kamar mandi nanti bau ... kalau mau dimasukkin langsung ke mesin cuci, di sini tidak ada yang seperti itu."

"Tidak punya? Terus kamu cucinya gimana? Laundry?" tebak Zain kemudian kembali mendekat usai meletakkan benda itu ke tempat semula.

"Pakai tangan."

Mata Zain membulat sempurna, terlahir sebagai putra dari seorang billionaire ternama membuat Zain terbiasa dengan segala kemudahan hingga begitu mendengar pengakuan Nadin jelas saja pria itu tercengang.

"Serius? Sebanyak itu? Apa tidak kaku jarimu?"

"Itu belum banyak, biasanya aku nyuci seminggu sekali ... hari minggu."

Sempat tercengang karena tidak ada mesin cuci, dia lebih tercengang lagi kala mendengar penjelasan Nadin yang kedua ini. Zain juga tinggal sendiri, tapi dia tidak pernah menumpuk pakaian kotor sebanyak itu sebelum dicuci, tepatnya dia yang tidak pernah mencuci.

"Seminggu? Terus itu pakaianmu berapa hari?"

"Tiga hari mungkin."

"Tiga hari sebanyak itu, seminggunya bagaimana." Tidak lagi bertanya, kali ini Zain hanya bergumam dan menatap keranjang pakaian kotor Nadin.

Sesibuk itu Nadin sampai mengabaikan banyak hal. Asam lambung yang dia derita dan tumpukan pakaian kotor itu sudah menjelaskan seberapa ambisius istrinya. Rela telat makan dan menunda pekerjaan demi mengutamakan pelajaran, ya Zain tahu itu tanpa perlu dijelaskan.

Lagi dan lagi, perasaan bersalah itu terbesit kembali. Nadin masih terus menyibukkan diri, sementara Zain yang bingung hendak melakukan apa hanya memantau kegiataan sang istri dari tepian tidur.

Bukan karena tidak ingin membantu, tapi memang Nadin yang memerintahkan karena sejak lantaran yang Zain lakukan sama sekali tidak meringankan pekerjaan, semakin merepotkan mungkin iya.

.

.

Cukup lama mereka bersama di hari pertama, hampir lima jam Zain berada di kost Nadin. Berawal dari sekadar memantau istrinya beres-beres, berakhir tidur demi menebus begadangnya semalam.

Nyenyak sekali tidurnya, bahkan sewaktu Nadin bangunkan untuk makan siang pria itu enggan dan memilih tidur saja. Jika menurut keinginannya, mungkin sampai besok pagi masih ingin tidur karena ngantuknya luar biasa.

Namun, sebagai tenaga pengajar yang diberikan kepercayaan, mau tidak mau Zain harus professional. Tepat jam satu siang, dia terbangun berkat Nadin yang begitu sabar membangunkan tidurnya yang persis mati suri itu.

"Jam berapa?" Sudah lebih dari tiga jam, tapi matanya sangat menjelaskan jika tidurnya sangat kurang.

"Jam satu," jawab Nadin menjauhkan tubuhnya.

Sejenak Zain dibuat terpana melihat penampilan istrinya. Padahal tidak ada yang berbeda, Nadin masih menggunakan kerudung, hanya saja lebih simple dan wajahnya lebih segar hari ini, tak sepucat kemarin.

Tidak ingin terlalu kentara jika dirinya terpesona, Zain segera beranjak ke kamar mandi. Secepat kilat dia bergerak hingga Nadin mengira pria itu sakit perut atau semacamnya.

Tak berselang lama, dia keluar dengan wajah yang sedikit lebih segar, kemungkinan hanya cuci muka karena memang dikejar waktu juga. Tidak banyak yang Zain persiapkan, dia memang pergi dengan tangan kosong.

Sigapnya Zain bersiap Nadin saksikan dengan mata kepalanya sendiri. Tak heran kenapa dijuluki si paling sat set karena memang cepat dan tidak banyak basa-basi.

"Aku tidak tahu kapan pulangnya, gunakan ini untuk keperluanmu ... pinnya sudah aku catat di bukumu." Entah kapan Zain melakukan hal semacam itu, Nadin sungguh terkejut begitu Zain memberikan debit card untuknya.

"Aku masih punya satu juta di rekening kok, Mas."

"Pegang, aku tidak bertanya berapa sisa uangmu," tegas Zain tak terbantah hingga Nadin mengerjap pelan, dia masih terdiam hingga Zain meraih telapak tangannya. "Jangan menolak kewajibanku ya, nanti dosaku makin banyak," tambah Zain lagi.

.

.

- To Be Continued -

1
Nurul Aisyah
nah loh ditagih kan wkwkwk 🤣
Zaara
aska bikin bengek mulu🤣🤣🤣
Zaara
serius q bacanya ngakak ga jdi sedih 🤣🤣🤣
Nurul Aisyah
cie cie wkwkwk
Bucinnya Baekhyun🐶
bener bener sih zain 🤣🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙡𝙖𝙝 𝙣𝙖𝙙𝙞𝙣𝙚 𝙠𝙖𝙩𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙖𝙡𝙞𝙢 𝙩𝙥 𝙣𝙜𝙪𝙢𝙥𝙖𝙩𝙣𝙮𝙖 𝙨𝙖𝙢𝙥𝙚 𝙠𝙖𝙩𝙖 𝙝𝙚𝙬𝙖𝙣 𝙜𝙞𝙩𝙪 𝙠𝙖𝙣 𝙖𝙣𝙚𝙝 𝙩𝙧𝙨 𝙢𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙣𝙮𝙖𝙡𝙖𝙝𝙞𝙣 𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙡𝙖𝙞𝙣 𝙡𝙖𝙜...
mira maryati
kerennnn musibah membawa berkah 🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙥𝙖𝙡𝙞𝙣𝙜 𝙜𝙖 𝙨𝙪𝙠𝙖 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙮𝙜 𝙣𝙜𝙖𝙠𝙪𝙣𝙮𝙖 𝙩𝙚𝙢𝙚𝙣 𝙙𝙚𝙠𝙚𝙩 𝙩𝙥 𝙨𝙚𝙜𝙖𝙡𝙖 𝙥𝙚𝙣𝙜𝙚𝙣 𝙩𝙖𝙪 𝙖𝙡𝙞𝙖𝙨 𝙩𝙚𝙧𝙡𝙖𝙡𝙪 𝙤𝙫𝙚𝙧 𝙠𝙚𝙥𝙤𝙣𝙮𝙖 𝙢𝙖𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙥𝙧𝙞𝙗𝙖𝙙𝙞 𝙩𝙚𝙢𝙚𝙣𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙨𝙚𝙣𝙙𝙞𝙧𝙞 𝙮𝙜 𝙨𝙚𝙝𝙖𝙧𝙪𝙨𝙣𝙮𝙖 𝙟𝙞𝙝𝙖𝙣 𝙣𝙜𝙚𝙧𝙩𝙞 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙣𝙖𝙙𝙞𝙣𝙚 𝙜𝙖 𝙢𝙖𝙪 𝙘𝙚𝙧𝙞𝙩𝙖 𝙗𝙚𝙧𝙖𝙧𝙩𝙞 𝙜𝙖 𝙪𝙨𝙖𝙝 𝙩𝙧𝙨2𝙖𝙣 𝙣𝙮𝙚𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙥𝙚𝙣𝙜𝙚𝙣 𝙩𝙖𝙪 𝙠𝙧𝙣 𝙞𝙩𝙪 𝙣𝙖𝙢𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙜𝙖 𝙥𝙪𝙣𝙮𝙖 𝙖𝙙𝙖𝙗.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙨𝙮𝙪𝙠𝙪𝙧𝙡𝙖𝙝 𝙜𝙖 𝙜𝙖𝙣𝙜𝙜𝙪 𝙡𝙜 𝙝𝙖𝙢𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙡𝙖𝙜𝙞𝙖𝙣 𝙗𝙡𝙤𝙠𝙞𝙧 𝙨𝙖𝙟𝙖 𝙨𝙚𝙢𝙪𝙖 𝙩𝙚𝙣𝙩𝙖𝙣𝙜 𝙢𝙖𝙣𝙩𝙖𝙣 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙜𝙖 𝙥𝙚𝙣𝙩𝙞𝙣𝙜 𝙢𝙖𝙝 𝙣𝙜𝙖𝙥𝙖𝙞𝙣𝙨𝙝 𝙙𝙞𝙨𝙞𝙢𝙥𝙖𝙣 𝙯𝙖𝙞𝙣 𝙣𝙤 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙢𝙚𝙙𝙨𝙤𝙨𝙣𝙮𝙖.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙨𝙖𝙢𝙖2 𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝, 𝙣𝙖𝙙𝙞𝙣𝙚 𝙝𝙖𝙧𝙪𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙩𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙗𝙖𝙞𝙠 𝙗𝙖𝙞𝙠 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙯𝙖𝙞𝙣 𝙟𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙡𝙖𝙣𝙜𝙨𝙪𝙣𝙝 𝙢𝙖𝙧𝙖𝙝 𝙩𝙖𝙣𝙥𝙖 𝙗𝙞𝙘𝙖𝙧𝙖 𝙥𝙚𝙡𝙖𝙣2 𝙙𝙪𝙡𝙪 𝙢𝙖𝙚𝙣 𝙟𝙖𝙢𝙗𝙖𝙠 𝙩𝙧𝙨 𝙯𝙖𝙞𝙣 𝙟𝙪𝙜𝙖 𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝𝙣𝙮𝙖 𝙠𝙖𝙧𝙚𝙣𝙖 𝙨𝙖𝙖𝙩 𝙞𝙨𝙩𝙧𝙞𝙗𝙨𝙚𝙙𝙖𝙣𝙜 𝙨𝙚𝙧𝙞𝙪𝙨 𝙝𝙖𝙧𝙪𝙨𝙣𝙮𝙖 𝙩𝙖𝙣𝙜𝙜𝙖𝙥𝙞 𝙙𝙜𝙣 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙗𝙚𝙧𝙘𝙖𝙣𝙙𝙖 𝙠𝙧𝙣 𝙖𝙙𝙖 𝙢𝙖𝙨𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙨𝙖𝙖𝙩 𝙨𝙚𝙧𝙞𝙪𝙨 𝙣 𝙗𝙚𝙧𝙘𝙖𝙣𝙙𝙖 𝙗𝙚𝙙𝙖 𝙟𝙜𝙣 𝙖𝙥𝙖2 𝙙𝙞 𝙖𝙣𝙜𝙜𝙖𝙥 𝙨𝙚𝙥𝙚𝙡𝙚 𝙩𝙞𝙖𝙥 𝙖𝙙𝙖 𝙮𝙜 𝙨𝙚𝙧𝙞𝙪𝙨/𝙣𝙚𝙧𝙘𝙖𝙣𝙙𝙖 𝙝𝙖𝙧𝙪𝙨 𝙗𝙞𝙟𝙖𝙠 𝙣𝙮𝙞𝙠𝙖𝙥𝙞 𝙥𝙙 𝙩𝙚𝙢𝙥𝙖𝙩𝙣𝙮𝙖.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙤𝙬𝙝 𝙯𝙖𝙞𝙣 𝙣𝙪𝙩𝙪𝙝 𝙥𝙬𝙣𝙜𝙖𝙠𝙪𝙖𝙣 𝙩𝙪𝙝 𝙣𝙖𝙙.😄
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙝𝙖𝙙𝙚𝙪𝙪𝙝𝙝 𝙣𝙜𝙚𝙧𝙚𝙣𝙙𝙖𝙝𝙞 𝙣𝙖𝙙𝙞𝙣𝙚 𝙙𝙜𝙣 𝙣𝙜𝙖𝙣𝙜𝙜𝙖𝙥 𝙣𝙖𝙙𝙞𝙣𝙚 𝙬𝙖𝙣𝙞𝙩𝙖 𝙧𝙚𝙣𝙙𝙖𝙝𝙖𝙣 𝙨𝙖𝙢𝙗𝙞𝙡 𝙩𝙚𝙧𝙩𝙖𝙬𝙖 𝙙𝙞𝙠𝙞𝙧𝙖 𝙡𝙚𝙡𝙪𝙘𝙤𝙣 𝙖𝙥𝙖, 𝙖𝙥𝙖 𝙡𝙖𝙜𝙞 𝙗𝙞𝙡𝙖𝙣𝙜 𝙙𝙞 𝙙𝙚𝙥𝙖𝙣 𝙨𝙪𝙖𝙢𝙞𝙣𝙮𝙖 𝙮𝙖 𝙟𝙚𝙡𝙖𝙨 𝙖𝙪𝙩𝙤 𝙣𝙜𝙖𝙢𝙪𝙠 𝙡𝙖𝙝 𝙨𝙞𝙠𝙞𝙧𝙖 𝙣𝙖𝙙𝙞𝙣𝙚 𝙥𝙖𝙠 𝙖𝙥𝙖... 𝙖𝙣𝙜𝙜𝙖𝙧𝙖 𝙢𝙪𝙡𝙪𝙩𝙢𝙪 𝙣 𝙠𝙚𝙥𝙞𝙣𝙩𝙖𝙧𝙖𝙣𝙢𝙪 𝙨𝙚𝙧𝙩𝙖 𝙠𝙚𝙙𝙪𝙙𝙪𝙠𝙖𝙣𝙢𝙪 𝙨𝙚𝙗𝙖𝙜𝙖𝙞 𝙙𝙤𝙨𝙚𝙣 𝙜𝙖 𝙨𝙚𝙨𝙪𝙖𝙞 𝙙𝙜𝙣 𝙖𝙠𝙝𝙡𝙖𝙠𝙢𝙪.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙡𝙖𝙜𝙞𝙖𝙣 𝙟𝙞𝙝𝙖𝙣 𝙖𝙣𝙚𝙝 𝙗𝙞𝙖𝙧𝙥𝙪𝙣 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙩𝙚𝙢𝙖𝙣 𝙙𝙚𝙠𝙖𝙩𝙣𝙮𝙖 𝙣𝙖𝙙𝙞𝙣𝙚 𝙩𝙥 𝙪𝙩𝙠 𝙢𝙖𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙥𝙧𝙞𝙗𝙖𝙙𝙞 𝙜𝙖 𝙝𝙖𝙧𝙪𝙨 𝙭 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙩𝙖𝙪 𝙠𝙧𝙣 𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙪𝙩𝙪𝙝 𝙥𝙧𝙞𝙫𝙖𝙨𝙞.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙯𝙖𝙞𝙣 𝙠𝙖𝙮𝙖𝙠 𝙗𝙤𝙘𝙖𝙝 𝙮𝙜 𝙢𝙞𝙣𝙩𝙖 𝙙𝙞 𝙗𝙚𝙡𝙞𝙞𝙣 𝙥𝙚𝙧𝙢𝙬𝙣 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙘𝙤𝙠𝙡𝙖𝙩 𝙣𝙜𝙚𝙧𝙚𝙣𝙜𝙚𝙠𝙣𝙮𝙖.😄
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙬𝙖𝙙𝙪𝙪𝙪𝙝𝙝𝙝 𝙨𝙚𝙧𝙚𝙢 𝙖𝙢𝙚𝙩 𝙝𝙪𝙠𝙪𝙢𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖.😄
NORA SAFITRI
oooooeh, Zain😍😍
Maya Mawardi
somplak emang
Maya Mawardi
mati kutu
Maya Mawardi
menarik dan menghibur banget
Maya Mawardi
ya ampuuun beneran pasangan somplak ini mah ketawa terus jadinya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!