NovelToon NovelToon
When Gods Grow Bored

When Gods Grow Bored

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Action / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: jhoven

When Gods Grow Bored berlatar di sebuah benua kuno "Nirenva" yang dilanda perang tanpa akhir, tempat kerajaan-kerajaan saling membantai atas nama para dewa yang pernah turun dan meminjamkan kekuatan mereka kepada umat manusia. Di dunia di mana nilai hidup diukur dari restu ilahi, Kai Jhoven: seorang anak tanpa berkah dan tanpa asal-usul tumbuh sebagai sosok terbuang, dipaksa bertahan di tengah kekacauan yang tidak pernah ia pilih. Ketika sebuah kekuatan asing akhirnya menjamah dirinya, Kai Jhoven terseret ke dalam pusaran konflik yang jauh lebih besar dari perang antar manusia: intrik ilahi, kekuasaan yang dipinjam, dan kebenaran kelam di balik mukjizat yang disembah dunia. Dalam perjalanan dari medan perang hingga jantung kekuasaan, takdir, kepercayaan, dan kemanusiaan diuji; sementara langit yang selama ini dipuja perlahan mulai retak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jhoven, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kai Jhoven

Sial, aku hanya bisa berlari, memanfaatkan bangunan rumah warga yang telah hancur untuk menghambat laju prajurit musuh. Sedangkan dibelakangku.. Si maniak kematian gila itu sedang mengejarku tanpa henti.

Apa yang harus aku lakukan..

Aku tidak boleh mati disini.

Ditengah pelariannya itu kakinya tersandung dan..

"Eh.."

*SWOOOPPBRZTT..

Tubuh Kai tersedot kedalam ruang hitam tanpa cahaya. Tidak ada apapun didalamnya, tubuhnya melayang bebas tidak beraturan.

Apa lagi ini sialan! Satu masalah belum selesai , sekarang ada lagi? Berkah siapa ini? Vitalii? Tidak mungkin, sepertinya kekuatan vitalli bukan tipe perangkap.

Kai Jhoven.

Seseorang memanggil namanya. Tapi darimana? Suara itu menggema dari seluruh arah. Kai tidak dapat menentukan arah datangnya suara itu.

"SIAPA?!"

"TUNJUKKAN DIRIMU!"

"BAGAIMANA KAU BISA TAHU NAMAKU??"

Aku adalah Astraezas.. Sang Pelipat Langit, Dewa Distorsi Ruang dan Jarak. Maaf membuatmu menunggu selama ini bocah.

Kai terdiam, ia kaget, sedikit senang dan marah dan sedih, perasaannya bercampur aduk. Setelah 12 tahun ia hidup dalam penindasan dan dikucilkan oleh masyarakat karena terlahir tanpa berkah.. Dan kini dewa itu datang disaat-saat yang sulit.

Kenapa tidak dari dulu.. atau setidaknya kenapa tidak dari pagi hari saja?? Setidaknya aku bisa membantu pak Garo timbang diam menjadi bebannya!

Itulah yang Kai pikirkan dalam diamnya.

"Kenapa.." Tanya Kai.

Seolah tahu apa yang dipikirkan Kai, Dewa itu menjawab;

Aku meminta maaf padamu Kai.. Tidak semua nyawa bisa diselamatkan. Situasinya jauh lebih rumit daripada yang kau pikirkan, dan... Garo sudah mewariskan semangatnya padamu bukan? Aku akan memberikan kekuatanku padamu. Kau harus hidup Kai!

Kai sangat sedih tapi perkataan dewa itu benar, ia tidak boleh mati disini. Ia harus hidup dan memenuhi sumpahnya.

"Setidaknya tunjukkan dulu wujudmu seperti apa dewa bodoh."

Aku tidak bisa menunjukkan wujud penuhku. Energi spiritualmu masih terlalu kecil untuk bisa melihat wujud asliku. Setelah masalah dengan Vitalii selesai, cepatlah berlatih. Sudah tidak ada waktu lagi, ulurkan tanganmu ke depan.

Kai pun mengulurkan kedua tangannya kedepan.

"Sebaiknya kekuatanmu benar-benar bisa mengeluarkanku dari neraka ini tuan dewa."

Jangan meremehkanku. Fokus saja pada pergerakanmu sendiri.

"Tch, ayo kita lakukan!"

YA! Pergi dan menanglah.. Kai Jhoven.

*SWWOOOOSHH!

Kini, Kai Jhoven telah melakukan sinkronasi dengan Dewa Astraezas. Ia dipindahkan kembali menuju dimensi realitas terkini.

"Oh.. Aku kembali.."

"Hei, itu dia! Kejar bocah itu!" Prajurit Vladmir langsung begegas mengejar Kai.

Oke.. Sekarang bagaimana cara menggunakan kekuatan dewa itu.. Ini adalah kali pertama dalam 12 tahun hidupku, aku memiliki kekuatan dewa! Tadi dewa itu bilang kalau dia adalah Sang Pelipat Langit, Dewa Distorsi Ruang dan Jarak. Tapi.. APA SEBENARNYA ITU? Aku bahkan tidak tahu dia adalah dewa apa?? Bahasanya terlalu berat, bagaiamana aku bisa memakai kekuatan dewa yang bahkan aku sendiri tidak mengerti dia itu dewa apa?!

Tolonglahh, keluar api, air atau angin! Yang manapun tidak masalah!

Kejaran Vitalii dan pasukannya semakin mendekat, dan serangan demi serangan dilancarkan pada Kai.

*BOOOOMM! BOOMM!! BOOMM!!

*SWOOOSHH!!

Namun tidak ada satu pun serangan yang berhasil mengenainya. Mereka semua hanya "hampir" mengenai.

Vitalii merasakan ada sesuatu yang janggal dari Kai. Bocah yang sebelumnya hampa, kini mulai menunjukkan tanda-tanda berkah dewa.

"Semuanya! Berhati-hatilah.. Bocah itu telah membangkitkan berkah nya." Ucap Vitalii

"Huh? Apakah itu benar??"

"Seriusan ini..?"

Para pasukan Vladmir itu tampak ragu namun tetap berusaha mengejar Kai.

Namun seberapa lama, dan jauh mereka mengejar Kai, mereka tidak benar-benar bisa mendekat padanya.

"SIAL! DIA SUDAH DIDEPAN MATA! APA YANG KALIAN SEMUA LAKUKAN? TANGKAP BOCAH ITU!!" ucap pemimpin regu prajurit Vladmir.

Vitalii sudah berhenti mengejar sejak lama, ia mengamati bagaimana bawahannya terus berusaha mendekat namun jaraknya tidak akan pernah berkurang. Dengan kata lain, Vitalii mencoba menarik kesimpulan bahwa kekuatan Kai pasti berkaitan dengan manipulasi jarak.

"Kekuatan yang luar biasa, ini hanya akan menambah alasan mengapa kau harus mati disini Kai." ucapnya.

Diatas langit, Vitalii mengarahkan pedangnya ke atas. Ia menunjukkan kuda-kuda serangan mematikannya. Sama seperti yang ia lakukan pada Garo.

"Mari kita lihat apakah manipulasi ruangmu itu dapat bekerja melawan tebasan mautku."

Morvael.. Dead men tell no tales, vol 3.... INFERNO SLASH!!!

*SLASHHHH! SWOOSHH!

Tebasan pedang itu menghantam dari atas langit tepat kearah Kai.

*BOOMMMM!!!

Ledakannya 2x lebih besar daripada sebelumnya saat insiden Garo.

"Kapten luar biasa! Sudah dipastikan bocah itu akan mati! HAHA!"

"Ya, tidak mungkin ada yang bertahan dari serangan itu sih.."

Seolah sudah merasa menang, pasukan Vladmir pergi meninggalkan lokasi. Namun yang sebenarnya..

"HUH?!"

Kai masih hidup, tanpa ada luka. Tebasan Vitalii menghancurkan segala sesuatu disekitar Kai, namun tidak ada satu pun dampak ledakan yang benar-benar sampai pada Kai.

Vitalii tercengang.. Bukan karena Kai masih hidup, namun karena ia melihat sendiri bagaimana lintasan tebasannya sudah sempurna tepa kearah kepala Kai, tapi dimomen-momen serangan itu mendekat, tebasannya tidak pernah sampai menyentuh Kai.

Ia sadar kekuatan Kai bukan sekedar manipulasi ruang biasa, ada sesuatu yang lebih hebat, tapi apa itu??

"MUSTAHIL?! DIA MASIH SELAMAT SETELAH ITU SEMUA? BOCAH APA DIA INI??" Teriak prajurit Vladmir.

Lho.. Kok aku bisa selamat ya dari tadi.. Padahal aku cuma berlari.. Pikir Kai.

Inilah salah satu kekuatanku; Zeno Distance

Suara dewa itu terdengar kembali.

Woah apa itu? Kedengarannya keren?

Singkatnya Zeno Distance itu berfungsi sebagai perisai jarak. Jika ingin lebih rumitnya; Ketika sesuatu (pedang, peluru, serangan musuh) mendekat kepada pengguna (Kai Jhoven), jarak itu tidak dibiarkan berkurang secara linear. Sebaliknya, jarak tersebut dibagi terus-menerus: setengah, seperempat, seperdelapan, dan seterusnya. Hasilnya, dari sudut pandang penyerang, mereka terus maju. Dari sudut pandang ruang, mereka tidak pernah mencapai titik nol (kontak fisik tidak pernah terjadi, karena jarak tak pernah selesai dihitung.).

Okee? Terdengar sangat rumit tapi intinya, Zeno Distance merupakan perisai berkonsep "jarak" yang bisa melindungiku dari segala macam bahaya bukan? Gilaa, kuat banget!

Terlalu simpel.. teknik ini punya kelemahan juga. Ia bukanlah perisai tidak tertembus. Jika dirimu berhadapan dengan pengguna berkah tipe segel atau tipe serang tanpa membutuhkan pendekatan jarak, maka sia-sia saja. Selain itu, teknik ini membutuhkan energi spiritual yang besar dan daya konsentrasi yang tinggi untuk menilai tingkat ancaman yang mendekat. Saat ini aku meminjamkan energi spiritual milikku, jadi kamu tidak perlu khawatir kehabisan energi.

Lalu untuk bagian menilai tingkat ancaman? Apa maksudnya?

Jadi tidak setiap saat kamu harus mengaktifkan Zeno Distance. Misal dalam kehidupan sehari hari, kamu ingin menangkap bola yang dilempar temanmu. Jika kamu mengaktifkan ZD, Maka bola itu tidak akan pernah sampai padamu. (Bola tidak mengancam) Sebaliknya jika itu pisau, maka kamu harus mengaktifkan ZD (Pisau mengancam). Itulah sebabnya aku juga bilang, teknik ini membutuhkan tingkat konsentrasi yang tinggi. Sebaiknya setelah ini, jangan menggunakan teknik ini terlebih dahulu.

Hm, jadi aku harus mengaktifkan Zeno Distance disaat-saat yang tepat saja ya.. Baiklah, tapi untuk saat ini, aku ingin mengaktifkannya selalu.. Karena sekarang aku berada di neraka Vladmir!! Semuanya adalah ancaman tingkat tinggi!

Dengan teknik Zeno Distance yang Kai miliki, Kai berhasil kabur dari kepungan prajurit Vladmir dan pergi keluar dari Desa Mooire.

"Kapten! Apakah tidak masalah membiarkan bocah itu kabur??" tanya salah seorang prajurit pada Vitalii.

"Biarkan saja. Tidak ada yang bisa menyentuhnya untuk saat ini. Sebaiknya kita juga segera kembali menuju Deimos (Ibu Kota Vladmir), aku mencium bau binatang buas yang sedang mendekat kemari." ucap Vitalii.

Dengan begitu, seluruh pasukan Vladmir dibawah Komandan Besar Vitalii Aizen mundur kembali menuju wilayah Vladmir.

Tepat seperti yang dirasakan Vitalii, Bala bantuan dari Phobos (Ibu Kota Khanox) datang dengan jumlah yang besar.

Tanpa disadari, setelah keluar dari desa, Kai bergerak ke utara, memasuki hutan-hutan magis. Di dekatnya ada kota kecil yang akan mempertemukannya dengan seorang rekan.

1
ùrizen
/Smile/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!