NovelToon NovelToon
Menjadi Ibu Susu Setelah Dikhianati

Menjadi Ibu Susu Setelah Dikhianati

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Ibu susu / Pengkhianatan / Tamat
Popularitas:66.5k
Nilai: 5
Nama Author: HaluBerkarya

Hidup Aulia Maheswari berubah dalam sekejap. Sebuah pengkhianatan merenggut kepercayaan, dan luka yang datang setelahnya memaksanya belajar bertahan.
Saat ia mengira hidupnya hanya akan diisi trauma dan penyesalan, takdir mempertemukannya dengan sebuah ikatan tak terduga. Sebuah kesepakatan, sebuah tanggung jawab, dan perasaan yang tumbuh di luar rencana.
Namun, bisakah hati yang pernah hancur berani percaya pada cinta lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HaluBerkarya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22. Sesuatu yang Istimewa.

BMW milik Adrian melaju dengan kecepatan sedang, membelah jalanan yang mulai lengang. Sejak tadi Arumi terus bertanya pria itu hendak membawanya ke mana. Jika ke mall rasanya tidak mungkin, karena pusat perbelanjaan yang biasa mereka datangi sudah mereka lewati cukup jauh. Jalan yang kini ditempuh Adrian pun terasa semakin asing di mata Arumi, membuat rasa penasarannya perlahan berubah menjadi tegang sekaligus bersemangat.

Mobil itu kemudian berbelok memasuki sebuah kawasan elite. Deretan rumah besar berdiri rapi di kiri dan kanan jalan, pagar tinggi, taman terawat, dan suasana yang jauh lebih tenang dibanding area kota. Tak lama, mobil berhenti tepat di depan sebuah rumah besar berlantai dua dengan desain modern. Bangunannya menjulang kokoh, tampak baru, dan jauh lebih megah dibanding rumah yang mereka tempati saat ini.

“Sudah sampai!” ujar Adrian sambil melepas seatbelt. Dia segera turun, lalu berjalan memutar untuk membuka pintu di sisi Arumi.

Arumi keluar perlahan. Begitu kakinya menyentuh pelataran, pandangannya langsung terangkat ke depan.

Rumah itu tinggi. Luas. Diam, tapi terasa berkelas.

Di halaman depan berdiri pohon kamboja dengan batang besar dan daun yang rimbun. Beberapa tanaman hias tertata rapi di sepanjang jalur masuk, membuat suasana terlihat teduh dan menyejukkan mata. Angin tipis lewat membawa aroma tanah dan daun.

Mata bulat Arumi tak berkedip, menyisir setiap sudut yang bisa ia tangkap.

“Mas... ngapain kita di sini?” tanyanya pelan, hampir seperti berbisik.

Adrian tidak langsung menjawab. Dia justru menggenggam tangan Arumi dan menariknya pelan menuju teras.

Decak kagum kembali lepas dari bibir wanita itu. Rumah tersebut berdiri sendiri di atas lahan yang luas, tidak berhimpitan dengan bangunan lain. Meski di sekitarnya juga berdiri rumah-rumah mewah, tempat ini tetap terasa paling mencolok.

“Selamat siang, Pak Adrian!”

Seorang tukang kebun berlari kecil menghampiri mereka saat Adrian hampir sampai di depan pintu. Pria paruh baya itu menunduk hormat, lalu menyerahkan sebuah kunci.

“Makasih, Pak Agi,” kata Adrian dengan senyum ramah.

“Sama-sama, Pak,” jawabnya sebelum kembali ke arah halaman belakang.

Arumi memperhatikan interaksi itu tanpa berkedip. Kepalanya dipenuhi pertanyaan, tapi ia belum tahu harus mulai dari mana.

“Mas...” panggilnya lagi, nadanya menggantung.

“Silakan masuk, Sayang,” ujar Adrian sambil membuka pintu.

Begitu melangkah ke dalam, Arumi spontan menarik napas pelan.

Interior rumah itu tampak megah namun bersih, didominasi warna netral yang menenangkan. Cahaya matahari masuk melalui jendela-jendela besar, jatuh lembut di lantai mengilap. Tidak banyak perabotan di sana, membuat ruangan terasa luas. Aroma cat baru masih samar tercium.

Rumah ini benar-benar baru.

“Bagaimana, kamu suka?” tanya Adrian, memperhatikan wajah Arumi yang sejak tadi sulit menyembunyikan kekagumannya.

“Maksudnya gimana sih, Mas? Ini rumah kamu atau gimana? Kenapa kamu bawa aku ke sini? Dan kalau aku bilang aku sangat suka... emang kamu bisa jadiin ini rumah kita?” Arumi bertanya cepat, seolah menahan harap agar tidak melompat terlalu tinggi.

Padahal sorot matanya sudah jauh lebih hidup. Lebih terang dari hari-hari sebelumnya.

Adrian tersenyum tipis.

“Tentu saja. Ini rumah kita, Sayang. Rumah aku.”

Untuk sesaat Arumi hanya diam.

Matanya membulat sempurna.

“Mas... maksud kamu ini... ini rumah kita?” pekiknya tak percaya. Tangannya spontan memeluk lengan Adrian lebih erat. “Aku... aku sangat suka, Mas. Banget...”

Kegirangan itu tak lagi bisa ia tahan.

Arumi berlari kecil menyusuri ruangan, langkahnya ringan, hampir seperti anak kecil yang baru mendapat hadiah besar. Ia membuka satu pintu, lalu pintu lainnya. Menengok kamar mandi, masuk ke kamar tidur, berputar pelan di tengah ruangan sambil tersenyum lebar.

Tanpa menunggu, ia segera menaiki anak tangga menuju lantai dua.

Rasa excitednya terasa memenuhi rumah yang tadi sempat sunyi.

...****************...

Adrian mengekor wanita itu dari belakang. Senyum tulus terbit di wajah pria itu saat melihat binar di mata istrinya kembali. Kesedihan yang beberapa hari terakhir merenggut cahaya wajah Arumi seakan memudar, tergantikan oleh antusiasme yang sulit disembunyikan.

“Ini kamar utama ya, Mas?” Arumi mendorong sebuah pintu dan langsung terpukau. Ukuran kamar itu jauh lebih besar dari kamar mereka sebelumnya. Jendela lebar membuat cahaya siang masuk dengan bebas, menyapu lantai hingga ke sudut ruangan. Dia berjalan mengitari kamar, jemarinya sesekali menyentuh dinding, masih dengan senyum yang tak pernah lepas.

“Boleh, Sayang. Mana saja pilihan kamu, aku ikut saja,” jawab Adrian lembut sambil mengusap rambut istrinya.

Tiba-tiba Arumi memeluknya erat.

Sebuah isak tertahan pecah. Bahunya bergetar pelan.

Wanita itu menangis, tapi kali ini bukan karena sedih. Tangis itu hangat, penuh rasa lega yang akhirnya menemukan jalan keluar.

“Makasih, Mas... terima kasih kamu sudah membuat hariku lebih baik siang ini. Kamu memang Mas Adrian-ku yang selalu ada untuk Arumi. Hanya kamu yang mengerti aku, Mas. Hanya kamu,” ujarnya lirih sambil mendongak menatap wajah tampan suaminya.

“Maaf tadi aku sempat berpikir kamu tidak sayang sama aku. Maaf karena aku sempat ragu cinta kamu yang besar ke aku. Maaf, Mas... aku cuma sudah tidak percaya diri lagi setelah apa yang menimpaku akhir-akhir ini.”

Adrian menatapnya lembut.

“Tidak apa-apa, Sayang. Aku paham bagaimana perasaan kamu. Yang penting sekarang kamu sudah jauh lebih baik, hmm.”

Arumi mengangguk cepat. Tanpa banyak pikir, ia berjinjit, meraih rahang tegas suaminya, lalu melabuhkan ciuman hangat. Awalnya lembut, penuh rasa terima kasih, namun perlahan berubah lebih dalam, seolah menyalurkan semua emosi yang sejak tadi memenuhi dadanya.

Adrian membalas tanpa ragu, menarik Arumi sedikit lebih dekat. Beberapa detik terasa panjang hingga napas keduanya mulai memburu. Saat udara terasa menipis, mereka akhirnya saling melepas, menyisakan hembusan napas yang belum sepenuhnya teratur.

“Mas... jadi kita akan pindah ke sini?”

“Hm, boleh.”

“Kapan pindahnya? Secepatnya kan? Kalau besok gimana, Mas? Aku tidak sabar tinggal di sini,” kata Arumi antusias, matanya kembali berbinar.

“Weekend ya, Sayang. Nunggu aku libur,” jawab Adrian.

Arumi mengangguk setuju, lalu kembali melangkah menjelajahi bagian belakang rumah itu dengan rasa penasaran yang belum juga habis, seolah setiap sudut rumah tersebut menyimpan kebahagiaan baru yang ingin segera ia sentuh.

.

.

“Lihatlah, Kak… pria ini sedari dulu cintanya kepadaku tidak pernah hilang. Dia tetap Adrian yang aku jumpai tiga tahun lalu. Dia tetap cowokku, bukan suamimu. Lihatlah… bahkan bersamamu dia tidak pernah memberikan sesuatu yang istimewa. Tapi bersamaku? Dia menyiapkan surga."

"Makasih, Mas... sudah tetap memilih aku di saat semua dunia berpusat pada dia.”

Arumi berdiri beberapa langkah di belakang Adrian, matanya lekat menatap punggung suaminya yang tampak sibuk berbicara dengan tukang kebun. Angin siang mengibaskan pelan rambutnya, namun wanita itu nyaris tak bergerak.

Ada kilat kemenangan di matanya.

Sudut bibirnya terangkat tipis, sebuah senyum yang sulit diartikan, antara lega, bangga, dan sesuatu yang lebih gelap.

Dadanya terasa penuh. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, ia tidak merasa kalah.

Tidak dari Aulia.

Tidak dari siapa pun.

Pandangan Arumi kembali menyapu rumah besar di hadapannya. Dinding tinggi, halaman luas, dan segala kemewahan yang kini bisa ia pijak membuat hatinya berdesir puas.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
♍≛⃝⃕|ℙ$Fahira𝓛𝓲𝓷𝓰𝓧𝓲☕︎⃝❥
bagus Mama Sofia, aku mendukungmu /Determined//Determined/ mau coba jelaskan apalagi Archio, bila Aulia telah melihat semuanya dengan mata kepalanya sendiri /Panic/
♍≛⃝⃕|ℙ$Fahira𝓛𝓲𝓷𝓰𝓧𝓲☕︎⃝❥
kok kesel ya sama Archio, dulu aja Aulia nanyain Adrian, Archio langsung cemburu, padahal Aulia berbicara langsung pada saat ada Archio.

sedangkan kini, Archio malah sembunyi-sembunyi untuk bertemu Gracia, bahkan sampai berbohong.

Kalau gak bisa nyelesaikan masa lalu, kenapa kamu mau nikah sama Aulia, kalau akhirnya Aulia mendapatkan traumanya kembali /Drowsy//Panic//Panic/
♍≛⃝⃕|ℙ$Fahira𝓛𝓲𝓷𝓰𝓧𝓲☕︎⃝❥: kenapa gak cocok??? /Hammer//Right Bah!//Right Bah!/
total 4 replies
♍≛⃝⃕|ℙ$Fahira𝓛𝓲𝓷𝓰𝓧𝓲☕︎⃝❥
haduhhh .. ketidak jujuranmu yang akan menjadi masalah bagi rumah tangga mu, Archio /Curse//Curse//Curse/
♍≛⃝⃕|ℙ$Fahira𝓛𝓲𝓷𝓰𝓧𝓲☕︎⃝❥
ngapain kamu mikirin si Gracia lagi /Panic/ biar aja dia merasakan akibatnya. kenapa dulu gak mau jujur, malah harus selingkuh dulu.

dahlah Archio lebih baik sekarang pikirkan perasaan keluargamu. masa lalu biarlah berlalu
♍≛⃝⃕|ℙ$Fahira𝓛𝓲𝓷𝓰𝓧𝓲☕︎⃝❥
Leonel kamu mendo'akan papi mu cepet mati ya🤣🤣
Anonymous
TERTAWA 🤣🤣👉👉
♍≛⃝⃕|ℙ$Fahira𝓛𝓲𝓷𝓰𝓧𝓲☕︎⃝❥
wah wah Bimo/Curse//Curse//Curse//Curse/
♍≛⃝⃕|ℙ$Fahira𝓛𝓲𝓷𝓰𝓧𝓲☕︎⃝❥: 🤣🤣 ngap ngapan dong🤣🤣
total 4 replies
♍≛⃝⃕|ℙ$Fahira𝓛𝓲𝓷𝓰𝓧𝓲☕︎⃝❥
woyyy Bimo, kamu mau cari mati kah?! Kok ngedo'ain bos mu cepet mati/Facepalm//Facepalm/
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄
🥰🌻
cinta semu
Ach ..benar2 bagus ceritanya ...Thor kasih cerita yg lebih bagus lagi ..pokok ny tema selingkuh & poligami q suka ... makasih Thor ... karya u menemani q dlm keseharian hidup q ..😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: Terima kasih banyak kak, sudah baca sampai di sini🥰🥰🌻
total 1 replies
cinta semu
akhir hidup Gracia sungguh pilu ...tapi mungkin sudah takdirnya .. selamat jalan Gracia ..
sunaryati jarum
Akhirnya happy ending, emak tunggu karya selanjutnya
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: Makasih sudah baca sampai sini🙏
total 1 replies
sunaryati jarum
Masuk ruangan langsung lahir
sunaryati jarum
Yang satu menyesal dan menyadari dosanya yang satu kecewa karena sumber keuangan tidak ada.Emak itu heran masa Gracia yang dipresi kok bisa menjalani sebagai model dan aktris dengan baik.Apalagi dengan sadar masih menjalani hubungan asmara dengan Delon.
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: Kehidupan Gracia di dalam rumah itu menekan mentalnya, dan satu-satunya kebebasan bagi dia adalah keluar dari rumah, yang kebetulan menekuni seni peran. Dia menjalankan seni peran itu sebagai obat sebenarnya, setidaknya untuk mengalihkan segala sakit dan tekanan. Jadi mental Gracia akan hancur jika lebih banyak sendirinya, gila kerja dan karir adalah satu-satunya alasan untuk dia bisa mewaraskan pikirannya agar tidak benar-benar jadi gila dan berakhir di rumah sakit jiwa...
Intinya begitulah pokoknya mak!!
total 1 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
huhuhu... kok rasanya aku belum ingin cerita ini End.... tapi tak apa terima kasih Author Frozen udah membuat cerita yang bikin aku Ter Aulia Aulia loh
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩: huahahaha apa kabar Retensi ku
total 2 replies
Ariany Sudjana
finally happy end, ceritanya bagus kak 😄
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: Makasih kak🥰🥰
total 1 replies
sunaryati jarum
Pergilah dengan ringan Gracia setelah orang yang kau sakiti dan kecewakan memaafkan
sunaryati jarum
Semoga Gracia benar - benar taubat , setelah mendapatkan sakit.Emak kok tak iba sama sekali dengan apa yang diderita Gracia .Apa karena saking geramnya emak padanya dulu.Jika sembuh jadilah pribadi yang baik dan,jujur.Jika kau menghembuskan nafas terakhir kamu semoga dosa- dosamu diampuni.
Lanjut Thoor
sunaryati jarum
Memang kamu goblok bin tolol, untuk apa kamu datang? Kemanusiaan? Apakah Gracia dulu punya rasa kemanusiaan? Bahkan terang - terangan selingkuh. Apalagi dengan angkuhnya dia meninggalkan Leonel,emak saja geram kok kamu peduli, berarti kecurigaan Lia benar kamu masih ada rasa sama 🤣
cinta semu
biarkan Archio berlutut sampai bulan depan Aulia ...berikan hukuman yg setimpal buat lelaki pembohong ...😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!