NovelToon NovelToon
Sang Pengiring Pengantin

Sang Pengiring Pengantin

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Pengantin Pengganti / Pengganti / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:5.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Assifaatulqalbi

Semua masih terasa tak masuk akal bagi Ningsih. setahunya ia hanya menjadi pengiring pengantin di acara pernikahan Tania, sepupunya. Tapi bagaimana bisa, ia yang sedari tadi hanya dikurung di dalam kamar entah untuk apa, kini mendengar dengan jelas namanya yang disebut dengan lantang pada pengucapan Ijab Qabul?

Mohon komentar yang sopan yah😊
jangan nagih juga, karena walaupun nggak ditagih insyaa Allah aku up nya tiap hari😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Assifaatulqalbi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Enam Belas

Ningsih terbangun dengan tangan Juna yang memeluk pinggangnya erat. Tiba-tiba ia mengingat tentang perdebatannya dengan Juna semalam. karena kekesalannya tiba-tiba muncul ia menghempaskan tangan Juna dengan kuat, membuat si pemilik melenguh sakit karena tangannya terbentur pinggiran ranjang.

Ningsih buru-buru menuju kamar mandi, lalu setelahnya turun ke bawah untuk menyediakan sarapan mereka nanti.

Ningsih tetap asik menyiapkan makanan di atas meja tanpa menghiraukan Juna yang menatapnya sedari tadi.

"Dek?!" Panggil Juna saat Ningsih menyendokkan nasi ke piring miliknya. Ningsih tak menanggapi, gadis itu hanya meletakkan piring tersebut di hadapan Juna, lalu menaruh beberapa lauk di atas nasi tersebut.

Juna menghela nafasnya pelan, rupanya menyuruh Widya bertemu dengan Ningsih bukannya membuat hubungan mereka membaik malah semakin jauh.

Juna terlihat ingin membuka mulutnya lagi, namun perkataan Ningsih membuatnya terdiam. "Jangan bicara apapun dulu, kecuali Kakak sudah siap menjelaskan siapa gadis itu, dan sudah mengambil keputusan tentang hubungan kita!" ujar gadis itu dingin.

Juna tak mampu mengatakan apa-apa. Tanpa berpamitan, ia meninggalkan meja makan dan langsung berangkat ke Kantornya. Ningsih menatap kepergian Juna sendu, bahkan makanannya tak ia sentuh sama sekali.

"Apa Kak Juna secinta itu pada gadis yang Mbak Widya katakan? Bahkan sikapnya langsung dingin saat aku menyinggung masalah semalam" Ningsih memegang dadanya, di sana ia merasakan sesak luar biasa. Sakit! Tapi Ningsih sadar, tak seharusnya ia merasakan hal ini. Apa sikap Juna beberapa hari ini padanya sudah membuatnya luluh? Ningsih menggelengkan kepalanya pelan guna menyadarkan pikirannya yang ngaur.

"Sadar Si, sadar! ngegantiin posisi Kak Tania aja kamu nggak mungkin bisa, apalagi posisi cinta matinya Kak Juna itu!?" ia berusaha mengingatkan dirinya sendiri, jangan sampai ia berharap pada pria brengsek macam Juna.

Juna menatap kedatangan Agung dan Widya ke ruangannya dengan datar. Dua orang itu datang berkunjung dengan tak memberitahukannya terlebih dulu.

"Ngapain kalian di sini?" Tanya Juna datar, seolah terganggu dengan kehadiran Pasangan kampret tersebut.

"Salah, kalau ngunjungin sahabat sendiri? lagian kenapa tuh muka masih kusut kayak gitu, bukannya udah baikan yah sama Ningsih? Aku kemarin benaran bantuin kamu lho Jun, ketemu dan jelasin semuanya sama Ningsih" cerocos Widya, sambil menarik lengan Agung menuju Sofa yang terletak di ruangan Juna. Juna mendengus saat menatap wajah sahabatnya itu yang seolah-olah tak melakukan kesalahan apapun kemarin. Ia menyusul mendudukkan dirinya tepat berhadapan dengan pasangan itu.

"menyesal aku minta bantuan kamu kemarin. kenapa sih kamu harus keceplosan masalah bocah kelas Enam SD itu?" Tanya Juna dengan kesal. Agung menatap istrinya penasaran, memperhatikan respon istrinya saat Juna menanyakan hal itu.

"Ya...emmm...Sorry Jun. Ya dia kan kemarin nanya pas aku jelasin hubungan persahabatan kita, dianya malah nanya gini 'jadi kalian berdua selingkuh di belakang Kak Agung?' gitu. Jadi yah...aku jawab aja 'Agung terlalu berharga untung ditinggalin hanya demi pria bucin kayak kamu', terus aku keceplosan deh masalah kamu jatuh cinta sama gadis itu bahkan sejak dia kelas Enam SD" jelas Widya panjang lebar. Ia menatap Juna tak enak, karena telah membocorkan rahasianya.

"Emang kenapa Jun? Kamu belum kasih tahu Ningsih yang sebenarnya? Bukannya kalian udah lama menjalin hubungan yah?" Tanya Agung.

Juna menggeleng. "semua nggak seperti yang kalian pikirkan. Pernikahan aku sama Ningsih bukan seperti pernikahan pasangan pada umumnya!" Agung dan Widya menatap Juna penasaran. Apa maksud pria ini coba?

"Maksud kamu?"

"Sebenarnya yang akan menikah aku sama Tania, tapi...."

"Maksud kamu, hubungan kamu sama Tania masih berlanjut sampai sekarang? Maksud aku sampai mau naik ke jenjang pelaminan?" potong Agung, Juna mengangguk membuat Agung dan Widya menatapnya tak percaya.

"Gila kamu Jun! Aku pikir saat beberapa kali ketemu kamu, Tania sama Ningsih itu kamu sudah menjalin hubungan dengan Ningsih dan sudah tak ada hubungan apapun sama Tania".

Juna memghela nafasnya kasar, ia tahu dialah yang paling bersalah dengan keadaan mereka sekarang ini. ralat, semua salahnya! Kalau saja ia tak berjiwa pengecut, mungkin sekarang lain lagi ceritanya.

"kenapa bisa kamu bersikap brengsek kayak gitu Jun? Aku tau kamu pengecut, tapi nggak nyangka kamu juga brengsek" Juna hanya ikhlas dengan makian Agung, Yah! dia memang brengsek.

"kenapa kamu nggak mutusin Tania? Kamu tahu kalau kamu menyakiti gadis sebaik dia?" Agung bertanya dengan emosi. Untung saja ruangan Juna kedap suara, jadi mereka tak akan menjadi bahan gosip Karyawan karena suaranya yang keras.

"Tania nggak mau aku putusin. Ia rela membawa Ningsih tiap kita jalan, dan yang seperti kamu bilang, beberapa kali kita bertemu!" katanya pelan.

Widya menenangkan Agung dengan mengelus punggung pria itu agar ia tenang. Jangan sampai dia menerjang Juna. Yang ada bukannya Juna yang benjol malah Agung sendiri, Juna kan jago berkelahi.

"Sabar dulu Mas. Kita dengarin penjelasan Juna dulu" peringat Widya.

"lanjutin Jun!" suruh Widya.

"Semuanya berjalan begitu saja, sampai aku tahu kalau Ningsih dekat dengan Noval, sepupuku. Aku menyerah, dan Tania tetap berada di sisiku dan ngehibur aku. Keluarga kami juga sudah mulai mempertanyakan kapan kami akan melanjutkan ke jenjang yang lebih serius, akhirnya aku memutuskan untuk belajar mencintai Tania"

"bodoh! Apa kamu tahu kalau Tania mencintai kamu?" tanya Widya.

Juna menggeleng lalu mengangguk. "Awalnya enggak, karena dia sama sekali tak terlihat cemburu saat aku lebih memilih perhatian ke Ningsih saat kami kencan" Agung berdecak kesal karena kebodohan sahabatnya itu. Mana ada cewek yang mau bertahan di sampingnya selama itu, walau ia tahu pria itu tak mencintainya, apa Juna terlalu bodoh untuk sekedar paham kalau Tania mencintainya?

"terus kapan kamu tahu kalau Tania cinta sama kamu?"

"saat ia mengaku hamil, tepatnya tiga hari sebelum pernikahan kami!" Agung dan Widya semakin menatap Juna tak percaya. "kamu hamilin dia?"

Juna menggeleng "dia bilang....dia sempat stres karena saat pernikahan kami semakin dekat aku malah masih mencintai Ningsih. Dia bilang dia ke Klub untuk sekedar menenangkan pikirannya dan akhirnya ia mabuk, lalu paginya ia terbangun di hotel tanpa sehelai benang pun. Dia tertidur dengan orang yang tak dikenalnya"

BUGH!

"Brengsek!" umpat Agung setelah memberi tinjuan di pipi Juna. Juna hanya menunduk tak melawan.

"Aku nggak nyangka kalau sahabatku benar-benar brengsek! Kamu taruh otakmu di mana Jun, bisa-bisanya kamu nyakitin perempuan sampai segitunya? di mana pikiran dan akal sehat kamu?" Teriak Agung, ia hampir kembali melayangkan tinjuannya kalau saja tak ditahan Widya.

Juna menatap Agung tajam, "tonjok Gung, tonjok! kalau perlu bunuh aku aja sekalian! Aku sadar aku salah, tapi apa kalian tahu kalau posisi aku benar-benar membuat aku tak berdaya? Kalian sadar nggak, kalau rasa cinta yang aku pendam selama ini membuat aku benar- benar menderita. Kalian mikir nggak? Kalau waktu itu aku tetap mutusin Tania walau dia nggak mau, apa kalian yakin Ningsih nggak akan benci aku karena nyakitin sepupunya? Kalian nggak mikir itukan? Kalian hanya memandang aku salah, tapi kalian nggak pernah kan, menempatkan diri kalian sendiri seolah-olah menjadi aku? Nggak pernah kan?" Agung dan Widya terdiam mendengar perkataan Juna. Ya, mereka hanya tahu menilai saja, tanpa pernah susah-susah mengandaikan hal yang sama jika terjadi pada mereka.

"Sekarang lebih baik kalian keluar dulu! Aku mau dinginin kepalaku dulu, maaf kalau aku terkesan mengusir!" Widya menarik tangan Agung yang terlihat enggan meninggalkan ruangan itu, "Maaf Jun, kita belum bisa menjadi sahabat yang baik untuk kamu. Maaf! kalau gitu kita permisi dulu!" Pamit Widya sebelum melangkah keluar dari ruangan Juna.

1
timbuljaya
dah seh jujur aja juna...
timbuljaya
jujur aja napa seh juna...belibet dah. jd ningsih salah faham kan.
timbuljaya
cinta monyet juna niiy sptnya si ningsih. mknya senang nikah sm ningsih tp juna blm jujur sm ningsih. jgn" tania rela pergi krn tau juna cinta nya sm ningsih
Nurwana
dari awal mmang Juna sudah salah.....
Nurwana
nggak keberatan kok Thor.... lanjut saja.
Nurwana
silahkan berpusing ria Juna... kan kamu jga yg bkin.
Nurwana
ya salah kamu sendiri Juna... katanya cinta sama Ningsih tp masih pacaran jga sama Tania,... ya wajarlah kalau Ningsih akan benci sama kamu setelah tau semuanya. bisa bisa surat cerai langsung otw Juna.
Nurwana
makanya Juna,. klu dah punya istri jgn suka ditempelin cewek.... klu nda dilihat sis langsung, nda mungkin kan kamu akan jujur ditempelin cewek.
☠ᵏᵋᶜᶟ༄༅⃟𝐐𝐌ɪ𝐌ɪ🧡ɪᴍᴏᴇᴛᴛ𝐀⃝🥀
udah punya suami juga ternyata, tapi kenapa dengan santainya gelantungan di lengan suami orang 🙄🙄🙄😵
☠ᵏᵋᶜᶟ༄༅⃟𝐐𝐌ɪ𝐌ɪ🧡ɪᴍᴏᴇᴛᴛ𝐀⃝🥀
wajar kalo Sisi kesel lihat suami dikekepin sama orang lain 🙄🙄🙄 walaupun belum ada rasa apa-apa dihatinya
di rumah merayu dan meyakinkan Sisi dengan berbagai cara tapi diluar seenaknya digelayuti cewek bak lengketnya permen karet 🙄🙄😠😡😡
Ari Peny
sdh d ambil org baru mau berjuang hhh bodoh
Ari Peny
salah tania sendiri y
Ari Peny
juna udah suka ningsih dr dulu y
Dwi Estuning
flash back nya kok bbrp episode...
Nurul Afidah Oemari
ampun
sabar jak juna
zfsjjl🌈
gokil banget ternyata kisah cinta nya wita sama noval😂
zfsjjl🌈
berasa ardi yang jadi penulis alur nyaa😂
zfsjjl🌈
kirain wita mau dipasangin sama vino sekretaris nya juna
zfsjjl🌈
memperjuangkan istri orang maksudmu...😂
N13
pertanyaan yg aneh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!