mengisahkan perjalanan Liu Wei, seorang pemuda yang kehilangan desa dan keluarga karena serangan kelompok jahat Pasukan Bayangan Hitam. Setelah bertemu Chen Mei dari Sekte Bintang Penyusun, ia mengetahui bahwa dirinya adalah salah satu dari enam Pendekar Bintang terpilih yang bertugas menjaga keseimbangan alam semesta.
Dengan membawa Pedang Angin Biru pusaka keluarga dan Kalung Panduan Bintang, Liu Wei harus mencari Pendekar lainnya sebelum Pasukan Bayangan Hitam yang dipimpin oleh Zhang Feng menangkap mereka semua dan mendapatkan Lima Batu Kekuatan yang bisa menghancurkan dunia. Perjalanan penuh bahaya menantinya, di mana ia harus menguasai kekuatan batinnya dan menyatukan kekuatan rekan-rekannya untuk menghadapi ancaman kegelapan yang semakin besar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reijii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perjuangan Wei Tian Dan Ancaman Luar Angkasa
Setelah menyerah, Wei Tian tinggal di Kuil Bintang untuk memulihkan diri dan membantu menjaga pusaka kuno. Setiap hari, dia mengawasi kotak kayu yang menyimpan energi kegelapan, menggunakan kekuatan yang tersisa darinya untuk menahan ancaman yang ada di dalam. Su Yin dan Liu Wei membimbingnya, mengajari dia cara membersihkan jiwanya dari sisa-sisa energi gelap dan kembali ke jalan kebaikan.
“Aku tidak akan pernah melupakan kesalahan yang aku buat,” ucap Wei Tian satu hari, sambil menatap kotak kayu. “Aku akan menghabiskan sisa hidupku untuk membalasnya.” Liu Wei menepuk bahunya dengan lembut. “Yang penting adalah kamu memiliki keberanian untuk berubah,” katanya. “Kita semua membuat kesalahan, tetapi yang menentukan adalah bagaimana kita memperbaikinya.”
Selama minggu-minggu berikutnya, Wei Tian menunjukkan perubahan yang signifikan. Dia mulai mengajari siswa Sekolah Bintang Penyusun tentang sejarah Bintang Penyusun dan bahaya menyalahgunakan kekuatan. Dia berbagi pengalaman masa lalunya, memberikan nasihat tentang bagaimana menghindari jalan kegelapan. Siswa menyambutnya dengan hangat, melihat bahwa dia sungguhan dalam perjuangannya untuk memulihkan diri.
Namun, kedamaian tidak berlangsung lama. Suatu malam, langit tiba-tiba menjadi terang dengan cahaya kebiruan yang aneh. Dari luar angkasa, kapal-kapal luar angkasa berwarna hitam muncul, mengorbit di atas bumi. Su Yin merasakan getaran energi yang sangat kuat dan asing. “Ini bukan energi dari dunia ini,” ucapnya dengan suara tegang. “Mereka datang dari luar angkasa, mencari kekuatan Bintang Penyusun.”
Kapal luar angkasa turun ke permukaan bumi, mendarat di dekat Kuil Bintang. Dari dalam kapal, makhluk luar angkasa dengan tubuh berwarna kebiruan dan mata menyala merah muncul. Mereka dipimpin oleh sosok yang bernama Zorak, pemimpin pasukan penakluk dari galaksi jauh. “Kekuatan Bintang Penyusun akan menjadi milik kita,” ucap Zorak dengan suara yang menggelegar. “Kita akan menguasai dunia ini dan semua yang ada di dalamnya.”
Liu Wei mengumpulkan semua Pendekar, baik generasi tua maupun muda. “Kita harus bekerja sama untuk melindungi dunia ini,” ucapnya dengan tekad. “Mereka tidak akan mendapatkan kekuatan Bintang Penyusun dengan mudah.” Pertempuran segera meletus. Generasi tua membentuk garis depan, menggunakan kekuatan mereka untuk melawan makhluk luar angkasa. Huang Rong dan Wu Jing mengeluarkan lautan api, Chen Long dan Zhou Yu mengendalikan aliran air, Xie Lan mengangkat batu-batu besar, Yang Fei mengendalikan angin, Su Yin menerangi area dengan Cahaya, dan Chen Mei menembakkan peluru kristalnya.
Generasi baru, dipimpin oleh Xiao Ming, bergabung di belakang. Xiao Ming menggunakan Api untuk membakar kelompok makhluk luar angkasa, Li Na mengendalikan Air untuk membungkus musuh, Zhang Tao mengangkat tanah untuk menghalangi jalan mereka, dan Lin Lin menerangi jalur serangan guru-gurunya. Wei Tian juga bergabung, menggunakan kekuatannya untuk menahan energi asing dari makhluk luar angkasa. Dia menunjukkan keberanian yang luar biasa, membuktikan bahwa dia telah berubah menjadi orang yang baik.
Zorak menyerang dengan kekuatan energi kebiruan yang kuat, membuat beberapa Pendekar terpental mundur. Namun, mereka tidak menyerah. Xiao Ming menyatukan kekuatan generasi baru, menciptakan cahaya keemasan yang menyebarkan energi kasih sayang dan kebaikan. Cahaya itu menembus perisai energi Zorak, membuatnya terkejut. “Ini tidak mungkin!” ucap Zorak dengan suara gemetar. “Bagaimana bisa kekuatan kebaikan lebih kuat dari kekuatan penakluk?”
Liu Wei menyerang Zorak dengan Pedang Angin Biru, menyatukan kekuatan semua Pendekar. Serangannya membuat Zorak terpental jauh, dan pasukannya mulai kewalahan. Setelah pertempuran yang berat, mereka berhasil mengalahkan makhluk luar angkasa, memaksa mereka untuk kembali ke kapal dan melarikan diri ke luar angkasa.
Ketika kedamaian kembali tercapai, semua Pendekar merasa kelelahan tapi bahagia. Wei Tian melihat ke arah mereka, matanya penuh harapan. “Aku telah membuktikan bahwa aku bisa membantu melindungi dunia,” ucapnya. “Aku akan terus berjuang untuk kebaikan, selama sisa hidupku.” Liu Wei tersenyum, menepuk bahunya. “Kamu telah menjadi bagian dari keluarga Bintang Penyusun kembali,” katanya. “Bersama-sama, kita akan melindungi dunia dari segala ancaman, baik dari dalam maupun luar.”