NovelToon NovelToon
Suamiku Bukan Preman

Suamiku Bukan Preman

Status: tamat
Genre:Cinta setelah menikah / Pernikahan Kilat / Identitas Tersembunyi / Tamat
Popularitas:996.1k
Nilai: 4.6
Nama Author: elaretaa

Hidup Naura yang sudah menderita itu, semakin menderita setelah Jessica anak dari Bibinya yang tidak sengaja menjebak Naura dengan seorang pria yang dikenal sebagai seorang preman karena tubuhnya yang penuh dengan tato, berbadan kekar dan juga wajah dingin dan tegas yang begitu menakutkan bagi warga, Naura dan pria itu tertangkap basah berduaan di gubuk hingga mereka pun dinikahkan secara paksa.

Bagaimana kelanjutannya? siapakah pria tersebut? apakah pria itu memang seorang preman atau ada identitas lain dari pria itu? apakah pernikahan mereka bisa bertahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Donatur Anonim?

Bibi Aulia merampas surat perintah itu dengan tangan gemetar, matanya membelalak membaca cap dan tanda tangan resmi di sana.

"Ini... ini pasti ulah anak itu, Naura! Dia mau mengusir kami. Darimana dia dapat uang sebanyak itu? Pasti uang haram dari suaminya yang preman itu!" raung Bibi Aulia, rasa paniknya berubah menjadi kemarahan membara.

"Kami tidak tahu sumber dananya, itu adalah donasi anonim yang legal dan tugas kami hanya menjalankan perintah pengadilan untuk mengosongkan rumah ini dalam waktu satu jam, agar pemilik sah bisa segera menempatinya," ucap pengacara.

"Satu jam? Ini tidak adil! Kami akan gugat balik, kami akan lapor polisi!" ancam Jessica.

"Silakan, tapi surat perintah ini berlaku efektif sekarang. Jika kalian menolak, kami terpaksa menggunakan petugas untuk mengeluarkan barang-barang kalian," ujar petugas pengadilan dengan nada tegas, mengisyaratkan petugas keamanan untuk bersiap.

Bibi Aulia dan Jessica terkejut, semua kekayaan dan rencana busuk mereka hancur dalam hitungan jam, tanpa mereka tahu siapa musuh yang sebenarnya. Mereka tidak tahu jika pria yang mereka ejek sebagai preman miskin ternyata memiliki kekuasaan untuk menjebak mereka dalam skema hukum yang sempurna.

Bibi Aulia dan Jessica tidak punya pilihan lain, akhirnya terpaksa memunguti barang-barang mereka dengan tergesa-gesa, di bawah pengawasan petugas. Dalam satu jam yang menyakitkan, Bibi Aulia dan Jessica keluar dari rumah yang dulunya mereka kuasai dengan keangkuhan, kini menjadi tuna wisma, tanpa tahu harus ke mana.

Beberapa jam setelah Bibi Aulia dan Jessica diusir secara resmi, Aiden datang menjemput Naura di rumah sederhana mereka. Naura tampak sedikit terkejut karena Aiden kembali lebih cepat dari biasanya.

"Kenapa Mas sudah pulang? Juragan Adit sudah kasih libur?" tanya Naura.

"Bukan libur, ada tugas mendadak. Tugas dari Juragan Adit untuk mengantar barang penting, ayo ikut aku sekarang," ajak Aiden.

"Aku?" tanya Naura.

"Iya, ayo," ajak Aiden lagi.

"Tapi, kenapa aku ikut? kan katanya Mas ada tugas mengantar barang penting," tanya Naura.

"Udah ikut aja," ucap Aiden.

Naura, yang masih terkejut dengan kecepatan kembalinya Aiden, "Kita memangnya mau kemana, Mas?" tanya Naura yang tidak tau tujuan Aiden.

"Nanti kamu akan tahu, sekarang ayo kita berangkat," ajak Aiden.

Dengan rasa penasaran yang tinggi, Naura pun mengiyakan ajakan Aiden. Setelah bersiap-siap, Aiden membawa Naura pergi menggunakan mobil yang sebelumnya Aiden gunakan untuk menjemput Naura setelah Naura dipukul Bibi Aulia dan jessica, Naura tentu saja sudah tidak curiga tentang mobil tersebut karena Aiden sudah menjelaskan semuanya pada Naura.

Di dalam mobil, Naura kembali bertanya, "Mas, mau antar barang apa? Kok Mas gak bawa koper atau kardus apa-apa?" tanya Naura.

Aiden melirik Naura dan tertawa kecil, "Barangnya bukan barang fisik, Naura. Barang ini cuma bisa dilihat sama kamu, tapi sangat berharga," jawab Aiden.

Aiden tidak langsung membawa Naura ke rumah itu, ia memutar sedikit, membeli bunga dan makanan kesukaan Naura, menciptakan suasana santai. Baru setelah itu, ia memarkir mobil tepat di depan rumah Orangtua Naura, rumah yang baru saja dikosongkan.

Naura menatap rumah itu dengan kening berkerut, "Mas, kenapa kita ke sini lagi? Aku gak mau ketemu mereka dulu, aku masih butuh waktu buat ketemu Bibi Aulia sama Jessica, aku takut Mas," ucap Naura.

Aiden mematikan mesin, lalu menoleh ke Naura, matanya penuh kehangatan. "Mereka sudah tidak ada, Naura. Mereka sudah pergi," ucap Aiden.

"Pergi? Ke mana?" tanya Naura.

"Mereka sudah pindah, pindah selamanya. Sekarang, rumah ini sudah kosong," jawab Aiden lalu ia mengeluarkan kunci baru yang berkilauan dari sakunya, kunci yang baru diserahkan pada Aiden oleh pengacara.

"Sekarang giliran kamu yang masuk," ucap Aiden.

Naura menatap kunci itu, lalu kembali menatap Aiden, bingung. "Maksud Mas? Mas dapat kunci dari mana?" tanya Naura.

Aiden meraih tangan Naura dan meletakkan kunci itu di telapak tangannya, "Sekarang rumah itu sudah menjadi hak kamu, Bibi dan anaknya itu gak akan bisa memiliki rumah itu lagi. Anggap saja ini rezeki dari Tuhan, Naura. Jadi begini, beberapa waktu yang lalu Juragan Adit menyuruhku mengurus sesuatu di bank, ternyata bank tempat sertifikat rumahmu diagunkan itu adalah salah satu klien Juragan Adit."

Aiden mengambil napas, mempersiapkan kebohongan yang sudah ia susun rapi bersama Fandy.

"Saat aku di sana, aku dengar kalau ada seorang donatur anonim, orang yang sangat kaya dan dermawan tiba-tiba melunasi seluruh utang agunan rumah ini. Donatur itu bilang, dia tertarik dengan cerita rumah yang seharusnya milik anak yatim tapi malah diagunkan keluarganya sendiri," jelas Aiden.

"Donatur anonim?" tanya Naura yang merasa apa yang dikatakan Aiden begitu aneh.

"Iya, setelah utang lunas, donatur itu meminta bank untuk memproses balik nama secepatnya, karena dia tidak mau ada masalah hukum yang berkepanjangan. Bank melakukan itu dengan cepat dan meminta pengacara untuk mengurus pengosongan rumah. Semua sudah legal, Naura. Nama pemiliknya sekarang hanya kamu, rumah itu sudah menjadi miliki kamu seutuhnya," ucap Aiden.

"Masa ada orang yang rela ngekuarin uang cuma buat lunasin utang aku, apalagi aku gak kenal sama orang itu," ucap Naura yang masih tidak percaya.

"Namanya juga orang kaya, mungkin dia lagi bingung mau menghabiskan uangnya dengan cara apa, akhirnya dia mau bantuin orang dan pas banget orang itu kamu," ucap Aiden.

"Mas, yakin? ini semua bukan Mas yang lunasin?" tanya Naura.

Mendengar pertanyaan Naura, Aiden merasa gugup, namun Aiden kembali menguasai diirnya agar Naura tidak merasa curiga. "Hahaha, kalau aku punya uang, kebih baik aku beli rumah sendiri," ucap Aiden dan ajaibnya, Naura percaya mendengar jawaban Aiden.

"Percaya. Ini mukjizat, Sayang. Donatur itu hanya meminta satu hal. Dia ingin agar rumah ini kembali ke pemilik sahnya yaitu kamu. Dia tidak mau dihubungi, dia hanya ingin kamu hidup tenang. Makanya, Bibi kamu diusir karena mereka tidak punya hak lagi di sini," lanjutnya.

Aiden membuka pintu mobil, berjalan mengitari, dan membukakan pintu untuk Naura, "Ayo, Masuk ke rumahmu. Masuk ke tempat yang sudah kamu perjuangkan selama ini," ajak Aiden.

Naura berdiri di depan rumahnya, memeluk kunci itu erat-erat di dadanya. Perasaan haru, lega dan syukur bercampur menjadi satu. Ia tidak tahu siapa donatur itu, tapi ia tahu bahwa ini adalah jawaban atas doa-doanya.

Dengan tangan gemetar, Naura membuka pintu. Rumah itu terasa kosong, namun bersih dan cerah, bau pengap kesombongan Bibi Aulia sudah hilang, digantikan aroma kebebasan.

Naura berbalik dan tanpa sadar memeluk Aiden dengan erat, menyembunyikan wajahnya di dada suaminya. "Terima kasih, Mas. Terima kasih sudah ada di sampingku. Aku tidak tahu bagaimana harus membalas kebaikan donatur itu," ucap Naura.

Aiden membalas pelukan Naura dan menepuk punggungnya lembut, ia tersenyum kecil dalam hati, merasakan kehangatan pelukan itu.

"Kebaikan donatur itu sudah dibalas, balasannya adalah senyum dan ketenanganmu," jawab Aiden.

"Kita akan cari tahu siapa donatur itu nanti, Naura. Tapi sekarang, kita bersihkan rumah ini dan kita mulai hidup baru di sini, rumah ini milikmu selamanya," ucap Aiden dan diangguki Naura.

Aiden kemudian memegang tangan Naura dan menuntunnya masuk ke rumah itu, menutup pintu di belakang mereka, memulai babak baru hidup Naura, yang kini dilindungi oleh suaminya yang menyamar sebagai anak buah Juragan Adit.

.

.

.

Bersambung.....

1
Ari Sawitri
kata nya ada penjaga disekitar istri nya .. mana?? berkali kali Naura disakitin keluarga dan tetangga nya jg ga ada yg bela .. suami macam apa si Aiden ini
Ari Sawitri
lagian juga Aiden kenapa sih sering banget ninggal Naura dan milih tidur di villa .. ya pantes aja Naura punya pikiran akan diceraikan lah sikap dia sbg suami kayak gt. kerja kok ga wajar gt. dan milih tidur di villa drpd dirumah dg istri dan mencoba mengenal dan saling mengerti 🤨
Lovelynzeaa🌷
nggak ada S2 nya kah?
Ari Sawitri
klu saudara dr ayah Naura bukan jd saksi tp bs jadi wali nikah. ini secara Islam kan nikahnya?
Lovelynzeaa🌷
typo Thor bukan juragan Aiden tpi juragan Adit
Tutik Sekawan
Luar biasa
elaretaa: Terima kasih atas dukungannya Kak🥰🥰🥰🥰❤️
total 1 replies
Nur Syamsi
Selamat berbahagia Naura bersama keluarga kecilmu, itulah buah dari kesabaranmu semasa di desa.....
Nur Syamsi
Aura kepemimpinan Calvin udah terlihat jelas dari kecil....
Nur Syamsi
Klaw bisa pakai parfum Aiden saja mungkin Naura supaya Calvin mencium aroma papanya....
Nur Syamsi
Calvin anak papa
Nur Syamsi
Betul" suami siaga yg sangat protektif
Nur Syamsi
Naura sudah menikmati kebahagiaannya bersama keluarga kecilnya mudah"an Tdk ada lagi inseden" yg mengganggunya
Nur Syamsi
Clara Tdk bertanya dulu penyebab ortunya dipenjara pad Aiden justru Aiden hampir terjebak permainan papanya
Nur Syamsi
Makanya jgan serakah Bu Yuli dalam kehidupan dan perbuatan pasti ada balasannya
Nur Syamsi
Memang kita manusia Tdk dibiarkan bersikap dendam tp paman Carlo sek betul sangat kejam jdi Tdk papa mungkin klaw Aiden melarang istrinya membesuk paman Carlo sek....
Nur Syamsi
Wele wele, ternyata Papanya Aiden penjahat besar untung tim Aiden cerdas....
Nur Syamsi
Jangan berpikir negatif Naura kamu kan cuma di fitnah itu hari, kamu TDK berbuat apa" pikirkan kesehatan bayimu,,,
Nur Syamsi
Dasar bapak tua arogan bisa bisanya menilainorang dg uang, jgn gentar Naura....lawan tu bapak tua
Nur Syamsi
Naura harus dilatih bela diri Aidan supaya bisa berjaga jaga....
Yesi Sriwahyuni
ya ahirnya naura tau juga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!