NovelToon NovelToon
TENTANG KAMU DAN DIA

TENTANG KAMU DAN DIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta setelah menikah / Cintapertama
Popularitas:736
Nilai: 5
Nama Author: MAMI ADRIELLA20

Mungkin ini jalan takdir atau rencana terselubung ku, ternyata tak perlu jauh aku mencari mu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MAMI ADRIELLA20, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perjanjian pranikah

Langkah lunglai namun masih ada semangat di hati, aku menghubungkan panggilan video dengan bang Dean. Disana bang Dean tidak lagi sibuk, cara dia duduk sepertinya sehabis makan dan merokok di teras rumah.

"Abang beneran datang kerumah," ucap ku lemah lembut. Di balik selimut ketutup sebagian wajah ku. "Ia, mengingat usia sudah tak lagi muda gimana Mi? Kita lanjutkan ke jenjang serius."

Diam ku ditunggu bang Dean, dia tak bicara sampai aku mengeluarkan sebuah statement. 'Bisa emang.'

"Bang, aku pernah lihat kamu rayakan ulang tahun cewek di komunitas. Kamu panggil dia wife gimana hubungan mu sama dia?" Aku enggak mau bawa-bawa Lista atau pun orang lain dalam permasalahan kami, biar aku tau juga kalau dia berbohong atau mau terbuka kepada ku. "Itu, Irma." Singkat padat tanpa penjelasan panjang, ia masih ragu untuk cerita kah.

"Sudah putus?" Gelengan kepala bang Dean melanjutkan cerita dia.

"Dia sudah meninggal, sudah lumayan lama lah. Kami bangun hubungan sudah cukup lama, jujur rumah yang kita datangi kemarin itu hasil kerja sama kami, cuman udah lunas ku bayar ke keluarga Irma untuk uang Irma yang masuk. Terus soal apa lagi?" Aku sedikit cemberut mendengar cerita bang Dean, cuman kok ada pikiran kalau misalnya Irma masih hidup bang Dean pasti enggak jadi milikku.

"Terus..." aku diam melihat seorang wanita datang dari belakang bang Dean, dia ingin berbicara cuman tertunda karena melihat ku dilayar telepon. "Halo, siapa ini?" Sapanya lama kelamaan.

"Miwa bou," pandang nya pindah ke bang Dean, ia mengambil handphone bang Dean. Duduk di sebelah bang Dean, malah bercerita dengan ku. "Boru apa Nang" Andai ngomong langsung pasti bisa ku cubit ini bang Dean, kenapa coba orang tua dibawa-bawa dalam masa pengenalan ini. "Saragih." Senyum ku berupaya supaya tidak kelihatan sombong nya.

"Oh ini Boru Saragih yang dikenal kan itu, itulah Nang. Sudah di datangi Abang ke orang tua disana kan... Ku dengar cerita nya tinggal keputusan kalian lah menentukan gimana kedepannya, kalau bou yang kau tanya kan gimana baiknya lah. Abang mu juga kan udah tua, enggak usah lah lama-lama kalau bou bisa bantu beli cabe bawang kalian lah Nang nantinya."

Dari bahasa Mama nya bang Dean terlihat tersusun rapi dan memang orangnya pembersih terlihat dari bibir yang habis makan sirih itu tidak meninggalkan plat di giginya.

"Ia bou, berikan aku waktu buat mikir ke arah sana ya bou. Bou kalau balik ke Jakarta mau nitip roti bulan sama cimpa dari sana." Minta ku langsung manja, aku juga sekalian test ini perempuan tipikal gimana, benar-benar kah sesuai yang di tampilkan.

"Ih tau rupanya kau makanan itu?" Meragukan bou ini dikira stayle kota gini gak mengenal adat apa, itu kan makanan khas Batak. Ya jelas tau lah.

"Tau lah bou, makanya aku titip." Bou tertawa mendengar nya, iya pulak ya jawabannya menggunakan logat Medan.

Kami lanjut cerita-cerita sampai aku tak sadar tertidur, bukan dengan bou melainkan dengan bang Dean. Bou bicara hanya 1 Jam lamanya, setelah nya aku di tinggal tidur— eh tadi aku sudah nanya belum ya soal mantan bang Dean, ah pusing sekali.

Handphone ku panas jadinya, perdana baterai handphone habis setelah 3 Tahun bersama... Tetap hidup dan lanjut bicara. "Kamu mau kerja?" Bang Dean baru bangun, ia tidak lupa berdoa dan mulai merapikan tempat tidur.

"Iya, udah telat bangett nihh, aku matikan ya." Panggilan telepon berakhir, enggak nyangka aja bisa secepat ini dekat dengan bang Dean. Malah keluarga nya juga cepat banget lagi langsung dekat sama aku.

Oh iya aku lupa apa yang dibicarakan hari itu dirumah ketika bang Dean datang, apa Papa dan Mama menyambut bang Dean dengan baik. Apa telepon aja nanti ya setelah pulang kantor, tapi aku ke pikiran.

Miwa: [ Abang waktu datang kerumah bahas apa aja?] Pesan ku singkat namun ingin tahu mendalam.

Bang Dean: [ Ya sebatas obrolan keluarga aja, kamu sih enggak ikut pulang sama aku.]

Lah ini anak, bukannya jawab sesuai dihati malah bikin ke pikiran. Bang diam kirim gambar kalau bou, Mama nya bang Dean sedang masak rendang kuda, aku suka dan

ya, aku minta dikirim. Kemudian video balasan bou sedang packing dikirim kepada ku.

"Ini bou kirim ya Nang." asik dapat kiriman banyak dari Mama nya bang Dean, sepertinya Mama bang Dean amat memanjakan para anak-anak nya.

Kalau tidak ada perubahan pasti enak punya mertua seperti ini, suka masak mau berbagi.

Miwa: [Abang kapan pulang?]

bang Dean:[Lusa]

Uda gitu aja enggak ada nih balasan lainnya, ya ampun cuek Nye. menghadapi seperti ini aku kurang toleransi rasanya, aneh aja kalau semangat ku harus pudar karena balasan cuek dari pihak seberang.

Balas apa ya, aku juga bingung jawab apa. Ya udah lah ya kan kita tunggu dia pulang aja.

Berkas-berkas terakhir ku selesaikan dengan cepat, secepat kilat semuanya selesai dengan baik. Ngantuk rasanya, tapi ngantuk ini bukan karena capek melainkan nyaman aja gitu, tapi jam kerja ku masih lanjut. Nantilah jam makan siang ku pakai untuk tidur, ku lihat story Josua sedang liburan dengan wanita pilihan keluarga nya.

Wanita itu jauh lebih cantik dariku, ekonomi nya juga lebih bagus dari aku. Makanya orang tua Josua ingin anaknya menikahi wanita seperti itu, di dalam beberapa foto Josua seperti bersemangat dekat dengan dia.

Ikut bahagia dengan kedekatan mereka, mungkin seperti ini lah takdir tidak ada yang tau, buktinya aku dan bang Josua dekat tidak terlalu lama sudah ingin lebih serius, kalau dibandingkan hubungan lama hanya memakan waktu saja, tidak ada tujuan ujung-ujungnya.

Gak ada planning apa-apa untuk hari ini, banyaknya tugas menjadikan ku anti untuk pegang handphone. Beberapa file masih belum siap hingga jam menunjukkan pukul sepuluh malam, inilah yang ku hadapi jika nya mengambil jabatan lebih tinggi.

"Huahhhh," ngantuk nya benar-benar berat untuk ditahan, apalagi ini sudah jam nya untuk tidur. bolak-balik uap-an nafas ku menganggu pekerjaan, ujung-ujungnya aku pilih alternatif tercepat yaitu pulang menggunakan ojek online. Untuk turun ke bawah aja persendian sudah malas bergerak apalagi untuk mengendarai si hitam enggak dulu deh terjadi inseden pula nanti.

"Malam pak," kataku kepada satpam penjaga kantor.

Ojek ku sudah datang. Begitu lihai dia mengendarai sepeda motor tanpa ada beban dia membawa ku dengan selamat, pukul 12 malam aku tiba dirumah dengan selamat.

1
Zanahhan226
aku mampir nih, Kak..
semangat, yah..
jan lupa mampir juga..
kita saling dukung, yah..
💪💪💪
Zanahhan226
‎Halo, Kak..

‎Datang dan dukung karyaku yang berjudul "TRUST ME", yuk!

‎Kritik dan saran dari kakak akan memberi dukungan tersendiri untukku..
‎Bikin aku jadi semangat terus untuk berkarya..

‎Ditunggu ya, kak..
‎Terima kasih..
‎🥰🥰🥰
MAMI ADRIELLA20: woke kak, terima kasih sudah mampir
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!