NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Berondong

Terjerat Cinta Berondong

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Berondong / Crazy Rich/Konglomerat / Keluarga / Komedi
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Noorinor

Lydia tidak pernah menyangka, setelah dipecat dan membatalkan petunangan, ia dicintai ugal-ugalan oleh keponakan mantan bosnya.

Rico Arion Wijaya, keturunan dari dua keluarga kaya, yang mencintainya dengan cara istimewa.

Apakah mereka akan bersama, atau berpisah karena status di antara mereka? ikuti terus kisahnya ya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noorinor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

Marvin tahu bahwa di kalangan para pengusaha seperti dirinya, kekuasaan keluarga Arion berada jauh di atasnya. Namun, ia tidak menyangka harus berhadapan langsung dengan orang-orang Arion, hanya karena berusaha menyusul mobil Lydia.

Mobil Marvin dicegat oleh empat mobil sekaligus saat ia sedang mengejar mobil Arion dan taksi yang membawa Lydia, membuatnya terpaksa menginjak rem dan menghentikan laju mobilnya.

Marvin bisa tahu orang-orang yang mencegatnya ada hubungannya dengan Arion karena plat di mobil mereka. Keempatnya memiliki plat nomor yang sesuai dengan inisial nama mereka masing-masing.

"Merepotkan sekali. Kenapa Lydia harus dekat dengan laki-laki seperti Arion?" batinnya.

Marvin tahu dan sadar Lydia merasa kecewa padanya, tapi mengapa perempuan itu harus memilih laki-laki yang masih bergantung pada orang lain seperti Arion sebagai penggantinya?

Ia tidak takut berhadapan dengan orang-orang yang lebih berkuasa darinya. Sejak kehilangan orang tua dan perusahaan keluarganya nyaris bangkrut, ia sudah sering berhadapan dengan para penguasa seperti mereka.

Namun, ia tidak habis pikir Arion menggunakan kekuasaan keluarga demi menghentikannya mengejar mobil Lydia. Padahal tujuannya hanya ingin memastikan Lydia baik-baik saja.

Keempat orang yang mencegat Marvin itu tampak keluar dari mobil mereka masing-masing, hampir terlihat seperti sebuah adegan di dalam film action.

"Kita lihat apa sebenarnya tujuan mereka," ujarnya, lalu ikut turun dari mobilnya sendiri.

***

Arion merendam tubuhnya di bathtub. Ia masih belum mengerti mengapa pikiran Lydia bisa sekacau itu.

Mereka baik-baik saja saat tiba di restoran. Saat memesan makanan dan setelah hidangan datang pun, semuanya masih berjalan normal.

Lydia baru mulai berubah setelah Arion memberikan kartu ATM. Padahal, Arion ingat dengan jelas bahwa ia hanya mengatakan kartu itu pemberian ibunya.

“Tapi Kak Lydia juga sempat menghindar waktu kita bertemu di koridor,” gumam Arion, baru mengingatnya.

Pasti ada sesuatu yang membuat Lydia berpikir sampai sejauh itu, dan kemungkinan besar kartu ATM bukanlah pemicu utamanya.

“Sebelum aku datang, sepertinya Kak Lydia sempat mengobrol dengan Liam dan kedua pengikutnya. Apa mungkin mereka tahu sesuatu?”

Arion masih memikirkan segala kemungkinan yang membuat Lydia salah paham terhadapnya, bahkan sampai menuduhnya ingin membalas dendam.

Ia kemudian memejamkan mata sejenak. Bayangan Lydia dengan mata dan hidung yang memerah akibat menangis terus terlintas di benaknya. Kini, pikirannya penuh oleh berbagai kemungkinan yang menjadi penyebab perempuan itu sampai menangis.

"Apa mungkin Kak Lydia merasa terhina karena Mamah memberinya kartu ATM?" ujar Arion, memikirkan kemungkinan yang paling masuk akal.

Tali, jika benar Lydia merasa terhina, apa yang membuat perempuan itu berpikir bahwa keluarga Arion memiliki rencana untuk membalas dendam?

***

"Gue pikir Arion serius cinta sama gue, ternyata dia cuma mau balas dendam," ujar Lydia lirih.

Di depannya, Rina tampak sedang berpikir keras. Sepanjang Lydia bercerita, ia hanya menangkap dua poin besar. Arion dijodohkan oleh ibunya, dan Lydia diberi kompensasi agar menjauhi Arion.

Namun, Rina merasa ada yang salah di sini. Ia sering menonton drama di mana pemeran utama perempuannya diberi uang oleh ibu pemeran utama laki-laki. Situasi Lydia hampir sama, tapi ada yang berbeda sedikit.

Bagaimana mungkin ibu Arion meminta Arion memberi uang pada Lydia supaya menjauhi Arion? Bukankah itu terdengar tidak masuk akal?

"Tunggu dulu, lo tahu Arion dijodohkan cuma dari obrolan Liam dan temannya?" tanya Rina, memastikan dirinya tidak salah menangkap cerita Lydia.

Lydia mengangguk membenarkan.

"Terus lo sudah nanya langsung ke Arion?"

Kali ini, Lydia menggeleng sebagai jawaban atas pertanyaan Rina. Ia memang belum bertanya langsung pada Arion tentang perjodohan itu. Lagipula, pasti akan terasa memalukan jika ia sampai bertanya.

Rina menghela napas sejenak sebelum melanjutkan pertanyaan yang masih mengganjal di benaknya. "Berarti belum pasti dong Arion dijodohkan? Bisa jadi itu cuma asumsi Liam dan teman-temannya."

"Tapi Daren bilang, Mamah Arion marah waktu tahu Arion dekat sama gue. Terus katanya pesan cincin buat Arion, bahkan ngasih gue kartu ATM," ucap Lydia, seolah sedang mengumpulkan bukti yang membuatnya mempercayai obrolan Liam dan teman-temannya.

"Bukannya lo pernah cerita Arion gak dibolehin pacaran sama keluarganya karena diminta fokus sama pendidikan? Mungkin itu alasan Mamah Arion marah waktu tahu Arion dekat sama lo," ujar Rina, tanpa memihak siapa pun.

Ia sahabat Lydia, tapi sepertinya ada yang perlu diluruskan di sini agar Lydia tidak salah paham dan berpikir keluarga Arion jahat.

"Terus bagaimana soal cincin?" seru Lydia, masih berpikir bahwa mungkin Arion memang dijodohkan oleh ibunya.

"Kita hidup di zaman apa sih, Ya? Bisnis keluarga Arion kan salah satunya di bidang berlian. Mungkin cuma aksesoris atau buat promosi," sahut Rina, berusaha tetap berpikir logis.

"Oke, lupakan soal itu. Bagaimana soal Mamah Arion yang ngasih gue ATM?" ucap Lydia, kukuh dengan pemikirannya tentang Arion dan keluarganya.

Mungkin Arion memang belum terbukti dijodohkan oleh ibunya. Namun, bagaimana dengan ATM yang laki-laki itu berikan pada Lydia?

"Arion bilang apa waktu ngasih lo ATM?" Rina menanggapi dengan tenang. Ia benar-benar merasa ada kesalahpahaman antara Lydia dan Arion, yang harus segera diluruskan.

Lydia menatap langit-langit kamarnya sejenak, pandangannya menerawang seperti sedang berpikir.

"Arion cuma bilang dari Mamah," ujar Lydia, mengingat jelas apa yang Arion katakan padanya.

"Fix sih ini. Lo cuma salah paham," ucap Rina, baru berani mengambil kesimpulan setelah obrolan panjang mereka.

Ternyata dugaannya benar. Jika ibu Arion memang tidak menyukai Lydia dan ingin perempuan itu menjauh dari anaknya, tidak mungkin Ibu Arion menitipkan uang lewat Arion sebagai kompensasi supaya Lydia mau menjauhi putranya.

Dalam drama yang sering Rina tonton, biasanya ibu pemeran utama laki-laki diam-diam menemui pemeran utama perempuan, lalu menawarkan sejumlah uang dan meminta pemeran utama perempuan untuk pergi tanpa jejak dari pemeran utama laki-laki.

Namun, ibu Arion justru menitipkan sejumlah uang dalam bentuk kartu ATM pada Arion untuk diberikan pada Lydia. Arion juga tidak mengatakan apa pun yang mengarahkan Lydia agar pergi dari hidupnya.

"Saran gue, mending lo dengar penjelasan Arion dulu. Arion juga bilang lo salah paham, kan?" tambahnya.

Lydia tampak tidak setuju. Ia sama sekali tidak merasa Arion perlu menjelaskan apa pun, karena semuanya sudah sangat jelas baginya.

"Apa yang salah paham? Mamah Arion gak suka sama gue, makanya ngasih gue ATM sebagai kompensasi supaya gue menjauhi anaknya," ucap Lydia, yakin bahwa hal itu bukan sekadar kesalahpahaman.

"Arion juga gak beneran cinta sama gue. Dia dekat sama gue selama ini cuma buat balas dendam," tambahnya.

"Lo jangan denial, Lydia. Gue yakin lo sendiri bisa merasakan bagaimana cinta Arion sama lo," ujar Rina, merasa bahwa Lydia hanya sedang berusaha menyangkal perasaan Arion terhadapnya.

Arion dengan jelas menunjukkan cintanya, dari bagaimana ia memperlakukan Lydia, hadiah-hadiah yang Arion berikan, bahkan sampai bekerja magang di perusahaan keluarganya. Semua laki-laki itu lakukan karena mencintai Lydia.

"Lagian, kenapa lo mikir jauh-jauh ke balas dendam sih? Arion jelas menyesal sudah salah paham sama lo waktu itu," lanjut Rina.

Lydia mengusap wajahnya kasar. Perkataan Rina mungkin benar. Ia sendiri tidak tahu mengapa dirinya berpikir sampai sejauh itu, dan bahkan sampai menangis karenanya.

"Apa benar gue cuma salah paham?" batinnya.

1
Resa05
ditunggu up nya kak
Resa05
wah makin penasaran nih
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Resa05
semangat up-nya thor!
Reverie Noor: terimakasih ❤
total 1 replies
Resa05
sayang banget cerita bagus kayak gini ga rame, semangat up terus thor!
Resa05: bakal jadi pembaca setia, semoga ceritanya seru terus ya thor
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!