"Meiji....!" Teriaknya memeluk jenazah putranya.
Pada akhir hidupnya Lily menyadari, semua orang yang ada di sekitarnya adalah pengkhianat. Cinta mereka palsu!
Berakhir dengan kematian tragis.
Karena itu kala mengulangi waktu, dendam seorang ibu yang kehilangan putranya, membuatnya tertawa arogan dan berucap...
"Bukan kamu, tapi aku yang membuangmu."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertunjukan
Hanya kakak ipar? Sejatinya tidak dua orang yang tersenyum dalam diam.
Jika sebelum waktu terulang, Rini dan Dilan yang berselingkuh darinya. Bahkan menjeratnya agar tidur dengan Neiji hingga dapat menikahi Rini sebagai istri kedua. Kali ini sebuah peselingkuhan menjadi kenyataan.
Dua orang yang saling menatap dalam kekaguman. Neiji yang memang dari awal menyukai wanita ini. Sedangkan Lily menginginkan untuk mencintai ayah dari calon putranya.
"Kakak ipar..." Ucapnya bangkit kala Neiji mendekat. Pemuda yang menunduk, mencium jemari tangannya yang berbalut sarung tangan.
"Ayo kita ke tempat acara..." Lily tersenyum padanya.
"Ayo..."
Tidak ada yang aneh sama sekali bagi penata rias. Memang terkadang beberapa wanita ingin diperlakukan bagaikan tuan putri.
Tapi kedua orang ini... benar! Tidak ada yang aneh.
***
Suara alunan musik terdengar. Pernikahan yang digelar terlalu terburu-buru sejatinya. Semua orang hadir, pebisnis, terutama awal media.
"Mereka akan saling membunuh?" Tanya Lily pada pria yang mengantarnya ini.
"Benar! Akan saling membunuh." Jawaban tanpa ekspresi dari Neiji.
Pintu besar ballroom terbuka. Suara alunan musik kembali menampakkan variasi nada yang berbeda. Mungkin karena mempelai wanita telah memasuki ballroom.
Suara kasak-kusuk terdengar. Tapi tetap saja wanita itu melangkah dengan Neiji sebagai pendamping pengantin wanita.
"Mempelai pria belum datang."
"Benar! Dilan memang terlalu tampan. Tidak cocok dengan Lily yang jelek."
"Kemana mempelai prianya?"
"Ini akan menjadi begitu memalukan."
"Apa kawin lari!"
Tidak ada kepanikan sama sekali. Mungkin wajah Braja yang terlihat panik. Sementara Lisa tidak ada disana. Mungkin mencari keberadaan putra sulungnya.
Mempelai wanita yang berdiri di altar seorang diri.
"Aku pergi... mulailah." Perintah Neiji melangkah berbaur duduk dengan tamu undangan.
Kala Neiji melangkah meninggalkannya. Maka...
Perlahan mata Lily menelisik ke arah sekitar seperti mencari keberadaan Dilan.
Suara kasak-kusuk orang-orang bagaikan membuatnya kacau. Ditambah dengan para wartawan yang merekam, mulai mempertanyakan keberadaan mempelai pria.
Semua harus alami, harus terjadi secara alami. Wajahnya terangkat, air matanya mengalir."Di... Dilan." Panggilnya dengan suara kecil terduduk seorang diri di altar dengan wajah masih ditutupi kain semi transparan.
Blitz kamera wartawan terlihat. Mengambil gambar Lily yang terpuruk. Tapi belum! Sama sekali belum cukup.
"Lebih baik aku mati daripada dipermalukan seperti ini?" Gumam Lily menutup wajahnya sendiri.
Wajah Neiji tersenyum, ibunya memintanya untuk menunda acara. Sedangkan Lisa akan mencari keberadaan Dilan yang tiba-tiba menghilang.
Menunda acara? Tidak mungkin. Dirinya bahkan mengantar mempelai wanita ke area ballroom secepat mungkin.
Semua sudah dipersiapkan dengan baik.
"Aku malu, lebih baik aku mati saja!" Kalimat yang diucapkan Lily memaksa Braja untuk bergerak maju.
Sedangkan Rio yang menyaksikan segalanya mengernyitkan keningnya. Memang benar-benar sial, Dilan melarikan diri di hari pernikahannya.
Tunggu!
"Ada yang aneh." Gumam Rio menyadari sesuatu. Seberapa pun buruk situasi akan ada satu orang yang dapat memperbaikinya. Pria yang menoleh dengan cepat ke arah,.."Neiji?"
Pria itu berada di kursi undangan, menatap penuh senyuman ke arah altar. Tanpa ada maksud memperbaiki situasi. Tipis ... benar-benar tipis... senyuman mengerikan menyungging di bibirnya. Kengerian yang terasa, ini perbuatan Neiji. Membuat kekacauan tanpa terlihat sama sekali. Tapi tidak ada bukti.
Dirinya yakin... karena Neiji selalu memiliki cara untuk menyingkirkan kompetitor dalam bisnis. Dan sekarang, menyingkirkan adik kandungnya sendiri. Tidak menyingkirkan lebih tepatnya. Tapi menghancurkan.
Sudah diduga olehnya, dirumah itu orang yang paling mengerikan bukan kakek mereka. Melainkan kakak tertua, Neiji...
Braja melangkah dengan cepat memeluk tubuh Lily membantunya bangkit."Kakek aku malu...aku malu... lebih baik aku mati saja. Bagaimana bisa aku ditinggalkan di altar. Padahal aku sudah mengatakan aku menyerah...Kakek..."
Braja menghela napas."Apa sudah ada kabar dari Dilan?" tanyanya.
"Belum..." Jawab salah seorang security.
Bagaimana ini? Bagaimana ini? Itulah yang ada dalam otak Braja. Menatap gadis yang sudah bagaikan cucu kesayangannya ini menangis.
"Aku akan mati saja!" Kembali Lily berucap.
"Tenang sayang..." Braja mencoba menenangkannya.
Dalam kepanikan, ide kedua sebelumnya yang dibimbing pasti akan muncul juga bukan.
Lily dan Neiji menunggu pria ini mengucapkannya.
Tapi.
"Rio! Kamu yang menikahi Lily!" Perintah Braja.
"Apa?" Neiji bangkit dari tempatnya duduk.
Lily menatap tidak percaya. Sementara Faro menipiskan bibir menahan tawanya.
"A...aku? Aku menikah dengan Lily?" Tanya Rio menunjuk pada dirinya sendiri.
Hanya menikah dengan Lily, maka kursi pemimpin perusahaan akan diserahkan kakek padanya. Karena itu dirinya dengan percaya diri merapikan letak dasi kupu-kupunya. Hendak maju...
Tapi, entah kenapa Neiji masih berdiri di dekat kursinya sendiri. Kala dirinya akan melangkah mendekati sang kakek. Neiji membuat langkah Rio terhenti. Pria yang berbisik dengan nada berat."Naiklah, maka kamu akan mati sebelum memasuki kamar pengantin..."
Dirinya tidak salah lihat, pemuda yang selalu memaksakan diri tersenyum ramah ini kini menyeringai. Terasa begitu mengerikan. Membuat Rio menelan ludahnya, tangannya gemetaran. Seperti seekor kelinci di hadapan T-rex yang siap memakan sekali hap.
"Peace! Kakak!" Ucapnya tersenyum cepat mengacungkan jari telunjuk dan jari tengahnya.
"Kakek! Aku maju karena dengan tegas menolak! Aku sudah memiliki calon istri!" Tegas Rio tidak ingin mati muda. Pria yang ingin menangis rasanya.
"Siapa?" Tanya Braja, memancarkan kharismanya.
"Kakek memang menyeramkan seperti kaisar yang dapat memberikan hukuman mati. Tapi ada T-rex di belakangku, liurnya keluar, giginya tajam, ingin memangsa kelinci yang lucu ini. Aku tidak takut padamu, karena makhluk ini lebih menakutkan." Batinnya ingin menangis rasanya.
"Ada! Seseorang yang aku cintai! Aku sudah berjanji sehidup semati dengannya. Jika tidak menikah dengannya nanti, aku mati kena tulah sumpah bagaimana?" Lagi-lagi kalimat konyol dari Rio.
Hal yang membuat Faro ingin menertawakan putra tengahnya. Inilah Rio putra kesayangannya, walaupun hanya anak di luar nikah. Tapi tidak menyeramkan dan tegas seperti Neiji. Tidak juga pemalas dan playboy seperti Dilan.
Braja memijit pelipisnya sendiri. Para wartawan masih mengambil gambar kericuhan di pesta pernikahan ini.
Pada akhirnya pria tua itu tidak memiliki pilihan."Neiji! Kamu yang menikahi Lily!" Perintahnya.
Wajah Neiji tersenyum? Jadi ini tujuannya? Bahkan Rio merasa heran. Apa karena ingin merebut kursi kekuasaan?
Tapi jika diperhatikan dengan seksama, mempelai wanita juga sempat tersenyum tipis!?
Rio membulatkan matanya. Jadi ini sebenarnya kasus perselingkuhan? Lily dan Neiji berselingkuh di belakang Dilan? Dan memang berencana mengganti pernikahan secara paksa. Sungguh! Kakak sulung memang luar biasa.
Neiji melangkah penuh percaya diri. Naik ke atas altar.
"Lily... walaupun Neiji penyuka sesama jenis. Kakek akan mendidiknya dengan keras agar dia tidak menyakiti hatimu nanti." Janji sang kakek, meraih kedua jemari tangan mereka untuk saling menggenggam.
Dua orang yang sejatinya tersenyum. Setelah ini, tinggal pertunjukan utama.
dasar Lisa bikin geram aja, setelah semua terbongkar bahwa Neiji bukan anak kandung gmn ya
ervan ati2 mulutmu kelak bakal kena slepet kembaran istrimu....
tp masa sihhh si raja iblis g ngerasa tu muka jelek anakny
masa baktinya udah selesai saat kau melukai Lily
selamat menikmati hari hari sedih mu yaa
jadi bayangin lagi muka nelangsa nya
kasiaaan 😜🤣🤣
lepaskan lah...yg harus dilepaskan 😜🤣🤣