Sepulang nya Alvira dari mengantar kan putri nya ke sekolah, Alvira berniat singgah di rumah mertua nya.
Tapi alangkah terkejut nya Alvira saat dia mengetahui bahwa di rumah mertua nya sedang ada acara pernikahan kedua suami nya.
Sang suami yang kata nya pergi ke kantor, kini sedang melaksanakan akad nikah atas nama wanita lain.
Alvira bertekad untuk membalas semua perbuatan mereka, suami nya, mertua nya dan juga adik ipar nya yang mendukung suami nya.
Ikuti kisah nya di sini.
Jangan lupa like, komen dan follow ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
05
Setelah Bayu memutuskan sambungan telepon nya, Bergegas Vira menghubungi orang kepercayaan nya.
"Cepat batal kan tiket hotel mas Bayu dan juga Miranda, beku kan rekening mas Bayu, batal kan juga tiket penerbangan untuk jadwal kepulangan mereka dari sana!" Perintah Vira dengan tegas melalui sambungan telepon genggam milik nya.
Sebuah senyum sinis terbit dari sudut bibir Vira, setelah dia memberikan perintah pada orang - orang nya. Dia akan membuat hidup Bayu dan juga Miranda menderita di negeri orang, Vira ingin membuat mereka menjadi gembel saat bulan madu. Vira tersenyum puas membayangkan penderitaan yang akan mereka alami dalam waktu beberapa jam ke depan.
"Selamat menikmati hadiah bulan madu dari ku mas, selamat jadi gembel di negeri orang!" Guman Risa sambil tersenyum.
Tanpa Bayi dan Miranda sadari, bahwa perjalanan mereka kali ini akan menjadi perjalanan yang begitu menyedihkan bagi mereka. Tiket hotel berbintang yang sudah mereka pesan dengan menggunakan uang kantor, kini sudah di batal kan. Bahkan tiket penerbangan untuk kepulangan mereka minggu depan juga sudah di batal kan, termasuk rekening bank milik Bayu pun sudah di beku kan.
Kejutan dari istri sah tentu saja akan menjadi momen yang tidak bisa terlupakan oleh kedua nya kelak, kejutan yang tidak akan pernah bisa mereka lupa kan sepanjang hidup mereka.
*******
Saat semburat jingga menghiasi langit Bali, Bayu dan juga Miranda menjejak kan kaki mereka ke pulau Dewata. Miranda sangat bahagia, dia tidak sabar ingin segera menghabis kan waktu selama satu minggu ke depan bersama suami yang menikahi nya tadi pagi.
"Akhir nya kita sampai juga di Bali, mas aku seneng banget!" Rona bahagia menghiasi wajah Miranda.
"Iya sayang, ayo kita segera ke hotel biar kita bisa beristirahat malam ini. Besok baru kita akan menjelajahi pulau ini!" Bayu merangkul pundak istri kedua nya itu dengan mesra.
Bayu membuka ponsel nya dan dia berniat untuk memesan taksi online untuk mereka berdua, tapi mendadak dia melihat bahwa aplikasi milik nya eror.
"Sayang, kamu aja yang pesan taksi nya. Aplikasi milik mas lagi eror deh kayak nya!" Bayu menunjuk kan aplikasi milik nya yang sedang tidak bisa di gunakan.
"Iya mas!" Jawab Miranda sambil mengeluarkan ponsel milik nya dan mulai memesan sebuah taksi online.
Bayu bahkan belum menyadari bahwa semua akses yang berhubungan dengan rekening nya sudah di blokir, dia mengira bahwa semuanya hanya sedang eror saja.
Mereka menuju ke hotel yang sebelum nya sudah mereka pesan dengan menggunakan sebuah taksi online yang di pesan oleh Miranda, di dalam mobil Miranda terus lengket pada Bayu seolah tidak mau lepas lagi. Bayu pun tidak sabar untuk tiba di hotel, karena sejak pagi tadi setelah akad nikah tubuh nya pun belum sempat beristirahat sama sekali. Ada saja hal yang harus di urus nya, yang berhubungan dengan keberangkatan mereka.
Taksi itu berhenti di depan sebuah hotel berbintang yang sebelum nya sudah mereka pesan, Bayu dan Miranda berjalan masuk ke dalam nya dengan langkah yang sangat meyakin kan.
Tapi ketika mereka melakukan check in, alangkah terkejut nya mereka setelah mengetahui fakta yang terjadi.
"Maaf pak, bu. Pesanan kamar atas nama pak Bayu dan bu Miranda sudah di batal kan!" Seorang resepsionis memberi tahu mereka.
"Apa? Siapa yang membatalkan nya, saya tidak pernah membatalkan nya!" Bayu sangat terkejut saat mengetahui bahwa tiket hotel nya dan Miranda sudah di batal kan.
"Sejahtera Group yang membatalkan nya satu jam yang lalu!" Pihak hotel memberi tahu Bayu dan Miranda.
"Apa? Sejahtera Group yang membatalkan nya!" Bayu sangat syok mendengar nya.
Sejahtera Group adalah perusahan milik keluarga istri nya yang selama ini di kelola oleh Bayu, dan memang akses perjalanan mereka ke sini menggunakan dana dari perusahaan tersebut.
"Mas, kenapa bisa seperti ini?" Tanya Miranda dengan raut wajah yang di penuhi dengan kekesalan.
"Mas, juga tidak tahu sayang. Mas akan coba menghubungi pak Suparman, kenapa bisa jadi seperti ini!" Bayu sendiri pun saat ini mulai panik dengan apa yang menimpa mereka.
Bayu segera menelepon sang direktur keuangan di perusahan itu, tapi tidak terhubung. Berkali - kali Bayu mencoba menelepon, tapi tetap saja tidak bisa. Keringat dingin sudah mulai bermunculan, Bayu mulai takut memikirkan segal kemungkinan yang akan terjadi.
"Bagai mana mas?" Tanya Miranda dengan kesal.
"Pak Suparman tidak bisa di hubungi, sayang!" Jawab Bayu dengan keringat dingin mulai membanjiri tubuh nya.
"Mas, pokok nya aku tidak mau tahu. Mas Bayu harus menyelesaikan masalah ini!" Bentak Miranda dengan wajah merah padam menahan amarah.
"Iya sayang, iya. Kamu tenang saja, mas akan menyelesaikan semua nya!" Bayu berusaha menenangkan Miranda, walaupun dia sendiri saat ini sedang panik.
Bayu berfikir keras, bagai mana dia bisa membayar kembali tiket kamar hotel yang sudah di batal kan tadi. Sesaat kemudian, dia membuka dompet nya dan mengambil sebuah kartu Atm dari dalam nya.
"Maaf mbak, kami ingin memesan kembali kamar itu, dengan menggunakan ini!" Bayu menunjuk kan kartu yang di pegang nya.
"Baik lah pak, tunggu sebentar akan kami proses!" Resepsionis itu menerima kartu yang di berikan oleh Bayu dan mulai mengesek nya di sebuah mesin EDC.
"Maaf pak, kartu nya tidak bisa di gunakan!" Resepsionis itu mengembalikan kartu itu pada Bayu.
"Hah, tidak mungkin mbak, mungkin mesin nya yang rusak!" Bayu tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh mereka.
"Mesin kami baik - baik saja pak, tidak ada yang bermasalah. Atau bapak mau membayar dengan cara lain mungkin? Dengan M Banking bisa pak!" Tawar perempuan yang bertugas sebagai resepsionis itu.
"Tunggu sebentar mbak!" Bayu membuka ponsel nya, dia teringat bahwa dia memang menggunakan M Banking.
Tapi hal yang tak kalah mengejutkan kembali di alami oleh Bayu, M Banking nya juga tidak bisa di gunakan. Seperti nya semua akses menuju ke rekening milik nya memang sudah di blokir, Bayu tidak percaya dengan apa yang sedang menimpa nya saat ini.
"Bagai mana mas?" Tanya Miranda memastikan dengan wajah kesal nya.
"Ayo kota keluar, kita bicara di luar saja!" Bayu pun menyeret koper nya keluar dari hotel tersebut.
Sementara itu, Miranda mengekor di belakang nya dengan wajah yang di penuhi dengan kekesalan. Dia tidak menyangka bulan madu yang sudah mereka rancang jauh - jauh hari kini harus menjadi acar yang menyedihkan dan sekaligus memalukan.
"Mas, kenapa semua nya bisa sperti ini?" Bentak Miranda ketika mereka sudah berada di luar hotel itu.
"Aku juga tidak tahu kenapa, Pak Suparman tidak bisa di hubungi sejak tadi!" Bayu juga seperti nya sangat kesal dan frustasi dengan apa yang menimpa nya saat ini.
yg di maksut vira itu... bukan mngembalikan posisimu jdi ceo... tpi mngembaliknmu ke stelan awal... di mna saat km msih jdi karyawan biasa🤣🤣
ya bgitu saja vira biar km bisa terus di manfaat kan bayu.
tak Kira teges ternyata ah sudah lah.
lagian.... jdi org g brsyukur... dpt istri baik... cantik... kaya.... derajatmu di angkat.... eeee pke belagu nmbah istri...😅😅😅