NovelToon NovelToon
KELINCINYA ORION

KELINCINYA ORION

Status: sedang berlangsung
Genre:Percintaan Konglomerat / Romantis / Cinta setelah menikah / Dark Romance / Romansa / Roman-Angst Mafia
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ceye Paradise

Seraphina, gadis panti asuhan polos, mendapati hidupnya hancur saat ia menjadi bidak dalam permainan kejam Orion Valentinus, pewaris gelap yang haus kekuasaan. Diperkosa dan dipaksa tinggal di mansion mewah, Seraphina terjerat dalam jebakan hasrat brutal Orion dan keanehan Giselle, ibu Orion yang obsesif. Antara penyiksaan fisik dan kemewahan yang membutakan, Seraphina harus berjuang mempertahankan jiwanya. Namun, saat ide pernikahan muncul, dan sang ayah, Oskar, ikut campur, apakah ini akan menjadi penyelamat atau justru mengunci Seraphina dalam neraka kejam yang abadi? Kisah gelap tentang obsesi, kepemilikan, dan perjuangan seorang gadis di tengah keluarga penuh rahasia. Beranikah kau menyelami kisahnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ceye Paradise, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB EMPAT: DI DALAM SANGKAR

POV: Narator

Genggaman tangan Orion pada jemari Seraphina terasa begitu kontras—tangan besar yang kasar dan hangat melingkupi tangan mungil yang mulai mendingin karena rasa cemas. Dengan gerakan yang tampak protektif namun sebenarnya penuh penguasaan, Orion menuntun Seraphina keluar dari gemerlap lampu kristal pesta, membawanya masuk ke dalam kegelapan malam yang sunyi.

Jay sudah berdiri tegak di samping pintu mobil sedan hitam yang mengkilap di bawah cahaya rembulan. Begitu pintu terbuka, aroma maskulin yang kuat—campuran antara kayu cendana, tembakau mahal, dan sesuatu yang tajam seperti bahaya—menyambut indra penciuman Seraphina. Gadis itu duduk di jok belakang yang empuk, diikuti oleh Orion yang menutup pintu dengan bunyi debuman pelan namun terdengar sangat final di telinga Seraphina. Seolah-olah dunia luar baru saja diputus secara paksa.

Mobil itu melaju dengan sangat mulus, nyaris tanpa suara. Di dalam ruang yang sempit itu, keheningan terasa sangat mencekam. Seraphina bisa merasakan kehadiran Orion yang begitu mendominasi di sampingnya. Lutut mereka nyaris bersentuhan, dan setiap kali mobil berbelok, aroma pria itu semakin menyesakkan dadanya. Orion tidak menoleh, ia hanya menatap lurus ke depan dengan rahang yang mengeras, namun aura di sekelilingnya memancarkan gairah yang tertahan.

"Anda sebenarnya tidak perlu repot-repot mengantarku, Orion," suara Seraphina memecah kesunyian, terdengar kecil dan sedikit bergetar. "Aku tidak ingin merepotkanmu lebih jauh."

Orion perlahan menoleh, matanya yang sehitam obsidian berkilat di bawah lampu jalanan yang sesekali masuk melalui jendela. "Repot? Aku tidak pernah menganggap hal yang sangat aku inginkan sebagai sebuah kerepotan, Seraphina."

"Tapi tetap saja..."

"Diamlah dan nikmati perjalanannya," potong Orion dengan nada rendah yang tidak bisa dibantah. "Aku sangat pemilih terhadap apa yang menjadi perhatianku. Dan jika aku sudah memutuskan untuk mengawasimu, maka itu adalah tanggung jawabku sepenuhnya."

Dalam benak Orion, sebuah badai sedang berkecamuk. Ia menatap profil wajah Seraphina yang polos dari samping. "Gadis kecil ini tidak tahu," batinnya dengan seringai yang tersembunyi. "Dia mengira ini adalah kebaikan. Dia tidak sadar betapa aku ingin mengoyak topeng kesuciannya ini. Aku ingin melihatnya menangis sekaligus memohon di bawah kekuasaanku. Aroma kulitnya... sangat memabukkan, membuat setiap saraf di tubuhku berdenyut menuntut sesuatu yang lebih dari sekadar duduk berdampingan."

Orion menggeser tubuhnya sedikit lebih dekat, hingga lengan mereka bersentuhan. Ia meraih tangan Seraphina yang bertumpu di atas paha, lalu jemari panjangnya mulai membelai lembut punggung tangan gadis itu. Gerakannya perlahan, naik ke pergelangan tangan, lalu ibu jarinya menekan lembut nadi Seraphina yang sedang berpacu kencang.

"Jantungmu berdetak sangat cepat," bisik Orion, suaranya terdengar sangat intim hingga membuat bulu kuduk Seraphina berdiri. "Apa yang kamu takutkan, kelinci kecil?"

Seraphina menelan ludah dengan susah payah. Sentuhan Orion terasa seperti aliran listrik yang membakar kulitnya. "Aku... aku hanya sedikit lelah," bohongnya.

"Kebohongan tidak cocok untuk bibir secantik milikmu," Orion mendekatkan wajahnya, hingga napasnya yang hangat menerpa telinga Seraphina. "Jangan takut padaku. Takutlah pada keinginanmu sendiri yang akan segera kubangkitkan."

Mobil terus melaju, namun Seraphina menyadari bahwa jalan yang mereka lalui semakin asing. Ini bukan jalan menuju panti asuhannya. Bangunan-bangunan mulai jarang, digantikan oleh deretan pohon tinggi dan pagar-pagar mansion yang megah.

"Orion, ini bukan arah ke rumahku," suara Seraphina mulai diliputi kepanikan. "Ke mana kita pergi?"

Orion tidak menjawab. Ia justru memberikan isyarat pada Jay yang berada di depan. Mobil itu melambat dan berhenti di pinggir jalan yang sangat sepi dan gelap, di bawah naungan pohon-pohon besar.

"Kenapa kita berhenti di sini?" Seraphina bertanya dengan suara yang nyaris hilang.

Orion memutar tubuhnya sepenuhnya ke arah Seraphina. Matanya kini benar-benar memancarkan rasa lapar seorang predator. "Aku punya masalah kecil malam ini, Seraphina. Sebuah rasa sakit yang hanya bisa disembuhkan oleh seseorang yang memiliki kemurnian sepertimu."

"Masalah? Apa maksudmu?" tanya Seraphina, matanya membelalak ketakutan sekaligus bingung.

Orion meraih dagu Seraphina, memaksanya untuk menatap langsung ke dalam kegelapan matanya. "Tubuhku terasa terbakar. Ada ketegangan yang menyesakkan di bawah sini," ia mengarahkan pandangan Seraphina secara halus ke arah tubuh bagian bawahnya yang terlihat menonjol dengan sangat jelas di balik celana mahalnya. "Aku butuh pelepasan. Dan karena kau yang membuatku begini, maka kau pula yang harus bertanggung jawab."

Seraphina terkesiap. Meskipun ia sangat polos, ia mulai menyadari arah pembicaraan Orion yang menjurus ke sesuatu yang sangat dewasa dan gelap. "Tidak... aku tidak mengerti hal-hal seperti itu. Tolong, antarkan aku pulang."

"Kau tidak akan pulang sampai aku merasa lebih baik," Orion berbisik dengan nada yang penuh ancaman sekaligus godaan. "Aku ingin kau melakukan sesuatu untukku. Sebuah pelayanan kecil yang akan membuatku bisa tidur dengan tenang. Gunakan bibirmu, gunakan tanganmu... lakukan apa pun yang aku perintahkan sampai rasa sakit ini hilang dan berubah menjadi kepuasan."

"Orion, tolong..." air mata mulai menggenang di mata Seraphina.

"Jangan menangis," Orion mengelus bibir Seraphina dengan ibu jarinya, sedikit menekannya hingga bibir plum itu terbuka. "Kau akan menyukainya, cantik. Aku akan mengajarimu bagaimana rasanya menjadi milik seorang pria seutuhnya. Sekarang, kita tidak akan ke panti asuhan. Kita akan ke kediamanku, tempat di mana tidak ada seorang pun yang akan mengganggumu saat kau melayaniku nanti."

Tanpa menunggu jawaban, Orion memberi perintah pada Jay untuk melanjutkan perjalanan. Mobil kembali melaju, namun kali ini Seraphina merasa dunianya benar-benar runtuh. Ia terjebak di dalam sangkar bergerak bersama seorang pria yang siap menelannya bulat-bulat.

1
lucky
tolol ini cewe. bukan polos
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!