NovelToon NovelToon
TYPO DI ANTARA KITA

TYPO DI ANTARA KITA

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintapertama / Nikah Kontrak
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Kaka's

Aruna dan Genta adalah definisi air dan minyak. Di kantor penerbitan tempat mereka bekerja, tidak ada hari tanpa adu mulut. Namun di balik layar ponsel, mereka adalah dua penulis anonim yang saling mengagumi karya satu sama lain melalui DM NovelToon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kaka's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14: Perang Rating di Kolom Komentar

Sore itu, udara Bandung mulai menusuk tulang, bawa aroma khas tanah basah dan bensin dari kendaraan yang lalu lalang di bawah jendela hotel. Gue duduk meringkuk di kursi, menyilangkan kaki sambil pegang HP kayak lagi nyusun rencana.

​Kebaikan Genta tadi pagi soal seblak dan dispensasi telat bukannya bikin hati gue luluh, malah bikin gue makin waspada. Di kepala gue, kebaikan seorang monster itu anomali, kayak lihat hiu yang mendadak nawarin tumpangan buat ikan teri. Pasti ada udang di balik rempeyek!

​"Dia pikir bisa naklukin Senja_Sastra pakai ringkasan rapat?" gumam gue dengan senyum licik. "Maaf ya, Pak Genta. Di kantor Bapak memang bos, tapi di NovelToon, gue adalah hakim, jaksa, sekaligus eksekutor buat nasib pria kaku."

​Dengan semangat membara, gue buka fitur Community di profil gue. Gue putusin buat lempar nasib karakter "Kastara" ke tangan massa. Gue mau tahu apa ada orang di dunia ini yang cukup gila buat maafin karakter robotik yang hatinya terbuat dari tumpukan naskah revisi itu.

​[POLLING SENJA_SASTRA]

Halo pembaca kesayanganku! Setelah lihat tingkah laku Kastara yang belakangan ini mendadak 'sok baik' padahal biasanya hobinya nyiksa perasaan pemeran utama cewek, menurut kalian: Apa karakter cowok kaku, dan membosankan ini PANTAS DIMAAFKAN?

​A. TIDAK! Dia pasti punya agenda terselubung! (Tim Dendam)

​B. JANGAN! Cowok kayak gitu butuh dikasih pelajaran lebih keras! (Tim Sadis)

​C. Maafkan aja, siapa tahu dia lagi masa puber kedua. (Tim Kasihan)

​"Kirim!" Gue tekan tombol publikasi dengan mantap.

​Cuma dalam sepuluh menit, kolom komentar gue meledak. Notifikasinya bunyi bertubi-tubi kayak rentetan kembang api. Gue makin lebar nyengir pas lihat hasil sementara: 80% pembaca milih opsi A dan B.

​“Kak Senja, jangan dimaafin! Cowok kaku itu biasanya manipulatif!” tulis salah satu pembaca setia.

“Bikin dia menderita dulu Kaks! Suruh dia ngerasain gimana rasanya nunggu revisi yang nggak kelar-kelar!” tulis yang lain.

​Di seberang sana, Genta lagi duduk tegak di sofa lobi hotel yang tenang. Di tangannya ada kotak kecil berisi kue balok hangat yang baru dibelinya dari kedai terkenal. Niatnya tulus, dia lihat gue tadi siang cuma makan seblak pedas yang nggak masuk akal, dan dia pikir sesuatu yang manis bisa perbaikin suasana hati gue, sekaligus perbaikin hubungan profesional kami.

​Tapi, sebelum dia melangkah ke meja kerja gue, HP di sakunya getar. Genta melihat HPnya, dan jantungnya serasa copot pas lihat polling yang gue buat.

​Wajah Genta mendadak mendung, lebih gelap dari langit Bandung sekarang. Dia baca komentar satu per satu. Hatinya yang biasanya sedingin es sekarang berasa ditusuk-tusuk ribuan jarum kecil bernama "opini publik".

​“Manipulatif?” batin Genta. “Menderita? Padahal saya sudah membantunya meringkas rapat tadi pagi!”

​Genta menghela napas panjang, natap kotak kue balok di tangannya dengan nanar. Di dunia nyata, dia lagi berusaha jadi manusia yang lebih baik. Tapi di dunia maya, dia lagi dihakimi massa oleh orang-orang yang nggak tahu betapa susahnya jadi seorang Genta.

​Dengan langkah berat, Genta deketin meja gue. Dia taruh kotak kue balok itu di samping laptop gue tanpa suara.

​Gue tersentak. Gue buru-buru balik HP ke meja, muka gue sudah kayak maling ketangkep basah. "Eh, Pak Genta! Ngagetin saja, Pak. Bapak hobi banget ya muncul tiba-tiba kayak iklan di YouTube?"

​Genta nggak balas sindiran itu. Dia cuma nunjuk kotak itu pakai dagunya. "Makan itu. Kue balok lumer. Masih hangat. Gula di dalamnya bisa tingkatin fungsi otak kamu supaya nggak buat... keputusan yang salah lagi."

​Gue ngerutin kening. Keputusan yang salah? "Bapak nyindir draf naskah saya yang tadi ya?"

​Genta natap gue dengan tatapan yang susah diartiin. Ada kesedihan yang sembunyi di balik wajah kakunya. "Bukan naskah kantor, Aruna. Lupakan saja."

​Genta balik badan dan jalan ke lift, bahunya kelihatan agak merosot. Gue natap punggung bos gue dengan bingung. Gue buka kotak kue balok itu. Aroma cokelat lumer yang manis dan hangat langsung keluar, menggoda banget.

​"Wih, beneran lumer," gumam gue. Gue ambil satu potong dan gigit. Rasanya enak banget. Hangatnya menjalar ke seluruh tubuh.

​Sambil ngunyah, gue buka HP lagi. Ada satu DM masuk dari akun yang paling gue tunggu.

​Kaka’s: Hasil polling-nya cukup... brutal ya? Lo beneran sesenang itu lihat karakter cowok itu dihujat satu dunia?

​Gue nelan kue balok dengan susah payah. Entah kenapa, rasa manis di mulut gue mendadak kerasa sedikit pahit. Gue melirik ke arah lift tempat Genta hilang.

​Senja_Sastra: Ya... seru saja sih. Habisnya di dunia nyata dia memang nyebelin banget. Memangnya kenapa? Lo tim pro Kastara ya sekarang?

​Kaka’s: Bukan tim pro siapa pun. Gue cuma mikir... gimana kalau sebenarnya cowok itu lagi berusaha? Gimana kalau saat lo sibuk bikin polling kebencian, dia sebenarnya lagi nyiapin sesuatu yang manis buat lo? Apa lo nggak ngerasa sedikit... jahat?

​Gue terdiam. Kunyahan gue berhenti. Gue natap kue balok di samping gue yang masih ngepul. Sesuatu yang manis?

​Gue gelengin kepala kuat-kuat. Enggak, enggak! Ini cuma kebetulan! Tapi hati gue nggak bisa bohong. Gue lihat hasil polling lagi. 80% benci Kastara. Dan buat pertama kalinya, kemenangan di dunia maya gue berasa hambar. Gue berasa kayak habis nendang anak kucing yang sebenarnya lagi usaha bawain bunga.

​Gue mendesah, terus ngetik balasan singkat.

​Senja_Sastra: Kaka's... kalau memang dia lagi usaha, gue harus gimana? Masa gue harus hapus polling-nya?

​Kaka’s: Nggak usah dihapus. Cukup hargai kue baloknya. Mungkin itu cara dia bilang 'maaf' tanpa harus pakai tanda baca.

​Gue taruh HP. Gue natap kue balok itu lama, terus senyum tipis, senyum yang bukan buat Kaka's, tapi buat Genta. Di malam yang dingin ini, gue sadar kalau perang rating ini bukan soal siapa yang menang, tapi soal siapa yang lebih dulu berani nunjukin hati di balik ego.

​"Oke, Pak Genta. Skornya 1-1," bisik gue sambil ambil potongan kedua kue balok. "Kali ini, Bapak saya maafin... karena kuenya enak banget!"

1
-Thiea-
apa nih? cinta diam-diam kah.
Kaka's: 🤭🤭.. 🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
-Thiea-
jangan-jangan mereka orang yg sama 🤔
🄱🅃🅃🄷_Wₐₙg Yᵤₓᵢᵤ
awal yang menarik 👍
Kaka's: mkasih kak
total 1 replies
Serena Khanza
wah genta udah tau senja ya 🤭
Hunk
hahah ternyata malah chatan sama orang yg di sebelah.🤣
Hunk
Berawal dari benci. Malah jadi suka🤣
Hunk
Jodoh nih🤣
Sean Sensei
cieee... saling lirik melirik nih 🤭
Hunk
Tsundere kah ni si genta?
Kaka's: yah sedikit kaku sih alias professional.. tapi bakal terjawab semua di salah satu bab nantinya🤭
total 1 replies
Serena Khanza
puitis banget tp keren kata katanya🤭
Sean Sensei
/Hey/ promosikan noveltoon /Ok/
Kaka's: 🤣🤣🤣🤣 pusing masa apk F🤭
total 1 replies
APRILAH
kehangatan di dalam kegelapan
Serena Khanza
yaah ketahuan deh gegara mati lampu 🤭 coba ada lagu nassar thor 🤣
genta sama aruna biar sambil joget 🤭
SarSari_
Kak, aku mau kasih sedikit masukan yaa 🙏 Karena ini pakai sudut pandang orang pertama (gue), mungkin bagian “ada rasa kagum yang selama ini dia tutup rapat-rapat” bisa dibuat lebih seperti dugaan si tokoh, bukan kepastian. Soalnya di POV orang pertama kan kita cuma tahu apa yang dia lihat dan rasakan.
Mungkin bisa ditambah kata-kata seperti “seolah-olah”, “kayaknya”, atau “gue merasa” biar tetap konsisten.

Overall adegannya sudah tegang banget kok, ini cuma detail kecil aja 🤍 Maaf ya kak🫣🙏🏻🙏🏻
Kaka's: menarik.. terima kasih masukannya kaks
total 1 replies
Sean Sensei
/Sweat/ : punya dendam kayaknya tuh
Hunk
Masih mening pak dari pada sianida.🤣
Hunk
kenapa ga biji kopi dari luwak nya langsung🤣
®Astam
Nah kan... betul🤭
®Astam: Okay bang😆
total 4 replies
®Astam
Bagus👍, kadang-kadang bikin penasaran dengan bab selanjutnya.
Kaka's: makasih kaks🤭
total 1 replies
®Astam
Kayaknya si genta, adakah kaka's deh🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!