NovelToon NovelToon
Teluh Kiriman Tetangga

Teluh Kiriman Tetangga

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Dendam Kesumat
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: ummiqu

"Mulutmu harimaumu"

Demikian lah peribahasa sederhana yang seringkali kita dengar. Dijadikan pengingat agar kita berhati-hati dalam bertutur kata.

Sayangnya itu tak berlaku untuk seseorang di luar sana. Dengan ringan lisannya berucap tanpa peduli imbas negatif yang ditimbulkan.

Malam-malam yang tenang dalam sekejap berubah jadi menegangkan.

Hadirnya sosok tak kasat mata yang selalu mengawasi, tak hanya membawa rasa sakit tapi juga ketakutan.

Lalu siapa yang bisa bertahan sampai akhir, 'dia' atau mereka ...?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ummiqu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16. Rahasia Lain

Saat tiba di rumah Sastro, Sartika melihat Laras sedang berdiri di tengah rumah sambil menatap kamar ayahnya dengan tatapan bingung.

"Bapakmu mana Ras?" tanya Sartika.

"Bapak baru aja masuk ke kamar. Emang ada apa sih, kenapa muka bapak kusut begitu Bulik?" tanya Laras.

Sartika menghela nafas panjang. Dia tak ingin Laras tahu apa yang Sastro alami. Sartika yakin, saat ini Sastro pasti terluka mengetahui Ginah mengkhianati cintanya. Sayangnya dia tahu itu justru setelah sang istri meninggal dunia.

"Gapapa Ras. Bapakmu cuma kecapean aja. Kalo gitu biarin bapakmu istirahat dulu ya, nanti kalo udah keluar kamar kasih tau Bulik," pinta Sartika sambil melangkah meninggalkan rumah sang kakak.

"Iya Bulik," sahut Laras.

Sartika pun tersenyum lalu kembali melangkah. Sambil melangkah dia menoleh kearah rumah Ruwina. Dia melihat wanita itu berdiri gugup di depan pintu. Ada rasa bersalah di kedua matanya dan itu membuat Sartika iba.

Sesaat kemudian Sartika pun tersenyum seolah ingin mengatakan bahwa semuanya baik-baik saja. Melihat senyum Sartika, Ruwina pun lega. Dia balas tersenyum lalu bergegas masuk ke dalam rumah dan menutup pintu.

"Ga nyangka bakal serumit ini mencari orang yang telah membuat mbak Ginah gentayangan. Kalo tau bakal dapat hal tak terduga begini, mungkin dari awal lebih baik aku ga ikut campur," gumam Sartika sambil tersenyum kecut.

Di saat yang sama, Sastro sedang duduk sambil mengepalkan kedua tangannya. Nampaknya dia sedang berusaha menahan amarah.

Sejak mengetahui dirinya dikhianati bahkan di awal pernikahan, Sastro nampak sangat terpukul.

"Apa salahku, apa kurangku sampe kamu tega mendua di sana Ginah. Jadi kerjaan yang kamu bilang itu pasti bohong. Ternyata kamu balik ke Jepang karena pacar gelapmu itu masih kerja di sana. Bodohnya aku," gumam Sastro sambil menggelengkan kepala.

Untuk beberapa waktu Sastro masih meratapi diri. Tapi saat tatapannya terarah keluar jendela dia terkejut melihat matahari telah tinggi.

"Aku ga bisa terus-terusan begini. Ginah udah meninggal, percuma juga aku marah. Dosanya adalah tanggung jawabnya sendiri. Tugasku sekarang adalah membantu Ginah yang gentayangan agar kembali ke alamnya dan berhenti mengganggu warga desa," gumam Sastro sambil mengusap wajahnya.

Setelah berhasil menenangkan diri, Sastro bangkit dari duduknya lalu keluar dari kamar. Dia disambut Laras yang nampak menatapnya dengan cemas.

"Bapak ... gapapa kan?" tanya Laras hati-hati.

"Bapak gapapa Nak. Oh iya, dimana bulikmu?" tanya Sastro sambil menatap ke seluruh penjuru rumah.

"Udah pulang daritadi Pak," sahut Laras.

"Gitu ya. Sekarang bapak ke rumah bulikmu dulu deh. Soalnya ada urusan yang harus segera diselesaikan," kata Sastro sambil berlalu.

Laras hanya menggelengkan kepala melihat tingkah sang ayah.

"Udah tua tapi masih lucu aja nih Bulik sama bapak. Tadi Bulik ngejar bapak, eh sekarang gantian bapak yang ngejar Bulik. Dasar aneh," gumam Laras sambil tersenyum.

\=\=\=\=\=

Kini Sartika, Sastro, Lia dan Ruwina sedang berada di rumah Padmi. Mereka datang untuk meminta Padmi berhenti 'mengerjai' Ginah.

"Maksud kalian apa sih?. Kalian datang ke sini tanpa pemberitahuan, terus seenaknya nuduh aku mengguna-gunai Ginah dan bikin dia meninggal?" tanya Padmi.

"Emang iya kan?" tanya Lia.

"Jangan sembarangan nuduh deh, pake acara lempar batu sembunyi tangan. Jangan-jangan justru kamu yang melakukannya," sahut Padmi sambil menatap Lia dengan tatapan tajam.

"Ck, aku ga punya alasan untuk ngelakuin itu Padmi," kata Lia kesal.

"Masa sih. Kita semua tau, Ginah itu mulutnya emang tajam. Bukan cuma aku yang sakit hati tapi kalian juga kan?. Bedanya kalian bisa langsung maafin dia karena disumpal uang, tapi kalo aku ga. Berapa pun yang yang dia kasih, aku ga pernah bisa maafin dia. Kalo dia cuma nuduh aku selingkuh, itu masih bisa dimaafin. Tapi dia juga bilang kalo anak-anakku bukan anak suamiku. Coba kalian pikir, apa wajar teman ngomong begitu?. Untung suamiku ga percaya sama ucapannya. Coba kalo suamiku percaya lalu ninggalin aku dan anak-anak, apa Ginah mau tanggung jawab?. Dia bukan cuma bikin gosip murahan tapi juga mengancam masa depan anakku!" kata Padmi berapi-api.

Ucapan Padmi membuat Sastro dan Sartika terkejut. Mereka tak menyangka Ginah menyakiti temannya sedalam itu.

"Sekarang kalian datang seperti orang suci. Apa kalian lupa Ginah juga pernah menghina kalian?" tanya Padmi sambil menatap Ruwina dan Lia bergantian.

"Aku sama Lia udah maafin dia Mi. Sekarang giliran kamu," sahut Ruwina.

"Urusanku mau maafin dia atau ga. Kenapa kalian yang repot sih?" tanya Padmi gusar.

"Kalo gitu ga salah kan kalo kami nuduh kamu terlibat dengan kematian Ginah," sahut Lia.

"Betul. Bukannya kamu pernah bilang mau pake jasa dukun untuk membuat Ginah celaka. Aku curiga, pasti kamu juga yang bikin arwahnya Ginah gentayangan. Iya kan?. Kamu ga bisa ngelak Mi. Karena diantara kita cuma kamu yang dibikin nyaris gila setelah ketemu pocongnya Ginah!" kata Ruwina.

Alih-alih menjawab pertanyaan Ruwina, Padmi justru tertawa keras.

"Kenapa ketawa sih. Ga lucu Padmi!" kata Ruwina kesal.

"Ck, kenapa aku ga boleh ketawa. Omongan kamu tuh lucu banget Win. Emangnya kamu pikir cuma aku yang mau bikin Ginah lenyap dari muka bumi ini. Asal kamu tau ya, banyak orang di luar sana yang ingin Ginah cepet mati. Tapi sayangnya Ginah ga mati-mati. Terus kalo tiba-tiba dia mati, itu salahku?. Ga lah. Aku ga terlibat sama kematian Ginah. Karena saat dia mati, aku lagi ga punya uang buat bayar dukun," sahut Padmi sambil melengos.

"Kamu ... " ucapan Ruwina terputus saat Sartika memotong cepat.

"Cukup!. Kalo bukan kamu yang bikin mbak Ginah mati, apa kamu tau siapa yang udah ngirim ular jadi-jadian itu ke rumah mbak Ginah?" tanya Sartika.

"Aku ga yakin, mungkin dia," sahut Padmi.

"Iya dia siapa Padmi?" tanya Sartika tak sabar.

Padmi terdiam sejenak seolah ingin mengumpulkan kekuatan. Setelah menatap semua orang di hadapannya satu per satu, Padmi menyebut sebuah nama.

"Rumi ...," kata Padmi kemudian.

Semua orang terkejut mendengar nama yang disebut Padmi. Bagaimana tidak, Rumi adalah istri kedua ustadz Firman. Mustahil wanita lembut dan alim itu melakukan sesuatu yang di luar nalar apalagi sampai melibatkan ilmu hitam.

"Jangan menyebar fitnah ga berdasar Bu Padmi!" kata Rama lantang.

Semua orang terkejut dan refleks menoleh ke ambang pintu. Di sana mereka melihat Rama dan ustadz Firman berdiri menjulang.

"Aku ga nuduh sembarangan. Rumi pasti sakit hati karena Ginah bilang dia nikah sama lelaki tua yang lebih pantes jadi kakeknya karena uang. Padahal kan kita tau Rumi sebelumnya dekat sama Azam. Mungkin gara-gara itu juga Azam pergi merantau dan ga pulang-pulang. Dia pasti kecewa karena cewek yang dia sukai nikah sama ustadz tua ini," kata Padmi sambil melirik kesal kearah ustadz Firman.

Sartika dan Sastro nampak terkejut mendengar ucapan Padmi. Mereka tak menyangka hari itu sebuah rahasia lain terbongkar.

"Kamu cuma tau cerita itu setengahnya Padmi. Apa Ginah ga bilang kalo dia telah menjebak Rumi hingga terpaksa menikah denganku. Ginah sengaja melakukannya karena dia ga ingin Azam bahagia bersama Rumi. Dan semua itu bermuara pada satu titik, yaitu ibu Azam alias Sartika. Ginah marah karena Sartika telah menikahi lelaki yang dia sukai yaitu almarhum ayahnya Azam," kata ustadz Firman.

"Apa ...?!" kata Sastro dan Sartika bersamaan.

Tentu saja apa yang diucapkan ustadz Firman mengejutkan semua orang.

Kini rumah Padmi tampak penuh sesak dengan orang-orang. Satu per satu rahasia pun terbongkar dan itu membuat Sastro shock. Dia tak menyangka selama bertahun-tahun dia telah menikahi wanita yang memiliki banyak rahasia.

\=\=\=\=\=

1
Nurr Tika
lanjut thor 💪
any Sulistiani: in syaa Allah siap 👌🏻😊
total 1 replies
Nurr Tika
dikasih suami baik mlh selingkuh
any Sulistiani: yup, begitu lah klo org krg bersyukur.

lanjut lg ya say, mksh 😘
total 1 replies
Nurr Tika
lanjut
any Sulistiani: Alhamdulillah.., mksh kak 🙏🏻😊
total 1 replies
💜⃞⃟𝓛 ☘𝓡𝓳❤️⃟Wᵃf•§͜¢•🍒⃞⃟🦅
ehh nemu bacaan yg baru
bru baca soalnya
💜⃞⃟𝓛 ☘𝓡𝓳❤️⃟Wᵃf•§͜¢•🍒⃞⃟🦅: iya kk tp maaf klo aq blm lanjut baca aoalnya aq ada kenadala kk di quota kadang ada kadang tidak
total 2 replies
Nurr Tika
pantesan ginah benci sma sartika ternya oh ternyata
any Sulistiani: betul. cinta masa lalu yg blm selesai berujung dendam yg ga berkesudahan 😖
total 1 replies
Nurr Tika
waktu hidup ngongnya nyinyir udah jdi pocong ja ngomongnya masih nyinyir ya ginah
any Sulistiani: he he 😄
total 1 replies
Nurr Tika
nyeselkan kamu ginah
Nurr Tika
sabar ya sastro
any Sulistiani: siaaapp 👌🏻
total 1 replies
Nurr Tika
somoga hubunganya langeng ya laras
any Sulistiani: aamiin ... mksh kak 🙏😊
total 1 replies
Nurr Tika
apa ginah kena santet
any Sulistiani: lanjut dulu ya kak ..
total 1 replies
Nurr Tika
kasiankan laras gara" kelakuan ibunya
Nurr Tika
mendinganurusin keluargamu sendiri drpada ngurusin hidup orang lain
any Sulistiani: yup, se7 kak 👍🏻
total 1 replies
Arlena Lena
cepet amat dibuat mati
Arlena Lena
si Ginah mirip si kokop kalo ngomong ta da remmm
any Sulistiani: in syaa Allah siaap KK 😊
total 3 replies
deepey
betul. ini tetangga julid satu ngajak gelud
any Sulistiani: he he ... iya KK 😄
total 1 replies
💎hart👑
dapet notif ada cerita baru dari ummibebs cus langsung baca...
any Sulistiani: Alhamdulillah.. mksh kak 🙏😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!