NovelToon NovelToon
Pengantin Pengganti CEO Arogan

Pengantin Pengganti CEO Arogan

Status: tamat
Genre:CEO / Pengantin Pengganti / Tamat
Popularitas:29.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Asri Faris

Kusuma Pawening, gadis remaja yang masih duduk di bangku SMA itu tiba-tiba harus menjadi seorang istri pria dewasa yang dingin dan arogan. Seno Ardiguna.

Semua itu terjadi lantaran harus menggantikan kakanya yang gagal menikah akibat sudah berbadan dua.

"Om, yakin tidak tertarik padaku?"

"Jangan coba-coba menggodaku, dasar bocah!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asri Faris, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

Astaga! Baru juga pemanasan udah nangis. Dasar bocil meresahkan! batin Seno menggeleng kesal.

Balada menikahi bocil, jangankan diajak nananinu romantis, baru digrepe-***** udah mewek duluan.

"Ini hukuman kalau kamu nakal, tidak bisa menjaga batasan dan tidak tahu aturan," ucap Seno menarik diri. Memberi jarak pada tubuh keduanya.

Seketika Wening bernapas lega, menutupi dadanya yang setengah terbuka dengan tangannya, serta memalingkan tubuhnya malu. Suaminya benar-benar memberi kejut yang luar biasa hingga membuat gadis itu shock.

"Turun Ning, atau mau aku gendong," seloroh pria itu tak mendapat tanggapan. Wening langsung melesat turun dari mobil setengah berlari memasuki rumah. Menuju kamarnya di kamar tamu.

Sementara Seno menghela napas dalam. Dirinya berada dalam masalah yang perlu dituntaskan. Sungguh efek tubuh yang membuatnya bakalan tak nyaman. Pria itu pun langsung masuk ke rumah. Namun, bukan kamarnya yang pria itu tuju melainkan halaman belakang di mana terdapat kolam renang. Berenang adalah solusinya saat ini.

Pria itu lebih dulu melakukan pemanasan, lalu menceburkan dirinya ke kolam. Memainkan setiap gaya yang diinginkan. Setelah dirasa cukup, baru keluar dengan perasaan lebih tenang. Walaupun capek dan efeknya luar biasa lebih rileks.

Berjalan gontai menuju kamarnya hanya dengan celana pendek saja. Buru-buru mengeringkan tubuhnya dengan handuk, lalu membalut tubuhnya yang berotot dengan pakaian ala rumahan.

Memutuskan untuk beristirahat sejenak karena merasa mengantuk. Hingga baru tersadar waktu sudah menunjuk di angka setengah sembilan malam.

Pria itu terjaga dengan keadaan perut lapar. Jelas saja Seno melewatkan makan malam. Seketika ingat istrinya yang mungkin juga kelaparan.

Seno turun dari ranjang, menyusuri anak tangga dengan langkah santai. Tepat melintas di depan kamar Wening berhenti sejenak melihat pintu yang sedikit terbuka. Jelas saja jiwa ingin tahunya meronta-ronta. Kira-kira apa yang tengah istri kecilnya lakukan. Apakah sudah tertidur? Atau masih menangis sesenggukan, atau bahkan sedang melamun memikirkan dirinya dan minta diulang. Haha

Sepertinya pria itu sudah mulai terkontaminasi dengan lekuk tubuh belia itu yang cukup montok dan berisi. Padat ideal, dengan tinggi tubuh cukup proporsional. Bahkan ketika melepas badge osisnya, terlihat jelas bukan anak kemarin sore lagi. Melainkan menjelma menjadi perempuan yang begitu menarik di hadapan lawan jenis.

Seno melongok dengan sedikit mengintip ke dalam. Kamarnya kosong, ke mana istri kecilnya itu. Jangan-jangan minggat lantaran kesal. Seketika Seno masuk ke kamar, sedikit bernapas lega ketika mendapati handphone gadis itu ada di atas ranjang. Itu artinya istrinya masih di rumah.

Seno melangkah keluar kamar dengan hati bertanya-tanya. Mendengar sedikit pergerakan di dapur, pria itu pun menuju sumber suara yang tercipta. Terlihat jelas, Wening yang hanya memakai bathrobe saja tengah menuang air putih dalam gelas. Tak jauh dari sana terlihat kompor tengah menyala, mungkin saja gadis itu tengah membuat sesuatu mengingat isi kulkas itu baru saja dipenuhi suruhan Seno.

"Ning!" sapa pria itu membuat gadis itu kaget hingga menyemburkan minuman yang tengah ia teguk.

Wening tersedak sampai terbatuk-batuk. Langsung memalingkan wajahnya yang tak karuan dari tatapan pria itu.

"Sorry, ngagetin ya? Makanya kalau minum tuh duduk, pelan-pelan saja!" ucap pria itu sembari mengusap-usap punggungnya.

Seketika Wening menghindari sentuhan itu, tubuhnya memanas mengingat tadi. Gadis itu terdiam dan langsung bergegas mendekati kompor. Seno pun ikut kepo, ternyata gadis itu tengah membuat mie instant.

"Kok makannya ginian? Aku pesenin makan malam aja ya, aku juga belum makan," ujar pria itu perhatian.

Wening menggeleng sebagai jawaban, ia lebih memilih membuat mie dengan toping sosis, telur, dan sayuran ditambah cabe rawit merah yang pastinya enduls kalau dimakan.

"Tapi kayaknya itu enak juga, aku mau dong," ujar pria itu menatap dengan lapar.

Wening lagi mogok ngomong. Ia hanya sedikit kesal dan tidak tahu cara menyikapi perasaannya dengan kejadian tadi. Gadis itu terdiam saja sembari membagi mie rebus itu menjadi dua bagian. Lebih tepatnya menambah satu lagi agar pas dan terasa kenyang sesuai porsinya.

"Maaf, buat yang tadi," sesal pria itu kembali membuka kata.

"Sehar—"

"Makan!" sela Wening cepat.

Sepertinya ia terlalu malas untuk membahas itu. Terlihat jelas tidak suka menanggapi apa pun tentang insiden yang disengaja tadi.

Seno langsung terdiam, mengamati dengan lekat istrinya yang tengah makan dengan wajah tertunduk.

Keduanya pun makan dengan diam. Wening begitu menikmati, sungguh nikmat Tuhan yang patut disyukuri, saat perutnya benar-benar lapar, seporsi mie dengan taburan sosis dan bawang goreng begitu nikmat menyentuh lidahnya.

Seno lebih dulu selesai, tapi pria itu belum beranjak. Baru bergegas setelah Wening selesai dan mencuci tangannya.

"Ning, kamu masih marah?"

1
y_res
in si Wening GK punya otak atw ap,msh nyalahin Seno,ap dia gak mikir,laki2 mana yg MW nikahin pacar yg hamil dg laki2 lain,AQ jg ogah,,,kecuali semisal dia korban rudapaksa mgk bsa jdi alesan,,,aneh🙏🙏🙏
Siti Sopiah
jangan mau di tindas ning.lawan sj si mulut cabe tu
Erlin
Gk tau dri
Mazree Gati
masih sekolah di nikahkan,,,end, ga lanjut baca
Hediana Br Hutagalung
jgn terlalu dikekang Seno,nanti ngamuk LG istrimu
Hediana Br Hutagalung
jgn LG km macam2 ya Seno,Wening udah banyak berkorban buat km
Hediana Br Hutagalung
memang susah buat keputusan Wening tp kt perempuan yg harus mengalah,q pernah diposisi ini demi suami tinggalkan pekerjaan
Hediana Br Hutagalung
mantap Wening,udah berkorban banyak malah ngak dihargai Seno,LBH baik menjauh
Hediana Br Hutagalung
rata2 laki2 memang gitu,klu dah pergi baru kaya orang sakit jiwa nyarinya
Hediana Br Hutagalung
jgn gampang luluh Wening,kerjain dl baru kasih kesempatan
Hediana Br Hutagalung
kasihan Wening,giliran dekat dgn laki2 lain dilarang tp Seno bisa suka2nya
Hediana Br Hutagalung
senonya LBH dewasa dr PD istrinya,tp kok harus istrinya yg harus mengerti buat hubungan mereka,itu namanya egois Seno,klu memang masih ragu lepaskan aja Wening itu,karena dr awal dia udah minta cerai
Hediana Br Hutagalung
kopi hitam aja bikin jgn pake gula biar makin hitam asap yg keluar dr mulut seno🤣
mom syam
kakak atay mba manggilnya nih🤭
Herlina Anggana
kepikiran orang kalo udah skit kritis gitu drop naik turun kalo keluarganya religius dan penyayang pas waktu sholat pasti di tuntun sholat kan ya... Rara sudah menebus kesalahannya dengan sakit berbulan2 pasca melahirkan smoga gak lagi menjalani siksaan di alam kubur... aku kok baper mikirnya jauh bgt
Herlina Anggana
Halah ngomong apaan sih gak jelas... panjang lebar asli gak jlas laki2 labil emang gak tegas
Herlina Anggana
dah males denger gombalan kuno.. prettt
Herlina Anggana
terlalu rindu gimana waktu di rumah senggang ja di cuwekin malah mikirin omongan Afnan emang knapa KLO Rara masih cinta sama kamu sen,... yg jadi istri kamu kan Wening bukan Rara
Herlina Anggana
gamon ya sen
Herlina Anggana
interaksi mereka tu lucu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!