NovelToon NovelToon
Azalea : Aku Menjadi Karakter Teman Tokoh Utama Perempuan Yang Mati Di Ending Novel

Azalea : Aku Menjadi Karakter Teman Tokoh Utama Perempuan Yang Mati Di Ending Novel

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Mengubah Takdir / Fantasi Isekai / Masuk ke dalam novel / Menjadi NPC / Fantasi Wanita
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Azalea Rhododendron

Aku mengalami kecelakaan saat menyelamatkan anak dari kakak laki-lakiku. Aku yang saat itu melihat Keponakanku nyaris ditabrak oleh mobil yang melaju kencang di jalanan, refleks mendorong dia menjauh sehingga aku yang ditabrak mobil. Secara samar-samar aku melihat kakak laki-lakiku datang dan meneriakkan namaku. Akan tetapi, pandanganku sudah gelap. 'Apakah aku akan bertemu Papa dan Mama sekarang?'

Begitu membuka mata, aku berada di sebuah tempat yang hanya ada satu cahaya terang tepat di atas kepalaku tetapi di sekelilingku gelap. Sebuah suara mengatakan bahwa aku bisa kembali, asalkan aku harus bisa melaksanakan misi kehidupan dari diriku yang dulu.

Ini kan tubuh Azalea Lorienfield, teman pemeran utama perempuan dalam novel favoriteku yang mati di ending novel! Apakah maksud suara misterius itu aku harus menyelamatkan diriku agar tidak mati seperti dalam novel?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azalea Rhododendron, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 6 : Hilang Ingatan

...Happy reading^^...

...💮...

Aku membuka mataku dan pandangan mataku tiba-tiba menjadi samar. Aku mengerjapkan mataku agar pandanganku menjadi jelas.

Terdapat langit Ruangan putih dengan ukiran bintang berwarna merah muda. Kutolehkan ke samping kanan dan kiri, terdapat sebuah Ruangan yang sangat feminim dengan warna putih, emas dan merah muda mendominasi.

Aku yang masih merasa asing dengan Ruangan ini masih merasa syok berat. Aku mengingat-ingat tempat apa ini.

Setelah berpikir cukup lama, aku tersadar bahwa aku sudah pindah tempat dan sudah berubah menjadi salah satu tokoh novel yang pernah aku baca.

Pertanyaannya...

Siapa diriku sekarang? Aku ingin bangkit dari posisi tidur ini, tapi seluruh tubuhku sangat sulit untuk digerakkan bahkan terasa sangat menyakitkan jika digerakkan. Bahkan aku tidak dapat untuk sekedar mengangkat kepalaku, hanya bisa menolehkan ke kanan dan kiri saja.

Sakit...

Duh, gimana aku bisa tahu kalau aku jadi siapa sekarang???

Ceklek! Dum!

Aku menggerakkan mataku ke arah pintu yang dibuka oleh seseorang. Terlihat seorang wanita yang cukup berumur dengan pakaian khas pelayan, berwarna putih dan hitam masuk kamarku dengan mendorong troli yang tampaknya berisi makanan...seperti yang kulihat di drama-drama Kerajaan di televisi.

Selesai dia menutup pintu, wanita itu mengangkat kepalanya dan bertemu pandang denganku. Aku dapat melihatnya membeku, apa mungkin terkejut karena aku menatapnya? Apa ada yang salah?

"Nona muda!" serunya sambil berlari mendekat padaku, meninggalkan troli berisi makanan atau mungkin obat untukku?

Dia berdiri di samping ranjangku dengan mata berairan, tidak lupa tangannya yang menutup mulutnya.

"Syukurlah, Nona muda! Syukurlah, Anda telah sadar! Syukurlah!" suaranya penuh dengan rasa syukur besar dan matanya berkaca-kaca. Dia mengambil tanganku dengan pelan, aku meringis karena merasa sakit membuat Pelayan itu terkejut.

"Ah, maafkan Saya Nona Muda. Masih sakit?" Pelayan itu tidak lagi mengangkat tanganku, tapi justru menundukkan kepalanya dan menciumi tanganku.

Aku sangat terkejut melihat tingkahnya ini.

"Syukurlah, Nona muda!"

Tiba-tiba saja, aku merasakan tenggorokanku kering.

"Air," ucapku.

"Apa Nona?" tanyanya lagi.

"Air-" ucapku lemah. Dengan sigap Pelayan itu berlari menuju troli yang dia tinggalkan di depan pintu kamar, setelah meletakkan tanganku pelan-pelan.

Dia kembali ke ranjangku dengan membawa satu teko minum dan satu gelas. Dengan pelan-pelan, dia membantu aku minum dengan memegangi leherku agar sedikit terangkat.

Selesai minum, Pelayan itu pelan-pelan menidurkan kepalaku lagi. Lalu dia berjalan menuju seutas tali yang terpasang di dekat jendela dan menarik tali tersebut. Dia juga membuka jendela besar kamarku dan berteriak untuk orang-orang yang tampaknya berada di Halaman Rumah.

"HEI KALIAN SEMUA! NONA MUDA TELAH SADAR! CEPAT PANGGILKAN DOKTER DAN TUAN BESAR, NYONYA BESAR SERTA TUAN MUDA!" teriaknya dengan penuh semangat. Sedetik kemudian terdengar kerusuhan di luar kamar yang aku rasakan, dahiku mengernyit merasakan kegaduhan di sekitarku.

Pelayan itu mendekat lagi padaku.

Selang beberapa menit, aku merasakan beberapa orang mendekat pada kamarku. Aku dan Pelayan berumur itu menoleh ke arah pintu merasakan orang-orang mendekat, dengan pelayan itu masih memegang dan mengelus tangan kiriku.

BRAK!

"MY LOVE!"

"PUTRIKU!"

"ADIK!"

"NONA AZALEA!"

Terlihat tiga orang yang lebih dulu memasuki kamar ini bersama seorang Dokter perempuan. Di belakang mereka berempat, ada beberapa orang dengan pakaian yang sama dengan Pelayan berumur di sebelahku ini.

Setelah ketiga orang itu mendekat, Pelayan berumur itu langsung memundurkan tubuhnya ke dekat jendela dan melepaskan genggaman tanganku.

Seorang wanita berambut merah muda mendekat, lalu menggenggam tanganku erat seperti yang dilakukan pelayan tadi. Matanya yang berwarna kuning cerah penuh dengan air mata yang menetes ke pipinya. Walau terlihat sudah berumur, tapi wanita di depan mataku ini sangat cantik sampai membuatku sendiri terpana. Benar-benar sangat cantik dan wajahnya mirip Mama.

Aku mengerjapkan mataku saat wanita berambut merah muda itu mengecup tanganku yang dia pegang berulang kali.

Selain itu, aku merasakan usapan lembut di kepalaku. Aku melihat pria berambut cokelat dengan warna mata hijau daun tersenyum padaku. Dia berdiri di sebelah kananku, sementara wanita cantik di sebelahku ini berdiri di sebelah kiriku. Di samping pria itu, terlihat pria muda yang mendekat dan mengambil tangan kananku, tidak lupa dia mengecup juga tanganku itu.

Fisik pria muda itu sangat mirip dengan pria yang mengelus kepalaku ini kecuali warna rambutnya yang merah muda, tapi wajahnya tampak familiar?

'Seperti mirip keluargaku?'

"Bagaimana perasaan anda, Nona Azalea?" tanya seorang perempuan yang tampaknya berprofesi sebagai Dokter, panggilannya membuatku menoleh.

'Azalea?'

"Azalea?"

"Iya, bagaimana perasaan anda setelah bangun dari koma? Apakah ada yang sakit? Atau ada bagian tubuh Nona yang sangat lemas dan susah digerakkan?" tanya Dokter itu. Aku ingin mengatakan bahwa seluruh tubuhku lemas dan susah digerakkan. Tapi ada yang lebih harus kutanyakan.

"Siapa Azalea?" tanyaku dengan penasaran. Apakah diriku Azalea? Di antara banyak novel yang aku baca, hanya satu tokoh yang memiliki nama Azalea.

Saat aku mengangkat kepalaku menatap orang-orang di depanku ini. Yang aku lihat adalah wajah mereka semua tercengang. Sepertinya mereka syok dengan pertanyaanku ini.

"Azalea! Kamu hilang ingatan?"

"Kamu gak ingat siapa kamu, nak?"

Aku melihat dua pria yang memiliki wajah yang sama menghujaniku dengan banyak pertanyaan. Aku juga melihat wanita cantik itu tampak syok dengan tetesan air mata, aku merasa bersalah karena membuat dia sedih.

"Cepat periksa Azalea!" perintah wanita cantik itu pada Dokter wanita. Segera Dokter itu mendekat padaku dan berdiri di samping kananku, sementara wanita itu agak menjauh dari kasur. Terlihat juga pria berambut cokelat yang lebih dewasa mendekat ke arah wanita itu dan memberikan usapan serta pelukan hangat kepada wanita yang masih syok itu.

'Apakah mereka pasangan suami istri?'

"Nona Azalea," panggilan itu membuatku menoleh.

"Perkenalkan, nama saya adalah Dokter Amelia. Saya adalah Dokter pribadi Keluarga Count Lorienfield," jelasnya membuatku terkejut. Tapi sebisa mungkin aku merilekskan ekspresiku agar dia tidak curiga.

'Lorienfield? Count Lorienfield? Bukankah itu nama salah satu bangsawan dari wilayah Timur, di dalam cerita Putri Duke dan Kebahagiaan serta di novel Kekasihku adalah Nona Yang Kulayani? Jika iya, maka sekarang aku sedang menjadi Azalea Lorienfield, Putri Bungsu Count Lorienfield yang berakhir tragis di novel Kekasihku Adalah Nona Yang Kulayani!'

"Apakah ada bagian tubuh Nona yang dirasakan sakit?"

"Iya, seluruh tubuhku lemas dan terasa ngilu." jawabku singkat.

Dokter itu menganggukkan kepalanya. "Wajar anda merasakan sakit setelah kecelakaan, terlebih lagi anda koma." jelasnya. Dia langsung meminta kertas dan pulpen pada Asistennya yang berdiri di belakangnya.

Selesai mencatat, dia menatap diriku sembari melirik dua orang di belakangnya serta menoleh pada pria muda berambut merah muda yang masih setia berdiri di sebelah kanan kasurku. Ya, walau dia tidak lagi memegang tanganku seperti tadi.

"Apakah anda benar-benar tidak ingat? Tentang kecelakaan yang Nona alami beberapa minggu yang lalu?"

Aku menggelengkan kepalaku pertanda tidak tahu. Mau bagaimana lagi? Aku memang tidak ingat apa-apa.

"Bagaimana dengan masa lalu anda beberapa tahun yang lalu? Masa kecil? Anda tidak ingat Tuan besar dan Nyonya besar?" dia berucap sembari membalikkan badannya ke arah dua orang yang dimaksud.

"Anda tidak ingat Tuan muda? Kakak anda?" sambungnya sambil menatap pria muda berambut merah muda yang berdiri di sampingku.

Aku ingin mengatakan ingat masa kecilku agar setidaknya tidak melukai hati pria dan wanita cantik itu yang sepertinya adalah orangtua si pemilik tubuh ini.

Tapi aku tidak ingin berbohong. Aku pun menggelengkan kepalaku dengan wajah sedih. Dokter itu menghela nafas berat dan mengangguk lemah, kemudian dia mencatat sesuatu di kertas itu.

Terdengar isak tangis membuatku menoleh, beberapa orang pelayan perempuan menangis termasuk wanita cantik itu. Dia menangis dalam pelukan pria berambut cokelat, hal itu membuatku sedih karena aku yang membuat wanita cantik itu menangis.

Selesai mencatat, Dokter itu mengelus kepalaku dan berjalan ke arah Tuan dan Nyonya besar yang tadi dia sebutkan. Dia sepertinya akan membicarakan tentang kondisiku pada kedua orang yang aku yakini adalah orangtua Azalea Lorienfield.

"Hei!" panggilan itu membuatku menoleh.

"Namaku Asher Lorienfield,"

'Ah, kakak laki-lakinya Azalea Lorienfield yang namanya muncul di beberapa lembar yang menceritakan kisah hidup Azalea Lorienfield. Dia mati muda karena kelelahan membantu keuangan Count Loriendfield.'

"Apakah kamu ingat aku?"

"Kakak laki-lakiku?" aku tidak bohong karena wajah dia memang mirip dengan Diro, Kakak laki-lakiku di dunia lain.

Wajah dia menjadi sedih. "Sepertinya Adik kecilku ini memang tidak ingat padaku, ya?" ucapnya sambil mengelus rambutku.

"Nama kamu adalah Azalea Lorienfield. Putri Count dan Countess Lorienfield sekarang," dia menjelaskan itu sambil menatap kedua orang yang dimaksud.

"Kamu tidak ingat dengan penyebab kamu terbaring di sini? Kecelakaan yang kamu alami sampai membuatku tidak sadarkan diri berkali-kali?"

'Aku menggelengkan kepalaku pertanda tidak ingat, walau aku bertanya-tanya kapan Azalea kecelakaan? Seingatku memang ada alur novel Putri Duke & Kebahagiaan pernah mengalami kecelakaan, tapi bukan Azalea Lorienfield korbannya?'

"Masa kecil kamu juga tidak ingat? Setiap hari yang kita lalui bersama sejak kecil? Beberapa tahun kebelakang tidak ingat?" untuk kesekian kalinya aku menggelengkan kepalaku.

Wajah itu memang sedih dan muram, tapi dia memaksakan senyumannya. Aku merasa bersalah sekali.

"Tidak apa-apa, nanti kamu ingat lagi kok." ucapnya sebelum melepas elusannya pada rambutku.

"Asher!" panggil Count Lorienfield. Tampaknya pembicaraan mereka telah selesai. "Ayo pergi, kita harus membuat Azalea istirahat!" perintahnya membuat pemuda itu mengangguk kepalanya dan bangkit dari duduknya di kasurku.

Para pelayan yang berdiri di pintu masuk berbalik arah, pelayan berumur dan Dokter serta Asistennya pun pergi menuju pintu kamar disusul oleh pria muda berambut cokelat. Wanita cantik dan pria itu mendekat ke arahku dan bergantian mencium keningku.

"Istirahatlah, sayang." ucap wanita cantik itu, kemudian dia berjalan menuju pintu disusul pria itu.

Mereka menutup pintu meninggalkan diriku dengan keheningan di kamar itu.

...💮...

...Bersambung....

...Thanks For Reading My Story^^...

...Dipublikasikan pada tanggal 22 Januari 2026....

1
Alishe
masi kaku dia wkwk menanti gebrakannya deh😘
Azalea Rhododendron: oke siap^^
total 1 replies
Alishe
w demen nih kluarga bucin bontot gini🤣🤣🤣
Azalea Rhododendron: iya, nantikan terus keluarga cemara ini ya^^
total 1 replies
Alishe
mampirrr
Azalea Rhododendron: Terima kasih sudah menyempatkan ke cerita ini😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!