NovelToon NovelToon
Love Ribbon

Love Ribbon

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Romantis / Cintamanis / Romansa / Cintapertama / Idola sekolah
Popularitas:50
Nilai: 5
Nama Author: Marsanda Marsanda

Seorang gadis bernama bifolla queen zealia atau biasa dipanggil dengan zea, ia jatuh cinta pada pandangan pertama dengan cowok tampan dan populer di sekolahnya, saka zyzenio leonardo atau kerap dipanggil dengan leo. Meskipun leo adalah kakak kelasnya, zea tidak bisa menolak perasaannya. Namun, leo cuek dan tidak peduli dengan keberadaan zea. Zea pun memutuskan untuk mengejar leo dan mencoba mendapatkan perhatiannya. Tapi, apakah leo akan tetap cuek atau mulai menyadari perasaan zea?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marsanda Marsanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Es tong-tong

Zea duduk di bangku berwarna putih sambil memandangi taman yang ia kunjungi bersama kedua sahabatnya. Angin berembus lembut menerpa wajah mereka bertiga, membuat cuaca yang panas terasa sejuk. Sepulang sekolah tadi, mereka memang sudah berjanji untuk pergi ke taman bersama.

“Gue pengen banget duduk di sini bareng seseorang yang gue suka, gue pengen ngerasain punya cowok." ujar chacha, mencairkan suasana.

"Gue juga pengen ngerasain punya cowok." timpal angel, matanya menatap hamparan bunga warna-warni di depan mereka.

"Lo belum pernah pacaran?" tanya chacha penasaran.

"Belum! Dan gue pengen ngerasain itu." jawab angel sambil tersenyum.

"Gue juga belum pernah!" sahut zea.

"Gue harap cowok pertama yang bakal jadi pacar gue itu kak leo, gue pengen dia jadi cowok pertama yang debut di sosmed gue, hahaha."

tambah zea sambil tertawa geli.

"Jadi kita bertiga belum pernah pacaran, dong?" tanya angel dengan nada senang.

"Iya, trio jomblo! Hahaha." tawa chacha memecah kesunyian di taman itu.

Tong Tong Tong

Terdengar suara motor melaju pelan, diikuti dengan suara kentongan logam yang cukup keras, suara itu memecahkan kesunyian di siang hari, membangkitkan semangat dan menggugah kesegaran dibawah trik matahari. Suara gerobak di atas motor tersebut mengundang banyak anak-anak kecil bahkan orang dewasa.

Mereka bertiga langsung melompat bangkit ketika mendengar suara yang sangat familiar ditelinga mereka.

"ES TONG TONG!" teriak ketiganya, mereka berlari mengejar gerobak motor yang baru saja lewat.

Ya es legend, atau disebut dengan es tong tong, es yang satu ini adalah es favorit bagi semua orang, termasuk ketiga gadis tersebut, es masa kecil yang selalu di nanti-nantikan kedatangannya untuk menyegarkan dahaga.

Zea, chacha, dan angel berlari mengejar gerobak es yang nampaknya akan berhenti ketika mendengar teriakan keras dari mereka.

"BANG TUNGGU....." teriak chacha dengan sangat lantang.

"Nah bagus, stop disana." timbal angel.

"Capek gue." zea berhenti berlari, ia memilih untuk berjalan.

"Aduh neng, nggak usah lari-lari." ucap laki-laki paruh baya yang sudah berdiri di samping motornya.

Chacha dan angel terengah-engah dan mengatur nafasnya, wajah mereka tampak lelah diguyur keringat dan mata yang menyipit.

"Es...es nya bang." pinta chacha masih terengah-engah.

"Rasa apa saja neng?"

"Masih ada rasa coklat nggak bang?" tanya angel.

"Masih neng."

"Nah gue rasa coklat satu bang." kata angel.

"Gue rasa stroberi dua ya bang." pinta chacha.

"Siap neng." laki-laki paruh baya itu mulai menyendok es yang mereka pesan.

Sementara itu, zea masih berjalan santai tanpa sedikit pun berlari, sembari memandangi taman dengan penuh kekaguman.

"Itu anak slow motion banget, deh." ujar sngel dengan nada sarkas sambil menatap zea.

Chacha ikut memandang ke arah zea yang memang terlihat melangkah pelan.

"Zea memang nggak bisa lari terlalu lama." sahutnya.

"Kenapa?" tanya angel penasaran.

"Zea punya asma, ngel." jawab chacha pelan, matanya tetap tertuju pada zea.

"Tapi kemarin zea lari dari lapangan ke kantin, terus balik lagi ke lapangan!" angel mengerutkan kening.

"Kemarin dia lagi beruntung aja, mungkin karena terlalu bersemangat." balas chacha.

"Sejak kapan?" tanya angel lagi.

"Dari lahir, itu bawaan, turun-temurun sampai ke zea." jelas chacha.

Angel terdiam sejenak. "Berarti zea udah lama banget nahan asmanya, pasti capek banget, ya?"

Chacha mengangguk pelan. "Pasti, tapi zea nggak mau orang-orang kasihan sama dia, dia merasa itu bikin dia kelihatan lemah, zea pengen terlihat kuat di depan semua orang. Makanya kemarin gue bersikap biasa aja, gue nggak mau dia mikir gue iba sama dia." jelasnya.

"Iya, gue ngerti." sahut angel pelan.

Zea sampai didepan mereka berdua, wajahnya terlihat sedikit kelelahan setelah berjalan cukup jauh, namun ia tidak menunjukkannya dan tetap tersenyum cerah.

"Ze, lo udah kayak siput, lambatnya minta ampun." ujar chacha.

"Biarin." balas zea.

"Lo tuh emang pelari paling lambat yang pernah ada." ujar chacha kembali.

"Gue nggak lari ya cha, gue jalan kaki! makanya lambat, mana bisa sebanding sama lo yang larinya kayak kilat." kata zea sedikit kesal, tampaknya ia tidak terima dengan ucapan chacha.

"Gue emang keren." kata chacha dengan penuh kebanggaan.

"Iya lo keren banget, kayak pelari tercepat seantero jagat." kata zea jengah, chacha malah tertawa dan membusungkan dadanya, merasa ia paling keren.

Zea mengalihkan pandangannya kepada abang es. "Bang gue satu ya, rasa stroberi." ujar zea.

"Udah gue pesenin." kata chacha.

Zea mengalihkan pandangannya ke arah chacha dengan tersenyum senang. "So sweet banget sih! lo emang sahabat terbaik gue." zea memeluk chacha.

"Sini! angel juga sahabat terbaik gue." zea juga memeluk angel.

"Pengap gue." ujar chacha, ia melepaskan pelukan 15 detik itu.

"Lo sih kegendutan, makannya pengap." ujar zea.

"Enak aja, lo tuh, lemaknya sampe ke ubun-ubun." balas chacha.

"Coba liat kaki lo! udah kayak kaki gajah, besar dan berat."

"Liat pipi lo! kayak donat yang baru ditaburin meses, merah dan bengkak!"

"STOP....."

"Nggak usah ribut, lo berdua tuh sama-sama gendut."

"ANGEL." sarkas keduanya.

"Puas kan? jadi nggak usah adu mulut, sakit kuping gue."

****

Mereka bertiga kembali duduk di kursi taman sembari menikmati enaknya es tong tong dikepalan tangan mereka, ditambah lagi dengan suasana taman yang tenang dan sejuk.

"Mmm....enak banget." kata zea dengan puas.

"Udah lama gue nggak makan nih es." timbal angel.

"Terakhir kali gue makan es tong tong, pas kelas 2 SMP." sahut chacha.

"Iya, kalo nggak salah waktu itu kita beli di depan sekolah." balas zea.

"Udah lama ya? huaaa....jadi rindu sama kak rendi." ujar chacha.

"Loh kok malah inget kak rendi?" tanya zea.

"Lo kan tau, kalo kak rendi sering banget beliin gue es tong tong, pas jam istirahat." jawab chacha.

"Sekarang kabarnya gimana ya?" tanya zea dengan penasaran.

"Gue juga nggak tau! terakhir ketemu dia, pas kelulusannya." jawab chacha.

"Crush?" tanya angel.

"Iya." jawab chacha dengan santai sambil menikmati es nya.

Plakk

Es zea yang dipegang dengan hati-hati tumpah dibajunya, meninggalkan noda besar dibagian depan baju berwarna putih yang ia pakai, zea langsung kaget dan panik. Kenapa juga harus jatuh? kan sayang mubazir. Ia langsung buru-buru membersihkannya sebelum noda membandel dan sulit untuk dihilangkan.

Chacha dan angel melihat kejadian tersebut langsung tertawa sembari membantu zea membersihkan noda dengan tisu basah yang mereka ambil dari dalam tas angel.

Zea memeriksa noda dibajunya dengan saksama, lalu ia menggelengkan kepala. "Nodanya nggak bisa hilang! udah digosok-gosok tetap aja nempel." kata zea dengan nada sedikit kesal.

"Tenang ze, lo bisa pake baju gue dulu, baju lo biar dicuci dirumah gue, lagian rumah gue nggak jauh kok dari sini." kata angel.

Zea tersenyum sedikit, ia merasa lega dengan tawaran yang diberikan oleh angel, zea langsung menganggukan kepala.

"Makasih ya ngel!" ucap zea dengan senang.

"Iya." jawab angel sambil tersenyum.

"Kalo gitu, kita let's go ke istana tuan putri angel " ujar chacha sembari mengangkat kedua tangannya yang ia kepal.

Bersambung

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!