NovelToon NovelToon
Ambillah!

Ambillah!

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / CEO / Mafia
Popularitas:38.7k
Nilai: 5
Nama Author: IAS

"Ambil, ambillah dia! Aku ikhlaskan dia untukmu."

Suara seorang wanita terdengar begitu nyaring ketika berada di depan rumah wanita yang menjadi selingkuhan suaminya.

Didepan keluarga besar sang pelakor dia tak gentar meski pun sendirian.

Hancur hati Arundari saat mengetahui bahwa gadis yang sudah dia anggap sebagai adiknya sendiri itu tega menjadi duri dalam daging pada biduk rumahtangganya.

Tampilannya yang religius sungguh tidak berjalan lurus dengan perbuatannya.

Tak ingin sakit hati terlalu lama, Arundari memutuskan untuk mengakhiri pernikahannya dengan Heri.

Apakah Arundari bisa kembali merasakan cinta setelah dirinya disakiti?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hahaha 21

Adzan subuh berkumandang, tapi Arundari sudah bangun sejak pukul 03.00 dini hari tadi. Kebiasaannya memang bangun di sepertiga malam dan melakukan ibadah solat malam serta sejenak membaca ayat al quran.

"Aku emang belum sempurna sebagai seorang pemeluk agama. Tapi seenggaknya aku berusaha melakukan semampuku,"ucapnya lirih.

Setelah usai melakukan sholat subuh, Arundari memutuskan untuk keluar rumah. Ia ingin menggerakkan tubuhnya sebentar meski hanya berjalan-jalan.

"Sendiri kayak gini nggak buruk juga kok. Haaah"

Arundari kembali mengingat bagaimana dirinya dikhianati oleh Heri. Luka itu jelas masih ada dan rasa sakitnya juga tak langung hilang.

Bersama dengan Heri bukan hanya satu atau dua hari saja. Tapi sudah bertahun-tahun, jadi mau mengelak bagaimanapun juga, ia tetap merasa sakit hati terkait apa yang sudah Heri lakukan terhadapnya.

Dan yang semakin membuat sakit adalah wanita yang jadi orang ketiga dalam hubungan rumah tangganya merupakan wanita yang begitu dekat. Wanita yang sudah dia anggap layaknya adik.

Haaah

Arundari membuka pintu rumah secara perlahan. Ia menghirup udara pagi hari yang masih sangat segar itu dan menghembuskannya pelan.

"Heri?" ucapnya lirih saat matanya menangkap sosok yang sangat ia benci itu.

Pria yang akan sepenuhnya menjadi orang asing dalam hidupnya duduk meringkuk di kursi yang ada di teras rumahnya.

Drap drap drap

"Nyonya Arun, dia semalam datang. Tapi saya berkata untuk tidak mengganggu Nyonya,"ucap seseorang.

"Makasih Pak Anton,"jawab Arundari sambil tersenyum.

Anton adalah security baru yang tiba-tiba datang ke rumah. Dia melamar pekerjaan sebagai penjaga rumah setelah Arundari menangkap basah Heri dan Jelita yang akan menikah.

Selama ini dia tak pernah menggunakan jasa penjaga rumah karena dirasa tidak perlu. Arundari juga merasa sedikit heran karena tiba-tiba ada orang datang melamar pekerjaan.

Namun, akhirnya dia menerima Pak Anton. Terlebih katanya dia sudah berkeliling mencari pekerjaan dan menawarkan jasanya selama sebulan lebih tapi tidak ada yang menerimanya.

"Apa mau saya bangunkan, Nyonya?" tanya Pak Anton sambil melihat Arundari yang tengah berjalan menuju ke jalan.

"Nggak perlu,Pak. Nggak usah dibangunin. Seharusnya denger suara adzan dia udah bangun dengan sendirinya dan ngelakuin kewajibannya sebagai seorang muslim."

Setelah menjawab demikian, Arundari langsung melenggang pergi. Ia tak acuh dengan kehadiran Heri. Tak ingin menyambutnya juga tak ingin mengusirnya. Baginya bersikap seperti ini benar-benar jauh lebih nyaman.

Akan tetapi tidak dengan Anton pastinya. Dia ada di situ untuk menjalankan tugasnya. Salah satunya untuk tidak membiarkan pengganggu masuk lebih jauh ke kediaman.

"Tuan, orang itu ada di sini sejak semalam. Maaf saya baru melapor." Anton mengambil ponselnya dan segera menghubungi atasannya yang sesungguhnya.

"Apa sikap Arundari kepada orang itu?" jawab seseorang di seberang sana.

"Nyonya hanya membiarkannya saja,"sahut Anton.

"Oke, kalau gitu ya biarkan aja. Ikutin aja apa yang dikatakan oleh Nyonya."

"Baik Tuan."

Anton langsung membuang wajahnya. Ia juga kembali ke posisinya yakni di sekitar Arundari untuk melakukan penjagaan.

Sedangkan Heri, pria itu melenguh. Dia menggerakkan tubuhnya yang terasa sakit semua karena tidak tidur dengan benar.

"Sial, aku jadi tidur di kursi begini. Ah udah pagi, Arun pasti udah bangun,"ucapnya lirih. Heri juga langsung bangun, mencuci mukanya dan mengetuk pintu rumah milik mantan istrinya tersebut.

Ia tertawa miris. Rumah itu dulu adalah rumahnya. Rumah itu dulu adalah tempatnya untuk pulang dan beristirahat. Akan tetapi sekarang hanya untuk masuk saja sangat sulit. Bahkan dia harus rela tidur di teras untuk menunggu si empunya rumah bangun.

"Run, buka pintunya ini aku. Ada yang mau aku omongin ke kamu, Run,"ucap Heri sambil tangannya terus mengetuk pintu.

Karena tak ada jawaban, dia melakukan hal yang sama secara berulang-ulang. Heri yakin bahwa Arundari sudah bangun, karena dia tahu betul kebiasaan Arundari yang bangun lebih pagi.

"Aku kangen sama kopi buatanmu, Run,"ucapnya lirih.

Baru sehari dirinya bercerai dengan Arundari, tapi Heri sudah merasa banyak hal yang dirindukannya.

Setiap pagi, mantan istrinya itu pasti akan membuatkannya kopi dan juga bread toast untuk sarapan. Dan itu menjadi favorit Heri.

Fyuuuh

Ia membuang nafasnya kasar. Sempat berhenti sejenak mengetuk pintu karena mengenang masa itu, Heri kembali mengetuk pintu rumah serta memanggil nama Arundari.

"Run, tolong buka pintunya. Aku ingin bicara,"ucap Heri.

"Berisik, Mas. Aku ada di sini. Dan, mau bicara apa kamu hmmm?"

Heri langsung membalikkan tubuhnya ketika mendengar suara Arundari. Matanya berbinar dengan sangat cerah seolah melihat sebuah kegembiraan.

"Ah ternyata kamu habis olah raga ya. Bisa kita duduk dulu, Run. Aku mau bicara banyak,"pinta Heri.

Arundari mengerutkan alisnya sebagai tanggapan atas permintaan Heri. Dia masih berdiri sambil melipat kedua tangannya di depan dada. Wajahnya menunjukkan kalau dia enggan.

"Aku mohon, Run,"pinta Heri lagi.

Sruuuuuk

Fyuuuh

Arundari membuang nafasnya kasar, dia akhirnya duduk di kursi namun wajahnya tak mengarah ke pria itu. Bagaimanapun dia masih merasa sangat kesal dengan Heri.

"Run."

"Ada apa? kalau mau ngomong ya tinggal ngomong aja. Cepet aku nggak punya banyak waktu."

Arundari menjawab dengan ketus. Sungguh, ia merasa sangat kesal dan enggan sekarang terhadap mantan suaminya tersebut.

"Run, a-ayo kita rujuk."

TBC

1
cinta semu
arundari terlalu lelet ... mereka udah nikah masih aja ,,mager ...
cinta semu
satu team kompak banget ...tapi nama ny dosa pasti ada cela itu terungkap
Esther
Anis yang nyebarin video dan sekarang malah didukung sama Adyaksa.
Ada maksud tersembunyi nih dari Adyaksa😄
Sri Supriatin
vuma up 1 bab yah thor🤭
Nie
Siapin fisik dan mental kalian ya,karna sebentar lg kalian akan semakin terkenal 🤭
Nanin Rahayu
good job Anis
Miss Typo
bagus Anis biar mereka berdua kapok menderita
dewi rofiqoh
Ternyata benar, anis yang udah nyebarin video itu. Tapi benar nis, heri dan jelita harus dapat sanksi sosial
Miss Typo
cie cieeee dikirim makanan sm Arun, jantung Adyaksa jedag jedug 😁
partini
Anis TK kira laki" ,
Isabela Devi
Anis yg upload semua itu
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
kalo bisa jdiin Istri y Ben,hihihi
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
tuhkan aku dah curiga m anis
Isabela Devi
semoga Arun jd pilihannya
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
baru x ini bos disuruh nunggu
GiZaNyA
wahhh beneran Anis tooo.. kirain si Adyaksa.. 😁😁
Apakah Anis nanti nya akan berjodoh sama Beni yaa..? hhmmm... 🤣🤣
Sunaryati
Arundari banyak orang yang sayang, dan siap membantu serta melindungi kamu.
LIXX
nyuruhnya agak kurang ajar ya🤣🤣🤣
dewi rofiqoh
Berjuanglah untuk hatimu adyaksa! Setelah arun ketuk palu
Esther
Karena tuanmu lagi jatuh cinta pak Anton, makanya terlihat beda😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!