NovelToon NovelToon
Dragon Emperor: Rebirth Of The Alchemist

Dragon Emperor: Rebirth Of The Alchemist

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Kelahiran kembali menjadi kuat / Action / Fantasi / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Reinkarnasi
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: ikyar

Lin Xiao, seorang Supreme Alchemist dan petarung tingkat Dewa di "Alam Kayangan", dikhianati oleh kekasih dan sahabatnya demi merebut "Kitab Keabadian". Ia meledakkan jiwanya sendiri, tetapi bukannya musnah, ia bereinkarnasi 500 tahun kemudian ke tubuh seorang tuan muda yang dianggap sampah di sebuah kota kecil di Benua Bawah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ikyar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24

Sementara itu, di luar gua.

Su Mei berdiri siaga di balik semak-semak. Dia bisa merasakan gelombang panas yang mengerikan memancar dari dalam gua.

"Monster macam apa kau sebenarnya, Lin Xiao?" bisik Su Mei takjub.

Tiba-tiba, telinga Su Mei bergerak.

Suara ranting patah. Sangat pelan. Hampir tidak terdengar.

Tapi bukan hanya satu. Ada banyak.

Su Mei menyipitkan mata, menatap kegelapan hutan. Kabut tipis mulai turun. Dan dari dalam kabut itu, muncul sosok-sosok berjubah merah darah.

Mereka tidak bersuara. Mereka tidak mengeluarkan aura pembunuh yang meledak-ledak. Mereka dingin, efisien, dan mematikan. Wajah mereka tertutup topeng besi polos tanpa ekspresi.

Pasukan Bayangan Darah (Blood Shadow Squad).

Unit elit Keluarga Wang yang hanya dikerahkan untuk misi pemusnahan total. Setiap anggotanya adalah kultivator Tingkat 6. Dan pemimpinnya...

Seorang pria tinggi dengan topeng berukir tengkorak merah melangkah maju. Auranya berat dan menekan.

Qi Gathering Tingkat 8!

Jantung Su Mei berdegup kencang. Ini bukan bandit kroco. Ini pasukan pembunuh profesional.

"Nona Su Mei dari Keluarga Su," suara pria bertopeng tengkorak itu terdengar seperti gesekan logam berkarat. "Minggirlah. Target kami hanya orang di dalam gua itu."

Su Mei menggenggam erat pedang Taring Naga Es. Tangannya berkeringat dingin. Dia tahu dia tidak bisa menang. Lari adalah pilihan paling logis. Lin Xiao sendiri yang bilang: lari saja.

Tapi kaki Su Mei tidak bergerak.

Dia teringat bagaimana Lin Xiao melompat ke arah Harimau Emas untuk menyelamatkannya. Dia teringat bagaimana pemuda itu membagi harta karun dengan adil meski dia bisa mengambil semuanya.

"Maaf," kata Su Mei, mengangkat pedangnya. Hawa dingin menyebar dari bilah pedang itu. "Temanku sedang sibuk. Dia tidak menerima tamu."

"Bodoh," desis si pemimpin. "Kalau begitu, kau akan mati bersamanya. Bunuh!"

Sepuluh anggota Pasukan Bayangan Darah melesat maju serentak.

"Tebasan Naga Es!"

Su Mei mengayunkan pedangnya. Gelombang Qi es meluncur, membekukan tanah di depannya. Tiga pembunuh terdepan melambat, kaki mereka terikat es.

Namun, tujuh lainnya melompat ke udara, melemparkan shuriken beracun.

Ting! Ting! Ting!

Su Mei menangkis dengan putus asa. Tapi jumlah mereka terlalu banyak. Sebuah shuriken berhasil menggores lengan kirinya. Rasa panas racun langsung menyebar.

"Ugh!" Su Mei terhuyung.

Si pemimpin bertopeng tengkorak memanfaatkan celah itu. Dia melesat secepat kilat, pedang panjangnya yang berwarna merah darah menebas ke arah leher Su Mei.

"Mati!"

Su Mei mencoba menangkis, tapi tenaganya kalah jauh dibandingkan Tingkat 8.

TRANG!

Pedang Su Mei terdorong ke samping. Tendangan si pemimpin menghantam perut Su Mei.

Bugh!

Su Mei terpental menabrak pohon. Dia memuntahkan darah. Pandangannya kabur. Racun mulai bekerja.

Si pemimpin berjalan mendekat, mengangkat pedangnya untuk eksekusi. "Sayang sekali. Wajah cantik akan berakhir di sini."

Su Mei memejamkan mata. Maaf, Lin Xiao. Aku hanya bisa bertahan lima menit.

Pedang itu turun.

WUUUSSS!

Semburan api ungu meledak dari mulut gua, menghancurkan batu-batu penutup gua menjadi debu.

Gelombang panas yang dahsyat menyapu area itu. Si pemimpin Pasukan Bayangan Darah terpaksa membatalkan serangannya dan melompat mundur untuk menghindari lidah api itu.

Dari dalam asap dan debu, sesosok manusia berjalan keluar.

Setiap langkah kakinya membuat tanah bergetar pelan.

Dia bertelanjang dada. Tubuhnya tidak lagi kurus, tapi dipenuhi otot-otot yang terpahat sempurna seperti patung dewa Yunani. Kulitnya memancarkan kilau perunggu samar. Rambut hitamnya yang panjang melayang-layang seolah-olah berada di dalam air, dan di sekeliling tubuhnya, api ungu tipis menyelimuti seperti jubah.

Lin Xiao.

Tapi auranya... auranya bukan lagi Tingkat 5.

Qi Gathering Tingkat 6 Puncak. Dan tekanan fisik yang dia pancarkan setara dengan Tingkat 9.

Lin Xiao membuka matanya. Pupil matanya vertikal seperti naga, bersinar emas menyala. Dia melihat Su Mei yang terluka di tanah.

Ekspresinya datar, tapi suhu udara di hutan itu turun drastis, kontras dengan api di tubuhnya.

"Kalian menyentuhnya," suara Lin Xiao rendah, berat, dan bergema.

Si pemimpin regu merasakan instingnya menjerit bahaya. "Siapa kau?! Informasinya mengatakan kau hanya Tingkat 5!"

Lin Xiao tidak menjawab. Dia menghilang.

BOOM!

Tanah tempat Lin Xiao berdiri meledak.

Detik berikutnya, dia sudah berada di depan salah satu anggota pasukan berbaju merah.

Tanpa senjata. Lin Xiao hanya mengayunkan tinjunya.

BUK!

Tinju itu menembus dada si pembunuh. Menembus baju zirah kulit, menembus tulang rusuk, dan keluar dari punggung.

Darah muncrat membasahi wajah Lin Xiao, tapi dia tidak berkedip. Dia menarik tangannya, membiarkan mayat itu jatuh.

"Satu."

Para anggota Pasukan Bayangan Darah terbelalak ngeri. Rekan mereka mati dalam satu pukulan tangan kosong?

"Serang bersamaan! Dia hanya satu orang!" teriak si pemimpin.

Sembilan orang tersisa, termasuk pemimpin, mengepung Lin Xiao. Pedang, tombak, dan rantai menghujani Lin Xiao dari segala arah.

Lin Xiao tidak menghindar. Dia berdiri diam, membiarkan senjata-senjata itu mengenai tubuhnya.

TING! TANG! KREK!

Suara logam bertemu logam terdengar.

Pedang-pedang itu tidak menembus kulitnya! Hanya meninggalkan goresan putih tipis yang hilang dalam sekejap.

"A-apa?!" Si pemimpin melotot. "Tubuh macam apa itu?! Bahkan Golden Bell Cover (Teknik Pertahanan Emas) tidak sekeras ini!"

"Giliranku," kata Lin Xiao.

Dia mencengkeram dua pedang yang menempel di bahunya, lalu meremasnya.

KRAK!

Pedang baja itu hancur diremas tangan kosong.

Lin Xiao bergerak. Kali ini dia tidak menahan diri. Gerakannya brutal. Dia mencengkeram kepala seorang musuh dan membenturkannya ke pohon hingga pohon itu tumbang. Dia menendang musuh lain hingga tubuhnya terlipat dua.

Setiap serangan adalah kematian pasti.

Teknik Naga Surga Purba: Cakar Naga.

Tangan Lin Xiao diselimuti Qi ungu berbentuk cakar naga. Dia merobek baju zirah dan daging musuh seperti kertas.

Dalam waktu kurang dari satu menit, delapan orang telah tewas mengenaskan.

Kini, hanya tersisa si pemimpin bertopeng tengkorak.

Kaki pemimpin itu gemetar. Pedang di tangannya terasa sangat berat. Dia adalah pembunuh veteran yang telah membantai ratusan orang, tapi dia belum pernah melihat pembantaian sepihak seperti ini.

Ini bukan pertarungan. Ini adalah Dewa yang sedang menghukum semut.

"Kau... kau iblis..." gagap si pemimpin, mundur perlahan.

Lin Xiao berjalan mendekat. Api ungu di tubuhnya perlahan padam, menyisakan kulit perunggu yang bersih tanpa luka.

"Kalian menyebut diri kalian 'Bayangan Darah'," ujar Lin Xiao. Dia berhenti tepat di depan si pemimpin. "Tapi kalian bahkan tidak tahu apa arti darah yang sebenarnya."

Si pemimpin meraung putus asa, mengalirkan seluruh sisa Qi-nya (Tingkat 8) ke dalam satu tusukan terakhir ke arah mata Lin Xiao.

"MATI KAU!"

Lin Xiao menangkap bilah pedang itu dengan tangan kosong.

SREEEK.

Dia menggenggam bilah tajam itu. Tidak ada darah yang menetes. Kulit telapak tangannya lebih keras dari baja pedang itu.

PANG!

Lin Xiao mematahkan pedang itu dengan satu jentikan pergelangan tangan.

Kemudian, tangan kanannya melesat, mencengkeram leher si pemimpin dan mengangkatnya ke udara.

Kaki si pemimpin menendang-nendang tak berdaya.

"Sampaikan pesan ini pada Wang Tian di neraka nanti," bisik Lin Xiao. "Katakan padanya, dia membangunkan naga yang salah."

Lin Xiao meremas tangannya.

KREK.

Leher si pemimpin patah. Tubuhnya terkulai layu.

Lin Xiao melempar mayat itu ke tumpukan mayat lainnya.

1
jamanku
ga sabar nunggu
Op L
lanjutkan tor
Yuu Li
gas
Yuu Li
oke
Yuu Li
makinnnn seruuuu👍
Lucy Sandy
makin seru👍👍👍
Lucy Sandy
lanjutkan sampai tamat
Roy Kkk
ceritanya menarik
Roy Kkk
bagus👍👍👍👍👍
Roy Kkk
matap bangat karyamu
King Salman
bagus
Jinan 2
cepat update
Raikuu 1
bagus
Rayhan Purwanto
lanjutkan
Lamia Dante
semangat namatin
Lamia Dante
bagus ceritanya👍👍👍
Jake King
luar biasa ceritanya
Jake King
makin sery👍
Op L
ceritannya seru
Op L
makin seru lanjutkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!