NovelToon NovelToon
Obsesi Rahasia Pak Dosen

Obsesi Rahasia Pak Dosen

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Dosen / Pengganti / Diam-Diam Cinta / Cintapertama
Popularitas:7.5k
Nilai: 5
Nama Author: shadirazahran23

Lima tahun lalu, Zora hanyalah mahasiswi biasa di mata Dimas. Kini, ia adalah obsesi yang tak bisa ia lepaskan.

Dimas adalah dosen Ekonomi yang kaku dan dingin. Baginya, segala sesuatu harus terukur secara matematis. Namun, rumusnya berantakan saat sang ibu memboyong Zora,mantan mahasiswi yang kini sukses menjadi juragan kain untuk tinggal di rumah mereka setelah sebuah kecelakaan hebat.

Niat awal Dimas hanya ingin membalas budi karena Zora telah mempertaruhkan nyawa demi ibunya. Namun, melihat kedewasaan dan ketangguhan Zora setiap hari mulai merusak kontrol diri Dimas. Ia tidak lagi melihat Zora sebagai mahasiswi yang duduk di bangku kelasnya, melainkan seorang wanita yang ingin ia miliki seutuhnya.

Zora mengira Dimas masih dosen yang sama dingin dan formal. Ia tidak tahu, di balik sikap tenang itu, Dimas sedang merencanakan cara agar Zora tidak pernah keluar dari rumahnya.

"Kau satu-satunya yang tak bisa kulogikakan,Zora!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shadirazahran23, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23. Siapa wanita yang ada di mimpimu,Mas?

Hai reader,sebelum baca aku mau ingetin ya untuk baca bab dari awal hingga akhir tanpa loncat-loncat.Sebab kalau loncat bisa merusak retensi,OK? Terima kasih yang udah setia sama ZOra dan Dimas,sekarang kita lanjut yuk...

🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁

"Mira itu... sebenarnya kenapa, Mas?" tanya Zora, matanya menatap Dimas dalam, menuntut kejujuran.

Dimas menelan ludah dengan berat. Ia tahu topik ini sensitif. "Mira sudah lama menyimpan perasaan padaku, Zora. Tapi aku dan Ibu tidak pernah menanggapinya. Rasanya risih, bagaimanapun kami ini saudara sepupu," ucap Dimas hati-hati, berusaha menjaga perasaan istrinya.

"Oh, pantas saja. Dia sentimen sekali padaku, Mas. Rupanya itu alasan di balik tatapan sinisnya?" balas Zora dengan bibir mengerucut, raut wajahnya berubah masam.

Melihat ekspresi itu, tawa Dimas pecah. Aura kaku sang dosen seketika luntur. "Sepertinya istri Pak Dosen ini sedang cemburu, hm?" godanya dengan suara rendah yang serak.

Tanpa memberi kesempatan Zora untuk membantah, Dimas langsung menyusupkan lengan kekarnya dan menggendong Zora dalam satu gerakan mantap. Zora memekik pelan, mengalungkan lengan di leher suaminya saat mereka masuk ke dalam rumah dan mengunci pintu dari dalam.

Tak lama, lampu di lantai bawah padam, berganti dengan cahaya temaram yang menyala dari jendela kamar di lantai atas. Di balik tirai yang tertutup, sayup-sayup terdengar tawa manja Zora yang pecah—sebuah simfoni kecil dari dua insan yang akhirnya bisa meluapkan rindu setelah seharian terpisah oleh kesibukan.

Malam itu, langit seolah pecah. Hujan turun begitu deras disertai kilatan petir yang menyambar-nyambar, kontras dengan ramalan cuaca yang menjanjikan langit cerah.

Zora terbangun, napasnya perlahan teratur. Ia melirik ke samping, menemukan Dimas yang tengah terlelap di ceruk lehernya. Sebuah senyum manis mengembang di bibir Zora. Ia tak pernah menyangka takdir akan membawanya sejauh ini—menjadi istri dari dosennya sendiri. Pria yang dulu ia tahu pernah mencintai salah satu mahasiswinya, meski hingga detik ini Zora tak pernah tahu siapa nama wanita beruntung itu.

Karena merasa haus, Zora berniat bangun. Namun, gerakan tubuhnya terhenti saat mendengar suara serak yang keluar dari bibir Dimas. Pria itu mengigau, keningnya berkerut seolah sedang kesakitan.

"Apa dia selalu mengigau seperti ini?" bisik Zora lirih, jemarinya hampir menyentuh kening Dimas.

Tepat saat Zora hendak bangkit, langkahnya kembali terhenti oleh kalimat yang meluncur dari mulut suaminya.

"Kenapa...? Kenapa kamu milih dia? Aku yang mencintaimu... Sakit, rasanya sakit sekali..."

Deg! > Jantung Zora seakan berhenti berdetak. Suara petir di luar kalah berisik dengan debaran di dadanya yang mendadak perih. "Apa maksud Mas Dimas? Siapa wanita yang dia tangisi?" tanya Zora dengan suara bergetar.

Sudut matanya memanas. Tanpa sanggup menoleh lagi, Zora segera keluar dari kamar dengan langkah gontai. Di balik pintu yang tertutup, tubuhnya merosot ke lantai. Ia mendekap dadanya yang sesak, membiarkan air mata jatuh bersaing dengan rintik hujan di luar sana.

*

Sinar matahari menyusup paksa melalui celah gorden, namun bagi Zora, pagi itu terasa mendung. Ia sudah berdiri di dapur sejak subuh, menyibukkan diri dengan denting sudip dan aroma kopi yang kuat—berusaha menenggelamkan suara igauan Dimas yang semalaman berputar di kepalanya seperti kaset rusak.

"Pagi, Sayang..."

Sebuah pelukan hangat mendarat di pinggangnya. Dimas menyandarkan dagu di bahu Zora, masih dengan suara serak khas bangun tidur. Aroma sabun maskulin yang biasanya menenangkan, kini justru terasa menyesakkan bagi Zora.

Zora menarik napas panjang, memasang topeng terbaiknya sebelum berbalik. "Pagi, Mas. Tidurnya nyenyak?" tanyanya dengan senyum yang—jika Dimas teliti sedikit saja—terlihat tidak sampai ke mata.

"Nyenyak sekali. Mungkin karena ada kamu di sampingku," jawab Dimas santai sembari mengambil cangkir kopi. Ia sama sekali tidak sadar telah menghancurkan hati istrinya berkeping-keping semalam.

Zora memalingkan wajah, pura-pura sibuk menata piring. "Mas... semalam hujan deras sekali, ya? Mas sampai mengigau hebat. Sepertinya mimpinya buruk sekali."

Gerakan tangan Dimas yang hendak menyesap kopi terhenti sejenak. Matanya berkedip pelan. "Oh, ya? Aku tidak ingat. Mungkin hanya karena kelelahan setelah memeriksa tugas mahasiswa."

Bukan karena kelelahan, Mas. Tapi karena luka yang belum sembuh, batin Zora menjerit.

"Begitu ya..." Zora terkekeh hambar, lalu meletakkan sepiring nasi goreng di depan Dimas. "Ya sudah, cepat sarapan. Nanti Pak Dosen telat ke kampus."

Zora kembali berbalik membelakangi Dimas, meremas kain lap di tangannya dengan kuat. Ia harus bertahan. Setidaknya sampai ia tahu siapa wanita yang masih menguasai alam bawah sadar suaminya itu.

*

Mobil bergerak perlahan meninggalkan area perumahan menuju toko milik Zora. Udara Bandung yang sejuk pagi itu terasa kontras dengan pikiran Zora yang mulai memanas.

"Sayang, jangan lupa ya, weekend ini kita jadi ke Jakarta?" Dimas membuka percakapan sambil sesekali melirik spion. "Kita belum nengok bayinya Bumi.Bukankah kamu ingin sekali berjumpa sama keponakan barumu?"

Zora tersentak dari lamunannya. "Iya, Mas. Aku sudah ingat, kok. Aku juga sudah siapkan beberapa pilihan kado di keranjang belanja online-ku. Nanti sore kita putuskan mau beli yang mana sebelum aku tutup toko."

"Kamu gak ingin beli di mall saja sambil jalan-jalan?"Tawar Dimas lagi.

"Gak usah Mas, takut kamu capek."

"Ya sudah kalau begitu." Dimas tersenyum, jemarinya mengetuk kemudi mengikuti irama musik. "Rencananya kita berangkat Sabtu pagi supaya tidak terlalu macet di Cipularang. Kita menginap semalam di Jakarta, ya? Biar kamu tidak terlalu lelah di jalan."

Zora mengangguk, namun dadanya terasa sesak saat teringat sesuatu. "Mas... tapi semalam kamu bilang besok mau keluar kota?"

Dimas berdehem sejenak, wajahnya tampak sedikit kaku. "Ah, iya. Itu dia. Besok aku harus ada urusan mendadak ke luar kota,hanya sehari. Urusan kampus yang tidak bisa diwakilkan. Tapi tenang saja, Jumat malam aku sudah kembali di Bandung, jadi Sabtu pagi kita tetap bisa berangkat ke Jakarta sesuai rencana."

Zora terdiam. Luar kota ke mana? Kenapa mendadak sekali tepat setelah dia mengigau tentang 'sakit' dan 'cinta' semalam?

"Mendadak sekali ya, Mas? Sampai harus pergi tepat sebelum kita ke Jakarta?" tanya Zora, berusaha terdengar seperti istri yang hanya sekadar perhatian, bukan curiga.

"Begitulah tuntutan pekerjaan suamimu ini, Sayang," jawab Dimas enteng sembari menghentikan mobil di depan toko Zora. Ia mendekat, memberikan kecupan hangat di kening Zora yang terasa dingin. "Jangan banyak pikiran. Fokus saja pada tokomu, ya? Aku jemput sore nanti."

Zora turun dari mobil dengan hati yang tidak tenang. Ia menatap mobil Dimas yang mulai menjauh, menghilang di antara deretan bangunan di jalanan Bandung yang mulai padat.

Kenapa rasanya ada sesuatu yang sengaja Mas tutup-tutupi dariku? Apakah 'urusan kampus' itu benar adanya, atau ada alasan lain?

Bersambung...

"Siapa kira-kira wanita yang ada dalam mimpi Dimas?Tunggu bab selanjutnya

1
Marini Suhendar
teka_teki silang ah thor😄
Ila Aisyah
kawinnnnn,,, ehhh,,, nikahhh ijab kabul😘🫰💪
Ila Aisyah
weleh,,, welehhh,,,, persiapan kondangan man temannnn,,, 🤣
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
Sastri Dalila
👍👍👍👍
Eva Karmita
ya ampun pak dosen lihat sikon dong. kasihan Nurul yg polos ternodai matanya 🤣🤣🤣🤣
shadirazahran23: Maklum pak Dosen sudah lama menjomblo,jadi dia lagi kejar setoran
total 1 replies
suryani duriah
good job zora👍👍👍
shadirazahran23: Insya Allah sahabat Kanaya ini gak menye menye 😭
total 1 replies
suryani duriah
jgn petcaca tipuan pelakor lha pelakor zaman sekarang urat malunya udah putus lawaaan kita bantuin dah🤭😁😁👍
Acih Sukarsih
kamu perempuan berpendidikan jadi tahu mana yg asli/palsu
Eva Karmita
pasti ini si sepupu laknat yg kegatelan yg udah birahi 😤😏
shadirazahran23: OMG 😱😱😱
total 1 replies
Eva Karmita
ya ampun gagal lagi 😩😩😂😂😂
Eva Karmita
sabar tahan pak dosen masak unboxing nya di dalam mobil .... jangan atuh cari suasana yang romantis dong 🤣🤣🤣
Eva Karmita
makanya jangan encum otaknya pak dosen 🤣🤣🤣🤣
Eva Karmita
semangat upnya ya..❤️🥰
Eva Karmita
maaf otor aku Ndak tau itu di Garut mana karena aku asli orang Kalimantan 🤭😁
Wiwi Sukaesih
mira ulat bulu...
Wiwi Sukaesih: y Thor ksian amt pnganten baru bnyk halangan ny
dtmbh d ulet bulu mereka Lela
total 2 replies
Wiwi Sukaesih
haaaa
gagal maning 🤣🤣
shadirazahran23: tidak semudah itu furgoso🤭
total 1 replies
suryani duriah
siapa yg ngerusak moment yg ditunggu2🤣🤣
Wiwi Sukaesih
haaa
sabar pak dosen
mampir lh k hotel klw g Tahn 🤭
Wiwi Sukaesih: othor tega BKIN kepala dosen pening gara" g ad ritual mlm pengantin 🤣
total 2 replies
suryani duriah
ceritanya baguuus👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!