Pernikahan yang dikira Sarah akan membuatnya bahagia karena dia menikahi seseorang yang menjadi pacarnya selama tiga tahun. Tapi perkiraannya salah ternyata sosok yang selama ini menyandang status suaminya itu telah berkhianat dan berselingkuh dengan wanita yang lebih muda dari dirinya .
Bagaimana nasib pernikahannya? Apakah Sarah mampu mempertahankan pernikahannya atau justru dia harus menyerah .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tientien AQuariuzz Girllzz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 14
SELAMAT MEMBACA !!!
Setelah kepergiaan Sarah, Mutia memendang dua temannya yang masih berdiri didepan pintu .
" Keluar kalian, ternyata kalian yang menjadi ember ya, puas kalian !" Seru Mutia dengan berteriak sehingga teman teman satu divisinya berlari ingin tau ada apa Mutia berteriak teriak .
" Puas dong dan kami tidak menyangka seorang Mutia yang baik dan lemah lembut ternyata seorang pelakor hahahaha ."Jawab Amel dengan suara yang lantang .
Bisik bisik dibelakangnya Amel sama Rena sangat jelas sekali membicarakan Mutia dan tidak menyangka Arya manager mereka selingkuh dengan sekertarisnya .
Arya yang malu dan marah dia langsung pergi dari ruangannya.
" Mas mas Arya mau kemana ?" Tanya Mutia dengan keras tapi tidak dihiraukan oleh Arya .
Mutia marah memandang wajah Amel dan Rena dengan sinis dan kini semua karyawan di divisi mengetahui hubungannya dengan Arya sang atasan .
Sedangkan Sarah di dalam mobilnya dia mengemudikan mobilnya dengan meneteskan air matanya , Sarah membelokkan mobilnya ke taman yang dekat rumahnya .
Sarah turun dan langsung duduk di kursi taman yang teduh dibawah pohon yang sangat besar .
Sarah melamun memandang lurus akhirnya pernikahannya benar benar berakhir .
Setelah menumpakkan segala yang membuat sesak di dadanya Sarah beranjak dari duduknya dan ingin langsung pulang ke rumahnya .
Arya sudah sampai rumahnya dengan teriak teriak memanggil Sarah .
" Sayang Sarah sayang !" Teriak Arya dengan lantang sehingga membuat Mbok sama Vania yang lagi menonton Tv kaget, Vania langsung memeluk tubuh Mbok Marni takut .
" Maaf Pak, Ibu belum pulang tadi izin keluar sebentar ." Jawab Mbok Marni , Arya yang mendengar jawaban Mbok Marni dia mengusap mukanya dengan kasar .
Arya keluar lagi ingin mencari istrinya tapi baru saja dia ingin masuk ke mobilnya dia melihat mobil yang dikendarai Sarah masuk ke halaman rumahnya . Arya mengurungkan niatnya masuk ke mobil dan berlari ke mobilnya Sarah .
Tok tok tok
Arya mengetuk pintu kaca mobilnya Sarah tapi Sarah enggan membuka pintu mobilnya . Sarah memejamkan matanya sakit hatinya kalau ingat suaminya lagi ena ena sama sekertarisnya .
" Sayang, buka pintunya, Sayang !" Seru Arya tapi masih di diamkan oleh Sarah seharusnya dia jangan pulang biar nggak ketemu sama suaminya .
Ceklek
" Sayang...."
Sarah sudah mengangkat tangan untuk menghentikan ucapan Arya yang pastinya akan memberikan segudang alasan .
Sarah berlalu dari hadapan suaminya dan masuk ke rumahnya dan duduk di sofa tamu , Arya mengikuti Sarah dari belakang dan ingin duduk di sebelahnya Sarah dan dia menghindar pindah duduknya .
" Sayang, Maafkan aku yang khilaf ini Dik, aku berjanji nggak akan mengulanginya lagi dan akan meninggalkan Mutia ."
" Sudah bicaranya? Aku cuma ingin tau apa salah aku sehingga anda menyakiti hatiku sampai begitunya ?" Sarah menatap Arya dengan tajam .
Arya cuma diam nggak menjawab pertanyaan istrinya dia juga bingung.
" Kenapa diam, apa aku sudah nggak berhak mengetahui apa alasan kamu bisa berbuat begitu sedangkan kamu tau aku paling benci pengkhianatan dan perselingkuhan tapi kenapa kamu masih melakukan itu berarti kamu sudah tidak menganggal aku ini istri kamu ya Hah , Jawab !" Teriak Sarah kesal hatinya .
" Maaf maafkan aku sayang aku berjanji akan meninggalkannya dan akan berubah ." Balas Arya memandang wajah wanita yang selalu menemaninya dari nol tapi dia sudah membuatnya terluka .
" Mari kita pisah secara baik baik !" Seru Sarah kemudian .
" Nggak nggak akan pisah aku nggak mau kita pisah, Maaf maafkan aku sayang maafkan aku . Pikirkan Vania sayang ." Arya membujuk Sarah supaya nggak minta pisah .
" Memikir Vania haha apa kamu nggak salah ucap kenapa harus memikirkan Vania apa kamu waktu ena ena sama selingkuhan kamu, dirimu memikirkan Vania hah coba jawab aku jawab jangan seenaknya kamu suruh memikirkan Vania kalau aku nggak memikirkan Vania akan aku biarkan Vania hidup dengan seorang Ayah yang punya selingkuhan dan membuat Vania psikisnya terganggu begitu menurut kamu hah !" Kesal Sarah terhadap suaminya itu .
Sedangkan didalam kamarnya Vania di temani Mbok Marni bermain dengan tenang dan gembira, tidak seperti waktu Papanya berteriak teriak memanggil istrinya tadi tubuh Vania bergetar ketakutan .
Mbok Marni yang melihat Vania sudah menguap membawanya ke kamar mandi untuk mencuci tangan sama Kakinya dan Mbok Marni membawa Vania berbaring di kasur empuknya. Mbok Marni mengusap usap punggungnya Vania dan dalam hatinya berdoa semoga Sarah secepatnya bisa menyelesaikan masalah dengan suaminya .
Vania sudah mendengkur halus tandanya tidur Vania sudah pulas, dia langsung keluar dari kamarnya Vania turun ke lantai satu dan disana masih terjadi tegangan antara suami istri .
" Mari Mas kita pisah secara baik baik, aku nggak mau kita menjadi musuh dan biarkan aku sama Vania yang pergi Mas, kamu lanjutkan saja sama selingkuhan kamu itu, aku juga nggak bisa menjamin kalau wanita itu nggak hamil atau kamu sudah ada rencana ingin mempunyai anak dari wanita itu .
Deg jantung Arya kayak tertusuk pisau saat dia mengatakan sama Mutia kalau dia hamil nggak apa apa apalagi kalau anaknya cowok .
Dalam hatinya Arya kenapa Sarah bisa menebaknya dan Sarah melihat mata suaminya disana ada kegelisahan mungkin tebakannya benar .
Sarah tersenyum sinis melihat tingkah laku suaminya itu, mungkin sudah sejauh itu dia merencanakan sesuatu dengan wanita itu .
Sedangkan di perusahaan sedang heboh beredar kelakuan Mutia yang duduk dipangkuan Arya dan Arya yang lagi menikmati sumber kehidupannya .
" Bos, lihatlah ini !" Seru Alkan ketika tiba tiba masuk ke dalam ruangan Bosnya tanpa mengetuk pintu dulu itu justru membuat Daniel mengumpat asistennya itu .
" Kamu itu kalau mau masuk ke ruangan orang itu dibiasakan ketuk pintu , salam setidaknya bukan langsung menyelonong saja begitu!! Ada apa sih ?" Kesal Daniel sama asistennya itu .
Alkan sang asisten langsung memberikan hapenya ke Bosnya dan Daniel langsung memencet tombol video dihapenya Alkan .
" Brengsek mereka berdua, perusahaan saya dibuat mesum begitu, besok panggil mereka berdua mereka harus dikasih pelajaran Al, nggak bisa kita tinggal diam ini perusahaan yang selama ini saya jaga dengan baik supaya terhindar dari maksiat dan perbuatan tidak baik malah dijadikan tempat mesum sama kedua manusia yang nggak bermoral itu ." Ucap Daniel menggebu gebu marah sama sang bawahan itu ketika melihat video yang diunggah salah satu karyawannya di forum grub karyawan .
Alkan juga marah dan kecewa sama manager keuangan yang sangat berkompeten itu dulu dia baik, ramah dan kenerjanya bagus sehingga Alkan mengusulkan dia menjadi pengganti Manager yang lama yang di mutasi ke perusahaan cabang yang ada di Bali tapi kenapa sekarang dia bisa berbuat begitu dan membuat nama baiknya tercoreng cuma dengan kesenangan sesaat .