NovelToon NovelToon
Dinikahi Komandan Galak: Istriku Legenda Forensik

Dinikahi Komandan Galak: Istriku Legenda Forensik

Status: tamat
Genre:Dijodohkan Orang Tua / CEO / Penyelamat / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 5
Nama Author: Savana Liora

Pernikahan Zoya Ravendra dan Kalandra Dirgantara adalah perjodohan mutlak tanpa tanggal kadaluarsa. Bagi Kalandra, Kepala Unit Reskrim yang ditakuti, Zoya hanyalah istri pendiam yang membebani karena selalu mengurung diri di kamar.

​Namun, pandangan itu hancur saat kasus pembunuhan berantai "The Puppeteer" menemui jalan buntu. Zoya tiba-tiba muncul di TKP, menerobos garis polisi dengan tatapan datar dan berkata:

​"Singkirkan tangan kotormu dari leher korban, Komandan. Dia tidak dicekik. Ada residu sianida di kuku jari manisnya dan lebam mayat ini dimanipulasi."


​Hanya dalam lima menit, Zoya memecahkan teka-teki itu. Kalandra terlambat menyadari bahwa istri yang ia abaikan ternyata adalah "The Scalpel," legenda forensik dunia. Kini, Kalandra tidak hanya harus memburu pembunuh, tapi juga mengejar cinta istrinya yang hatinya lebih sulit diotopsi daripada mayat manapun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Liora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

​BAB 24: Pesta Sosialita

​"Mas, bisa berhenti mondar-mandir nggak? Pusing lihatnya. Lantai marmer ini baru dipoles, nanti lecet kena sepatu pantofel Mas."

​Suara Zoya terdengar samar dari balik pintu walk-in closet yang tertutup rapat.

​Kalandra mendengus kasar, menarik kerah tuksedo hitamnya yang terasa mencekik leher. Dia benci pesta. Dia benci basa-basi sosialita. Dan yang paling dia benci adalah fakta bahwa ibunya—Nyonya Besar Dirgantara—mengancam akan mencoret nama Kalandra dari keluarga kalau mereka tidak datang ke acara Gala Charity malam ini.

​"Dandan kok lama banget sih? Ini bukan mau operasi bedah plastik, Zoya. Cuma makan malam, salaman, senyum palsu, terus pulang," omel Kalandra tidak sabar. Dia melirik jam tangannya. "Lima menit lagi kamu nggak keluar, aku tinggal."

​"Tinggal saja kalau berani. Nanti Mama ngamuk ke Mas, bukan ke aku."

​Pintu lemari terbuka perlahan.

​Kalandra sudah siap melontarkan komentar pedas soal betapa lambatnya wanita berdandan. Mulutnya sudah terbuka, lidahnya sudah siap menyembur.

​Tapi tidak ada suara yang keluar.

​Kalandra membeku. Rahangnya jatuh, benar-benar jatuh sampai dia terlihat bodoh.

​Zoya melangkah keluar.

​Malam ini, tidak ada piyama beruang. Tidak ada kaos oblong kedodoran. Tidak ada kacamata baca tebal.

​Zoya mengenakan gaun malam berwarna merah darah—scarlet red—yang memeluk lekuk tubuh rampingnya dengan sempurna. Gaun itu berbahan sutra licin, model backless yang memamerkan punggung mulusnya yang seputih pualam. Belahan roknya tinggi, nyaris mencapai paha atas, memperlihatkan kaki jenjang yang melangkah anggun di atas heels kristal setinggi tujuh senti.

​Rambut hitamnya digelung modern dengan menyisakan sedikit anak rambut yang jatuh membingkai leher jenjangnya. Anting berlian panjang menjuntai, berkilauan ditimpa cahaya lampu kamar.

​Zoya berhenti di depan Kalandra, lalu mengibaskan tangannya di depan wajah suaminya yang bengong.

​"Halo? Mas Kalandra? Masih napas?"

​Kalandra tersentak kaget, buru-buru menutup mulutnya dan berdehem keras untuk menutupi rasa malunya. Jantungnya berdegup kencang, kali ini bukan karena takut lift macet, tapi karena serangan visual yang brutal.

​"B-biasa aja," komentar Kalandra gagap, matanya tidak berani menatap belahan dada gaun Zoya yang rendah. "Terlalu merah. Kayak cabe."

​"Bagus dong. Biar pedas," sahut Zoya santai sambil mengambil tas clutch kecil dari meja rias. "Ayo berangkat. Katanya Mas takut telat."

​Di ballroom Hotel Grand Cempaka, suasana sangat meriah. Lampu kristal raksasa menggantung di langit-langit, musik klasik mengalun lembut, dan wangi parfum mahal bercampur aduk di udara.

​Begitu Kalandra dan Zoya melangkah masuk ke karpet merah, puluhan pasang mata langsung tertuju pada mereka. Atau lebih tepatnya, pada Zoya.

​Kalandra merasakan tatapan lapar dari para pria berjas mahal di ruangan itu. Ada CEO muda yang menatap kaki Zoya, ada pejabat tua yang menatap punggung Zoya. Kalandra mendadak merasa ingin mencolok mata mereka satu per satu.

​Refleks posesifnya menyala. Kalandra langsung merangkul pinggang Zoya erat-erat, menarik tubuh istrinya menempel ke sisi tubuhnya.

​"Jangan jauh-jauh," bisik Kalandra tajam di telinga Zoya. "Banyak buaya darat."

​"Mas juga buaya," balas Zoya geli, tapi dia membiarkan suaminya memeluk pinggangnya.

​"Kalandra! Zoya! Akhirnya datang juga!"

​Seorang wanita paruh baya dengan kebaya glamor penuh payet berlari kecil menghampiri mereka. Itu Mama Kalandra, wajahnya berseri-seri bangga.

​"Ya ampun, menantu Mama cantik sekali!" Mama langsung memeluk Zoya, lalu menatap Kalandra sinis. "Tuh kan, Kalan. Istrimu itu berlian. Makanya jangan dikurung di rumah terus. Sekali-kali dibawa pamer begini biar orang tahu selera keluarga Dirgantara itu kelas atas."

​"Iya, Ma, iya," jawab Kalandra malas.

​"Ayo, Zoya. Ikut Mama ke meja Tante Siska. Dia bawa anaknya yang baru pulang dari London, katanya mau dikenalin ke Kalan kalau Kalan masih single. Kita bikin dia panas hati lihat kamu!"

​Tanpa persetujuan Kalandra, Mama langsung menarik tangan Zoya, menyeretnya membelah kerumunan ibu-ibu sosialita.

​"Ma! Jangan dibawa jauh-jauh!" protes Kalandra, hendak menyusul. Tapi langkahnya terhadang oleh seorang pelayan yang membawa nampan minuman.

​Kalandra mendengus kesal, kehilangan jejak istrinya di lautan manusia. Dia berdiri gelisah di pinggir ruangan, matanya menyapu sekeliling seperti radar, memastikan tidak ada ancaman.

​Di seberang ruangan, Zoya tersenyum sopan menanggapi pujian basa-basi teman-teman mertuanya. Tenggorokannya mulai terasa kering karena terus-menerus menjawab pertanyaan "kapan punya momongan?".

​Zoya memisahkan diri sebentar, berdiri di dekat pilar besar untuk mencari udara segar.

​"Minumannya, Nyonya?"

​Seorang pelayan pria berseragam rompi hitam muncul di sampingnya, menyodorkan nampan berisi gelas-gelas kristal yang berembun dingin. Pelayan itu menunduk sopan, memakai masker kesehatan hitam dan kacamata berbingkai tebal yang menutupi sebagian besar wajahnya.

​"Ah, terima kasih. Kebetulan saya haus," ucap Zoya sambil tersenyum tipis.

​Tangannya terulur hendak mengambil gelas mocktail berwarna biru laut yang terlihat segar.

​Pelayan itu tidak beranjak. Di balik kacamata tebalnya, matanya menatap leher jenjang Zoya dengan sorot yang aneh. Sorot mata yang bukan mengagumi kecantikan, melainkan seperti sedang mengukur letak pembuluh darah arteri carotis.

​"Silakan, Nyonya. Ini racikan spesial malam ini," suara pelayan itu terdengar serak dan rendah, teredam masker. "Namanya The Last Breath."

​Zoya memegang kaki gelas itu. Dinginnya es menjalar ke ujung jarinya. Dia belum menyadari bahwa pria yang berdiri setengah meter di depannya, yang sedang memegang nampan dengan tangan terbungkus sarung tangan putih bersih, adalah mimpi buruk yang sedang dicari suaminya ke seluruh penjuru kota.

​Hanggara tersenyum lebar di balik maskernya. Jarum suntik mikro yang dia sembunyikan di balik serbet nampan sudah siap menembus kulit halus itu begitu Zoya lengah meneguk minumannya.

1
🍁🌹Risma Ayu🌹🍁
komandan koclok🤣🤣🤣🤣🤣
Ana Ajha
ceritanya kereeen
ada seriusnya ada kocak2nya..
alurnya juga ga maju mundur jadi nyqman bacanya
kece banget pokoknya..harus bacaaa..
mkasii kk author
aas
hadeeeeeh modus aja si Pak Komandan 🤣
Kurnia Dominius
baru ini sih baca novel action yg EMG bikin gereget jantung gw like buat autornya deh
Ona Arifin
saya suka...sangat suka..seakan2 terlibat didalam cerita ini..bravo
Na
Waduh 🤓
stevany indri
baret biru mah neneknya altair😁
Sani Srimulyani
hahahahha lucu sih ini ngebayanginnya ...
Sani Srimulyani
bisa2nya minta dianterin ke kamar mayat....emang agak Laen bumil satu ini....
🍁🌹Risma Ayu🌹🍁
🤣🤣🤣🤣..komandan galak merajuk
Marhamah Aja
🤣🤣🤣🤣
aas
kocak banget ini pasangan 🤣🤣🤣
🍁🌹Risma Ayu🌹🍁
kalandra plonga plongo
Imam Sujono
sumpah....kerennn pollll pake empat hurf L......huistimiwarrrr Thorrr...jempol delapan kanggo riko...👍👍👍👍👍👍👍👍😄😄😄😄
andini
sepanjanfg baca malah kagum sama authornya 😍
Ungsi Solin
mantap
celi amanda
Background author medis ya?
celi amanda
Author nya keren 👍
celi amanda
Keren author nya 👍
linanda eneste
sekalian masuk aja pak komandan.. gpp suami istri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!