NovelToon NovelToon
Bayangan Di Ujung Takdir

Bayangan Di Ujung Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: dyrrohanifah

Di bawah kaki Pegunungan Abu, terdapat sebuah desa kecil bernama Desa Qinghe. Desa itu miskin, terpencil, dan nyaris dilupakan dunia. Bagi para kultivator sejati, tempat itu tidak lebih dari titik tak berarti di peta Kekaisaran Tianluo.

Di sanalah Qing Lin tinggal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dyrrohanifah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 17 mata di atas batu

Di Aula Batu Tengah, suasana tenang.

Kabut tipis menggantung di langit-langit tinggi, berputar mengikuti formasi penenang. Beberapa penatua duduk bersila di atas alas batu, masing-masing memegang gulungan laporan harian.

Penatua Gu Yan membuka satu papan kayu terakhir.

Namanya berhenti di satu baris.

Qing Lin.

Ia membaca ulang.

Murid luar.

Tanpa akar spiritual terdeteksi.

Menyelesaikan tugas zona berbahaya sendirian.

Frekuensi kematian binatang iblis di area tugas: meningkat.

Gu Yan mengernyit.

“Lagi?” gumamnya.

Ia melirik penatua di sampingnya, seorang pria tua berjanggut putih, Penatua Shen.

“Laporan zona Lereng Retak Utara,” kata Gu Yan. “Dua Tikus Batu Iblis dan satu Serigala Retak. Bersih. Tanpa luka serius pada murid.”

Penatua Shen membuka mata perlahan. “Murid luar?”

“Ya.”

“Yang membuat Batu Resonansi retak?”

Gu Yan mengangguk.

Hening sejenak.

“Batu itu tidak bersinar,” kata Shen. “Namun retak dari tekanan dalam. Itu bukan teknik qi biasa.”

Gu Yan menatap formasi kabut. “Ia tidak menunjukkan aura.”

“Justru itu yang mencurigakan.”

Sementara itu, Qing Lin tidak tahu apa-apa.

Ia kembali ke rutinitasnya.

Bangun sebelum fajar.

Latihan napas singkat.

Bekerja.

Tidak berbicara kecuali perlu.

Namun perubahan kecil mulai terasa.

Tubuhnya pulih lebih cepat.

Luka ringan mengering dalam semalam.

Dan yang paling jelas—

ia jarang merasa lelah.

Malam itu, saat ia duduk bersila, Sutra Darah Sunyi berdenyut lebih teratur.

Tidak mendesak.

Tidak liar.

Seolah… menunggu izin.

Qing Lin membuka mata.

“Aku tidak akan membunuh tanpa alasan,” katanya pelan.

Kitab itu tidak menjawab.

Namun alirannya menyusut—tanda penerimaan.

Keesokan harinya, Liang He kembali memanggilnya.

“Tugas baru,” katanya singkat.

Ia menyerahkan papan.

Zona: Gudang Batu Lama

Tugas: Pengangkutan & pembersihan

Pendamping: Murid dalam – Zhao Ming

Nama itu membuat beberapa murid luar menghela napas.

Zhao Ming.

Murid dalam tahap awal Pengumpulan Qi, dikenal kejam pada murid luar.

Qing Lin menerima papan itu tanpa komentar.

Di gudang batu, Zhao Ming sudah menunggu.

Ia tersenyum saat melihat Qing Lin.

“Jadi kau yang bikin ribut itu,” katanya santai. “Tenang saja. Aku cuma mau lihat.”

Pekerjaan dimulai.

Batu berat.

Debu tebal.

Zhao Ming tidak membantu.

Ia mengamati.

Setiap gerakan Qing Lin.

Setiap napas.

Saat Qing Lin mengangkat batu besar sendirian, Zhao Ming menyipitkan mata.

“Menarik,” gumamnya.

Saat istirahat, Zhao Ming melemparkan batu kecil ke arah Qing Lin.

“Kalau kau kuat,” katanya, “tunjukkan.”

Qing Lin mengangkat kepala.

Tatapan mereka bertemu.

Tidak ada niat membunuh.

Tidak ada tantangan.

Hanya peringatan.

“Aku hanya ingin menyelesaikan tugasku,” kata Qing Lin.

Zhao Ming tertawa kecil. “Sayang sekali.”

Malam itu, Gu Yan berdiri di balkon batu.

Ia memandang ke arah asrama murid luar.

Di matanya, garis-garis qi samar terlihat—hasil teknik pengamatan tingkat tinggi.

Sebagian besar murid luar kosong.

Namun satu titik… tidak kosong.

Bukan terang.

Melainkan padat dan tertutup rapat.

Gu Yan menghela napas pelan.

“Jika dibiarkan,” gumamnya, “ia akan jadi masalah.”

Di dalam kamarnya, Qing Lin membuka mata.

Entah kenapa—

ia merasa seperti sedang diperhatikan.

Dan di Sekte Batu Awan,

mata pertama telah terbuka.

halo ✋👋Terima kasih yang udah membaca novel ku

Dan semoga kalian sehat selalu, jujur aku masih baru pertama kali dalam buat novel dan sedikit ada rasa yang tidak memuaskan

1
asri_hamdani
jauh sekali lompat ceritanya 🙏
Rohanifah: biar cepet end ga sih,
total 1 replies
asri_hamdani
Hmmm🤔 awal yang menarik
asri_hamdani
Awal mula yang menarik 🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!