Ketika pernikahan yang selama ini ku anggap sempurna,ternyata hanya sebuah kebohongan membuat kehidupan ku hancur lagi dan lagi.
Namun aku bertahan berharap bisa mengubah pernikahan palsu itu benar-benar nyata,namun semakin aku bertahan rasanya semakin aku jatuh dan hancur mengetahui lebih banyak hal yang lebih menyakitkan.
"Aku mau bercerai"
"Setelah kau membuat ku bergantung pada mu,kau ingin bercerai dengan ku?JANGAN HARAP!.KAU TIDAK AKAN BISA PERGI DARI KU SELAMANYA SAMPAI AKU MATI!"
"Kenapa tidak?,AKU AKAN PERGI SELAMANYA SAMPAI KAU TIDAK PERNAH MELIHAT KU SAMPAI KAU MATI!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hantari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perhatian yang berbeda
Alessia akan berbalik sebelum mereka menyadari keberadaan nya, namun suara Yasmine menghentikan langkahnya.
"Alessia kau...,kau datang"
Suara itu terdengar lemah dan terkejut.
Tak punya pilihan lain, Alessia berbalik dan menampilkan senyumnya."Iya,aku datang melihat mu.Glen mengatakan kondisi mu memburuk jadi aku khawatir". Ucapnya dengan tenang kemudian meletakkan keranjang buah yang Ia beli saat di perjalanan tadi.
Tanpa mempedulikan pria yang saat ini terdiam di sebelah ranjang,Ia duduk di sisi lain."Bagaimana keadaan mu?,apakah sudah lebih baik sekarang?"
Pertanyaan yang sangat tenang seperti danau yang begitu tenang,wajah nya seolah seperti angin sepoi-sepoi yang membuat tiga orang di dalam ruangan itu merasakan aneh dan tidak biasa dari wanita yang sebelumnya selalu tantrum jika suaminya dekat dengan wanita lain, sekalipun sahabat atau teman nya.
Glen melirik ke arah Oliver yang saat ini terlihat diam namun menatap Alessia dengan lurus dan tajam."Sangat aneh,nyonya Alessia tidak tantrum dan menangis-nangis melihat itu tadi?.Seperti nya kali ini nyonya Alessia benar-benar tidak mempedulikan tuan lagi,dia bahkan tidak cemburu atau marah dengan tuan Oliver yang tadi hampir terlihat berciuman dengan Bu Yasmin?"
"Alessia kau jangan salah paham ya tadi itu tidak sengaja,oh iya bagaimana di as mu?",tanya. Yasmine seperti sedang tersadar dari keterkejutan nya.
"Kenapa dia bisa tau?",gumam Alessia kemudian melihat tangan nya yang saat ini hanya di plaster kecil karna tadinya khawatir. menganggu aktivitas nya hari ini. "tidak apa-apa,hanya luka kecil", jawabnya.
"Oh iya Oliver apa kau tau Alessia terluka karna apa?"
Oliver yang hanya diam sejak tadi melihat tangan Alessia,Ia memang tau tangan Alessia di perban sejak semalam tapi Ia tidak tau,kenapa tangan nya bisa terluka.
Yasmine yang melihat Oliver diam, menjadi kesal dan menatapnya dengan ekspresi marah."Oliver lain kali kau harus memperhatikan Alessia,dia istri mu?.Kau harus merawatnya dengan baik ya!",Ucapnya seperti sebuah perintah pada Oliver.
"...Hmm"
Alessia tersenyum tipis, seperti ini justru membuat keduanya terlihat lebih dekat dan akrab seperti Yasmine adalah orang yang sangat spesial sehingga dapat memerintah Oliver sesuka hati dan seperti nya dia juga selalu mendengar perkataan atau perintah Yasmine.
Sekarang Ia seperti orang asing di antara kedua nya.
Namun tiba-tiba pintu di buka secara paksa dan kuat,sehingga seorang wanita masuk dengan begitu marah."Heh wanita ganjen gak usah sok baik deh, seharusnya jika kau ingin tuan Oliver memperhatikan istri nya kau jangan terus memanggil nya saat keadaan mu tidak baik!.Apa kau tidak punya keluarga sehingga perlu memanggil orang lain?"
Alessia begitu syok dan terkejut melihat Lusia yang saat ini tiba-tiba datang dengan marah-marah,dan terlihat begitu emosi.Ia segera menghampirinya untuk menenangkan wanita itu.
"Apa yang kau katakan Lusia,aku...uhuk!uhuk!",Yasmine ingin menjelaskan namun mungkin karna keadaan nya yang tidak baik membuat nya terbatuk-batuk hingga mengeluarkan darah.
Hal itu membuat Oliver langsung sigap mengambil tisu dan mengusap mulut wanita itu yang terkena cipratan darah dan juga membersihkan tangan Yasmine yang menampung darah dari mulut nya.
Alessia juga terkejut melihat nya,saat Ia akan berjalan mendekati ranjang itu Oliver tiba-tiba menatap ke arah mereka lebih tepatnya ke arah Lusia dengan tatapan yang benar-benar menakutkan.
"Membuat keributan di rumah sakit?,apa kau ingin membuat keadaan orang lain lebih buruk?"
"Glen seret dia keluar dan berikan pada keamanan",perintah Oliver dengan tak terbantahkan, dengan tatapan yang begitu menakutkan pada Lusia seolah akan membunuh nya dengan tatapan nya.
Apakah dia begitu marah?
Pikir Alessia menggenggam tangan Lusia yang akan di seret oleh Glen,Ia menatap pria yang berstatus sebagai suaminya itu yang berdiri dengan Kokoh di sisi ranjang, merawat wanita di atas ranjang itu dengan telaten dan hati-hati membuat dadanya nyeri.
Dulu saat Ia berada di rumah sakit,pria itu sama sekali tidak ada di sisinya sama sekali untuk merawatnya seperti itu, bahkan dia tidak peduli sama sekali dengan keadaan nya yang saat ini di antara hidup dan mati.Ia juga masa pemulihan satu Minggu di rumah sakit saat bangun dari koma,namun pria itu juga tidak datang untuk merawatnya seperti itu.
"Ternyata mencintai dan di cintai itu,dua hal yang berbeda"
"Aku tidak mengatakan apapun, apakah karna perkataan ku kondisi nya semakin buruk?,wah!",ucap Lusia masih tak berhenti meski saat ini takut dengan Oliver yang seakan ingin membunuhnya,namun entah kenapa rasa takut nya sedikit menghilang saat Alessia menggenggam tangan nya.
"Asal anda tau tuan Oliver yang terhormat,tangan Alessia terluka parah seperti ini karna anda!,yang begitu mengkhawatirkan wanita itu sampai tidak memperhatikan sekitar mendorong orang lain sembarangan hingga membuat nya terluka seperti ini!",ucapnya lagi mengangkat tangan Alessia ke udara yang begitu banyak perban mini di telapak tangannya.
"Uhuk...uhuk..."
Yasmine kembali batuk-batuk,hingga membuat Oliver semakin tidak senang dengan keberadaan Lusia di sana.
"Glen!"
Alessia semakin menggenggam tangan Lusia kala merasakan hatinya begitu tersayat melihat bagaimana marah nya Oliver saat ini.
Namun Glen tetap melaksanakan perintah Oliver,Ia memaksa melepaskan tangan Lusia dari Alessia dan menariknya paksa keluar dari ruangan.
"Tuan Oliver Kau melakukan nya kemarin saat di restoran, mendorong Alessia karna begitu mengkhawatirkan Yasmine hingga mendorong Alessia ISTRI ANDA SENDIRI!", teriak Lusia dengan keras karna sejak dulu Ia memang terkenal bar-bar dan tidak pernah takut.
Saat Lusia sudah keluar di tarik Glen,suasana menjadi begitu hening,tak ada yang bergeming dari antara mereka.
Oliver terus menatap Alessia, perasaan nya campur aduk ketika mengingat kembali kejadian di restoran saat Yasmine terluka,Ia mengingat dengan jelas kalau memang mendorong seseorang dengan kasar,berfikir dialah penyebab Yasmine terluka.
Namun ternyata orang itu adalah Alessia?
"Alessia kau ternyata terluka karna aku?, Alessia aku minta maaf,ini semua salah ku tolong maafkan aku ya.Dan...tolong ya jangan marah dan bertengkar dengan Oliver dia pasti tidak sengaja"
Yasmine akhirnya menjelaskan dan meminta maaf di tengah keheningan yang sangat menegangkan cukup lama.
Alessia akhirnya tersenyum dan mengangguk-angguk kan kepalanya,menahan sesuatu di matanya yang begitu hangat agar tidak jatuh."Bukan salah siapa-siapa,aku juga tidak menyalahkan mu atau...siapapun.Aku mengerti Oliver begitu khawatir melihat keadaan mu saat itu sampai tidak memperhatikan sekitar",ucapnya dengan terbata menahan suaranya yang sedang menahan tangis dan tetap menunjukkan wajah nya yang tenang dan tersenyum.
Namun suasana kembali hening,hingga suasana canggung yang memenuhi ruangan itu.
"Aku...Aku masih ada urusan penting,aku harus pergi sekarang.Semoga kau lekas sembuh"
Setelah mengatakan itu,Ia langsung berbalik memegang tasnya dengan erat dan keluar dengan cepat.
Setelah keluar dari ruangan itu,air matanya akhirnya tak tertahan hingga jatuh dengan sendirinya nya hingga suara tangisnya juga tak bisa Ia tahan."Hiks...Hiks..."
Ia berjalan dengan langkah cepat di lorong rumah sakit yang banyak orang berlalu lalang,hingga karna terburu-buru dan tidak melihat dengan jelas ke depan Ia menabrak seseorang hingga terjatuh.
"Maaf,kau tidak apa-apa?"
Tanya seorang pria yang langsung meminta maaf dan berjongkok di depan Alessia yang terduduk semakin menangis terisak.
***
DUKUNG AUTHOR TERUS YA AGAR SEMANGAT UP☺️💖💖💖DENGAN
LIKE💖
KOMEN💖
VOTE💖
SHARE💖
Terimakasih 😚
telat kamu cemburu olav karena Ale sudah hilang rasa cinta dan pedulinya untuk mu terbang di bawa angin
padahal gak sakit di bikin sakit
sakit beneran baru tau rasa dia
Kamu tahu rasanya bagaimana diabaikan bahkan ramah pada orang lain