NovelToon NovelToon
Legenda Pendekar Racun No 1

Legenda Pendekar Racun No 1

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Kebangkitan pecundang / Action / Epik Petualangan / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Xiao Chen kehilangan seluruh keluarganya akibat sebuah rumor tentang Buku Racun Legendaris yang sebenarnya tidak pernah ada. Keserakahan sekte-sekte besar dan para pendekar buta membuat darah tak bersalah tumpah tanpa ampun.

Dihantam amarah dan keputusasaan, Xiao Chen bersumpah membalas dendam. Ia menapaki jalan terlarang, memilih menjadi pendekar racun yang ditakuti dunia persilatan.

Jika dunia hancur karena buku racun yang tak pernah ada, maka Xiao Chen akan menciptakannya sendiri—sebuah kitab racun legendaris yang lahir dari kebencian, kematian, dan dendam abadi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26: Gerhana Nyawa di Puncak Altar

​Saat Pohon Primordial runtuh sepenuhnya menjadi abu hitam, dari reruntuhan bangunan utama muncul sosok yang memancarkan aura putih yang begitu menyilaukan hingga menyaingi sinar matahari. Dialah Pemimpin Lembah Dewa Obat, Maha Guru Yao.

​Yao tidak tampak seperti orang tua; ia memiliki wajah pemuda abadi dengan rambut hijau giok yang panjang.

Di tangannya, ia memegang sebuah tanaman kecil yang akarnya terus berdenyut seperti jantung—Tanaman Primordial Hidup dan Mati.

Aura yang dipancarkannya telah mencapai Ranah Raja Roh tingkat puncak, selangkah lagi menuju Ranah Kaisar yang legendaris.

​"Kau telah menghancurkan keseimbangan dunia, Xiao Chen," ucap Yao. Suaranya bukan lagi suara manusia, melainkan harmoni dari ribuan nyawa yang pernah ia selamatkan. "Racunmu adalah noda di atas kain kafan semesta. Biarkan aku mencucinya dengan darahmu."

​Tanpa peringatan, Yao menghentakkan kakinya. Tanah di bawah Xiao Chen berubah menjadi lautan cahaya cair.

​"Teknik Suci: Penghakiman Seluruh Alam!"

​Seketika, ribuan jarum cahaya yang masing-masing mengandung energi regenerasi paksa menyerbu Xiao Chen.

Berbeda dengan para tetua sebelumnya, energi Yao sangat murni sehingga ia mampu menembus lapisan pelindung ungu Xiao Chen.

​Srak! Srak! Srak!

​Xiao Chen terlempar mundur. Untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama, darah menyembur dari bahu dan pahanya.

Jarum-jarum itu tidak hanya melukai; mereka memaksa sel-sel di sekitar luka untuk tumbuh secara liar, menciptakan tumor-tumor daging yang menyiksa sarafnya.

​"Tuanku!" Bai berteriak histeris. Melihat setetes darah jatuh dari tubuh Xiao Chen memicu kegilaan di dalam dirinya. "Berani kau menyentuhnya dengan tangan kotormu!"

​Bai melesat seperti kilat perak, cakarnya memanjang dan matanya berubah menjadi ungu gelap yang mengerikan.

Namun, Yao hanya melambaikan tangan kiri. Sebuah pusaran energi hijau menangkap Bai dan menghempaskannya ke dinding gunung dengan kekuatan yang luar biasa.

​"Ling, mundur!" perintah Xiao Chen dengan suara serak. Ia memaksakan Qi hitamnya untuk menghancurkan pertumbuhan sel liar di lukanya. Rasa sakitnya begitu hebat hingga ia harus berlutut di satu kaki.

​Yao melayang mendekat, wajahnya tanpa ekspresi. "Kau menyebut dirimu Legenda? Kau hanyalah anak kecil yang bermain dengan kotoran di hadapan keajaiban hidup yang sesungguhnya."

​Yao mengangkat Tanaman Primordial Hidup dan Mati. Tanaman itu bersinar terang, dan tiba-tiba, seluruh energi maut yang disebarkan Xiao Chen di altar tadi berbalik menyerangnya.

​"Pembalikan Takdir: Maut Menjadi Hidup!"

​Xiao Chen terbatuk darah. Ia merasakan racun-racunnya sendiri di dalam tubuhnya mendadak berubah menjadi energi penyembuh yang terlalu kuat, membuat organ dalamnya membengkak karena kelebihan beban nutrisi. Ini adalah ironi tertinggi bagi seorang ahli racun: dibunuh oleh "kesehatan" yang dipaksakan.

​"Uhuk... Hebat... Benar-benar hebat..." Xiao Chen menyeringai, meskipun darah mengalir dari hidung dan matanya.

​Ia berdiri perlahan, tubuhnya gemetar hebat. Tangannya yang gemetar merogoh ke dalam jubahnya dan mengeluarkan Buah Inkarnasi Maut yang baru saja ia ambil dari pohon yang layu.

​"Kau pikir... kehidupan adalah segalanya, Yao?" Xiao Chen menggigit buah itu. Seketika, aura hitam yang sangat pekat meledak dari tubuhnya, bertabrakan dengan aura cahaya Yao.

​"Tanpa maut, kehidupan hanyalah penjara tanpa akhir!"

​Xiao Chen melesat maju, mengabaikan luka-lukanya yang terbuka lebar. Ia memusatkan seluruh sisa energinya ke tangan kanannya.

​"Seni Terlarang: Lima Jari Pembusukan Dewa!"

​Yao mencoba menangkis dengan perisai cahaya dari Tanaman Primordial, namun Xiao Chen tidak menghindar. Ia membiarkan pedang cahaya Yao menembus perut kirinya demi mendapatkan jarak yang cukup.

​Jlep!

​"Apa?!" Yao membelalak. Ia tidak menyangka Xiao Chen akan melakukan serangan bunuh diri.

​Xiao Chen mencengkeram wajah Yao dengan tangan kanannya yang kini telah berubah menjadi hitam legam seperti arang. "Jika aku harus terluka untuk menyeretmu ke neraka... maka jadilah!"

​Seketika, racun purba dari buah tersebut merambat masuk ke otak Yao. Cahaya suci di sekitar mereka mulai meredup, digantikan oleh kegelapan yang menyesakkan. Tubuh Yao yang abadi mulai mengeriput, dan rambut hijaunya rontok satu per satu.

​"T-tidak mungkin... Kehidupanku... abadi..." Yao merintih saat ia mulai meluruh menjadi debu di tangan Xiao Chen.

​Xiao Chen terhuyung mundur saat tubuh Yao menghilang ditiup angin. Ia jatuh terduduk, memegangi perutnya yang berlubang dan bahunya yang hancur. Napasnya pendek dan berat.

​Bai, dengan tubuh yang penuh luka memar, merangkak mendekati Xiao Chen. Ia menangis tersedu-sedu, memeluk tubuh Xiao Chen yang bersimbah darah. "Maafkan aku, Tuanku... aku gagal melindungimu... jangan tinggalkan aku... kumohon..."

​Ling juga berlari mendekat, segera menggunakan Qi racunnya untuk membekukan luka-luka Xiao Chen agar pendarahannya berhenti.

​Xiao Chen menatap Tanaman Primordial Hidup dan Mati yang kini tergeletak di tanah, cahayanya meredup namun masih berdenyut. "Jangan menangis, Bai... Ling... kita mendapatkan kuncinya."

​Meskipun terluka parah dan hampir kehilangan nyawanya, mata Xiao Chen memancarkan cahaya kemenangan yang mengerikan.

Ia telah mengalahkan puncak pengobatan dunia, dan dengan tanaman di depannya, pintu menuju Ranah Kaisar Racun kini benar-benar terbuka lebar.

1
Aman Wijaya
jooooz pooolll lanjut terus
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Iyeeeees 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Dendam yg tumbuh menjadi sebuah obsesi..
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Muantebz 🔥🌽
Aman Wijaya
lanjut terus
Aman Wijaya
jooooz pooolll Thor lanjut
Aman Wijaya
jooooz jooooz pooolll lanjut terus Thor
Agen One: 👍🤣😭🔥🔥😭🤣😱😱🤣🔥💪💪👍😭🤣😱🤭🤣👍🔥🔥🔥💪💪🔥🔥
total 1 replies
JUWANTO
🔥 Jejak Silat di Puncak Dimensi 🔥
Silat Nusantara • Kultivasi • Dunia Purba • Dimensi

MC tidak naif.
Kekuatan dibangun dari raga, napas, dan kehendak.

👉 Jika suka progres nyata & cerita panjang,
jangan lupa favorit & komentar.
Agen One: semangat teruzzz💪💪💪
total 1 replies
momoy
cuma mau tanya Thor umur Xiao Chen berapa waktu orang tua nya mati,trs di dalam gua ya ada di lembah beracun berapa taun kok bisa dah 25 taun aja
Agen One: 15 tahun
total 1 replies
Aman Wijaya
mantab xiao Chen
Agen One: terima kasih💪💪💪💪💪
total 1 replies
Aman Wijaya
xiao Chen kok gak bawa harta rampasan dari sektenya mu rong sekte pedang langit
Agen One: udah di ambil, cuma gak di jelaskan
total 1 replies
Aman Wijaya
lanjut terus Thor semangat semangat
Aman Wijaya
jooooz pooolll lanjut
Aman Wijaya
mantab xiao Chen
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Hadir.. Tetap semangat Thor 💪💪
Agen One: Terima kasih mbah sudah hadir/Pray/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!