NovelToon NovelToon
The Silent Muse: Gilded Chains

The Silent Muse: Gilded Chains

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Duniahiburan / Romansa Fantasi / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Model
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

Di dunia yang penuh dengan kilatan kamera, Alice Vane adalah satu-satunya hal yang nyata bagi Julian Reed. Namun, bagi Julian, mencintai Alice berarti harus mengawasinya dari kejauhan—sambil membenci setiap pria yang berani bernapas di dekatnya.
Alice adalah magnet. Dari penyanyi manis Sean Miller hingga rapper tangguh D-Rock, semua menginginkannya. Alice tidak pernah sadar bahwa setiap tawa yang ia bagikan dengan pria lain akan dibalas oleh Julian dengan lirik lagu yang menghujatnya di radio keesokan harinya.
Saat Julian mulai menggunakan diva pop Ellena Breeze untuk memancing cemburu Alice, permainan pun berubah. Di antara lagu sindiran, rumor palsu, dan kepemilikan yang menyesakkan, Alice harus bertanya pada dirinya sendiri: Apakah ia benar-benar pelabuhan bagi Julian, atau hanya sekadar inspirasi yang ingin dipenjara dalam sangkar emas?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25. The Sacrifice of the Crown

Lampu blitz seolah ingin membutakan mata Julian, namun ia tidak berkedip sedikit pun. Di teras pondok kayu yang menjadi saksi bisu kemesraannya dengan Alice, Julian berdiri dengan wibawa yang belum pernah terlihat sebelumnya. Di depannya, puluhan wartawan berteriak histeris, menuntut jawaban atas berita percobaan bunuh diri Ellena dan foto-foto mesranya yang bocor.

​"Diam!" suara Julian tenang, namun getarannya sanggup membungkam kerumunan itu.

​Julian menarik napas panjang, menatap lurus ke arah kamera yang sedang menyiarkan kejadian itu secara langsung ke seluruh dunia.

​"Kalian ingin kebenaran? Aku akan memberikannya," ujar Julian. Ia mengangkat tangan kirinya, memperlihatkan sebuah cincin emas polos yang melingkar di jari manisnya. "Wanita di dalam sana, Alice Vane, bukan lagi kekasihku. Dia adalah istriku. Kami sudah menikah secara resmi di mata hukum."

​Hening sejenak, lalu suasana meledak. Pertanyaan-pertanyaan tentang Ellena semakin gencar dilemparkan.

​"Dengarkan aku baik-baik," lanjut Julian, suaranya kini lebih berat. "Aku sangat sedih mendengar kondisi Ellena. Aku mendoakan kesembuhannya setiap hari. Tapi aku tidak bisa menyelamatkan nyawa seseorang dengan memberikan jiwaku pada sebuah kebohongan. Jika dunia membenciku karena aku memilih untuk hidup jujur bersama istriku dan Tuhan, maka aku siap. Jika harganya adalah aku harus meninggalkan dunia hiburan selamanya demi ketenangan ini... maka hari ini, aku menyatakan berhenti."

​Pernyataan itu seperti gempa bumi. Megabintang terbesar di planet ini baru saja menyatakan pengunduran dirinya demi seorang wanita dan prinsip religius.

​Di New York, di dalam kantor hukumnya yang megah, Samuel Vane menatap layar televisi dengan wajah yang mengeras. Ia melihat menantunya sedang diserbu, dan ia melihat sosok yang paling ia benci: Sean Miller, yang berdiri di barisan belakang wartawan dengan wajah penuh kemenangan.

​"Siapkan berkasnya sekarang," perintah Samuel kepada tim pengacaranya. "Tuntut Sean Miller atas pasal penguntitan tingkat tinggi, pelanggaran privasi, dan pencemaran nama baik. Aku ingin dia tidak hanya bangkrut, tapi mendekam di penjara hingga dia lupa bagaimana caranya memegang kamera."

​Samuel kemudian menghubungi Julian melalui jalur pribadi yang aman. "Julian, tetaplah di sana. Jangan biarkan mereka masuk. Aku sudah mengirimkan tim keamanan tambahan. Kau tidak sendiri, Nak. Kebenaran ada di pihak kita."

​Namun, sesuatu yang tak terduga terjadi di media sosial. Tagar #WeSupportJulian dan #RespectJailey (julukan fans pro-Julian) mulai naik.

​Berbeda dengan fans radikal Ellena, fans setia Julian yang telah melihat perjalanan idolanya dari hancur hingga kembali ke jalan Tuhan, mulai bersuara.

​"Julian sudah memberikan segalanya untuk kita selama sepuluh tahun. Jika sekarang dia ingin bahagia bersama istrinya dan hidup tenang, biarkan dia!" tulis salah satu akun fan besar di Twitter.

"Kami sedih dia berhenti, tapi kami lebih sedih melihatnya hancur karena obat-obatan dulu. Kami mendukungmu, Julian!"

​Julian, yang sedang duduk di sofa sambil memeluk Alice yang masih gemetar, membaca beberapa komentar tersebut. Ia terkejut melihat gelombang dukungan itu. Banyak fans yang menyatakan ikhlas jika Julian harus vacuum atau berhenti, asal ia tetap sehat dan bahagia.

​"Al, lihat ini..." Julian menunjukkan ponselnya. "Mereka... mereka tidak semuanya membenci kita."

​Alice menatap layar itu dengan air mata yang mulai berubah menjadi harapan. "Tuhan benar-benar bekerja dengan cara yang ajaib, Julian. Di saat kita merasa dunia akan runtuh, Dia justru menggerakkan hati orang-orang untuk membela kita."

​Julian mencium kening Alice, memeluknya seperti permen karet, sangat erat dan posesif. "Mereka memintaku jangan berhenti dari musik. Mereka bilang, mereka ingin mendengar lagu-lagu yang kuciptakan saat aku bahagia, bukan saat aku sedang depresi."

​Julian menatap ke luar jendela, ke arah kerumunan yang mulai dipukul mundur oleh tim keamanan kiriman Samuel Vane. "Aku akan kembali, Al. Tapi bukan sebagai Julian Reed yang lama. Aku akan kembali sebagai Julian yang baru, yang hanya akan bernyanyi untuk-Nya dan untukmu."

​Di sebuah hotel di pinggiran Vermont, Sean Miller menatap surat somasi dari Samuel Vane yang baru saja diterimanya. Tangannya gemetar, bukan karena takut, tapi karena marah.

​"Kau pikir kau menang karena punya mertua pengacara hebat, Julian?" desis Sean. "Permainan baru saja dimulai. Jika kau tidak ingin kembali ke dunia hiburan, aku yang akan menyeretmu keluar dengan cara yang paling memalukan."

​Sean segera menghubungi Ellena, yang sebenarnya sudah sadar dari "koma"-nya—sebuah sandiwara lain yang mereka buat. "Ellena, Julian sudah mengaku menikah. Sekarang saatnya kau merilis rekaman video 'masa lalu gelap' Julian yang kita punya. Kita hancurkan kesucian yang dia bangga-banggakan itu."

1
Ariska Kamisa
/Coffee//Coffee//Coffee/
umie chaby_ba
Ellena kepedean amat sih lo/Panic/
umie chaby_ba
Perkara gelang geh Jule Jule ..
cemburu bilang /CoolGuy/
umie chaby_ba
Julian nih... ngeselin ! /Speechless/
umie chaby_ba
Mulai merambah ke internasional nih ceritanya.../Doubt//Doubt//Doubt/
umie chaby_ba
wow internasional latarnya nih...
markicob baca...
se inter apa ya thor... /Tongue/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!