NovelToon NovelToon
Mengejar Cinta Istri Pengganti

Mengejar Cinta Istri Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti Konglomerat / Romansa / Konflik etika
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Veline ll

"Kau hanyalah pemeran pengganti dalam hidupku, Shena. Jangan bermimpi lebih!"

Shena berhenti bermimpi dan memilih pergi. Tapi justru saat itulah, Devan baru menyadari bahwa rumahnya terasa mati tanpa suara Shena. Sang CEO arogan itu kini rela membuang harga dirinya hanya untuk memohon satu kesempatan kedua.

Bagaimana jadinya jika sang pembenci justru berubah menjadi pemuja yang paling gila? Masih adakah tempat untuk Devan di hati Shena yang sudah beku di Hati nya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Veline ll, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26 Strategi "Overtime" CEO

Malam itu, setelah martabak manis keju-cokelat pesanan Devan ludes tak bersisa, suasana di rumah mewah Adiguna mendadak menjadi sangat sunyi. Shena mencoba menyibukkan diri dengan merapikan bantal kursi, namun ia bisa merasakan sepasang mata elang terus mengikutinya dari balik meja kerja di ruang tengah.

Devan tidak sedang meninjau laporan bursa. Ia justru sedang asyik membaca sebuah artikel di ponselnya dengan judul yang cukup mencurigakan: "Nutrisi dan Posisi Strategis untuk Mempercepat Proyek Masa Depan."

"Shena," panggil Devan dengan suara baritonnya yang berat namun terdengar jenaka.

"Ya, Mas?" Shena menjawab tanpa menoleh, berpura-pura sangat tertarik dengan lipatan taplak meja.

"Menurut riset yang baru saja aku validasi, keberhasilan sebuah proyek sangat bergantung pada suasana hati para eksekutifnya. Dan aku merasa... suasana hatiku sedang sangat sangat bagus malam ini." Devan bangkit dari duduknya, berjalan perlahan mendekati istrinya.

Shena mencoba melarikan diri ke arah dapur.

"Aku... aku mau cuci piring dulu, Mas."

"Eits, tidak boleh," Devan mencegatnya di depan pintu dapur, kedua lengannya bersandar pada kusen pintu, mengunci jalan keluar Shena. "Tadi kan sudah janji di depan Mama. Proyek cucu dimulai malam ini. Dan sebagai CEO, aku sangat benci dengan penundaan."

"Tapi Mas, kamu tadi bilang di depan Mama itu cuma supaya mereka cepat pulang, kan?" Shena mencoba bernegosiasi, meskipun pipinya sudah kembali memanas.

Devan menggeleng pelan dengan senyum nakal yang membuat jantung Shena berdegup kencang. "Oh, tidak. Seorang Adiguna tidak pernah memberikan laporan palsu kepada pemegang saham. Itu namanya penipuan publik, Sayang. Sangat tidak profesional."

Devan kemudian menggendong Shena secara tiba-tiba ala bridal style. Shena menjerit kecil dan refleks mengalungkan tangannya ke leher Devan.

"Mas Devan! Turunkan! Nanti kalau Bi Inah lihat bagaimana?"

"Bi Inah sudah aku beri bonus untuk tidur lebih awal dan pakai penutup telinga," jawab Devan santai sambil melangkah mantap menaiki tangga menuju kamar utama. "Ini adalah pertemuan tertutup tingkat tinggi. Tidak ada yang boleh mengganggu."

Di dalam kamar, Devan meletakkan Shena di atas tempat tidur dengan sangat hati-hati, seolah-olah ia sedang meletakkan permata yang paling rapuh di dunia. Ia menatap Shena dengan tatapan yang kini tidak lagi bercanda, melainkan penuh dengan cinta dan keinginan yang tulus.

"Shena," bisik Devan sambil merapikan anak rambut yang menutupi wajah istrinya. "Terima kasih sudah mau memberikan kesempatan untuk membangun keluarga yang sesungguhnya denganku. Aku janji, anak kita nanti akan tumbuh di rumah yang penuh tawa, bukan rumah yang dingin seperti dulu."

Shena terenyuh. Kelembutan Devan selalu berhasil meruntuhkan pertahanannya. Ia menarik kerah baju Devan pelan, membawa pria itu lebih dekat. "Aku juga, Mas. Aku ingin anak itu memiliki mata sepertimu... tapi sifatnya jangan sombong sepertimu, ya?"

Devan tertawa kecil di ceruk leher Shena.

"Kalau dia tidak sombong sedikit, dia bukan Adiguna namanya. Tapi baiklah, demi Nyonya Adiguna, aku akan pastikan dia menjadi anak yang paling rendah hati di sekolahnya nanti."

Malam itu, "Proyek Cucu" benar-benar dijalankan dengan penuh kesungguhan. Tidak ada lagi kontrak, tidak ada lagi dendam, hanya dua manusia yang saling memiliki, mencoba merajut masa depan di atas kebahagiaan yang baru saja mereka temukan.

Pagi harinya, Devan terbangun dengan semangat yang luar biasa. Ia merasa seperti baru saja memenangkan merger perusahaan terbesar dalam sejarah. Ia segera bangun dan berniat membuatkan "jus kesuburan" untuk Shena berdasarkan resep aneh yang ia temukan di internet: campuran bayam, telur mentah, dan madu.

Bruk! Pyar!

Shena terbangun karena suara gaduh dari dapur bawah. Ia turun dengan langkah gontai, mengenakan jubah mandi sutranya. Di dapur, ia menemukan Devan sedang memandangi blender yang tutupnya terlepas, membuat cairan hijau pekat muncrat ke seluruh dinding dapur—bahkan mengenai lukisan mahal di ruang makan.

"Mas Devan... apa lagi sekarang?" tanya Shena lemas.

Devan berbalik dengan wajah yang sebagian sudah berwarna hijau. "Ini jus peningkat kualitas proyek, Sayang. Tapi sepertinya mesin blendernya sabotase. Kamu mau coba? Masih ada sisa sedikit di dasar gelas."

Shena hanya bisa memijat keningnya. "Mas, mendingan kita fokus ke 'proses' semalam saja, jangan fokus ke jus eksperimen ini. Aku tidak mau anak kita nanti lahir dan langsung minta ampun karena bapaknya hobi menghancurkan dapur."

Devan terkekeh, lalu menarik Shena ke pelukannya, mengabaikan fakta bahwa wajahnya penuh bercak bayam. "Oke, oke. Jus dibatalkan. Bagaimana kalau kita lanjutkan proses pengerjaan tahap kedua saja? Hari ini kan hari Sabtu..."

"Mas Devan! Mandi dulu!"

...****************...

1
Kostum Unik
🤭🤭🤭...
Kostum Unik
🤣🤣🤣
MayAyunda
keren 👍👍
😍
Marine
semangat author! ceritanya bagus
Veline: makasih 🔥🔥🔥
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!