NovelToon NovelToon
Menjadi Madu Dalam Semalam

Menjadi Madu Dalam Semalam

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Poligami
Popularitas:19.4k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Marina

kehidupan seorang gadis yang dulu bergelimang harta, Dimanja oleh ayah dan kakak laki-lakinya, sekarang hidup sederhana, karena perbuatan masa lalunya bersama Mamanya ...Selena.

"Panas...., Papa tubuhku rasanya sangat panas" rintih Patricia sambil berlari.
" cepat nak, kalau tidak lari, kau akan menjadi santapan para pria iblis itu" ucap Papanya yang bernama Tono, Putrinya akan dijual, bahkan mereka memberikan obat perangsang
Duarrrrrr...
suara guntur menggelegar ,hujan turun begitu lebatnya,membuat jalanan licin...
" Aaahhhh"
Patricia terjatuh, karena terpeleset,...
" Ayo cepat nak, "
" Iya pah"....
mereka memasuki gedung tua yang tak berpenghuni, suasananya begitu gelap....
"Paaaa...panas, ... hiks... hiks..... Cia tidak kuat pah, sakit"
Patricia terus menyakiti dirinya sendiri...
" Ya Allah....ini sangat menyiksa Cia...Pa....".
" Jangan, sakiti diri sendiri nak...." ucap Tono dengan nada khawatir....
" Brakkkkk"
tak lama kemudian... seorang pemuda datang dengan korek api yang meny

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

4

Malam itu Tono mendapatkan undangan makan malam dari teman nya dan membawa putrinya ikut serta,itu yang di minta temannya, karena memang temannya juga mengundang yang lainnya dengan para putranya, namun ternyata semuanya bohong...

langit Jakarta seolah ikut menangis, menumpahkan badai yang paling kelam dalam hidup Patricia. Undangan makan malam yang disangka sebagai ajang silaturahmi dengan teman lama Tono, ternyata hanyalah topeng dari sebuah transaksi manusia yang biadab.

Patricia yang kini sudah bertaubat, datang dengan pakaian sopan dan senyum tulus. Namun, ia tidak menyadari bahwa segelas jus yang ia minum telah dicampur dengan zat kimia jahat. Teman Tono, yang tergiur oleh komisi besar dari seorang pengusaha kaya, tega menjual kecantikan Patricia yang kini lebih terlihat mahal karena kesahajaannya.

Patricia memegang kepalanya yang berdenyut "Pa... kepalaku pusing sekali. Badanku... panas, Pa..."

Tono, yang menyadari gelagat aneh teman-temannya dan melihat tatapan lapar sang pengusaha tua di sudut ruangan, langsung menyambar tangan putrinya. "Kita pulang, nak ! Sekarang!"

Dalam kekacauan itu, Tono berhasil membawa Patricia lari ke mobil online-nya. Namun, nasib malang seolah belum puas. Di tengah jalanan yang banjir dan sepi, mesin mobilnya mati total akibat terjangkau air , padahal Tono akan membawa putrinya ke rumah sakit.

"Sial! Mogok!"

Dari kaca spion, Tono melihat dua mobil hitam besar membuntuti mereka. Tanpa pikir panjang, ia menggendong Patricia turun. Mereka menerobos hujan deras, masuk ke jalan-jalan tikus dan gang sempit yang tidak bisa dilalui kendaraan roda empat.

Patricia merintih kesakitan, suaranya serak "Pa...hiks... tolong... panas... hhh... aku nggak kuat..."

Kesadaran Patricia mulai terkikis oleh obat perangsang dosis tinggi yang menyerang sarafnya. Ia meronta dalam gendongan Tono, kulitnya yang diguyur hujan es terasa seperti terbakar api.

Mereka akhirnya menemukan sebuah gudang tua yang terbengkalai di pinggiran daerah industri. Tono menendang pintunya hingga terbuka, lalu membaringkan Patricia di atas lantai semen yang dingin dan kotor.

 "Nak.., sabar ya! papa... cari bantuan, Papa cari telepon!", ponsel dan dompet nya tertinggal jauh di mobil, tidak mungkin Tono mengambilnya, pasti orang-orang itu masih mencarinya.

 "Jangan pergi, Pa.. hiks hiks! J-jangan... hhh..."

Kondisi Patricia sangat mengenaskan. Jilbabnya sudah lepas, Rambutnya yang basah kuyup menempel di wajahnya yang merah padam. Obat itu memaksanya kehilangan kontrol atas tubuhnya sendiri. Dalam kegelapan gudang yang pengap, Patricia mulai menyakiti dirinya sendiri. Ia mencakar lengannya, membenturkan kepalanya ke dinding kayu, berusaha mengalihkan rasa panas yang menyiksa di dalam tubuhnya dengan rasa sakit fisik.

Patricia sambil menangis histeris "Ya Allah... tolong... lebih baik aku mati... daripada aku melakukan hal memalukan... hhh... sakit!"

Tono bersimpuh di samping putrinya, menangis sejadi-jadinya. Ia merasa gagal sebagai ayah. Ia mencoba memegang tangan Patricia agar tidak terus menyakiti diri sendiri, namun Patricia malah menjerit kesetanan karena sentuhan fisik terasa seperti sengatan listrik baginya.

 "Ampuni Papa, nak...! Ampuni Papa!"

Tono berlari ke arah pintu gudang, berteriak minta tolong ke arah jalanan yang sunyi dan gelap, berharap ada keajaiban yang lewat di tengah badai ini. Di dalam gudang, Patricia mulai kehilangan kesadarannya, ia meringkuk di pojok ruangan yang kotor, menggigit bibirnya hingga berdarah agar tidak mengeluarkan suara-suara yang merendahkan martabatnya.

Sedangkan Alendra, pemuda yang baru beriusia 23 tahun , laki-laki yang dua tahun yang lalu sempat mengejar cinta Patricia,namun sebelum Alendra mengungkapkan perasaan nya , Patricia sudah hilang di telan bumi, saat adiknya Najwa baru di temukan, ternyata adik angkat Rukayyah yang menikah dengan Hilman, Sedangkan Hilman kakak dari Patricia,namun Alendra tidak berani bertanya pada Hilman tentang Patricia, yang ia tahu, Hilman seorang laki-laki yang tidak mengenal ampun kalau ada orang lain yang mengusik kehidupan nya, di tambah ada Kirana , seorang janda yang membuatnya tertarik , dan bisa menghilangkan rasa cinta terpendam pada Patricia, keluarga nya tidak ada yang tahu kecuali sahabatnya yang saat itu sudah pindah keluar negri.

Alendra beberapa bulan lalu sudah menikah dengan janda tanpa anak yang bernama Kirana,...namun kini mereka sedang bertengkar hebat, Alendra di liputi kemarahan pada istrinya yang telah berubah, bahkan berani menghina harga dirinya... Ia mengendarai motornya dengan sangat kencang,membelah jalan yang di hantam hujan lebat, di tengah jalan sepi motornya tiba-tiba mogok, ia menyipitkan matanya saat melihat seorang wanita dan pria paruh baya berlari ke arah gudang tua....dan beberapa menit kemudian ada segerombol laki-laki yang juga berlari untuk mengejar dua orang tadi.

Salah satu dari mereka mendekat ke arah Alendra " Maaf tuan, apakah anda melihat seorang wanita muda dan laki-laki paruh baya berlari kesini?" tanya salah satu segerombolan laki-laki berbadan besar itu.

Alendra yang merasa ada yang tidak beres, memilih untuk membantu dengan menyesatkan para preman yang mengejar mereka.

" saya melihat mereka ke arah sana!" tunjuk Alendra ke jalan yang bersebrangan dengan kedua orang tadi.

Setelah para preman itu menjauh ke arah yang salah, Alendra segera menyusul ayah dan anak itu ke dalam gudang tua tersebut.

Di dalam gudang yang gelap gulita, Alendra menyalakan korek api yang ditemukannya saat ia menginjak sesuatu di dekat pintu. Cahaya kecil itu memperlihatkan kondisi seorang wanita yang sangat mengerikan. Gadis itu tidak sadarkan diri, namun tubuhnya meliuk-liuk gelisah di atas lantai semen yang dingin. Napasnya memburu, dan wajahnya merah padam bukan karena demam biasa. Alendra tidak mengenali kalau itu Patricia, karena pencahayaan yang sangat minim...

Laki-laki paruh baya itu menangis putus asa, Tono segera mendekat ke arah Alendra yang masih berdiam diri di ambang pintu..."Tuan, mereka memberi anak saya obat perangsang dosis tinggi. Mereka ingin menghancurkannya sebelum dijual. Tubuhnya terbakar dari dalam, Tuan... Jika tidak segera dikeluarkan, jantungnya bisa berhenti!"

Laki-laki yang bernama Tono itu kembali lagi ke arah putrinya, mencoba memeluk putrinya untuk menenangkan, namun kekuatan putrinya yang bernama Patricia itu dipicu oleh obat itu sangat besar. Gadis itu mulai mencakar leher dan dadanya sendiri karena rasa panas yang tak tertahankan. Tono memegang tangan Alendra dengan sangat erat, memohon bantuan yang paling mustahil diminta oleh seorang ayah.

Alendra berjalan mendekat ke arah Patricia dengan jantung yang berpacu begitu cepat.

"Kita harus membawanya ke rumah sakit, Pak!" ucap Alendra sopan, jantung nya berdegup sangat kencang.,

"Tidak bisa! Jalanan banjir, mobil saya mogok , dan preman-preman itu pasti menjaga setiap akses jalan utama. Anak saya... suhu tubuhnya sudah sangat panas, Tuan. Dia terus meracau, dia tidak sadar."

Patricia tiba-tiba melepaskan diri dari dekapan ayahnya. Ia merangkak ke arah Alendra, seolah mencari sumber dingin atau pelarian dari api yang membakar di dalam tubuhnya. Tangannya yang mungil mencengkeram kaki Alendra, kuku-kukunya hampir menancap di kulit kaki Alendra.

1
Yuyun Srie Herawati
hmm gila sama kamu mbak Cia
Meiny Gunawan
up yg bnyk atuh thor...
nunik rahyuni
lha..wes konangan to...kurang ahli dalam penyamaran🤣🤣🤣🤣
@Mita🥰
yeeee semoga CIA peka klu itu alen
@Mita🥰
wah Alen bandung Bondowoso ...atau Roro Jonggrang 🤭🤭
Ulandary Ulandary
up lagi min
Sukarti Wijaya
alen bertranformasi jd bandung bondowoso siap beraksi, sblm ayam berkokok dan suara adzan menggema🤣
Yasmin Natasya
lanjut,up yang banyak thor 😁🙏
Nur Ayra
sangat bagus alurnya , 💪🥰🥰
Yuyun Srie Herawati
wahh nanti mbak Cia malah cinta sama kang Asep
@Mita🥰
semangat ya CIA .....Abang Alen selalu ada tuk mu
@Mita🥰
Alhamdulillah klu alendra yang dulu udah kembali🫣🫣🫣
@Mita🥰
🤣🤣🤣🤣 kang Asep Alon" 🤣🤣
Ulandary Ulandary
up lagi min
Nie
alhamdulillah kamu balik lagi ke asal Alen 😁🤭
Sukarti Wijaya
kekonyolannya ale muncul lg😄
@Mita🥰
🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Sri Supriatin
wouw da cerita baru n sdh 23 bab 👍👍..Happy Valentine days../Heart//Heart/ disimpen dulu bentar lagi Ramadhan...Tks thor tetap semangat ..🙏🙏
Ulandary Ulandary
up lagi min
Sukarti Wijaya
up lg thor, jgn bikin penasaran😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!