NovelToon NovelToon
Pangeran Tidur

Pangeran Tidur

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Beda Dunia / Mengubah Takdir / Romansa
Popularitas:9.6k
Nilai: 5
Nama Author: Azumi Senja

Elora tak pernah percaya dongeng. Hingga suatu malam, ia membacakan kisah Pangeran Tidur dan terbangun di dunia lain.
Sebuah taman cahaya tanpa matahari,tempat seorang laki-laki bernama Arelion.
Arelion bukan sekadar penghuni mimpi. Di dunia nyata, ia adalah pewaris keluarga besar yang terbaring koma, terjebak di antara hidup dan mati. Setiap pertemuan mereka membuat sunyi berubah menjadi harapan, namun juga menghadirkan dilema yang menyakitkan.
Jika Arelion terbangun,ia akan kehilangan semua ingatannya bersama Elora ,
Jika Arelion tetap tertidur, dunia nyata perlahan kehilangannya.

" Bangunlah Arelion..meski dalam ingatanmu, aku tak akan ada.." ~ Elora ~


"Aku terjebak dalam tidur panjang
sampai dia datang
dan membuat sunyiku bernama" ~Arelion~

Ini bukan kisah putri tidur.
Ini adalah kisah tentang dua hati
yang dipertemukan dalam mimpi.
Tentang cinta yang tumbuh diantara dua dunia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azumi Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rasa Yang Tak Bernama

Tuan Arkaven melangkah masuk ke ruang kerja itu tanpa menunggu undangan. Pintu tertutup di belakangnya dengan bunyi pelan namun tegas.

Ia menoleh, menatap putranya lama. Terlalu lama.

“Dia masih sangat muda,” ucapnya akhirnya, suaranya datar namun sarat penilaian.

Arelion berdiri tegak di balik meja, wajahnya tenang..terlalu tenang untuk seseorang yang baru saja ditekan. “Dia saudara jauh Edward,” jawabnya singkat. “Aku hanya menolongnya.”

Sebuah kebohongan kecil. Disusun rapi. Aman.

Tuan Arkaven mengernyit tipis. “Menolong?” Ia melangkah mendekat, telapak tangannya bertumpu di meja. “Sejak kapan kau peduli pada urusan seperti itu, Lion?”

Arelion tidak menjawab. Ia hanya menatap ayahnya lurus, tanpa emosi.

Hening.

Jam dinding berdetak jelas, seolah menghitung jarak yang kian melebar antara ayah dan anak.

“Kau berubah,” ujar Tuan Arkaven pelan, disertai senyum tipis yang sulit ditebak.

“Ada apa, Ayah?” Arelion akhirnya bersuara, datar dan dingin. “Aku yakin Ayah datang bukan untuk merecoki sesuatu yang tidak penting.”

Tuan Arkaven mengangguk perlahan. “Besok malam keluarga Thomas akan datang ke sini,” katanya tenang. “Bersiaplah. Ada kemungkinan pernikahanmu dengan Althea akan dipercepat.”

Arelion menegang..hanya sepersekian detik, nyaris tak terlihat. Namun Tuan Arkaven menangkapnya.

“Pernikahan?” ulang Arelion datar, seolah kata itu tak memiliki bobot apa pun. “Bukankah rencana itu masih jauh?”

“Tidak lagi,” jawab Tuan Arkaven tenang. Senyum tipisnya mengeras. “Kondisi keluarga Thomas berubah. Althea… menjadi pilihan yang semakin strategis.”

Arelion memalingkan pandangan, rahangnya mengeras.

Dulu, mungkin Arelion akan bersikap biasa saja saat orang tuanya membahas perjodohan itu. Ia akan mengangguk, menerima tanpa banyak tanya,karena ia mengenal Althea, meski tak ada cinta, setidaknya Althea lebih dari kata sempurna untuk seorang perempuan .

Namun kini, reaksinya berbeda. Terlalu diam. Terlalu kaku.Dan hatinya seakan menolak.

Hal itu tak luput dari perhatian Tuan Arkaven.

“Ada apa denganmu?” tanyanya, sorot matanya tajam penuh selidik.

Hening kembali jatuh. Kali ini lebih berat.

“Ayah,” ucap Arelion pelan, dingin, “aku baru saja kembali dari ambang kematian. Mungkin akan lebih bijak jika rencana besar tak dipaksakan terlalu cepat.”

Tuan Arkaven menatapnya lurus. “Justru karena itu,” katanya. “Kita tak bisa membiarkan ketidakpastian. Pernikahan akan menguatkan posisimu. Menguatkan kita.”

Ia melirik jam dinding. “Besok malam. Bersikaplah seperti Arelion Arkaven yang kukenal.”

Tuan Arkaven berbalik hendak pergi. Di ambang pintu, ia berhenti sejenak. “Dan satu hal lagi,” katanya tanpa menoleh. “Jangan membawa simpati ke tempat yang salah. Itu kelemahan.”

 Pintu tertutup,

Namun menyisakan ruang yang terasa terlalu sunyi.

Arelion berdiri lama. Tangannya mengepal di sisi tubuh.

Di benaknya, wajah Althea muncul..sempurna, anggun, dingin. Lalu, tanpa diundang, wajah lain menyelinap masuk. Elora. Dengan kebingungan yang jujur, dengan caranya memandang dunia seolah belum terbiasa dengan kerasnya dinding Arkaven.

Ini tidak penting, katanya pada dirinya sendiri.

Namun detak jam dinding terasa semakin keras, seakan menertawakan kebohongan.

***

Esok paginya, Elora kembali melangkah ke lantai tiga. Daftar pekerjaan sudah ada di tangannya—rapi, terperinci, seperti hari-hari yang menantinya ke depan. Ia menghela napas pelan, berusaha menenangkan diri sebelum memulai tugas-tugasnya.

Namun saat melewati lorong lantai dua, langkahnya melambat.

Suara percakapan terdengar dari balik pintu yang sedikit terbuka.

“Kita harus bersiap-siap dengan sempurna,” suara kepala pelayan terdengar tegas. “Tidak boleh ada kesalahan sedikit pun. Ingat, tamu malam nanti adalah calon besan keluarga Arkaven.”

Elora terdiam.

Kata calon besan bergema di kepalanya. Jarinya mencengkeram kertas daftar pekerjaan lebih erat. Ia tak perlu bertanya lebih jauh untuk memahami maksudnya..nama Althea kembali terlintas, disusul bayangan Arelion dengan wajah dinginnya.

Dadanya terasa sesak, meski ia tak tahu persis alasannya.

Ia melanjutkan langkah, berpura-pura tak mendengar apa pun.

Elora berhenti di depan pintu kamar Arelion. Setelah mengetuk pelan dan tak mendapat jawaban, ia mendorong pintu perlahan..sesuai arahan Anna.

Tuan muda biasanya sudah berangkat pada jam ini, begitu kata kepala pelayan itu. Dan jangan pernah naik ke lantai tiga saat beliau masih di ruangan.

Kamar itu sunyi.

Cahaya pagi menembus tirai tipis, jatuh di lantai marmer yang bersih dan rapi. Elora melangkah masuk, menutup pintu pelan agar tak menimbulkan suara. Ia mulai dengan rutinitasnya: merapikan meja kerja, menyusun buku-buku, mengelap permukaan yang berdebu tipis.

Saat ia mencondongkan tubuh untuk mengambil cangkir di sudut meja, sebuah suara rendah terdengar dari arah dalam kamar.

“Kau datang lebih awal.”

Elora tersentak. Jantungnya nyaris meloncat. Ia menoleh cepat.

Arelion berdiri di dekat jendela, jasnya belum dikenakan, kemeja putihnya tergulung di lengan. Tatapannya tenang, namun terlalu fokus.

“Ma—maaf, Tuan,” ucap Elora gugup, menunduk. “Saya diberi tahu… Tuan sudah berangkat.”

“Aku belum,” jawabnya singkat.

Ada jeda. Sunyi yang canggung.

“Lanjutkan,” katanya kemudian. “Anggap saja aku tidak ada.”

Elora mengangguk kecil dan kembali bekerja, meski jemarinya bergetar halus.

"Bagaimana tidurmu semalam?” tanyanya, seraya mengancingkan kemejanya.

Elora terdiam sejenak. Pertanyaan itu terdengar sederhana, namun entah mengapa membuatnya gugup.

“Ba—baik, Tuan,” jawabnya akhirnya, masih menunduk sambil merapikan buku di meja. “Saya tidur nyenyak.”

Arelion mengangguk pelan, jemarinya tetap sibuk mengancingkan kemeja. “Bagus.”

Ia melangkah mendekat ke meja, mengambil jam tangannya. Dari jarak itu, Elora bisa melihat jelas garis lelah di wajahnya..halus, nyaris tak terlihat, namun nyata.

“Jika ada yang membuatmu tidak nyaman di rumah ini,” lanjutnya tanpa menatap langsung, “katakan pada Edward. Atau… padaku.”

Elora berhenti bergerak. Ia mengangkat wajahnya perlahan, terkejut oleh nada suaranya..bukan perintah, melainkan perhatian.

“Baik, Tuan,” ucapnya lirih.

Arelion mengenakan jam tangannya, lalu menoleh sebentar. Tatapan mereka bertemu singkat. Terlalu singkat, namun cukup untuk membuat dada Elora kembali berdebar tanpa alasan yang jelas.

“Elora… bisakah kau memilihkan dasi untukku?”ujar Arelion tanpa ragu.

Elora tertegun.

Apakah memilihkan dasi tuannya termasuk tugasnya juga? Batinnya

Ia menoleh perlahan, memastikan dirinya tidak salah dengar. Arelion berdiri beberapa langkah darinya, lemari dasi terbuka di belakangnya..barisan warna gelap tersusun rapi, terlalu rapi untuk disentuh sembarang orang.

“Tu—Tuan?” Elora ragu, jemarinya saling bertaut. “Saya… takut salah memilih.”

Arelion menatapnya sesaat, lalu berkata ringan, “Tak apa. Aku ingin tahu pilihanmu.”

Kalimat itu sederhana, tapi membuat Elora melangkah mendekat dengan hati-hati. Ia menatap deretan dasi itu, menarik napas pelan. Tangannya terulur, berhenti di antara dua warna, lalu memilih satu..biru tua dengan garis tipis keperakan.

“Yang ini,” ucapnya pelan. “Warnanya tenang."

Elora hendak berbalik namun bersamaan dengan Arelion yang mendekat ke arahnya..dan

Cup..

Elora tersentak .Matanya membola.Ia reflek menutup mulutnya dengan tangan kanannya.

Tanpa sengaja bibirnya menyentuh pipi Arelion .

Meski hanya beberapa detik,namun itu cukup membuat jantung Elora tak karuan ..

Dan Arelion..ia membeku sesat ..ia tahu jika barusan hanya ketidaksengajaan ..namun sesuatu berdesir dalam dadanya .

" Ma..maaf tuan..sa..saya tidak sengaja.."suaranya bergetar dan Elora berusaha mengurai jarak.

" Ini dasinya tuan," Elora meletakan dasinya di atas nakas kecil.

Tanpa menunggu tuan mudanya bereaski,dengan langkah cepat Elora segera pergi meninggalkan ruangan yang terasa hening sesaat.

Arelion menatap punggung Elora yang keluar dari kamarnya .Kemudian matanya beralih ke dasi yang Elora pilih .

Laki-laki itu tersenyum tipis

Senyum kecil yang nyaris tak terlihat.. Arelion berdiri lebih lama dari yang seharusnya, menatap pantulan dirinya di cermin dengan perasaan yang tak bisa ia namai.

1
Masitoh Masitoh
seruuuuu
Efi Irsyad
cerita mengaduk perasaan saya /Cry/
Masitoh Masitoh
Episode awal yang menarik..siap-siap maraton
Masitoh Masitoh
Mampir thor
restu s a
mampir thor
Azumi Senja: Makasih kak 🥰
total 1 replies
Azumi Senja
🥰🥰🥰
Ziya Bandung
Makin seruuu nih..pinter banget sih thor 😍
Ziya Bandung
Seruuuuu bangeeetttt 👍
Azumi Senja
Ashiapppp
Ziya Bandung
Lanjuuuut
Sybilla Naura
lanjuuuuttt 😍😍
Sybilla Naura
Semoga Arelion tak amnesia
Azumi Senja: Semoga 🤭🤭
total 1 replies
Sybilla Naura
lanjuuuuuttttt
Sybilla Naura
Tiap bab nya bikin pinisirin 👍
Ziya Bandung
Seruuuuu👍
Ziya Bandung
Suka bangett cerita fantasi kaya gini..🫰🏻🫰🏻
Ziya Bandung
seruuuu😍😍
Sybilla Naura
Sukaa banget cerita dua dunia kaya gini..😍😍
Sybilla Naura
Wahhh..karya baru nih Thor..lanjuuuuuuuttt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!