NovelToon NovelToon
CLBK Couples

CLBK Couples

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Tamat
Popularitas:2.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ichageul

Mengandung adegan 21+
Bijaklah dalam memilih bacaan

Kisah cinta tiga pasangan yang harus kandas namun belum sepenuhnya usai.

Kisah cinta Regan dan Sarah sampai di pernikahan. Keduanya hidup bahagia sampai ujian datang menerpa rumah tangganya. Mereka terpaksa berpisah saat kehilangan anak tercinta dengan cara yang tragis.

Irzal dan Poppy dijodohkan oleh kedua orang tuanya. Di saat cinta mulai tumbuh, masalah datang menerpa. Seseorang dari masa lalu memporak porandakan biduk rumah tangga yang baru seumur jagung.

Berawal dari sebuah permainan. Rasa cinta antara Ega dan Alea mulai tumbuh. Sejarah kelam dan permusuhan orang tua membuat keduanya harus terpisah.

Sekian lama berpisah, ketiga pasangan ini bertemu kembali. Takdir mempertemukan mereka semua terhubung dalam ikatan yang sulit dijelaskan. Akankah mereka dapat bersatu kembali dengan orang yang dicintainya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Complicated Couple (9) Suasana Baru

Poppy sedang membersihkan kamarnya, di hari libur ini dia memanfaatkan waktu untuk merapihkan kamarnya. Pekerjaan terakhirnya adalah mengganti seprei. Poppy membuka lemari dan mengambil satu set seprei. Dia melepaskan seprei lama dari kasur, mengambil seprei baru, kemudian membentangkan dan menghamparkannya di atas kasur. Namun sebutir debu halus masuk ke dalam matanya.

Poppy menghentikan pekerjaannya. Mengerjapkan matanya beberapa kali, matanya terasa perih. Irzal masuk ke dalam kamar.

“Kenapa Pop?” tanya Irzal sambil mendekati Poppy.

“Kelilipan a,” jawab Poppy. Debu masih belum keluar dari matanya. Mengusapkan tangannya ke mata yang terkena debu.

“Eh jangan pake tangan nanti tambah perih,” Irzal langsung mencegahnya.

Irzal mengambil tisu dari atas meja, lalu mendudukkan Poppy di atas kasur. Dia berjongkok di depan Poppy, mengusap airmata yang keluar. Mata Poppy masih perih, dia kesulitan membuka matanya. Dengan kedua jarinya, Irzal membuka mata Poppy lalu meniup matanya. Poppy kembali mengerjapkan matanya. Irzal kembali meniup matanya. Perlahan debu halus itu bergeser ke ujung mata. Dengan lembut diusapnya ujung mata Poppy. Akhirnya debu itu dapat disingkirkan.

Poppy memejamkan matanya yang masih terasa perih, lalu membukanya perlahan. Matanya sedikit memerah.

“Masih perih?”

“Ngga a udah mendingan, makasih ya.”

“Sama-sama,” Irzal membelai lembut rambut Poppy.

Irzal menatap Poppy. Untuk beberapa saat mereka hanya terdiam dan saling memandang. Perlahan Irzal mendekatkan wajahnya. Poppy menahan nafasnya, ketegangan yang dirasakannya saat ini melebihi ketegangan saat menonton film horror. Irzal membelai lembut rambutnya, lalu tangannya mulai meraba telinga, terus turun menyentuh lehernya. Dia semakin mendekatkan wajahnya. Perlahan Poppy menutup matanya. Irzal mengarahkan bibirnya pada bibir istrinya. Hanya tinggal beberapa senti lagi bibir mereka bertemu. Tiba-tiba terdengar suara Rena memanggilnya.

“Kak Irzal! Dipanggil ummi!”

Mendengar teriakan cempreng Rena, sontak konsetrasi Irzal buyar.

Rena somplak ganggu momen aja, awas kamu.

“Kak Irzal!” teriak Rena lagi.

“Iya bawel!” ketus Irzal. Dia segera bangun, berjalan keluar kamar dengan wajah kesal.

“Ih dipanggilin dari tadi, tuh ummi nyariin,” cerocos Rena begitu melihat Irzal keluar.

“Iya bawel,” jawabnya singkat sambil menjitak kepala adiknya.

“Sakit tau!” teriak Rena. Dia mengelus-elus kepalanya yang terkena jitakan Irzal. Lelaki itu pura-pura tak mendengar dan langsung turun.

Sesampainya di bawah Irzal mencari umminya di dapur, tapi tidak ada. Lalu menuju kamar, ummi juga tidak di sana. Terdengar suara ummi berasal dari halaman rumah, Irzal pun bergegas ke halaman rumah. Dia melihat ummi sedang berbicara dengan seorang pria. Irzal menghampiri.

“Zal.. kamu beli mobil? Ini ada orang dari dealer,” ucap ummi ketika melihat Irzal.

“Dengan pak Irzal?” kata pria di samping ummi.

“Iya.. aduh maaf pak saya lupa kalau mobil dianter hari ini.”

Pria yang bernama Yudi ini adalah seseorang yang bertugas mengantar mobil pesanan Irzal. Dia lalu mengantar Irzal melihat mobilnya yang ada di depan rumah. Di sana sudah terparkir Honda City berwarna hitam. Irzal mengelilingi mobil yang baru dibelinya ini. Kemudian masuk ke dalam mobil, memeriksa interior mobil. Irzal menstarter mobilnya, perlahan dia melaju. Irzal mengendarai mobil mengelilingi komplek, kemudian kembali lagi ke rumah.

Irzal turun dari mobilnya dan menghampiri pak Yudi yang masih menunggu di depan rumah.

“Gimana pak?” tanya Yudi.

“Sip.. makasih ya pak.”

“Ya sama-sama, terima kasih sudah membeli mobil di dealer kami,” ucap Yudi sambil menjabat tangan Irzal. Setelah menyerahkan surat-surat mobil dan tanda bukti pembelian, dia pun pamit pergi.

Irzal membuka pintu gerbang, lalu masuk kembali ke dalam mobil. Tak lama mobilnya menyala, memasuki garasi. Setelah memarkir mobilnya, Irzal keluar.

“Ada angin apa nih anak ummi tiba-tiba beli mobil, dari dulu motor mulu.”

“Minggu depan kan ummi udah mulai sibuk di yayasan. Jadi ummi pasti perlu mobil buat pergi-pergi. Lagian sekarang aku udah nikah, masa naik motor terus. Nanti kalau Poppy hamil ngga baik kan kalau naik motor.”

“Apa Zal? Ummi ngga denger, kalau Poppy apa Zal?” ummi pura-pura tak mendengar ucapan anaknya.

“Ngga ada siaran ulang mi,” ucap Irzal sambil pergi meninggalkan ummi.

Ummi tersenyum senang, dalam hatinya mengucapkan syukur. Mendoakan supaya rumah tangga anaknya selalu diberi keberkahan dan kebahagiaan serta cepat diberi momongan.

❤️❤️❤️

Hari ini Irzal mengantar Poppy ke kantor dengan mengendarai mobil barunya. Sepanjang perjalanan mereka mengobrol, tidak seperti hari-hari lalu yang senantiasa sunyi senyap.

“Aa kenapa ngga bilang beli mobil di dealer tempat aku kerja?”

“Biar surprise aja,”

“Oh iya, kantor aa dimana sih? Aku baru ngeh kalau selama ini ngga tau kantor aa.”

Irzal tertawa mendengar ucapan istrinya ini.

“Kamu inget ngga waktu kita pertama kali makan siang yang katanya janjian sama ummi.”

“Iya inget.”

“Nah kantor aku tuh di sebrang cafe itu.”

“Oh berarti ngga terlalu jauh dari kantor aku ya. Pantes kalau jemput suka cepet datengnya.”

“Makanya perhatian dikit dong sama suami,” Irzal menggodanya. Poppy jadi tak enak hati.

“Maaf ya a kalau selama ini aku kurang perhatian sama aa.”

“Dimaafkan... tapi ada syaratnya.”

“Apa tuh?” Poppy penasaran.

“Nanti malem aku kasih tau.”

“Ngga bisa sekarang aja?” Irzal menggeleng.

“Hmm.. ya udah, mudah-mudahan nanti si bos ngga ngasih kerjaan mendadak. Kadang aku kesel sama dia, suka nyuruh lembur ngedadak.”

“Kalau kamu lembur bakal aku temenin.”

Irzal meraih tangan Poppy lalu menciumnya mesra. Semburat merah langsung menghiasi wajah sang empu tangan. Dia merekatkan jari tangannya pada jemari Poppy. Tak bisa digambarkan betapa bahagianya perasaan pasangan muda ini. Tak terasa mereka telah sampai. Poppy melepaskan sit beltnya, lalu mencium punggung tangan suaminya.

“Aku kerja dulu ya a, assalamu’alaikum.”

“Waalaikumsalam.”

Saat Poppy akan membuka pintu mobil, Irzal menahannya.

“Pop.. nanti siang aku jemput ya, kita makan siang bareng.”

“Iya a.”

Irzal menarik tubuh Poppy mendekat padanya kemudian mencium keningnya dengan mesra.

“Hati-hati di jalan ya a.”

Setelah itu Poppy turun dari mobil. Irzal menurunkan kaca mobil, Poppy melambaikan tangan ke arahnya. Tak lama mobil berlalu. Poppy masuk ke dalam kantor sambil tersenyum. Tiba-tiba dia dikagetkan oleh Ratih yang menepuk bahunya dari belakang.

“Hayo.. senyum-senyum mulu, kayanya lagi happy ya,” goda Ratih.

“Mau tau aja.”

“Eh tau ngga kemaren aku lihat si wiro sableng beraksi lagi. Dia ngeraba-raba pahanya Wilda, SPG yang baru masuk bulan kemarin.”

“Terus si Wilda gimana?” Poppy penasaran.

“Ya risih lah, dia menghindar tapi terus si wiro sableng ngomong apa gitu sama Wilda. Abis itu dia diem aja pas pahanya diraba-raba lagi. Diancem ngga diperpanjang kontrak kali.”

“Emang nyebelin ya tuh si wiro sableng. Padahal ngga ada hubungannya pake rok pendek sama kinerja karyawan. Modus dia aja pengen lihat paha-paha mulus,” geram Poppy.

Poppy bergidik mengingat bagaimana dulu Wiranto menatapnya penuh hasrat saat masih mengenakan rok pendek. Kini hanya tatapan tajam dan tak suka yang diperlihatkan padanya.

“Oh iya, kemaren dia ngeluh lagi sama aku soal pakaian kamu. Ngedumel terus kenapa sekarang kamu tuh ngelunjak, udah ngga mau lagi pake rok pendek. Itu kan busana wajib pegawai perempuan, mau dikasih SP katanya.”

“Bodo amat.”

Sebenarnya Poppy tidak nyaman bekerja di bawah kepemimpinan Wiranto. Dia kerap melakukan pelecehan seksual pada karyawan wanita. Kalau bukan demi mama dan Dimas sudah sejak lama dia ingin mengundurkan diri. Tapi kini dia tak peduli kalau Wiranto memecatnya. Toh sekarang sudah ada Irzal yang bertanggung jawab penuh atas dirinya. Jika suaminya meminta, dengan senang hati Poppy akan mengundurkan diri. Keluar dari tempat terkutuk ini.

Pembicaraan mereka terhenti ketika Wiranto masuk ke dalam ruangan. Dia meminta file penjualan minggu lalu pada Ratih, lalu beralih pada Poppy.

“Kamu ke ruangan saya sekarang,” setelah berbicara dia langsung keluar ruangan.

Poppy dan Ratih saling berpandangan. Dengan enggan Poppy bangun dari duduknya lalu berjalan menuju ruangan bosnya.

Poppy mengetuk pintu lalu terdengar suara Wiranto menyuruhnya masuk. Dia masuk ke dalam dan berdiri di depan meja kerja Wiranto.

“Heh Poppy, ini sudah yang ketiga kalinya ya saya mengingatkan kamu. Ganti pakaian kamu. Saya ngga suka cara berpakaian kamu yang sekarang. Apa kamu sudah lupa semua karyawan wanita wajib mengenakan rok?”

“Minggu lalu saya pake rok kok pak, mungkin bapak ngga ngeh aja,” jawab Poppy enteng.

“Bukan rok panjang, tapi rok pendek, di atas lutut. Kamu jangan pura-pura ngga tau ya,” geram Wiranto.

“Maaf pak, kalau dulu saya bisa berpakaian seperti itu. Tapi sekarang saya sudah menikah dan suami saya tidak mengijinkan saya memakai rok pendek dan ketat lagi. Sebagai istri saya harus mematuhi suami saya. Lagi pula tidak ada hubungannya gaya busana dengan kinerja saya. Saya tetap bisa menyelesaikan pekerjaan dengan baik tanpa menggunakan pakaian seperti yang bapak minta.”

Telak dan tepat sasaran jawaban dari Poppy, membuat bosnya ini tak bisa berkutik. Wiranto bertambah kesal. Dia menatap Poppy dengan pandangan marah.

“Masih ada yang lain pak?” kini Poppy yang balik bertanya. Wiranto hanya diam sambil mendengus kesal.

“Kalau tidak ada lagi, saya permisi pak.”

Tanpa menunggu jawaban darinya Poppy langsung pergi meninggalkan ruangan. Dia masuk ke ruangannya dengan wajah kesal. Ratih yang penasaran mulai bertanya padanya. Diceritakannya apa yang barusan Wiranto katakan padanya. Ratih pun tak kalah kesal mendengarnya. Sumpah serapah langsung keluar dari mulutnya.

❤️❤️❤️

Siangnya Irzal menepati janji menjemput Poppy untuk makan siang. Mereka memilih makan siang di sebuah pujasera yang letaknya tak terlalu jauh dari kantor Poppy. Sambil menunggu makanan, Poppy bercerita tentang kejadian tadi pagi saat dipanggil Wiranto. Irzal menghela nafas mendengarnya. Kalau pria itu ada di hadapannya saat ini mungkin dia sudah merontokkan giginya.

“Pop.. aku boleh bicara jujur?” ucap Irzal dengan nada serius.

“Apa a?”

“Sebenernya aku ngga suka kamu kerja di sana. Dari sekali lihat aja aku udah tau orang macam apa bos kamu itu. Setelah dengar cerita kamu barusan, aku tambah yakin kalau orang itu emang brengsek. Jadi, lebih baik kalau kamu berhenti kerja di sana.”

Poppy tak langsung menjawab. Irzal mengerti apa yang membuat Poppy bimbang. Dia memegang tangan Poppy lalu berkata,

“Kamu ngga usah jawab sekarang, pikirkan aja dulu baik-baik.”

Aku diam bukan karena ngga mau a. Tapi speechless aja doaku tadi pagi langsung terkabul. Kamu memintaku berhenti bekerja.

Pesanan datang, membuat Poppy tersadar kalau sedari tadi dia memandangi wajah suaminya tanpa berkedip. Tanpa menunggu lama, mereka mulai menikmati makanan. Sesekali Irzal menyuapi Poppy makanan miliknya, begitu pula dengan Poppy. Selesai makan, Irzal mengantar Poppy kembali ke kantornya.

Saat sedang berjalan menuju kantor, terlihat Wiranto melintas di depan mereka. Sepertinya orang itu baru saja kembali sehabis makan siang di luar. Irzal langsung menggandeng tangan istrinya. Wiranto yang melihatnya berhenti sejenak, memandangi pasangan tersebut.

“Makasih buat makan siangnya.”

Poppy masih belum mau melepaskan genggaman tangan Irzal.

“Makasih juga udah nemenin aku makan siang.”

Irzal melihat Wiranto masih terus menatap ke arah mereka. Dia balas menatap sambil menggenggam erat tangan istrinya. Matanya menyiratkan kalau Poppy adalah miliknya dan jangan berani-berani mengganggunya. Wiranto kemudian masuk ke dalam gedung.

“Aku pergi ya.”

“Iya a, hati-hati.”

Irzal mencium kening Poppy, setelah itu dia masuk ke dalam mobil. Tak lama Honda City miliknya meluncur. Melihat Wiranto tadi membuat Irzal merasa tidak nyaman. Caranya memandang Poppy seperti musang yang sedang mengintai mangsanya. Tak berapa lama Irzal sampai di kantornya. Sebelum masuk ke dalam kantor dia membelikan kopi dan juga makanan ringan untuk anggota timnya.

❤️❤️❤️

Irzal masuk ke ruangannya dengan membawa kopi dan makanan ringan. Dia meletakkan itu semua di meja kemudian memanggil anggota timnya berkumpul. Anggota timnya terdiri dari tiga orang dan semuanya adalah laki-laki, Andri, Chepi dan Bimo.

“Aduh pak Irzal bisa aja bikin kita seneng, makasih loh pak,” ucap Chepi yang kegirangan mendapat makanan dan minuman gratis dari bosnya.

Andri dan Bimo ikut menyusul Chepi. Mereka langsung menikmati makanan yang tersedia. Irzal ikut bergabung duduk bersama mereka.

“Laporan yang kemarin udah beres?” tanya Irzal, yang hanya dijawab dengan acungan jempol oleh ketiganya.

“By the way, kalian udah pada punya pacar belum?”

Mereka terkejut mendengar pertanyaan atasannya ini. Tak biasanya Irzal berbicara masalah pribadi, biasanya hanya berbicara soal pekerjaan.

“Wah pak Irzal ngeledek saya nih. Alhamdulillah saya jomblo dari lahir,” jawab Bimo yang merupakan anggota tim termuda.

“Kalau kamu Pi?”

“Saya pernah punya pacar pak, tapi baru seminggu jadian udah langsung minta putus. Katanya dia khilaf pas nerima cinta saya,” jawaban Chepi sontak mengundang tawa dari yang lain.

“Mending saya dong, gini-gini high quality jomblo,” Bimo menyombong dengan kejombloannya.

“Eh PA klo high quality kenapa juga lo jomblo” timpal Chepi tak mau kalah.

“Kalau kamu Dri?” Irzal kembali bertanya.

“Kalau saya punya satu cewe yang udah saya keceng dari mulai kuliah. Pas saya dateng ke rumahnya mau nembak eh ternyata dia malah kasih undangan pernikahan.”

Bimo dan Chepi tertawa, ternyata bukan mereka berdua saja yang mengalami ketidak beruntungan dalam hal percintaan.

“Pak Irzal tuh yang beruntung, udah ganteng, pinter punya istri cantik pula,” puji Andri.

“Eh saya ngga punya uang receh ya” timpal Irzal sambil tersenyum.

“Pak, kapan-kapan ajak istrinya ke sini dong,” usul Andri.

“Mau ngapain? Saya ngga suka ya istri saya dilihat laki-laki lain!”

“Segitu posesifnya pak,” goda Andri.

Dibanding Chepi dan Bimo, Andri memang lebih dekat dan lebih berani berbicara dengan Irzal. Mereka melanjutkan makan sambil terus berbincang-bincang. Tiba-tiba pintu ruangan diketuk. Masuklah Akbar, rekan kerja Irzal.

“Ada apa kang?” tanya Irzal.

“Laporan Zal, ditanyain bu Sandra.”

Chepi mengambil laporan yang telah selesai diprint lalu memberikannya pada Akbar.

“Kamu lagi santai ngga? Ada yang mau aku tanyain nih,” ujar Akbar.

“Boleh.”

“Ke ruangan aku yuk,” ajak Akbar.

Irzal mengikuti Akbar ke ruangannya. Sesampainya di sana, Akbar bertanya bagaimana cara pengajuan beasiswa untuk anak temannya yang yatim piatu. Dia tahu kalau keluarga Irzal adalah pengelola yayaysan Qurrota’ayun yang khusus membantu kaum dhuafa dan anak yatim piatu.

“Kirimin aja CV nya ke e-mail aku. nanti aku masukin ke yayasan, biasanya disurvey dulu kang, terus nanti ada wawancara juga. Biar jelas kategori beasiswanya,” jelas Irzal.

“Makasih ya Zal.”

“Sama-sama kang.”

“Oh iya, gimana kabarnya Poppy?”

“Alhamdulillah baik kang.”

Akbar berpindah duduk yang tadinya berhadapan dengan Irzal, kini duduk di sampingnya. Dia memang terkenal pria paling kepo di kantornya.

“Gimana kamu sama Poppy, udah ada tanda-tanda Poppy.”

Akbar melanjutkan ucapannya dengan membuat gerakan bulat di depan perut. Irzal langsung mengerti arah pembicaraan Akbar.

Hadeuh ngga ummi ngga Akbar yang ditanya soal itu mulu. Belah duren aja belum.

“Atau jangan-jangan kamu belum belah duren ya hahaha”

Uhuk.. uhuk..

Irzal terbatuk. Akbar senang, sepertinya tebakannya tepat sasaran. Dia memang mempunyai hubungan yang cukup dekat dengan Irzal. Oleh karenanya dia tahu pernikahan Irzal dengan Poppy adalah hasil perjodohan dari kedua orang tuanya. Akbar semakin gencar bertanya.

“Zal, aku tau kamu tuh ngga pernah pacaran. Megang tangan cewe aja belum pernah. Makanya udah bisa ketebak deh, kamu sama Poppy masih jalan di tempat kan?”

Irzal hanya berdehem menanggapinya. Sedikit kesal karena lagi-lagi tebakannya benar.

“Zal, meluluhkan hati cewe tuh gampang, kasih perhatian, bicara lemah lembut, sesekali memuji. Intinya mereka senang diperlakukan dengan baik, sopan dan penuh kasih sayang. Apalagi kalian statusnya udah sah suami istri, ditambah sentuhan-sentuhan kecil bisa bikin klepek-klepek.”

Ini juga baru mulai kang.

Irzal diam, membiarkan Akbar terus berbicara. Hitung-hitung konsultasi gratis pikirnya.

“Nah kalau mau bercinta sama istri, jangan langsung slonong boy, ngga seru. Harus ada pemanasan dulu, foreplay. Apalagi Poppy masih perawan, kasihan kalau langsung disodok, hahaha.”

Disodok, emangnya bola biliar apa. Dasar cacing kremi!

“Mulai dari belai-belai, cium dari bagian atas sampai terus ke bawah. Terutama nih bagian telinga, leher, wiih bikin merinding,” lanjut Akbar.

Irzal menelan salivanya. Akbar yang berbicara tapi yang terbayang di depannya sekarang adalah Poppy.

“Aku juga yakin kamu belum pernah ciuman sama Poppy kan?”

“Kata siapa? Sok tau! Aku ngga sepolos itu kali kang,” sungut Irzal.

“Beneran ciuman apa cuma nempelin bibir doang?”

Akbar tak percaya junior di kampusnya ini sudah berciuman dengan istrinya. Irzal yang memang minim pengalaman soal perempuan pasti belum pernah melakukannya. Dia mengeluarkan ponselnya, lalu memutar sebuah video.

“Kaya gini maksudku.”

Akbar memperlihatkan video yang berisi adegan sepasang kekasih sedang berciuman. Wajah Irzal langsung memerah melihatnya. Dia berdehem beberapa kali. Akbar kembali tertawa, tebakannya benar lagi.

“Jangan salah, yang namanya ciuman bukan cuma nempelin bibir doang. Tapi ada teknik dan macam gayanya. Nih aku kasih tau, tips langsung dari pakarnya. Kamu tau kan anak aku udah tiga,” Akbar berkata dengan bangga. Irzal tak menanggapinya.

Akbar memutar video lain yang masih berisi adegan kissing. Kemudian dengan fasihnya dia menjelaskan satu per satu gaya berciuman yang terlihat di video. Bahkan tanpa malu dia memperagakan secara langsung supaya lelaki polos di hadapannya ini mengerti.

Hoek.. mau muntah gue lihat bibir lo yang monyong-monyong kaya gitu kang.

“Ngerti ngga Zal?”

“Ngga usah diperagain juga kali kang, jijik tau lihatnya. Itu bibir udah kaya ikan ****** hahaha.”

“Sialan lo! Bukannya bersyukur dapet pelajaran gratis dari pakarnya malah ngeledek. Nih lihat, ini yang namanya french kiss. Lihat baik-baik gimana cara ngelakuinnya. Ikuti insting aja Zal. Kalau bibir udah ketemu, pasti dengan sendirinya kamu bisa ngikutin. Cuma ngga yakin ya kalau kalian bisa langsung hot. Secara Poppy juga kayanya awam hal beginian. Latihan aja terus sampe bibir jontor hahaha.”

“Kang.. saya lupa harus kirim e-mail ke kantor cabang. Nanti dilanjut lagi.”

Irzal memotong pembicaraan Akbar karena tak tahan mendengar pembicaraannya ditambah adegan dalam video yang membuat tubuhnya terasa panas. Dia segera pamit keluar ruangan. Irzal berjalan sambil sesekali membenarkan kerah kemejanya.

Kang Akbar kebangetan ngasih lihat video begituan pas lagi jam kerja.

Irzal masuk ke dalam ruang kerjanya. Dengan cepat menurunkan suhu AC di ruangannya. Dia duduk diam di depan meja kerjanya. Masih terbayang adegan di video tadi. Irzal menginginkan jam kerja segera berakhir sehingga bisa cepat bertemu dengan Poppy. Dia benar-benar merindukan istrinya saat ini.

1
P_nR
keren 👍🏻 nano nano rasanya 😘
Andini Hana Fakhirah
aku sudah menduga itu adit
Sindy Sintia
aku mikir Santi minta cucu kembar sepasang, hanya untuk di pisahkan dr Ega dan Alea,, Santi mau kuasain anak perempuan Ega sendirian, biar Ega dan Alea rasain gimana dulu Santi kehilangan anak perempuan nya(kakak Ega)
Sindy Sintia
tapi permasalahan blom selesai ,, Fanny yang mau Alea jd bonekanya,, Santi dan tombak yg benci ega
Sindy Sintia
jawaban ku bener Adit masih hidup.. bukan Adit pengagum debby
Sindy Sintia
kaya Adit sengaja menghilang semntra biar mereka ga gangguin Ega deh, atau Adit udah oplas tp blom berani kluar dr persembunyian nya
Sindy Sintia
lahiran caesar juga pengorbanan tau, malah harusnya yg lahir sesar tu lebih di hormati KRNA sakit ny setalah bayi lahir tu ya tuhan,, mmng aku lahiran normal 3x ga rasain sesar, tp liad org yg lahiran sesar ngilu sendiri tau
Sindy Sintia
ya iya lha Santi Willy dan tombak tak pernah ada dalam pikiran Ega ,, karena mereka semua juga ga pernah mikirin Ega , jadi setimpal kan
Sindy Sintia
hamil kembar kayanya macan betina, makan nya seabrek ahahahah
Sindy Sintia
ku kira irzal akan kejar sampai ke kerak telor haahahah
Sindy Sintia
koq aku mikir Santi di perkosa orang tapi ga jujur ke Hilman klw itu bukan anak Hilman, atau waktu lahiran anak kandung Santi ninggal di tukar dgn Ega yg entah anak siapa
Sindy Sintia
kira2 siapa yg ikutin ya.. Sugeng bukan ya?
Sindy Sintia
Sarah ga sadar apa , waktu itu 7 tahun Regan dengan sabar nunggu, sesabar nya manusia pasti akan ada sabar itu ada batasnya
Sindy Sintia
Lukman ga nyadar diri,, kelakuan nya sama kayak sarah
Sindy Sintia
ajaran Rena somplak
Sindy Sintia
mending salah masukin kancing, drpd salah masukin lobang,, akibat kelamaan menduda hahahah
Sindy Sintia
irzal sama Regan kesabaran nya setebal buku berbab2 ya.. mereka berjuang dapetin mantan istri, lha alea berjuang dapetin Ega lagi
Sindy Sintia
Debby jahil nya kayak Ega dan Rena gak sih,, usil2 somplak
Sindy Sintia
percaya deh yg nikah sama rena bakal awet muda karena ketularan somplak nya, hahhaah
Sindy Sintia
ya trulang lagi cemburu Poppy tanpa mau bertanya,, hadeh.. kebiasaan deh,kmrin irzal cemburu dia ngerasa ga punya salah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!