NovelToon NovelToon
Aku Menjadi Yang Terkuat Di Dunia Lain

Aku Menjadi Yang Terkuat Di Dunia Lain

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / Anime / Harem / Action / Romantis / Fantasi / Tamat
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Wakasa Kasa

Hanemo wasakasa adalah seorang pria yang berumur 27 tahun ia mencari uang dengan menjadi musisi jalanan namun pada suatu hari ada kejadian yang membuatnya meninggal dan hidup kembali dia dunia yang mana dunia itu di punuhi sihir

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wakasa Kasa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 26

Ia mengangguk kecil seolah sudah membuat daftar di kepalanya, lalu masuk ke sebuah toko besar yang menjual berbagai perabot rumah.

“Permisi,” ucap Wakasa sambil membuka pintu.

“Oh! Selamat datang,” sapa seorang pria penjaga toko dengan ramah.

“Sedang mencari barang apa?”

Wakasa langsung menyebutkan semua perabot yang ia butuhkan. Pria itu mencatat dengan cepat sambil sesekali mengangguk.

“Baik,” katanya setelah selesai.

“Semua barang akan kami kirim sore nanti ke alamat rumahmu.”

“Terima kasih,” jawab Wakasa singkat.

Setelah keluar dari toko perabot, Wakasa kembali berjalan menyusuri kota. Pandangannya tanpa sadar tertuju pada pakaian yang sedang ia kenakan.

“Akhir pekan nanti Sakura mengajakku pergi…” gumamnya pelan.

“Sepertinya aku perlu membeli pakaian juga.”

Melihat sebuah toko pakaian di seberang jalan, Wakasa pun masuk.

“Permisi,” ucapnya sambil membuka pintu.

“Selamat datang,” sapa seorang wanita penjaga toko dengan senyum lembut.

“Sedang mencari pakaian seperti apa?”

Wakasa tidak langsung menjawab. Ia berkeliling sebentar, memperhatikan beberapa pakaian, lalu berhenti di depan satu set pakaian yang terlihat cukup keren baginya.

“Yang ini…”

“Berapa harganya?” tanyanya sambil menunjuk.

Wanita itu mendekat.

“Ah, yang itu harganya dua koin emas.”

Wakasa berpikir sejenak.

“…Baiklah, aku ambil yang ini.”

“Terima kasih atas kunjungannya,” ucap wanita itu ramah saat Wakasa menerima barangnya.

Setelah semua selesai, Wakasa berjalan pulang menuju rumah barunya.

“Sepertinya semua yang penting sudah ku beli,” gumamnya.

Sesampainya di rumah, ia langsung merebahkan diri telentang di ruang tengah yang masih kosong.

“Aku bahkan tidak tahu harus melakukan apa sekarang,” katanya pelan.

“Barang-barangnya baru akan dikirim sore nanti… dan sekarang bahkan belum tengah hari.”

Wakasa menatap langit-langit rumah sambil termenung.

Tok.

Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu.

“Hmm?” Wakasa mengernyit.

“Siapa ya… Sakura? Diana? Starla?”

Ia masih terdiam ketika ketukan itu terdengar lagi.

Tok. Tok.

“Baik!” teriak Wakasa dari dalam.

Ia pun bangkit dan berjalan menuju pintu depan.

Tangannya menyentuh gagang pintu—

Saat Wakasa membuka pintu, ia sempat tertegun.

Di depan rumahnya berdiri tiga prajurit kerajaan dengan baju zirah lengkap.

“Eh…?” Wakasa sedikit kaget.

“Ada apa prajurit kerajaan datang ke sini?”

Salah satu prajurit melangkah maju sambil mengeluarkan sebuah surat yang di ikat tapi merah dengan stempel Kerajaan.

“Kami hanya mengantar surat untukmu.”

Surat itu diserahkan dengan sikap hormat.

“Baiklah, kalau begitu kami permisi,” lanjut prajurit itu.

Ketiganya pun berbalik dan pergi tanpa banyak bicara.

Wakasa menutup pintu, lalu menatap surat di tangannya dengan raut bingung.

“Apa-apaan ini…”

Ia membuka segel surat tersebut dan mulai membaca isinya.

Aku, Raja Valerion von Luminor, dengan ini mengundangmu secara resmi

untuk datang ke Kerajaan Luminor empat hari dari sekarang.

Wakasa terdiam.

“Eh…?”

“Kenapa seorang raja memanggilku?”

Ia menghela napas pelan, lalu menatap langit dari balik jendela.

“Masih empat hari lagi sih…” gumamnya.

“Tapi kira-kira ada apa ya…”

Wakasa melipat surat itu dengan hati-hati dan menyimpannya. Meski mencoba bersikap tenang, pikirannya mulai dipenuhi berbagai kemungkinan.

Tak lama kemudian, menjelang sore, suara roda kereta terdengar mendekat ke depan rumah.

Beberapa pria turun dari kereta kuda, membawa berbagai perabot yang ia pesan tadi siang.

“Untuk barang-barangnya,” ucap salah satu pria,

“mau kami letakkan di luar atau kami bawakan langsung ke dalam, Tuan?”

Wakasa langsung menggeleng ringan.

“Letakkan saja di sana. Aku yang akan membawanya masuk nanti.”

Raut wajahnya terlihat sedikit tidak enak hati.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!