mencintai mungkin bukanlah sesuatu yang salah....
Tapi....mencintai milik orang lain, apakah itu juga bukan sesuatu yang salah ?!
Xyraisin Collin,
entah dari mana nama itu di peroleh seorang gadis cantik yatim piatu yang tinggal di sebuah yayasan yatim piatu dan akhirnya di nikahi oleh seorang laki laki yang di kemudian hari membawanya keluar dari panti itu.
Namun kehidupan rumah tangga bahagia yang ia impikan nyatanya tak pernah ia dapatkan karena keluarga sang suami yang sama sekali tidak pernah mau menerimanya.
Apalagi ia yang tak kunjung hamil di usia pernikahan mereka yang memasuki usia dua tahun.
Bryan Nikolas Yu,
seorang pria dingin yang tak lagi mau mengenal cinta.
Namun...
tiba tiba ia merasa tertarik dan jatuh hati pada sosok pelayannya yang bertugas merawat sang nenek.
tapi sayang....cintanya jatuh pada orang yang salah,
ia mencintai istri orang.
mampukan Bryan mewujudkan keinginannya memiliki seorang Xyraisin Colins yang notabene adalah istri orang.
CINTA TERLARANG
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khitara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 8 Beban yang memang seharusnya
Netra Bryan menatap dalam ke pada sosok keriput namun masih nampak cantik di hadapannya itu kini.
Sosok itu adalah jiwanya, sosok itu adalah nafasnya....
Dan sosok itu adalah hidupnya....
Maka ketika ia mendengar tentang kematian dari bibir sosok itu...
Dada Bryan tiba tiba terasa sesak.
" nenek....jangan bicara seperti itu, kau tahu....
dadaku sesak sekali mendengarnya..." ucap Bryan dengan suara berat.
Tatapannya sendu kepada sang nenek.
Jika hal buruk sampai terjadi kepada sang nenek seperti yang telah menimpa kepada mendiang ibu dan kakeknya....
ia tak tahu apa yang akan terjadi kepadanya...
Nyonya Laura menatap wajah sang cucu sambil tersenyum.
Jemarinya menepuk nepuk punggung tangan Bryan yang sedang menggenggam jemarinya.
" segala sesuatu...
apakah itu hal baik ataukah hal buruk memanglah harus kita pikirkan sejak awal Bryan... "
ucap nyonya Laura menanggapi kekhawatiran di mata Bryan.
" kita hanya manusia biasa Bryan....cepat atau lambat kematian akan datang dengan pasti kepada setiap kita...
Saat ini...
nenek hanya mencoba menyiapkan apa yang bisa nenek siapkan.
Kau adalah satu satunya harapan nenek, di pundakmu nenek berharap bisa menitipkan pesan dan peninggalan kakekmu.
Asal kau tahu....nenek dan kakek benar benar mempertaruhkan nyawa kami demi keberlangsungan GRIS dulu " ucap nyonya Laura lagi.
" nenek plis...
tidak akan terjadi apa apa denganmu, aku akan mencarikan pengobatan terbaik untukmu...percayalah "
ucap Bryan terdengar sedikit panik.
Nyonya Laura tersenyum,
" dengarkan nenek...
bukan tentang pengobatan terbaik atau kesembuhan.
Tapi tentan kesiapan kita menghadapai masa depan.
Dan kamu.....Sama halnya seperti nenek yang membutuhkanmu sebagai penerus keluarga, maka kau pun sama.
Carilah wanita yang bisa menemanimu dalam kondisi apapun dan melahirkan anak anakmu.
Kau membutuhkan pewaris untuk keberlangsungan masa depan kita "
Bryan menghela nafas mendengar ucapan sang nenek itu.
" percayalah Bryan...tidak semua cinta itu seperti cinta mommy dan papimu.
Asalkan kau mendapatkan orang yang tepat, cinta akan membuatmu bahagia " lanjut nyonya Laura lagi.
Lagi lagi Bryan terlihat menarik nafas dalam dalam kemudian melempar pandangannya ke tempat lain.
Tepatnya ke arah awan hitam yang nampak berarak di ketinggian langit sana.
Angin berhembus cukup kencang hingga membuat awan hitam bergerak cepat.
Mendung....
Langit tengah mendung saat ini, dan tak lama rintik rintik hujan mulai turun.
Bersamaan dengan itu,
Xyra datang mendekat.
" nyonya...saya mohon pamit, sudah waktunya saya pulang.
Semua keperluan nyonya sudah saya siapkan di kamar nyonya " ucap Xyra sopan kepada nyonya Laura sambil menundukkan kepalanya.
Di sisi nyonya Laura, Bryan nampak tak berkedip menatap Xyra yang menunduk seolah menyembunyikan wajahnya darinya.
Darinya....?!
Menyembunyikan wajah darinya ?! Benarkah ?! Lalu kenapa ?!
Cicit Bryan di dalam hati dengan tatapan yang terus terarah kepada Xyra.
" ah benarkah ?! Cepat sekali waktu berlalu sejak ada kau menemaniku Xyxi...." jawab nyonya Laura seolah berat melepas Xyra untuk pulang.
Xyra tersenyum tipis dan samar.
" heiii....
tapi ini gerimis, sepertinya kau harus menunggu gerimis sedikit reda.
Apalagi mendungnya juga terlalu gelap...takutnya hujan akan turun dengan deras saat kau masih berada di tengah jalan nanti... " ucap nyonya Laura sambil memperhatikan langit yang kian menggelap.
" ahh...tidak apa apa nyonya, ini hanya gerimis...saya sudah terbiasa dengan gerimis " jawab Xyra lagi.
" ah tidak Xyxi.....gerimisnya semakin deras ku rasa,
atau biarkan aku minta cucuku mengantarmu pulan "
ucap nyonya Laura lagi dan sukses membuat Xyra langsung mendongak dan menggeleng cepat.
" tidak nyonya...tidak perlu, sungguh saya....tidak apa apa " jawabnya kemudian dengan cepat,
Saat itu, tanpa sengaja netranya bertemu dengan netra Bryan yang menatapnya tajam.
Degh.....
jantung Xyra serasa meloncat keluar, secepat kilat ia segera kembali menundukkan kepalanya.
Bagi Xyra...
Tatapan Bryan begitu mengerikan, tatapan laki laki itu membuatnya takut.
Dan tatapannya seolah siap menelannya hidup hidup.
" baiklah baiklah....tapi bawa salah satu payungku " perintah nyonya Laura kemudian.
" tapi nyonya...."
" bawa satu payungku atau aku tidak akan memperbolehkanmu pulang sekarang " potong nyonya Laura dan Xyxi tak lagi bisa menolak.
" Tata...." teriak nyonya Laura
" nyonya saya akan ambil sendiri " Xyxi berkata cepat,
Ia tahu kenapa majikannya itu berteriak memanggil salah satu pelayan rumah ini. Pasti akan di mintanya mengambil payung untuknya.
Dan ia tentu tak enak karena itu.
" ya nyonya..." seroang gadis muda berseragam pelayan datang dengan tergopoh gopoh mendekat.
" antarkan Xyxi mengambil payung " perintah nyonya Laura.
" baik nyonya....ayo mbak Xyxi " ajak Tata dan akhirnya Xyra menurut.
Setelah kembali pamit untuk yang terakhir kali, ia mengikuti langkah kaki Tata meninggalkan tempat itu.
Tanpa ia tahu....
Kepergiannya dan setiap langkah kakinya di iringi dengan tatapan mata seorang Bryan.
" entah kenapa....semendung ini, suaminya tidak menjemputnya " cicit nyonya Laura sambil menyesap tehnya.
Kening Bryan berkerut mendengar kata suami dari bibir sang nenek.
Ia tak menyangka jika perawat sang nenek itu sudan bersuami...
Menurutnya...
Wanita itu masih sangat muda....
" Dia seperti terabaikan....apakah nyonya juga merasa demikian ?! " madam Liana menimpali.
" saya dengar..dia adalah menantu salah satu keluarga terpandang di desa sebelah.
Tapi kenapa mereka membiarkan menantu mereka bekerja keras di luar rumah " imbuh madam Liana lagi.
" dia seorang yatim piatu Liana....mungkin keluarga sang suami tak begitu menyukainya karena latar belakangnya itu " jawab nyonya Laura.
" benarkah nyonya ?! " cicit madam Liana terperangah.
" hemmmm....dia juga tinggal dan besar di panti asuhan sebelum suaminya menikahinya " imbuh nyonya Laura lagi.
Nyonya Laura dan madam Liana masih sibuk membicarakan sosok Xyra ketika netra Bryan juga menatap sosok itu sedang berjalan ke arah pintu gerbang sambil membawa payung.
Lagi lagi netra laki laki itu terus memperhatikan sosok itu tanpa bisa berkedip apalagi beralih.
Kening Bryan berkerut dan kedua alisnya menukik tajam ketika ia melihat dua orang satpam penjaga pintu gerbang nampak menyapa wanita itu.
Mereka nampak berbincang sebentar kemudian tertawa bersama sebelum akhirnya Xyra melanjutkan langkahnya meninggalkan pintu gerbang itu.
baru ini q mendukung yg namanya Pelakor
ayo kak up lagi, esmosi jiwa ini aku🤣🤣🙏🙏
Manusia seperti Yati akan sadar,ketika dia sudah di tinggalkan.
dia akan tahu kekurangannya sebagai laki laki normal.
Bener² suami yg cocok jadi hujatan netizen.
Makasih Kak Thara, hari ini udah up 3 kali. aku kasih kopi deh yah biar lancar ide dongeng dan up lagi wkwkwkw
bikin ilfil tahu kelakuan mu yariii!!!
cobalah jadi laki laki gentleman gitu nah..akui kalau km yg gak bisa menghamili istrimu.
jangan diem ajj nyari aman.
kenapa setiap part "Julid" di buku kak Tara ini bikin hati dongkol..mbayangin yg ngomong persis mulutnya ibu² komplek yg suka ghibah.
rasa pengen ku remes mulut mertuanya xhyra
emosi akuhh🤭🙏🙏
yg ada malah bikin Xyxi jengkel.