NovelToon NovelToon
I Love You Om Dosen

I Love You Om Dosen

Status: tamat
Genre:Dosen / Duda / Beda Usia / One Night Stand / CEO / Tamat
Popularitas:28.6k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Malam kelam merenggut masa kecil Carmenita yang baru berusia delapan tahun. Sebuah tragedi misterius merobek kebahagiaannya. Kedua orang tuanya tewas di tangan sosok tak dikenal. Samudera mengambil alih. Ia mengasuh Carmenita dengan segenap jiwa, memberinya rumah dan cinta sebagai seorang ayah angkat.

Waktu berlalu, bayangan gadis kecil itu kini menjelma menjadi perempuan dewasa yang menawan. Di usia delapan belas tahun, Carmenita tumbuh dalam sunyi pengaguman.

Ia tak hanya mengagumi Samudera yang kini menjelma menjadi Dosen berkharisma, idola para mahasiswa di kampus tempatnya mengajar. Carmenita telah jatuh cinta.

Cinta yang lama dipendam itu meledak dalam pengakuan tulus. Namun. Baginya, perasaan Carmenita hanyalah "cinta monyet"; gejolak sesaat dari seorang putri yang ia jaga. Ia melihatnya sebagai anak, bukan sebagai seorang wanita.
Mampukah ketulusan dan keteguhan cinta Carmenita, yang dianggapnya ilusi kekanak-kanakan, menembus dinding pertahanan hati Samudera?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Masa hukuman berakhir, berujung diajak kencan

Seminggu terasa bagai selamanya bagi Carmen. Dinding kamar yang mewah itu kini terasa seperti jeruji besi yang membosankan. Sejak statusnya berubah dari keponakan menjadi istri Samudera, hidupnya penuh dengan aturan baru. Hari ini adalah hari terakhir hukumannya, dan rasa jenuh sudah mencapai puncaknya.

Di sisi lain rumah, Samudera masih terpaku di depan layar laptopnya. Meeting besar baru saja usai, menyisakan Bayu, asisten sekaligus orang kepercayaannya, yang masih setia di sambungan Zoom.

Bayu memperhatikan tuannya yang biasanya tegas, kini tampak lesu dan menopang dagu dengan pandangan kosong.

"Tuan, apakah terjadi masalah lagi?" tanya Bayu cemas melalui speaker laptop.

Samudera menghela napas panjang. "Tidak Bay, aku hanya bosan dan bingung mau ngapain setelah ini!"

Bayu terdiam sejenak, memutar otak hingga sebuah ide cemerlang melintas. "Aha! Di hari Sabtu malam Minggu seperti ini, kenapa Tuan tidak ajak Non Carmen jalan-jalan keluar? Bukankah selama seminggu ini Non Carmen sangat penurut menjalani hukumannya? Ajaklah sekali-kali pergi berkencan. Kalau dulu status Tuan dan Non Carmen adalah paman dan keponakan, sekarang semua itu telah berubah menjadi suami istri!"

Samudera terdiam. Kata-kata "suami istri" dan "berkencan" terasa masih asing namun menggelitik hatinya. "Lantas... apa kira-kira yang disukai anak remaja sepertinya di saat diajak jalan-jalan keluar? Kau bisa memberikan aku saran?"

Bayu tersenyum lebar. "Tuan ajak saja Non Carmen nonton ke bioskop, setelah itu kalian makan malam bersama di Mall. Biasanya di usia Non Carmen, mereka paling suka diajak ke tempat seperti itu."

Sebuah senyum tipis, hampir tak terlihat namun tulus, terukir di bibir Samudera. "Baiklah. Terima kasih, Bayu. Kita sudahi sampai di sini."

Masa hukuman "tahanan rumah" itu akhirnya berakhir hari ini, tepat di hari Sabtu yang cerah.

Di dalam kamarnya, Carmen berbaring telentang sambil menatap langit-langit. Jari-jarinya mengelus perutnya yang masih rata dengan gerakan lembut, sebuah gestur refleks yang kini sering ia lakukan sejak mengetahui ada kehidupan lain di sana.

"Bosannya..." gumam Carmen lesu. "Rasanya aku bisa lupa cara berjalan di aspal kalau terus-terusan di sini. Andai saja aku bisa nongkrong sebentar dengan teman-teman di kafe."

Namun, bayangan wajah tegas Samudera langsung melintas di benaknya, membuatnya menghela napas panjang. Ia sudah berjanji untuk patuh, dan ia tidak ingin merusak ketenangan yang baru saja tercipta di antara mereka.

Sementara itu, di ruang kerjanya, Samudera baru saja menutup aplikasi Zoom setelah percakapannya dengan Bayu. Saran asisten kepercayaannya itu terus terngiang-ngiang. Kencan? Bioskop? Mall?

Samudera berdiri, merapikan kemejanya di depan cermin besar. Ia sedikit ragu. Selama ini, interaksinya dengan Carmen hanya berkisar antara perintah, larangan, dan perdebatan. Mengajaknya keluar dengan status sebagai "suami" terasa sangat asing sekaligus mendebarkan.

Ia melangkah menuju kamar Carmen dan mengetuk pintu dengan ritme yang terjaga.

Tok! Tok! Tok!

"Masuk," suara Carmen terdengar malas dari dalam.

Samudera membuka pintu dan menemukan Carmen sedang meringkuk di atas tempat tidur dengan pakaian santai. Carmen tersentak, langsung duduk tegak saat menyadari siapa yang datang.

"Eh, Om... ada apa?" tanya Carmen canggung.

Samudera berdehem, berusaha menyembunyikan kegugupan di balik wajah datarnya. "Hukumanmu sudah selesai hari ini."

"Iya, aku tahu," jawab Carmen lirih, ada nada kecewa karena ia pikir Samudera hanya ingin mengingatkan hal itu.

"Jadi..." Samudera menjeda kalimatnya, matanya menatap ke arah jendela seolah mencari kata-kata di sana. "Karena ini malam Minggu, bersiaplah dalam tiga puluh menit. Kita keluar."

Carmen mengerjapkan matanya berkali-kali. "Keluar? Ke mana? Om mau menghukum ku di tempat lain?"

Samudera mendengus pelan, hampir tersenyum. "Jangan berpikiran buruk terus. Kita akan ke mall. Katanya anak seumurmu suka nonton film dan makan di luar, kan? Jadi, cepatlah bersiap sebelum aku berubah pikiran."

Mulut Carmen terbuka sedikit karena tidak percaya. "Om... mengajakku kencan?"

Pertanyaan itu membuat telinga Samudera memerah. "Hanya... hanya mencari suasana baru agar kau tidak mati kebosanan di rumah ini. Sudah, jangan banyak tanya. Tiga puluh menit, Carmen!"

Setelah Samudera menutup pintu, Carmen masih terpaku di tempatnya. Namun, tak lama kemudian, sebuah senyum lebar merekah di wajahnya. Ia segera melompat turun dari kasur dan berlari menuju lemari pakaian.

"Kencan pertama dengan Om Sam..." bisiknya sambil memilah-milah baju dengan antusiasme yang tak bisa ia bendung. "Ternyata dia tidak sekaku yang aku kira."

Tiga puluh menit kemudian, Samudera sudah menunggu di ruang tamu. Ia tampil lebih santai dengan polo shirt, celana chino, dan topi, melepaskan kesan kaku seorang CEO dan juga Dosen. Saat mendengar langkah kaki menuruni tangga, ia menoleh dan sejenak napasnya tertahan.

Carmen turun dengan gaun casual selutut berwarna pastel yang membuat kulitnya tampak bersinar. Rambutnya dibiarkan terurai alami.

"Aku sudah siap," ujar Carmen malu-malu saat tiba di hadapan Samudera.

Samudera mengangguk pelan, berusaha menjaga wibawanya. "Ayo berangkat. Aku sudah memesan tiket filmnya."

Saat berjalan menuju mobil, tanpa sadar Samudera mengulurkan tangannya. Carmen menatap tangan besar itu sejenak sebelum perlahan menyambutnya, membiarkan jemari mereka bertautan. Ada kehangatan yang menjalar, bukan lagi rasa takut, melainkan sesuatu yang jauh lebih manis.

Suasana Mall hari ini cukup ramai. Carmen berjalan di samping Samudera dengan langkah ringan, sesekali ia melirik suaminya yang terlihat sangat tampan dengan pakaian kasualnya. Begitu sampai di area bioskop, aroma mentega dari popcorn langsung menyambut indra penciuman Carmen, membuatnya seketika merasa lapar.

Carmen menghentikan langkahnya tepat di depan konter makanan. Ia menoleh ke arah Samudera dengan tatapan memelas yang dibuat-buat, persis seperti anak kecil yang sedang merayu ayahnya.

"Om... aku mau popcorn yang ukuran besar, ya? Sama minuman soda yang dingin banget, rasanya haus sekali," rengek Carmen manja sambil menarik-narik ujung lengan baju Samudera.

Samudera menghentikan langkahnya, ia sempat menggelengkan kepala melihat tingkah Carmen. Namun, alih-alih memarahi, ia justru mendekatkan wajahnya dan membisikkan sesuatu tepat di telinga Carmen, membuat bulu kuduk gadis itu meremang.

"Minuman yang mengandung karbonasi tidak baik untuk ibu hamil, Carmen... Sebaiknya kamu pesan minuman jus saja kalau tidak air putih, bagaimana?" bisik Samudera dengan suara berat yang menenangkan.

Carmen tertegun sejenak. Ia hampir lupa bahwa di dalam perutnya kini ada nyawa kecil yang harus ia jaga. Ia menatap Samudera, lalu mengangguk patuh. "Iya, Om Sam. Jus jeruk saja kalau begitu."

Samudera tersenyum tipis, sebuah senyum yang jarang ia tunjukkan pada siapa pun. Ia mengulurkan tangannya, mengelus lembut rambut Carmen sebelum akhirnya memesankan apa yang diminta istrinya.

Setelah mendapatkan pesanan mereka, keduanya berjalan menuju ruang tunggu. Pintu masuk menuju Studio 1 masih tertutup rapat, sehingga mereka harus duduk sejenak di kursi sofa panjang yang tersedia.

Samudera duduk bersandar, sementara Carmen sibuk memakan popcorn-nya satu demi satu dengan lahap. Di sela-sela kegiatannya, Samudera tanpa sadar memperhatikan penampilan Carmen dari samping.

'Kenapa dia terlihat berbeda malam ini?' batin Samudera.

Samudera merasa ada yang aneh dengan dirinya sendiri. Biasanya, ia melihat Carmen sebagai gadis remaja yang merepotkan dan suka membangkang. Namun hari ini, di bawah pendar lampu bioskop yang temaram, Carmen terlihat sangat mempesona. Kulitnya tampak lebih bersih, dan wajahnya memancarkan rona kemerahan yang segar.

Samudera terus mengamati garis wajah istrinya itu. Ia berpikir, apakah benar mitos yang sering ia dengar? Bahwa aura seorang ibu hamil bisa membuat seorang wanita menjadi jauh lebih cantik berkali-kali lipat?

"Om ? Kenapa lihatin aku terus? Ada sisa popcorn di mukaku ya?" tanya Carmen tiba-tiba, menyadari tatapan intens suaminya.

Samudera berdehem pelan, sedikit salah tingkah karena tertangkap basah sedang mengagumi istrinya sendiri. "Bukan. Aku hanya berpikir, sepertinya berat badanmu sedikit naik. Tapi... itu membuatmu terlihat lebih pantas."

Carmen mengerucutkan bibirnya. "Ih, Om bilang aku gendut ya?"

Samudera terkekeh rendah, sebuah tawa yang jarang terdengar namun terdengar sangat seksi di telinga Carmen. "Bukan gendut, Carmen. Kamu terlihat... lebih cantik."

Mendengar pujian singkat itu, gantian Carmen yang mendadak salah tingkah dan menyembunyikan wajahnya di balik kotak popcorn.

Bersambung...

1
Rusmini Mini
jgn bilang mumpung Samudra blm tua jd produksi anak jln terus /Grin//Grin/
thankyou thor /Pray//Pray//Pray//Heart//Heart//Heart/
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: sama-sama kak🙏
terimakasih juga sudah mengikuti kisahnya sampai akhir 🙏😊
total 1 replies
Patrick Khan
aku suka😍😍😍
Patrick Khan
ternyata pelakunya orang terdekat😖
Patrick Khan: ho.o kak
total 4 replies
Patrick Khan
haaaaa terkejut q.. apa benar smw ini
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: /Shhh//Shhh//Shhh/
total 1 replies
Rusmini Mini
kokoh kan cintamu di hati Carmen dgn kuat agar hati Carmen tdk meragu pd hatimu ....
Rusmini Mini
Amanda penjahat berkedok sahabat....
ternyata diam diam mencintai Samudra
Patrick Khan
pak Dani dapet opo mbeloh bgt ke tiara🤣🤣🤣
Patrick Khan
visual farel meresahkan mata q yg jelalatan ini🤣🤣🤣😍
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Patrick Khan
om nya kyk gitu q mw deh😁
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: apalagi aku kak, mau banget 🤣🤣🤣
total 1 replies
Inooy
cerita nya aq sukaaaaa banget, d tambah othor nya super duper ramah..berasa ketemu teman lama saking care nya ka othor ama pembaca 😍🥰❤️❤️❤️❤️..apalagi cerita nya g belibet alur nya jelas, walaupun bab nya pendek tp cerita nya runut g loncat2..daaaann ka othor nya g pernah mengeluhkan ini itu 🥰
makasih kaka cerita nya, smoga sehat selalu dn tetap berkaya 🤗🥰😍❤️❤️❤️❤️
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: siap kak 👍😊
total 3 replies
Inooy
akhir nya happy ending juuuuga...
makasih ka El cerita nyaa, walaupun sempet esmosih tp om Sam berhasil bwt aq happy 🤭...meskipun bab nya pendek tp tidak mengurangi keindahan cerita nya kaa, aq suka buanngeeet 👍👍😍❤️❤️
Inooy: sama2 ka Eel..
total 4 replies
Shifa Burhan
novel pemuja pebinor

novel ini membuktikan pikiran picik wanita pemuja pebinor

author dan reader sama saja
lihat pelakor dilaknat habis habisan sedangkan pebinor diperlakukan lembut
para pelakor dibinasakan dan pebinor bebas begitu saja (pikiran picik author tidak tega menghukum pebinor)

koment reader2 membuktikan wanita2 munafik
*ketika ada pelakor mereka akan koment laknat habis habisan giliran pebinor Farrel mereka tidak berani koment pedas, bahkan mereka membela kelakuan Farrel

lelaki pemuja pelakor itu lelaki munafik
wanita pemuka pebinor itu wanita munafik

dan novel karya author ini sangat membuktikan author nya pemuja pebinor
*pelakor dilaknat dan dibinasakan
*sedangkan Farrel jelas ikut andil dalam kejahatan itu bebas begitu saja

Thor selama kau melaknat pelakor tapi kau begitu lembut pada pebinor itu saja kau menunjukan sifat aslimu pemuja pebinor

dan pemuja pebinor dan pemuja pelamor itu adalah wanita atau lelaki jablay yang kesetiaan diragukan
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: anda sebagai pembaca berhak menghakimi novel yang anda anggap sangat mengecewakan, tapi anda tidak punya hak untuk menuduh seseorang seperti itu apalagi mengatai "Jablay" itu suatu penghinaan buat saya, belajarlah menghargai orang lain, mengkritik boleh, tapi tahu batasnya. ingat bahwa tuhan itu tidak pernah tidur, setiap kata-kata anda yang menyakitkan, suatu saat akan berbalik pada diri anda sendiri. saya maafkan perkataan anda. saran saya, bijaklah mengkritik karya orang, bukan menghujat penulisnya.
total 4 replies
Juriah Juriah
ini yg aku suka dari author Eli priwanti bab nya ga terlalu banyak dan ga menggantung juga jln crita di selesaikan dan berakhir dengan bahagia.. trimakasih buat crita bagus nya kak semangat trus buat menulis crita" Baru nya yg lebih bagus kak💪🙏🙏
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: Alhamdulillah 🤲
terimakasih atas semua dukungannya, kak 🙏😊🥰
total 1 replies
neny
terima kasih kak othor telah menyajikan cerita yg bagus,dan mudah dipahami,,semoga karya2 kak othor sukses selalu,,Ditunggu cerita2 selanjut nya,,Semangat💪😘
neny: sama2 kak😘
total 2 replies
neny
seneng deh happy ending,,kebahagian itu datang krn diciptakan,,dlm rmh tangga itu hrs ada kepercayaan,keterbukaan,dan saling memahami,,
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: betul sekali kak👍
total 1 replies
neny
tuh kan,,mencintai tdk harus memiliki,,smg dng ada nya kerikil2 kecil ini akan menguatkan cinta kalian🥰💪
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: aamiin
total 1 replies
Teh Euis Tea
alhamdulilah happy ending, ceritamu bagus bgt thor ga bertele2 sat setdan yg aku suka othornya gercep balesin komen mslah ikutan bercanda, top markotop untuk othor dan sehat selalu ya thor dan di tunggu novel berikutnya
Inooy: samaan qta teeh,,ada sih beberapa othor yg mengapresiasi komenan para pembaca nya..tp tidak se-care ka El, kadang2 cuma d like aj itu pun g smua komenan qta d like..klo ka El smuuuuaa d komenin selain d like jg, jd aq ngerasa d hargai banget teh...
ka El hampir sama dengan ka Rara RD, sampe2 ka Rara mah minta ketemuan gara2 saling komen 🤭..sayang nya g sempet terealisasikan krn kesibukan ka Rara 🥹
total 6 replies
Nar Sih
ending yg bagus kak ,dan di tunggu karya selanjut nya juga makasih bnyak udah kasih cerita ini 🙏😍😍
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: siap kak 👍😊
total 8 replies
Rais Raisya
alhmdulilah akhir yg bahagia 🙏
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: terimakasih kak, sudah mengikuti kisahnya sampai akhir 🙏
total 1 replies
Inooy
benar kata om Sam Caar,,siapa pun pasti akan sakit mendengar orang yg qta cintai pernah suka ama orang lain dn itu tidak bisa d pungkiri..terlebih lebih orang yg d suka nya ibu sendiri, pasti perasaan jijik yg akan qta rasakan..tp d balik itu smua kamu harus percaya perasaan om Sam skarang terhadap kamu Car,,karena masa lalu tetaplah masa lalu yg g akan berubah..tetapi yg qta jalani masa skarang, jd percayalah ama om Sam jangan percaya orang lain Car...dn lebih baik lg klo ada masalah bicarakan langsung ama om Sam, biar g terjadi kesalahpahaman.....ingat kamu lg hamil, kamu g boleh banyak mikir ini itu!!
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼: setuju kak👍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!