Elea dan Ghazi harus menikah karena perjodohan kilat yang di buat oleh kedua orang tua mereka yang random.
Gadis bar-bar yang tomboy harus menikah dan hidup bersama dengan pria yang tengil dan menyebalkan. Apalagi di sekitar Ghafi ada banyak wanita yang selalu menganggu rumah tangganya. Sanggupkah Elea menghadapi mereka di tengah rumah tangga yang gonjang-ganjing tanpa adanya cinta di antara mereka.
Bagaimana kehidupan rumah tangga mereka? Pastinya hanya akan di penuhi dengan pertengkaran dan keributan. Mereka tak pernah akur dan selalu adu mulut setiap bertemu seperti Tom and Jerry. Apakah pada akhirnya mereka akan saling mencintai ataukah akan memilih jalannya sendiri-sendiri?
Yuk, ikuti terus kisah cinta mereka! Cekidot!
Jangan lupa baca juga buku othor yang lain ya kak. Terima kasih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Elea-Ghazi 9
Pasangan pengantin baru yang tak ada mesra-mesranya itu akhirnya tiba di sebuah cafe untuk makan siang. Ini makan siang pertama mereka selama menikah di luar. Karena beberapa hari ini mereka selalu makan di kantor.
"Kamu mau makan apa? dari tadi bolak balik bingung kali mau makan apa!" tanya Ghazi kepada Elea yang terlihat membolak balik menu makanan sedari tadi.
"Entahlah aku bingung sekali mau makan apaan!" jawab Elea yang memang suka sering bingung dalam menentukan makanan. Segalanya rasanya mau tapi tak akan mampu muat di dalam perutnya. Ghazi mulai tahu sifat jelek istrinya satu persatu. Menantu apaan yang diberikan kedua orang tuanya untuk dia. Bahkan istrinya belum bisa menjalankan perannya sebagai istri di rumah. Kadang dia heran dengan pilihan kedua orang tuanya. Papinya Samapi memberikan dia akses keuangan sedangkan dia malah di batasi.
"Mana sini biar aku yang pesan saja! Pilih makanan aja bingung seperti itu! Gimana yang lainnya!" kes Ghazi.
"Ya mau gimana? Kelihatannya semuanya enak!", jawab Elea jujur.
"Memang kamu nggak takut gendut makan banyak-banyak. Karena setiap wanita yang ku ajak kencan mereka selalu pilih-pilih makanan. Dan makanan yang mereka pesan biasanya hanya salad dan buah-buahan saja!" jawab Ghazi jujur.
"Sudah ku katakan Jangan samakan aku dengan mereka. Aku dan mereka beda level, bagai langit dan bumi aku langit yang indah mereka bumi yang selalu di injak! Paham Tuan Ghazi. Cepatlah pesan makanannya aku sangat lapar!" kesal Elea di samakan dengan para wanita yang selalu pergi dengannya.
"Iya bawel!" jawab Ghazi.
Sedangkan Elea kembali memainkan ponsel bertukar pesan dengan teman-temannya sambil senyum-senyum membuat Ghazi curiga jika istrinya sedang bertukar pesan dengan Irham. Apalagi Elea sambil senyam-senyum begitu. Padahal dirinya juga sama sedang berbagi pesan dengan para wanita tak jelas itu. Tapi kenapa melihat Elea seperti itu membuat dia malah kesal sekali melihatnya.
"Simpan dulu ponselmu! Makan yang benar!" ketus Ghazi.
"Terima kasih 'Helly bububub ... Ayo kita makan'," Elea malah bercanda memanggil nama yang di inginkan Ghazi. Ada-ada saja memang malah Elea memelesetkan nama gukguk jadi bububub membaut Ghazi kesal.
"Aku ganti, jangan panggil bubub!" protes Ghazi.
"Lah Kamu sendiri yang mau dipanggil itu! Kenapa sekarang berubah pikiran! Sudah ku katakan itu lebay, Ghazi!" jawab Elea.
"Panggil aku Hubby," ujar Ghazi setelah berfikir cukup lama membuat Elea tersedak.
Ada saja memang ucapan Ghazi yang membuat Elea kesal bingan main. Apalagi dia bicara dengan percaya diri. Tengilnya kelihatan sekali suaminya itu. Astaga mimpi apa dia dapat suami seperti Ghazi.
"Pelan-pelan kali, makannya aku juga punya makanan sendiri! Nggak akan minta makanan kamu juga, Wibby!" Ghazi memberikan air minum kepada Elea kemudian menepuk pelan punggung istrinya.
"Astaghfirullah ada saja panggilan kamu yang membaut aku pusing!" ucap Elea geleng kepala.
"Bagus kan? Panggilan yang berbeda untuk kita, Daei pasangan suami istri lainnya!" jawab Ghazi sombong.
"Memang kamu udah lupa dengan para wanitamu itu? Sampai mengakui kita suami istri?" tanya Elea.
"Nggak sih! Tapi kan kenyataannya kita suami istri! Walau nggak tahu sampai kapan!" jawab Ghazi santai.
"Baiklah, aku akan tunggu sampai kamu menemukan wanita yang kamu inginkan jadi Wibby beneran kamu! Ini kita seru-seruan saja kan panggilannya?" jawab Elea santai.
"Ya anggap saja begitu sih! Karena kamu selalu manggil aku nama! Itu nggak sopan, apalagi kamu istriku!" jawab Ghazi membuat Elea mengerucutkan bibirnya kesal.
Mereka kembali menikmati makan siang sambil mengobrol. Menurut Ghazi, ternyata Elea nyaman juga di ajak ngobrol kalau gadis itu ada di mode kalem. Tapi lain hal jika saat dia berada di mode singa kesetanan, malah teriak-teriak dan meraung bikin dia sakit kepala.
"Ghazi, kebetulan kita ketemu di sini! Padahal kita baru saja tukar pesan tahunya malah ketemu langsung. sepertinya kita jodoh!" ucap suara seorang wanita dari arah belakang Elea.
Suara yang di buat sangat manja dan centil untuk menarik perhatian Ghazi. Wanita itu mendekat ke arah mereka dan berusaha mencium pipi Ghazi tapi di tahan dengan kaki oleh pria itu. Dia memang sering meminta wanita cantik dan sexy untuk menemani dia dinner tapi ada batasan yang harus di patuhi oleh mereka. Tak ada sentuhan fisik sekalian genggaman tangan atau gandeng tangan.
"Ya elah, sok jaim lu Hubby! Biasa aja kali, kasian tuh ceweknya mau cipika cipiki! Tapi awas saja kalau kamu kayak tadi pagi lagi akan ku buat bibirmu semakin hancur!" celetuk Elea.
"Apaan sih Wibby! Emangnya kamu pikir selama ini aku sentuhan fisik sama mereka? Idih nggak kali!" jawab Ghazi membuat wanita cantik itu kebingungan melihat Gahzi sedang bersama dengan seorang wanita.
"Siapa lagi dia sayang? Kapan jadinya kamu mau ajak aku dinner sayang? Aku udah nunggu antrian dari lama loh!" jawab Wanita itu membaut Elea terkekeh mendengarnya.
"Astaga mau dinner aja sampai antri begitu demi validasi pernah pergi bersama dengan seorang Ghazi Ardahani si playboy cap ngengat tawon!" kekeh Elea.
"Heh! Kamu siapa sih dari tadi bicaramu itu menyebalkan sekali. Kalau sama-sama mencari validasi dan bisa menaikkan nama kamu di media sosial nggak usah seperti itu! Kita sama cari tenar jalan pintas dengan mendekati Ghazi!" kesal wanita itu.
"Kamu tanya aku? Nih aku istrinya pria yang kamu goda!" jawab Elea memperlihatkan cincin di tangan mereka berdua.
"Apa? Istri? Sejak kapan?" tanyanya kaget.
"Mau tahu? Apa mau tahu banget? Urus tuh sayang kamu! Aku mau pergi ke kantor duluan! Jangan lupa bayar nih billnya!" Elea pergi melenggang dari sana membuat Ghazi panik. Mana punya uang untuk membayar semua tagihan makanan. Orang semua uangnya ada di Elea.
"Shit!" umpat Ghazi bangkit dan mencoba mengejar Ela.
"sayang! jelaskan ke aku!" wanita itu mencoba menahan tangan Ghazi tapi di tepis dengan sangat kasar.
"Wibby .... Elea ... Wibbyyy ... tunggu!" teriak Ghazi tapi Elea tak peduli dan sudah pergi jauh.
"Pak, maaf jangan pergi dulu, tagihan makanannya belum di bayar," tahan salah seorang pelayan si sana.
"Astaga! Asem nih si Elea! Ngambeknya nggak asik bikin pusing!" umpat Ghazi.
"Berapa?" tanya Ghazi.
"Tiga ratus lima puluh ribu," jawabnya.
Terpaksa Ghazi menggunakan uang jatah bensin yang kemarin di berikan oleh ayahnya. Gini amat hidup Ghazi setelah menikah dengan Elea. Padahal dulu dia bisa dengan mudah menggesek kartu tanpa berfikir.
"Rasain! Tuman! Pusing kan bayar tagihan!" umpat Elea sambil tertawa terbahak mengingat wajah panik Ghazi. Bukannya cemburu dia pergi dari sana, tapi dia memang ingin mengisengi Gahzi si pria playboy sok tengil.
semoga ghazi dpt hukuman dr papi reno D asingkan k planet Pluto sebulan mh
jadinya pada mikir dih gampang Banggt yah gitu doang terhuraaaaaahhh El El kembali ke setelan aja lah lovely doply nanti kalau dia udah bucin
Thor yg Kirana ga lanjut lagi kah?
istri cuma ngikut apa yg di lakukan suaminya ga salah Dong,,
elea pingin curut itu kasihan