NovelToon NovelToon
DEWA IBLIS : SHEN YU

DEWA IBLIS : SHEN YU

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Sad ending / Antagonis Jahat / Epik Petualangan / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Mengubah Takdir
Popularitas:36.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Shen Yu, seorang pemuda yang memikul takdir terlarang sebagai pewaris Raja Iblis Purba (Tangan Asura, Mata Iblis, dan Jantung Ketiadaan), memimpin sekelompok jenius buangan untuk melawan takdir mereka: Ye Qing sang Dewa Pedang Bintang, Su Ling pemilik Mata Iblis Surgawi, Feng Jiu sang Ratu Phoenix, dan Long Tu sang Jenderal Setengah Naga.

Setelah menghancurkan ambisi Sekte Mayat dan menolak menjadi wadah pengorbanan bagi Istana Langit Utara, Shen Yu melakukan langkah gila: ia meledakkan Jantung Iblis untuk merobek dinding realitas, membawa timnya melarikan diri ke dalam celah dimensi yang mematikan.

Tiga tahun berlalu dalam kehampaan. Kini, mereka muncul kembali di Benua Roh Abadi, sebuah dunia tingkat tinggi yang jauh lebih buas dan kuno. Dengan kekuatan yang telah berevolusi mencapai ranah Nascent Soul, Shen Yu tidak lagi berniat lari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 17

Hutan Jeritan - Gua Persembunyian Su Yan.

Su Yan mundur hingga punggungnya menabrak dinding gua yang dingin. Napasnya memburu, matanya terbelalak lebar menatap dua sosok yang memblokir pintu keluar.

Di kiri, Ye Qing bersandar santai pada batu, memainkan pedang Bintang Polaris nya yang berkilau dingin. Di kanan, Cang Wu berdiri diam seperti tembok daging. Tubuhnya penuh luka gores dan memar, tapi dia tidak menunjukkan tanda-tanda kesakitan. Darah mengering di sudut bibirnya darah dari sepupu-sepupu Su Yan yang dia "patahkan".

"J-Jangan mendekat!" jerit Su Yan, suaranya melengking histeris. Wajah cantiknya kini berantakan oleh air mata dan debu. "Aku Nona Muda Klan Su! Jika kalian menyentuhku, Leluhurku akan menguliti kalian hidup-hidup!"

Ye Qing tertawa kecil. Tawa yang meremehkan.

"Leluhurmu?" Ye Qing menunjuk ke atas. "Dia sedang menonton sekarang. Dia melihat bagaimana sepupumu merengek seperti bayi. Dan sekarang, dia akan melihatmu."

Ye Qing melangkah maju satu langkah.

"Berlututlah. Patahkan tanganmu sendiri. Dan mungkin... hanya mungkin... aku tidak akan menghancurkan wajah cantikmu itu."

Keputusasaan melanda Su Yan. Dia tahu dia tidak bisa menang lawan Ye Qing, apalagi dengan monster bisu di sebelahnya. Harga dirinya hancur. Tapi di balik ketakutan itu, kegilaan mulai tumbuh.

Aku tidak akan berakhir seperti Su He... Aku tidak akan menjadi cacat!

Tangan Su Yan merogoh ke dalam jubahnya, menyentuh sebuah kotak giok kecil. Itu adalah harta penyelamat nyawa yang diberikan ayahnya.

Jarum Pembunuh Jiwa (Soul-Killing Needle). Artefak sekali pakai yang dibuat dari tulang Binatang Mimpi Buruk. Mampu menembus pertahanan fisik apa pun dan langsung menyerang jiwa. Bahkan Nascent Soul akan lumpuh jika terkena.

Matanya menatap Ye Qing. Dia pemimpinnya. Jika dia mati, si bisu itu pasti bingung.

"MATI KAU, BAJINGAN!"

Su Yan melempar kotak itu. Kotak itu meledak, melepaskan jarum hitam setipis rambut yang melesat dengan kecepatan suara.

ZIIIIING!

Jarum itu tidak terlihat oleh mata telanjang. Hanya niat membunuh yang dingin yang terasa.

Targetnya: Dahi Ye Qing.

Ye Qing terkejut. Jaraknya terlalu dekat. Dia mencoba mengangkat peti pedangnya, tapi dia tahu dia terlambat sepersekian detik.

BAM!

Suara benturan berat terdengar.

Ye Qing tidak merasakan sakit. Dia membuka matanya yang sempat terpejam.

Di depannya, berdiri punggung lebar yang penuh bekas luka.

Cang Wu.

Pemuda itu telah melompat secara insting, menggunakan tubuhnya sendiri sebagai tameng daging untuk melindungi Ye Qing.

Jarum hitam itu menancap tepat di tengah dada Cang Wu, menembus kulit pucatnya.

"Cang Wu!" seru Ye Qing.

KRAAAAAK...

Suara retakan tulang terdengar mengerikan dari dalam dada Cang Wu.

Jarum itu melepaskan racun spiritual yang merusak jiwa. Namun, Cang Wu tidak memiliki "Jiwa" seperti kultivator biasa. Jiwanya telah melebur ke dalam Tulang Iblis Sembilan Hantu-nya.

Tulang rusuk hitam di dalam tubuhnya bergetar menahan serangan itu. Retakan halus muncul di permukaan tulang iblisnya. Rasa sakitnya setara dengan ribuan pisau yang mengiris sumsum tulang.

Tubuh Cang Wu gemetar hebat. Lututnya sedikit menekuk.

Su Yan tertawa histeris. "Hahaha! Kena! Mampus kau! Jarum itu akan melelehkan jiwamu!"

Namun, tawa Su Yan terhenti mendadak.

Cang Wu tidak jatuh.

Dia menegakkan kembali tubuhnya. Dia menunduk, melihat jarum hitam di dadanya, lalu mencabutnya dengan tangan kosong.

SPLAT.

Darah hitam muncrat. Cang Wu meremas jarum artefak itu hingga hancur menjadi debu di tangannya.

Dia mendongak menatap Su Yan. Matanya yang biasanya kosong kini menyala merah padam bukan karena marah, tapi karena Mode Mengamuk dari Tulang Iblis yang aktif saat terluka parah.

"Sakit..." geram Cang Wu. Suaranya seperti monster yang bangkit dari kubur.

"T-T-Tidak mungkin..." Su Yan mundur sampai menempel dinding. "Kenapa kau tidak mati?!"

Cang Wu melangkah maju. Satu langkah. Dua langkah.

Dia mencengkeram leher Su Yan dengan tangan kanannya yang besar.

"Ukh!"

Cang Wu mengangkat tubuh Su Yan ke udara. Kaki gadis itu menendang-nendang tak berdaya. Wajahnya membiru.

Ye Qing menepuk bahu Cang Wu. "Jangan bunuh dia di sini, Saudara. Bos bilang dia harus 'dikirim' ke keluarganya."

Cang Wu menoleh kaku pada Ye Qing, lalu mengangguk.

Dia berjalan keluar gua sambil menyeret Su Yan yang tercekik, menuju ke tepi Hutan Ilusi yang berbatasan langsung dengan dinding formasi arena.

Di Luar Arena - Stadion Ibukota.

Suasana di tribun VIP sangat tegang. Leluhur Klan Su (Wajah Raksasa di langit) dan Para Tetua menonton dengan napas tertahan. Layar kristal menunjukkan Cang Wu yang membawa Nona Muda mereka seperti membawa karung sampah.

"Apa yang akan dia lakukan?" bisik penonton.

Di layar, Cang Wu berdiri di tebing tertinggi Hutan Ilusi. Di depannya adalah portal pusaran yang menghubungkan dunia ilusi dengan arena nyata.

Cang Wu menatap lurus ke arah "proyeksi" formasi pengawas. Tatapannya seolah menembus layar, menatap langsung ke arah Leluhur Klan Su.

Dia mengangkat Su Yan tinggi-tinggi dengan satu tangan.

"Klan Su..." suara Cang Wu bergema melalui formasi suara arena.

"Sampah."

Dengan kekuatan penuh otot Tulang Iblis-nya, Cang Wu Melempar Su Yan.

WUUUUUUUSH!

Tubuh Su Yan melesat seperti peluru meriam, menembus portal pusaran.

Di dunia nyata, di tengah arena stadion...

BOOOOOOM!

Sebuah objek melesat keluar dari portal teleportasi dengan kecepatan mengerikan. Objek itu terbang melintasi arena, melewati kepala ribuan penonton, dan mengarah tepat ke Tribun VIP Klan Su.

"Tahan!" teriak seorang Tetua Su, mencoba menangkap objek itu.

Tapi momentum lemparan Cang Wu terlalu kuat.

BRAKK!

Tubuh Su Yan menghantam meja giok di depan Tetua itu hingga hancur berkeping-keping. Dia berguling dan berhenti tepat di kaki Leluhur Klan Su (yang manifestasi tubuh aslinya duduk di kursi paling atas).

Su Yan terbatuk darah, tulang rusuknya patah semua karena dampak lemparan. Gaun putih indahnya robek, wajahnya lebam, dan dia mengalami ketakutan ekstrem.

Keheningan total melanda stadion.

Jutaan orang melihatnya. Nona Muda Klan Su yang agung... dilempar keluar seperti bungkusan sampah, mendarat di kaki leluhurnya sendiri dalam keadaan menyedihkan.

Penghinaan ini bukan lagi tamparan di wajah. Ini adalah injakan di kepala.

Di tribun seberang, Shen Yu menyesap tehnya dengan tenang.

"Lemparan yang bagus," komentarnya datar.

Di sebelahnya, Su Ling menatap tubuh Su Yan yang hancur itu. Bibirnya bergetar, membentuk senyum tipis yang dingin. Dendam orang tuanya mulai terbayar.

Tribun VIP Klan Su.

Aura membunuh yang pekat meledak. Langit menjadi gelap gulita.

Leluhur Klan Su berdiri. Matanya memancarkan cahaya yang bisa membakar kota.

"BINATANG!!"

Raungan Leluhur Su mengguncang fondasi stadion.

"Berani-beraninya sekte liar menghina Klan Su sampai begini?!"

Leluhur Su menatap ke arah portal arena. Ye Qing dan Cang Wu baru saja berjalan keluar dari sana dengan santai, seolah mereka baru pulang piknik.

"HUKUM MATI! SIAPA PUN YANG MEMBUNUH DUA BOCAH ITU, AKU AKAN MEMBERINYA SENJATA TINGKAT SURGA!"

Perintah gila itu keluar. Dia tidak peduli lagi aturan turnamen. Dia ingin darah.

Ratusan pengawal Klan Su dan sekte-sekte aliansi mereka (termasuk Klan Wang) menghunus senjata dan melompat ke arena, mengepung Ye Qing dan Cang Wu.

Ye Qing melihat ratusan musuh yang mengepungnya. Dia tersenyum, meletakkan tangannya di peti pedang.

"Wah, wah... Pesta penyambutan yang meriah."

"Cang Wu, kau masih kuat?"

Cang Wu memegang dadanya yang retak. Wajahnya tetap datar.

"Masih bisa... bunuh seratus."

Namun, sebelum pertempuran massal itu pecah...

TAP. TAP. TAP.

Suara langkah kaki yang tenang terdengar, tapi entah kenapa suaranya lebih keras dari teriakan ribuan orang.

Dari tribun penonton, sesosok pemuda berjubah hitam melayang turun perlahan. Dia mendarat tepat di depan Ye Qing dan Cang Wu, menghalangi mereka dari kepungan musuh.

Shen Yu.

Dia tidak mengeluarkan senjata. Dia hanya berdiri di sana, menatap Leluhur Klan Su yang berada di tribun tinggi.

"Orang tua," kata Shen Yu. Suaranya tidak keras, tapi terdengar jelas di telinga setiap orang.

"Kau menyuruh orang lain membunuh muridku?"

Shen Yu tersenyum. Senyum iblis yang membuat Nascent Soul di stadion itu merasa jantung mereka diremas

"Kenapa tidak kau saja yang turun? Atau kau takut tulang tuamu patah seperti cicitmu itu?"

1
saniscara patriawuha.
gassdd manggg shennnn...
teguh andriyanto
🤣🤣🤣
Fatur Fatur
cepat bantai yama dengan cara paling kejam thor bantai keluarganya juga thor
Dzik Cam
baguss dangat bagus kekurangan nya hanya 1 bab perhari
Dzik Cam
hadehhh 1 bab sehari
10 bab sehari kek pelit bener
MyOne
Ⓜ️🤬😡🤬Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️👿😈👿Ⓜ️
saniscara patriawuha.
tunjukannn kesadisanmuuuu....
MyOne
Ⓜ️🤨🤨🤨Ⓜ️
saniscara patriawuha.
runtuhhhhhkannnnnn....
saniscara patriawuha.
nahhhh lohhhh....
MyOne
Ⓜ️😎😎😎Ⓜ️
Mamat Stone
⚒️⚔️⚒️
Mamat Stone
😈😈😈
Mamat Stone
/Hammer/
Mamat Stone
⚒️
saniscara patriawuha.
gasssd pollllll...
Mamat Stone
/Determined/
Mamat Stone
/Angry/
Mamat Stone
👻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!