NovelToon NovelToon
Di Kejar Mantan Suami

Di Kejar Mantan Suami

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mama ende

Duo kembar mengajak bermain ke mall di kota agak jauh dari tempat tingal kami dan tidak segaja malah bertemu papanya padahal aku menyembunyikan keberadaan mereka dari papanya
kami di jodohkan orang tua dia tidak pernah menerima perjodohan ini kerena dia punya kekasih bahkan aku sempat di madu
Saat dia menceraikan aku dia tidak tahu kalau aku hamil dan aku sembunyikan kehamilanku dengan bersembunyi di tempat lain memang tak mudah perjuanganku hamil anak kembar tetapi semua aku jalani dengan dukungan adek almarhum ibu yang selalu mendukung ku

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama ende, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab. 5 Di jodoh kan

        flashback

Delapan tahun tahun yang lalu.

       Setelah lulus sekolah aku kerja di kota jember yaitu di sebuah mall aku tidak kuliah aku lulusan SMK jurusan marketing manajemen atau penjualan bhs Indonesianya dan bhs jawanya bagaian dodol kemudian aku kerja di mall bagaian jual baju. Ibuku di rumah jualan nasi pecel bapak jadi supir di keluarga nya mas Adit ya mas Adit adalah tetangga ku dia anak orang kaya sedangkan aku anak supirnya dan adek ibu ku bi endang kerja ikut orang jadi pembantu di Surabaya

          Aku ngekos di kamar sederhana agar cukup buat biaya hidup dan bayar kos kosan aku hidup sederhana dengan gaji pas pasan malam pulang kerja aku dapat telephon kalau bapak ku kecelakaan dan sekarang kritis di rumah sakit aku pun pulang naik bus dari kab. Jember ke rumah ku yang ada di kab.Lumajang aku langsung ke rumah sakit ternyata bapak ku kena sabetan celurit dia membela pak Wijaya juragan nya dari perampokan dengan kekerasan di mobil

    " Mobil di hentikan mendadak pak Wijaya di ancam dengan senjata di lehernya dan bapakku membela nya tapi bapaku yang kena sabetan celurit di perutnya banyak polisi yang hadir disana suasana mencekam ibu ku nangis di peluk sama Bu nani,(istrinya pak Wijaya) sedangkan pak Wijaya masih di tanya tanya polisi di situ juga ada Nadira adeknya mas Adit tetapi mas Adit belum datang kan dia di Surabaya

        Bapak ku kritis di rawat di ruang ICU ibu dan aku menunggu di rumah sakit malam ini sedangkan pak Wijaya ke kantor polisi

" Juragan putri pulang dulu saja kasihan Nadira besok sekolah di sini ada Tiara yang nunggu saya ya mandi atau istirahat gitu" kata ibu kepada ibu Nani.Setelah di bujuk Bu nani pulang bersama putrinya yaitu Nadira Wijaya adek nya mas Adit

     Pagi aku pulang dulu ganti baju juga mengambil baju ganti untuk ibu karena ibu bilang kalau mau mandi di rumah sakit. Aku pulang bersih bersih di rumah kemudian aku kembali membawa baju ganti untuk ibu dan beli sarapan aku pun kembali ke rumah sakit dan di rumah sakit sudah ada pak Wijaya, dan istrinya juga ada mas Adit

" Bu Sumiati aku lamar Tiara buat putra ku si Aditya karena bagaimana pun pak Rohman telah menyelamatkan kan saya ternyata perampok itu suruhan saingan bisnis saya jadi kalau nggak di tolong pak Rohman mungkin saya yang kritis di sana dan pak Rohman bicara sama saya dia ingin anaknya menikah sebelum dia meningal" kata pak Wijaya aku nggak bisa beri jawaban aku hanya nangis saja dan aku takut kalau di nikah kan sama mas Adit mungkin terlalu tinggi buat aku yang hanya remahan rempeyek tiba tiba suster memberi tahu kalau bapak ku sadar

" Ada yang namanya Tiara Andini dan ibu Sumiati silahkan masuk" kata suster

    Aku masuk ke ruangan dan melihat bapak dengan perban yang lebar di perutnya dia ngomong pelan

" sebenar nya bapak ingin lihat kamu menikah sebelum bapak meninggal tapi kamu kan nggak punya pacar ya" kata bapak sambil tersenyum getir

" Bapak akan sembuh ara janji Ara akan nikah secepatnya" kata ku

" Bapak tunggu nak semoga kamu ketemu jodoh mu" kata bapak kemudian aku keluar biar bapak sama ibu di dalam. Kemudian pak Wijaya masuk tak berapa lama mas Adit dan Bu nani masuk bergantian

    Mereka semua keluar dan berbincang aku hanya duduk di pojok sendirian sambil menangis

" Ara papa sudah melamar kamu di hadapan bapak mu dan dia setuju sekarang juga akan papa atur pernikahan kalian untuk surat kita urus belakangan nanti biar pengacara yang mengurus semuanya" kata papa

" Sekarang kita panggil pak penghulu dan dua saksi sementara siri dulu yaitu siri tercatat papa bisa minta KTP kamu biar di urus sama pengacara papa" kata papa.Aku mengambil KTP dan menyerah kan kepada pak Wijaya dan tak berapa lama pak RT datang bersama pak penghulu kita memang bertetangga ya aku sama mas Aditya memang bertetangga bahkan satu RW cuma beda RT

     Pak Wijaya memang pengusaha berpengaruh dan bapakku menjadi supirnya ketika dia masih remaja bahkan sampai sekarang dia menikah sama ibu ku dan hari ini tanpa persiapan apapun kami menikah di ruang tempat bapak di rawat aku duduk di luar sama ibu dan Bu nani dan pak penghulu dua saksi, papa, mas Adit masuk di ruangan mengucapkan ijab Kabul dengan di saksikan bapak setelah mereka keluar mas Adit memberikan aku mas kawin uang dua juta dan aku di suruh mencium punggung tangan mas Adit dan dia mencium kening ku kemudian di foto untuk bukti pengurusan surat di KUA kemudian aku dan mas Adit masuk keruangan bapak dan bapak tersenyum titip Ara nak Adit bimbinglah dia Ara kamu nurut sama suami kamu jadi bapak akan pergi dengan tenang aku menangis bapak minta di pangilkan ibu, ibu pun masuk ke ruangan bapak dan aku keluar duduk di kursi dengan linglung dengan barusan yang terjadi dan nggak bisa berfikir kemudian aku pergi ke kantin mungkin dengan minum kopi bisa merefresh otak ku. Uang mas kawin aku simpan di dompet aku menikmati kopi ku cium aromanya kemudian aku sruput sedikit demi sedikit sambil memejamkan mata dan air mata ku menetes ada yang menepuk bahu Ku dengan pelan

" Dek Rara bapak mu kritis kamu di cari ibu mu" kata mas Aditya

       Aku menoleh membayar kopi dan berlari keruangan bapak sambil air mata ku tak berhenti menetes ku lihat ibu menangis dan petugas medis mengatakan bahwa bapak ku telah meninggal hari ini para polisi yang menangani juga datang dan papa minta jenazah sekalian di sucikan di rumah sakit nanti Sampai rumah bisa di sholatkan dan di makamkan

    Aku tidak sadarkan diri dan tiba tiba ketika sadar aku sudah di infus di rumah sakit

" Mas aku mohon aku ingin menghadiri pemakaman bapak ku" Pintaku kemudian aku sambil di infus aku pun di bawa mas Adit untuk menghadiri pemakaman bapak kemudian aku di bawa ke rumah sakit lagi dan baru besoknya aku bisa pulang ke rumah

" kami pulang ke rumah mama apa ke rumah ibu mu" tanya mas Adit

" Pulang kerumah ibuku saja mas maaf aku masih canggung" kata ku

      Kami pun pulang kerumah ibu walaupun sudah nikah kami nggak tidur bersama dan kalau sore mas Adit membantu orang tahlil kalau malam dia tidur kerumah mama nya

       Hari kelima papa dan mama datang sambil bawa barang apa itu teryata seperangkat perhiasan dan baju dan juga skincare dan peralatan sholat tas sepatu peralatan mandi

"Nduk maaf ini seserahan yang terlambat kamu terima saja dan ini buku akad nikah kalian dan Adit ini pasangkan cincin nikah pada Tiara" kata papa

Mas Adit pun memasangkan cincin nikah ke jari ku dan aku juga memasangkan cincin ke jari mas Adit kemudian aku cium punggung tangan nya dan mas Adit mencium keningku

" kamu keluar saja dari pekerjaan mu dan ikut Adit ke Surabaya di Sana sudah di sediakan rumah untuk kalian dan Adit bekerja membantu papanya di hotel dan restoran milik papanya" jelas mama mertua

" Iya ma saya ke kota dulu untuk izin resign dari tempat kerja saya" jawabku

" Besok kamu antar ya dit biar lusa setelah tujuh hari bapak mu kamu bisa ikut Aditya ke Surabaya" kata papa

"Ibu sendirian nggak apa apa Bu" tanya ku pada ibu

" bi endang resign dari majikannya dan bantu ibu jualan nasi pecel di sini" kata ibu

" Jangan khawatir ibu juga dapat kompensasi dari papa tiap bulan untuk kebutuhanya" kata mama

Bersambung ........

1
vita
sll d tunggu updatenya
Lestari Ami'ne Zia
loh loh loh keluarga pinus kok wes HBS bab,e hadehhh lnjutvthorrr💪💪💪
Miftahul Khoiriyah: siap lanjutkan
total 1 replies
Lestari Ami'ne Zia
sikem berarti tengil koyok Mak,ane🤣
Miftahul Khoiriyah: wajah mirip pak e sifat mirip Mak e
total 1 replies
Lestari Ami'ne Zia
moga aja keluarga pinus jadi Cemara 😄😄
Miftahul Khoiriyah: terima kasih dukungan nya
total 1 replies
Lestari Ami'ne Zia
typo oh typo
Miftahul Khoiriyah: maaf nggak di sengaja
total 1 replies
Ma Em
Tiara mau saja dimadu mana tinggal satu rumah lagi .
Miftahul Khoiriyah: ikuti saja kak apa yang akan di lakukan Tiara 🙏
total 1 replies
Lestari Ami'ne Zia
kyany BB Agus ceritanya
Miftahul Khoiriyah: 😍 semoga di sukai
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!