Kehidupan yang di jalani Hana sangat bahagia, apalagi saat kekasihnya menikahinya. Namun kehidupan bahagia itu hanya sebentar saja berpihak padanya. Kehidupannya yang dulu bahagia kini perlahan hilang saat sang suami berselingkuh dengan seorang wanita yang sangat dia percaya. Bahkan mereka pun mencoba untuk membunuhnya. Lalu apa yang akan di lakukan oleh Hana setelah menyadari semua itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aliyah Ramahdani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sandiwara Rangga
Sementara di rumah kediaman keluarga Santoso, Mayang dan Rangga sedang bahagia karena mereka telah menjadi pemilik perusahaan dan semua aset Hana. kabar ini pun akan di beritahukan pada ibunya
" Ternyata ide ibumu itu sangat bagus sayang. aku tidak menyangka hanya dalam waktu beberapa tahun kita bisa menikmati semua ini" ucap Rangga menggendong Mayang
" Iya dong sayang. ibuku itu memang hebat. dia bisa kepikiran ide gila ini. bahkan rela mengeluarkan uang untuk kuliahmu demi mendekati si bodoh itu" jawab Mayang tertawa
" Untungnya dia wanita bodoh dan bucin. dia pikir aku benar-benar mencintainya, hahahaha" tawa Rangga kembali terdengar
" Tapi sayang, gimana kalo para pemegang saham mencari keberadaannya? dan juga curiga padamu? mereka tidak mungkin langsung percaya jika kau mengatakan bahwa Hana sudah memberikan semua asetnya padamu" ucap mayang
" Gimana kalo kita kembali ke gunung itu untuk memastikan keberadaan wanita bodoh itu? aku takut jika ada yang menolongnya" saran Mayang
" Baiklah, kita berangkat sekarang" ajak Rangga segera menuju mobilnya
Sekitar satu jam mereka melaju, akhirnya tiba juga di gunung itu. mereka segera masuk dengan berjalan kaki. mereka tak menemukan Hana di sana
" Dimana wanita itu? tidak mungkin di bisa lepas begitu saja" ucap Rangga menyusuri hutan itu dengan matanya
" Lihat. bukankah ini pakaian dan tali yang mengikat tubuhnya? apa jangan-jangan ada yang datang dan memperkosanya?" ucap Mayang
" Sepertinya perkataanmu benar sayang. mana mungkin dai lari tanpa busana, kan? aku yakin seseorang pasti memperkosanya kemudian membuang tubuhnya entah dimana" ucap Rangga lagi
" Aku harap itu terjadi. agar kau bisa memberikan alasan jika mereka menanyakan mu" ucap mayang
" Sudahlah, lupakan saja wanita itu. aku yakin dia sudah mati" ucap Rangga melihat ada darah di sekitar sana
*********
Sebulan pun berlalu, Fira sengaja mendatangi rumah Hana. dia ingin melihat reaksi Mayang saat dirinya ingin menemui Hana
" Ada keperluan apa kau kemari?" tanya Mayang dengan angkuh
" Memangnya kenapa kalau aku kemari? ini kan bukan rumah kamu. dimana Hana? aku ingin menemuinya. dia sudah lama tak menghubungiku" ucap Fira duduk di sofa
Mayang tak mau kalah, dia pun duduk di sofa dan mengangkat kakinya di atas meja
" Kau tak pantas untuk menemuinya. karena kau yang telah menyakitinya, kau berselingkuh dengan mas Rangga. dasar tak tau malu...!!" ucap Mayang
" Jadi kau sudah tau kalo aku dan Rangga...." ucap Fira sengaja memotong ucapannya
Seketika wajah Mayang pucat dan terlihat panik
" Kau benar berselingkuh dengan mas Rangga?"
" Kenapa kau ingin tau? katakan saja dimana Hana?"
" Katakan dulu apa benar kau juga berselingkuh dengan mas Rangga?" tanya Mayang penasaran
" Aku akan menemui hana sendiri di kamar" ucap Fira beranjak
" Dia tak di sini. dia sedang keluar kota" ucap Mayang segera
" Keluar kota? untuk apa?"
" Kau tak perlu tau"
" Baiklah, kalo begitu" ucap Fira kemudian keluar dari rumah itu
*********
Di perusahaan Santoso, para pemegang saham sedikit heran dengan perubahan sikap Rangga akhir-akhir ini. dia tidak fokus dan seperti memikirkan sesuatu
Seperti hari ini, rapat yang biasanya berjalan lancar namun tidak kali ini. semua kacau karena ulah Rangga yang tidak bisa konsisten
" Maafkan aku, mungkin meetingnya kita tunda dulu. aku sedang tidak fokus" ucapnya
" Memangnya apa yang anda pikirkan pak Rangga, kalo begini terus, perusahaan kita bisa jatuh" ucap seorang dari mereka
" Aku sedang memikirkan istriku" jawabnya
" Kenapa dengan bu hana, pak?" Tanya mereka terlihat penasaran
" Seminggu yang lalu dia meninggal dunia" jawabnya berbohong
" Apa????" ucap mereka serempak
" Tapi kenapa anda tak mengatakannya?" Ucap yang lain
" Maaf aku belum bisa menerima kepergian istriku. aku sangat sedih, bahkan anak kami pun tak bisa di selamatkan" ucapnya terisak dengan penuh sandiwara
Pak widodo yang dulu sebagai kepercayaan pak Rinto pun ikut terkejut, di tak menyangka jika Hana telah tiada. Dia bahkan tak pernah mendengar kabar tentang Hana lagi setelah kepergian pak Rinto
" Istriku sedang hamil tua, dia jatuh dari tangga. saat kami membawanya ke rumah sakit, anak dalam kandungannya sudah tak bisa di selamatkan. dan itu membuat istriku sangat sedih dan drop" ucapnya kembali terisak
" Tapi yang paling tidak bisa aku terima saat istriku mengalihkan semua aset dan perusahaannnya padaku. bahkan dia meminta adiknya untuk menggantikan posisinya. apa kalian bisa membayangkan bagaimana rasanya menjadi aku?"
" Dalam setahun, aku harus kehilangan tiga orang yang sangat aku sayangi. ayah mertua yang selalu mendukungku, istri yang selalu mencintaiku dan bayi yang aku nantikan, mereka semua pergi meninggalkanku. aku bingung dengan hidupku sekarang yang terasa hampa" ucapnya lagi
" Maafkan kami pak Rangga, kami tak tau tentang kabar kematian istri anda. dan juga kami turut berduka cita untuk semuanya" ucap mereka satu persatu menghampiri Rangga
" Terima kasih atas pengertian kalian, saya mohon maaf karena sudah mengacaukan meeting kita kali ini. saya janji setelah ini, itu tidak akan terjadi lagi" ucapnya kemudian keluar dari ruangan meeting dan kembali ke ruangannya
Rangga masuk ke dalam ruangannya
" Waaaah... ternyata aku bisa jadi aktor. sepertinya tadi akting ku sangat bagus" ucapnya memuji diri sendiri
Dia kemudian melangkah ke toilet untuk mencuci wajahnya. kemudian dia menatap wajahnya di cermin
" Kamu memang yang terbaik, Rangga" ucapnya pada diri sendiri sembari menepuk dadanya
Sementara pak widodo, masih duduk terdiam di dalam mobilnya. dia tak menyangka dengan berita yang baru saja dia dengar
" Pak Rinto, maafkan aku" gumamnya merasa bersalah pada orang yang telah banyak membantunya
*******"
Rangga pulang kerumah dengan senyum kemenangan. dia segera memeluk Mayang begitu dia tiba
" Sayang ada apa? kok senang banget?" Tanya Mayang heran
" Kita sekarang bebas sayang" jawabnya sangat bahagia
" Maksud kamu?"
" Aku sudah menjelaskan pada mereka tentang kematian wanita bodoh itu. aku bahkan memberikan alasan jika wanita bodoh itu memintamu untuk menggantikan posisinya sebagai pendampingku" jawab Rangga
" Benarkah? wahh ide darimana kamu sayang, kok bisa kepikiran seperti itu" ucap Mayang
" Karena aku mencintaimu sayang" jawabnya
" Kalo begitu aku boleh minta sesuatu?"
" Boleh dong sayang, bilang aja apa yang kau mau. mobil baru? rumah baru? perhiasan baru? atau apa?"
" Aku ingin beli perhiasan baru. hanya seratus lima puluh juta, sayang"
" Beli saja sayang, nanti aku transfer buat kamu" ucapnya membelai rambut mayang
" Oiya sayang, aku sudah lama tak mendengar kabar Fira. dimana dia sekarang?" Ucap mayang
" Aku juga tidak tau. bahkan aku lihat rumahnya sekarang bukan dia lagi yang menempatinya" jawab Rangga
" Terakhir dia datang mencari wanita bodoh itu. tapi aku katakan jika dia sedang keluar kota" ucap Mayang
" Aku tak peduli padanya. aku juga tak ada urusan dengannya"
" Iya tapi berkat dia, hubungan kita bisa bertahan lama. karena hana mengira dia adalah selingkuhanmu. Harusnya kita berterima kasih padanya, hahahha.." ucap Mayang tertawa
" Emang mereka nya saja yang bodoh" ucap Rangga lagi