NovelToon NovelToon
Putri Duyung Dan Gangster Tampan

Putri Duyung Dan Gangster Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Nikahmuda / Spiritual / Mafia / Reinkarnasi / Cintapertama
Popularitas:902
Nilai: 5
Nama Author: EMiliya PUtry S

putri duyung yang memiliki kekuatan ajaib tanpa senjaga menyelamatkan seorang gengster yang terluka di dasar lautan.
jatuh cinta pada pandangan pertama,,dan dengan tekad juga kerinduan pada ibunya di dunia manusia.
dia membahayakan dirinya sendiri,hingga suatu hari gangster itu mengecewakan nya.
lalu bagaimana dengan kisah selanjutkan,,saksikan kelanjutannya,,yuk mampir ke cerita ku ya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EMiliya PUtry S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

membeli daster

Kembali lagi di dalam kamar mandi, tiba-tiba saja Rania membuka matanya,dia Reflek berdiri dan berbalik badan.

deggg

Rania tidak melihat siapapun,dia merasa bingung karna perasaan nya ada seseorang di belakang nya,tapi ternyata hanya perasaan nya saja.

" aneh jelas-jelas aku merasakan kehadiran seseorang,haa..aku pasti sedang bermimpi" gumamnya,dia sudah merubah wujud nya sebagai manusia,dan melangkahkan kakinya kelantai.

Rania di tengah malam itu bersenandung kecil sembari mengenakan bajunya,dan setelah itu dia berjalan menuju ranjang nya.

" hoammmm...besok aku harus pergi berbelanja ke mall,sudah lama aku tidak bersenang-senang,sekalian saja aku membawa pemuda tampan itu agar dia tidak merasa kesepian" gumamnya, karna merasa mengantuk dia menarik selimut nya dan tertidur pulas.

************

ke Esokan harinya,di ruang makan yang sudah tersaji makanan diatas meja,disana sudah ada Max dan asisten nya,pemuda tampan itu sejak tadi hanya terdiam dengan termenung, entah apa dia fikirkan saat ini.

" tuan,saya mendapatkan laporan dari kepala pelayan,jika tuan besar besok akan berkunjung ke kediaman nona Rania," beritahu Anton pada Max yang tiba-tiba menatap nya.

" kenapa kamu memberitahukan masalah ini padanya ?? memang nya aku sudah memberikan mu izin ?? " Max merasa geram pada asisten nya itu,tapi saat ini dia tidak boleh marah karna dia berada di kediaman calon istrinya,tentu saja dia akan menjaga sikapnya dan dia tidak ingin Rania melihat kekejaman nya.

" tuan maafkan saya,,waktu itu saya hanya merasa bahagia dan tidak memikirkan apapun lagi,,maafkan saya tuan " Anto menatap tuannya dengan penuh rasa bersalah,tapi dalam hatinya dia tertawa terbahak karna dia merasa apa yang telah dia lakukan itu sudah benar.

" kenapa kalian belum memulai sarapan nya ? " tanya Rania yang baru saja turun dari tangga,dia duduk di samping Max dan tersenyum pada pemuda tampan itu.

melihat senyuman Rania, Max membuang muka wajah' nya memerah tapi dia masih mempertahankan ekspresi wajah datarnya.

" aku menunggu mu,tidak mungkin aku makan tanpa kehadiran mu " jelas Max yang membuat Anto tersedak,sejak kapan tuannya pandai berbicara manis seperti itu fikirnya.

Rania hanya mengangguk dan mulai mengisi piring nya,tanpa memperdulikan mereka dia makan terlebih dulu, melihat Rania memulai sarapan Anto dan Max mulai ikut makan juga.

ruang makan menjadi sunyi,ketiga orang itu makan tanpa bersuara,bahkan Rania hanya fokus pada makanannya ,sementara Max?? dia melirik kearah Rania dengan tatapan yang sulit diartikan.

" haa...kenapa aku harus berada di tengah-tengah mereka,aku kesulitan menelan makanan ini,rasanya bernafas saja membuat mu kesusahan " batin Anto.

disaat Rania menghabiskan makananya tiba-tiba saja.

" huekkkk...huekkkkkk... " Rania mual-mual, membuat Max merasa khawatir,dia berdiri dan mengelus punggung wanita cantik itu.

" pengawalllll!!! cepat siapkan mobil, Rania bertahan lah aku akan membawa mu kerumah sakit " jantung max berdebar kencang,dia merasa panik melihat wajah pucat calon istrinya.

" aku tidak apa-apa,, hikkksss,,aku hanya merasa perut' ku gembung,, hikkssssss...bisakah kamu memeluk ku,," Isak Rania menatap Max dengan mata berkaca-kaca.

Max tertegun dia mengangguk kaku dan siap memeluk Rania,tapi sebelum dia memeluk nya Rania sudah terlebih dulu menghambur ke dalam pelukan nya.

" aneh kenapa perut ku sekarang terasa nyaman,,dan aku tidak mual-mual lagi,, seperti nya anak-anak ku mengenali ayah mereka " batin Rania dengan raut wajah tidak terbaca.

sedangkan Max yang di peluk mematung, nafasnya tercekat, jantung nya berdebar kencang,dan dengan hati-hati dia membalas pelukan Rania.

" bagaimana apa kamu sudah merasa baikan?? apa.perlu kita kerumah sakit memeriksa keadaan mu ? " tanya Max dengan lembut.

Rania menggeleng,dia mendongak dengan mata berbinar.

" aku tidak ingin kerumah sakit,,tapi aku ingin jalan-jalan ke mall,, sudah lama aku tidak berbelanja bisakah kamu menemani ku ?? " Rania menatapnya dengan penuh harap.

Max yang melihat tatapannya menjadi salting,dia tersenyum tipis dan mengangguk sembari mengelus rambut Rania.

" tentu saja, bersiaplah aku akan menemanimu jalan-jalan kemanapun yang kamu mau " tentu saja Max dengan senang hati menemani nya,karna dia juga ingin menghabiskan waktu bersama dengan calon istrinya.

" baiklah tuan tampan,aku segera bersiap tunggu aku " setelah mengatakan itu Rania pergi menuju kamarnya,entah kenapa dia merasa senang karna Max mau menemani nya.

Liam dan Joko yang sejak tadi berdiri tidak jauh,saling memandang dengan wajah pucat nya,mereka menahan nafas saat mendengar nona mereka ingin pergi jalan-jalan.

" bagaimana menurut mu Liam? apa kamu merasakan firasat buruk, seperti yang aku rasakan ? " tanya Joko dengan tatapan kosong.

" ya aku sudah merasakan nya sejak tadi,lebih baik kita siapkan mental kita,mungkin ini juga akan berhubungan dengan kita " jawab Liam dengan tersenyum miris.

beberapa menit kemudian, Rania turun dengan gaun yang sederhana,meski dia mengenakan baju yang terlihat sederhana, Rania terlihat semakin cantik dan anggun.

bahkan Max tertegun melihat penampilan nya,tapi saat Rania sudah berdiri dihadapan nya, Max tersadar dan akhirnya mereka semua pergi ke mall,tidak lupa Rania mengajak kedua pengawal pribadi nya.

**********

di dalam mall terlihat banyak orang yang sedang sibuk dengan aktivitas nya,ada yang sedang berjalan dan ada juga yang sedang berbincang-bincang,mereka semua terlihat menikmati suasana didalam mall.

sedangkan di toko yang di khususkan untuk pakaian dalam wanita,disana Melinda dan Daxton terlihat memilih-milih pakaian dalam,entah kenapa mereka sekarang terlihat semakin dekat.

" apa Ayara akan menerima hadiah ku ini ?? entah kenapa aku merasa semua ini bukanlah hal yang baik, bagaimana jika dia menganggap ku yang tidak-tidak" setelah cukup lama memilih linger berwarna merah, Daxton akhirnya membuka suaranya.

" tenang lah Daxton,jangan meragukan kemampuan ku,kamu sudah tau sendirikan jika aku sangat mengenal Ayara,kami dari dunia yang sama jadi aku tidak mungkin salah " jelas Melinda dengan tersenyum licik tanpa sepengetahuan Daxton.

pemuda tampan itu hanya bisa menghela nafasnya,dia terus mengikuti Melinda dari belakang, sedangkan para wanita yang sejak tadi melihat kearah Daxton,mereka sontak berbisik-bisik.

" bukankah itu tuan Daxton?? tapi siapa wanita itu,mereka terlihat sangat akrab"

" mungkin dia adalah calon istri tuan Daxton,kamu tau sendirikan setelah kepergian kekasihnya 4 tahun yang lalu,tuan Daxton tidak pernah lagi terlihat bahkan tidak ada kabar jika dia dekat dengan seorang wanita "

" ini berita yang menggemparkan,, cepat ambil foto keduanya,aku sangat yakin mereka pasti sudah menikah,jika tidak bagaimana mungkin tuan Daxton menemani wanita itu membeli lingerie seksi "

mereka mengambil foto Daxton dan Melinda dengan hati-hati,bahkan mereka sangat terlihat antusias, Melinda yang ternyata mendengar ucapan mereka tersenyum menyeringai,ya ternyata ini adalah rencana yang telah dia susun untuk mendapatkan Daxton seutuhnya.

" Ayara lihatlah pria yang dulunya mati-matian kamu tolong, sekarang akan menjadi milikku !! kamu kalah Ayara, sekarang aku akan menjadi Nyonya Lemos" batin Melinda,saking bahagianya dia meremas bajunya dan melirik Daxton yang sedang memainkan handphone nya.

sementara disisi Rania dan Max, Rania dan ke empat pria itu memasuki butik daster untuk ibu hamil, Max hanya diam dan mengikuti calon istrinya dari belakang.

untuk Liam dan Joko?? mereka menelan ludah saat melihat nona mereka yang terlihat bahagia mencoba daster untuk nya.

"  heyy ada apa dengan kalian berdua ? kenapa sejak tadi kalian diam saja,dan dari yang aku perhatikan wajah kalian sejak tadi pucat,apa kalian sakit ?? " tanya Anto dengan serius..

dia memang sudah memperhatikan keanehan keduanya,dari wajah pucat dan tingkah mereka yang terlihat mencurigakan.

" mungkin itu hanya perasaan mu saja,kami tidak apa-apa benarkan Joko" ucap Liam dengan tersenyum canggung.

Joko mengerhit heran mendengar ucapan Liam,dia merasa Liam adalah pria pembohong besar.

" bukankah kita sedang ketakutan Liam?? jika nona Rania meminta pergi jalan-jalan dia pasti akan melakukan sesuatu yang tidak baik,,haa..entah sampai kapan kamu menjadi seorang pembohong" keluh Joko dengan mendengus dingin,dia membuang mukanya karna merasa tidak suka pada Liam.

Anto yang mendengar itu memandang Liam yang terlihat memejamkan matanya,dia semakin bingung dengan ucapan Joko,tapi sebelum dia bertanya tiba-tiba dia mendengar ucapan Rania yang membuat Anto,Liam,dan,Joko, menegang.

disisi Rania yang baru saja membawa baju daster yang telah di pilih nya,dia berjalan mendekati Max yang sedang tersenyum padanya.

" coba lihat apakah semua ini bagus ? " tanyanya pada Max.

" tentu saja,semua yang kamu pilih sangat bagus " jawab Max dengan lembut, Rania tersenyum senang dia mengambil salah satu daster dan memberikan nya pada Max.

meski Max merasa heran,tapi dia tetap menerima nya dengan senang hati,setelah Rania memberikan daster itu pada Max, Rania juga memberikan nya pada Anto,Liam,dan Joko.

lalu dia menatap ke empat pemuda itu dengan mata berbinar-binar.

" aku membelikan semua ini untuk kalian,entah kenapa bayi dalam kandungan ini menginginkan kalian mengenakan nya,,apakah kalian tidak keberatan?? " Rania menatap mereka dengan penuh harap.

degggggggg

senyuman Max sontak menghilang dan di gantikan dengan wajah pucat,dia menatap daster yang ada ditangannya dengan tatapan tajam.

sedangkan Anto,dia melirik Liam dan Joko dengan wajah tercengang, sekarang dia sudah mengerti kenapa kedua pria ini sejak tadi bersikap aneh.

" kenapa kalian diam saja ? apa kalian tidak mau mengenakan nya ? " tanya Rania dengan dingin,dia merasa ke empat pria itu menolak keinginan nya.

" nona bukan begitu,hanya saja bukankah ini pakaian untuk wanita hamil ? sementara kami sama sekali tidak lah hamil,,dan jika kami mengenakan nya,semua orang pasti akan mentertawakan dan kami juga akan menjadi perbincangan di seluruh kota  " jelas Joko dengan serius.

Liam menahan nafas karna Joko tidak tau diri sekali, bagaimana mungkin dia berani mengatakan itu pada nona nya??

Max?? dia berusaha tetap tenang dan berjalan' sembari merangkul pundak Rania.

" ayo kita kembali,kamu pasti merasa lelah " Max mencoba mengalihkan perhatian calon istrinya,tapi justru itu membuat Rania merasa sakit sakit.

brukkkkkkkk

ke empat pria itu terkejut,mereka menatap Rania yang tiba-tiba duduk dilantai dengan air mata yang berjatuhan.

" hikkkkssss,,kalian jahat,,kamu Liam,aku akan memecat mu daan juga Joko,dan kamu !! laki-laki yang sudah menghamili ku aku akan mengusir mu dari kediaman ku bersama dengan pengawal mu !! aku tidak butuh kalian lagi,, hikkksss" Isak Rania sembari menunjuk mereka satu persatu.

" tidakkk !! kami akan mengenakan nya" jawab ke empat pria itu dengan secara bersamaan,tentu saja merasa tidak akan mau di pecat/di usir dari kediaman Rosewood.

Rania menghapus airmatanya,dia berdiri dan tersenyum menatap mereka.

" yasudah ayo kita pulang, aku ingin kalian mengenakan nya dirumah saja,karna aku tidak ingin orang lain melihat nya " setelah itu Rania berbalik badan dan pergi meninggalkan toko itu..

Max mengusap wajahnya dengan kasar dan menatap ke tiga pria itu dengan tidak senang.

" mulai hari ini,apapun yang nona kalian inginkan segera kalian penuhi!! jika tidak,aku akan melenyapk4n kalian bertiga !! apa kalian mengerti?? " suara Max yang terdengar dingin,dan tatapan tajam nya membuat ketiga pria itu bergetar ketakutan.

" kami mengerti tuan " jawab ketiga nya secara bersamaan, bagaimana mungkin mereka bisa menolak?? Max pria kejam yang tidak berperasaan, karna tidak ingin Max marah lagi mereka hanya terdiam dan mengikuti kedua majikan mereka dari belakang.

tidak lupa daster yang ada ditangan mereka masing-masing,di peluk dengan erat,karna bagaimana pun daster itu tidak boleh lecet.

1
Maudy
mantap ayara 😁😁
Maudy
teruskan karya mu sobat
Maudy
cerita bagus dan keren
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!