NovelToon NovelToon
Setahun Menjadi Pelayan Tuan Muda

Setahun Menjadi Pelayan Tuan Muda

Status: tamat
Genre:Mafia / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:360.3k
Nilai: 5
Nama Author: mama reni

Kaburnya Alana dari rumah justru menyeretnya ke dunia Arka, lelaki berkuasa yang menjadikannya pelayan sebagai ganti rugi sebuah insiden. Dia juga menjadi pengasuh dari ponakan Arka, anak dari Rafael.

Beberapa bulan kemudian Arka memutuskan untuk menikahi Alana hanya untuk melindunginya dari perjodohan orang tuanya.

Tanpa penjelasan Alana diusir oleh orang tua Arka. Beberapa saat kemudian, ia kembali dengan kehamilan di rahimnya, hinaan menjadi balasan, anak itu dituduh milik Rafael, abang iparnya Arka, mafia berdarah dingin.

Alana memutuskan selamanya pergi dari hidup Arka. Akhirnya dia kembali ke rumah Rafael, pria paling berbahaya yang justru menjadi pelindungnya.

Setahun kemudian, Alana memutuskan menikah dengan Rafael yang merupakan mantan abang iparnya Arka. Bagaimana perasaan Arka, dan apa yang akan terjadi selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Dua Puluh Tiga

Seperti janjinya pada Arka, setelah Revan tidur, Alana akhirnya mendatangi kamar Arka. Dia penasaran juga apa yang ingin pria itu bicarakan.

Koridor sudah sepi. Lampu dinding menyala redup, memantulkan bayangan panjang di lantai marmer. Dari ujung lorong, suara langkah Mama Ratna sudah lama menghilang. Rumah itu seperti menahan napas.

Alana mengangkat tangan, ragu sepersekian detik, lalu mengetuk. Tidak ada jawaban. Dia mengetuk lagi, sedikit lebih keras.

“Masuk!”

Suara Arka terdengar rendah. Tidak dingin seperti biasanya. Ada sesuatu yang berat di sana, membuat dada Alana langsung mengencang.

Ia membuka pintu perlahan. Bau alkohol menyambutnya lebih dulu. Tidak menyengat, tapi cukup kuat untuk membuat perutnya terasa mual. Arka berdiri membelakangi pintu, menghadap jendela. Kemejanya terbuka satu kancing, lengan digulung asal. Di tangannya, segelas minuman setengah isi.

Alana berhenti tepat di ambang pintu. “Kak … Arka,” panggilnya hati-hati. “Kakak minum?”

Arka menoleh. Tatapan itu membuat Alana refleks menegakkan punggung. Mata Arka gelap, tapi fokus. Bukan mabuk. Justru terlalu sadar.

“Tidak mabuk,” jawabnya singkat. “Tutup pintunya.”

Nada itu bukan perintah keras, tapi cukup tegas untuk membuat Alana menurut. Pintu tertutup dengan bunyi pelan yang terasa terlalu nyaring di telinganya. Beberapa detik mereka hanya saling menatap.

Arka meletakkan gelasnya di meja tanpa bicara, lalu berjalan mendekat. Setiap langkahnya terukur, tapi tekanan di udara semakin tebal.

“Aku dengar semua yang kamu bicarakan dengan mama,” katanya akhirnya.

Alana menelan ludah. “Apa ada yang salah dengan ucapanku?”

“Kamu memilih aman,” lanjut Arka. “Kamu menyerahkan semuanya ke aku."

“Itu bukan menyerahkan,” jawab Alana pelan. “Itu menjaga batas.”

Arka tertawa pendek. Tidak ada humor. “Batas?” Ia berhenti tepat di depan Alana. Jarak mereka tinggal sejengkal. “Sejak kapan kita punya batas yang jelas?”

Alana mundur satu langkah. Punggungnya menyentuh sisi ranjang. Jantungnya berdegup terlalu cepat.

“Kak Arka,” ucapnya, berusaha tetap tenang. “Kalau Kakak mau bicara, kita bisa bicara. Tapi tidak sekarang, sepertinya keadaan kakak sedang tak baik-baik.”

“Tapi jangan sekarang?” tanya Arka. Nada suaranya naik sedikit. “Jangan malam ini, setelah Mama menegaskan aku bukan siapa-siapa bagimu?”

“Itu bukan maksudku,” jawab Alana cepat.

“Lalu apa maksudmu?” Arka bertanya, suaranya rendah, nyaris bergetar. “Kamu menjauh. Kamu dingin. Kamu bicara seolah aku atasanmu.”

Alana menggenggam ujung bajunya. “Karena aku sadar posisiku, Kak. Kita menikah hanya kontrak, dan kakak melakukan itu hanya semata untuk melindungiku. Aku harus bilang apa, aku istri kak Arka? Tak mungkin'kan? Kakak sendiri tak mengakuinya!”

"Apa aku harus mempertegas posisimu?" tanya Arka.

Arka mendekati Alana. Dia lalu mendorong tubuh gadis itu. Hingga terjatuh dan terlentang ke atas tempat tidur.

"Aku akan berikan kepastian posisi kamu di sini!" ucap Arka.

Arka lalu naik ke ranjang dan menindih tubuh Alana. Hingga gadis itu merasa sesak. Dia berusaha mendorong tubuh pria itu, tapi tenaganya tak cukup untuk menyeimbangi tenaga suaminya itu.

Tanpa peduli dengan ketakutan Alana, Arka menarik kuat baju gadis itu hingga robek.

"Kak, sadar. Jangan ...!" teriak Alana. Dia berusaha mendorong tubuh Arka lagi, tapi tak juga mampu.

Arka lalu berdiri dan membuka bajunya. Alana tak membuang kesempatan itu. Dia berusaha bangun dan berdiri. Belum sempat dia kabur, Arka kembali mendorong tubuhnya. Hingga gadis itu kembali terlentang.

Tanpa pemanasan Arka memasuki tubuh Alana. Pertama mencoba gagal. Gadis itu berteriak merasakan sakit.

Arka lalu menutup mulut Alana agar tak berteriak dengan mencium bibir itu. Pria itu kembali mencoba memasuki tubuh istrinya.

Setelah mencoba beberapa kali akhirnya Arka bisa juga membobolnya. Alana tak mengeluarkan suara lagi karena rasa sakit, marah dan kecewanya bercampur menjadi satu.

Alana sadar, dia telah menjadi istri Arka. Ini sebenarnya adalah kewajiban baginya, tapi dia tak mau dengan cara paksaan begini. Seandainya suaminya meminta secara baik-baik mungkin akan dia berikan.

Alana menangis dengan suara tertahan. Arka memandanginya. Pria itu mengambil bajunya dan memakainya lagi. Dia lalu menutupi tubuh Alana dengan selimut.

Arka berdiri di sisi ranjang, tubuhnya kaku. Pandangannya jatuh pada Alana yang meringkuk di bawah selimut, bahunya bergetar pelan. Tangis itu tidak keras. Justru itu yang membuat dada Arka terasa seperti diremas.

“Sial …,” gumamnya lirih.

Arka menarik rambutnya sendiri dengan frustasi, jari-jarinya mencengkeram kuat seolah ingin menghukum dirinya. Napasnya memburu. Kepalanya menunduk, lalu ia mengusap wajahnya kasar berulang kali.

Apa yang baru saja ia lakukan berputar-putar di kepalanya tanpa ampun.

Bukan kemarahan yang ia rasakan sekarang. Bukan juga kepuasan. Yang ada hanya rasa mual, sesak, dan satu kesadaran pahit yang menghantam telak, ia telah melukai seseorang yang seharusnya ia lindungi.

Alana membalikkan badan, membelakangi Arka. Tidak berkata apa-apa. Tidak menatapnya. Sikap diam itu jauh lebih menyakitkan daripada teriakan.

Arka melangkah mundur satu langkah, lalu dua. Tangannya gemetar saat ia meraih sandaran kursi untuk menahan tubuhnya sendiri.

“Aku .…” Suaranya pecah sebelum kalimat itu sempat selesai.

Tidak ada pembelaan yang pantas. Tidak ada alasan yang cukup kuat. Semua kata terasa kotor jika diucapkan sekarang.

Arka terduduk di kursi, menunduk dalam-dalam. Untuk pertama kalinya sejak lama, Arka merasa benar-benar kehilangan kendali, bukan karena orang lain, tapi karena dirinya sendiri.

Di atas ranjang, Alana menutup matanya erat-erat. Air matanya terus mengalir, membasahi bantal. Bukan hanya karena sakit, tapi karena hatinya runtuh. Ada sesuatu dalam dirinya yang patah malam itu, dan ia tahu, tidak akan pernah kembali sama.

Malam terasa berjalan sangat lambat. Tidak ada lagi percakapan. Tidak ada sentuhan. Hanya dua orang di ruangan yang sama, terpisah oleh kesalahan yang terlalu besar untuk dihapus dengan kata maaf.

1
Surati
bagus ceritanya 👍🙏🏻 semangat thor 💪👍🥰
Kinara Widya
bagus sekali ceritanya..👍🏻👍🏻👍🏻
ina
hahahhaa
Ririn Nursisminingsih
alana kabur kok bawa aoa2 rugi dong
Erlinda Noviyani
qiwwqiwww 🤣
Gintania nia
selalu menarik
Reni Setia
makasih untuk novelnya dan bonus nya 😃
Mama Reni: Sama-sama
total 1 replies
Nani Te'ne
suka
Momcia
Dari pd manggil kak ke suami, lbh bagus mas atuh thor..atau Abang..
christina paya wan
selalu pertanyaan yg bodoh..
Bagong
biar si arka gila g punya keturunan,,,,,apalagi emaknya yg stresss itu,,,,,, trs dikekepin sama Celin
EembuL
Arka dan mama nya * T A I *
EembuL
buat nenek lampir itu tidur dirumah sakit sja.. 👊👊👊👊👊 buat dia tersiksa batin dan fisik
Lilis Yuanita
novelnya bgus tp kok dia apus q dh baca sebagian pdhl masih seru .. pria pilihan suamiku
Nethy Sunny
apa sih maunya c arka ini dulu sok2an mau lindungi pke nikah segala ehh kesininya dia malah gengsi ngakuin
Rina Arie
good
Kautami Firyati
kurang seru kalau tamat sekarang, aku ingin melihat kebahagiaan Arka yg sesungguhnya
Yulia
Ceritanya keren,top markotop pokonya 👍👍👍
antha mom
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
antha mom
makasih thor sukses selalu ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!