Ternyata, teori tentang benang merah itu memang ada. Sejauh dan selama apapun berpisah, jika ada yang belum selesai makan akan tetap bertemu dengan cara yang terkadang tak masuk dalam logika.
Siapa yang sangka, Bianca akan kembali bertemu , mantan tunangan yang dulu dijodohkan dengannya dalam keadaan Bianca yang sudah tidak seperti dulu lagi.
Tunangan yang dulunya pergi meninggalkannya karena alasan tidak mencintainya, kini justru selalu terlihat dalam hidup Bianca yang begitu pelik.
Padahal mantan tunangannya itu sudah memiliki wanita yang dicintai sejak dulu menjalin hubungan dengan Bianca.
"Bisakah kau melewatiku begitu saja saat melihatku? Jangan mendekat dan jangan ikut campur terlalu jauh ke dalam hidupku!" - Bianca -
Apa jadinya jika dua orang itu justru terikat oleh sebuah teori benang merah yang tidak pernah putus diantara mereka?
Apakah mereka akan kembali bersama meski benang merah sudah terlalu rumit mengikat mereka berdua?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi.santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana Meriana
"Pertunanganmu dan Meriana akan diadakan satu minggu lagi. Ayah tidak menerima penolakan apapun!"
"Apa? Kenapa mendadak seperti ini? Ayah tidak bisa seenaknya seperti ini!"
Elgard tentu saja terkejut karena Ayahnya tiba-tiba saja datang menemuinya dan mengatakan telah menentukan acara pertunangannya dengan Meriana.
Entah apa yang membuat Ayahnya itu begitu terburu-buru. Meski sejak awal Ayahnya sudah mengatakan kalau pertunangan itu akan segera diadakan, namun Elgard tidak tau kalau secepat ini dan menurutnya sangatlah mendadak.
"Mendadak bagaimana? Memangnya mau menunggu apa lagi? Meriana juga sudah siap, dia tidak sabar ingin segera bertunangan denganmu!"
"Jadi ini semua karena Meriana? Dia yang mendesak Ayah untuk segera melangsungkan pertunangan?"
Pasti karena pertengkaran mereka beberapa hari yang lalu, makanya Meriana menemui Ayannya dan membujuk untuk segera mendesak Elgard.
"Tidak ada yang salah dengan hal itu. Lagi pula minggu depan perusahaan kita akan meluncurkan produk baru, dengan kabar pernikahan kalian, pasti orang-orang akan penasaran sehingga meningkatkan penjualan!"
Elgard mendengus menatap Ayannya yang menurutnya sangat rakus itu.
"Yang ada dipikiran Ayah hanya uang dan uang!"
"Hidup harus realistis El, sekarang hidup memang butuh uang, apapun butuh uang!"
"Terserah apa kata Ayah. Tapi maaf Ayah, aku tidak akan mengikuti keinginan Ayah kali ini!" Elgard berdiri ingin meninggalkan Ayahnya.
"Apa karena wanita itu?" Joshep berhasil menghentikan putranya.
Elgard terdiam, entah sejauh apa Meriana mengadu pada Ayahnya tentang hubungan mereka dan juga Bianca.
"Jangan pernah Ayah menyentuhnya!" Elgard memperingatkan ayahnya.
"Mudah saja, asal kau mau menuruti apa kata Ayah!" Joshep menepuk bahu putranya kemudian pergi mendahului Elgard yang mengurungkan niatnya untuk pergi dari ruangan itu. Pria paruh baya itu tersenyum penuh kemenangan karena bisa menemukan kelemahan putranya.
Elgard mengusap wajahnya dengan kasar. Sekarang dia tidak bisa bertindak gegabah. Pertunangan yang direncanakan Ayahnya tinggal satu minggu lagi. Sementara itu, untuk membatalkannya tentu dia butuh rencana yang matang dan tidak terburu-buru karena Ayahnya licik dan tidak terduga. Dia tentu saja tidak ingin mengambil risiko untuk menyakiti Bianca. Tapi dia sendiri semakin yakin untuk tidak melanjutkan hubungannya dengan Meriana.
Apa jadinya nanti jika dia menikah dengan Meriana, pasti dirinya akan semakin berasa di bawah kendali mereka Ayahnya dan Meriana. Elgard tidak bisa seperti itu terus-menerus.
Kabar pertunangan Elgard dan Meriana yang akan diadakan satu minggu lagi itu langusng mencuat ke publik. Padahal baru siang tadi Ayahnya memberitahu Elgard, dan sore harinya berita itu sudah ada di berbagai media.
Aksi diam Meriana membuat Elgard semakin yakin kalau semua ini adalah rencana Meriana. Dia pasti merasa tersaingi dengan Bianca makanya dia memutuskan lebih dulu.
Bukannya menemui Meriana untuk meminta penjelasan, Elgard justru pergi ke apartemen Bianca. Dia sengaja menunggu di depan apartemen karena dia yakin Kevin sebentar lagi akan mengantar Bianca pulang.
Elgard menginjak putung rokoknya begitu melihat sorot mobil berhenti agak jauh darinya. Entah sudah berapa barang rokok yang ia habiskan sambil menunggu Bianca, dia lupa menghitungnya. Elgard memang sengaja memarkir mobilnya agak jauh agar Kevin tidak melihatnya berada di sana.
"Sampai jumpa Kak!" Bianca melambaikan tangannya lada Kevin sebelum mobil berwarna hitam itu perlahan menjauh.
Bianca berjalan dengan kepala menunduk seperti biasa, dia memang sudah mencoba untuk bangkit, namun rasa takut dan tidak percaya itu masih melekat pada dirinya.
Dug...
Tubuh Bianca seakan terpental ke belakang. Beruntung ada seseorang yang meraih pinggangnya hingga akhirnya dia tidak jadi terjerembab ke belakang.
Elgard memeluk pinggang Bianca dengn erat, sementara tangan Bianca tak sengaja menarik dasi milik Elgard. Posisi mereka saat ini benar-benar dekat. Mata kedua orang itu saling menatap untuk beberapa detik.
"Hmm..!" Bianca lekas menjauh begitu menyadari posisinya saat ini.
"Biasakan angkat kepalamu ketika berjalan!" Elgard merapikan dasinya yang sedikit longgar.
"Mau apa lagi kau di sini?!" Bianca sudah memperingatkan Elgard untuk menjauh darinya. Dia tidak ingin mendapat masalah lebih banyak lagi karena Elgard selalu ada di sekitarnya. Malas sekali kalau dia harus berurusan kembali dengan Meriana.
"Aku hanya.." Elgard menggaruk tengkuknya. Sebenarnya dia bingung sendiri kalau Bianca menanyakan tujuannya datang ke sana.
"Aku sudah bilang, jangan terlalu dekat denganku. Aku tidak mau kekasihmu datang lagi kepadaku. Apa lagi pertunangan kalian sebentar lagi, aku tidak ingin terlibat masalah!"
"Justru itu yang ingin aku katakan padamu, makanya aku datang ke sini!" Sekarang Elgard yakin kalau Bianca sudah melihat berita tentang dirinya dan Meriana. Tapi dia tidak tau apa yang ada dipikiran Bianca saat ini.
"Untuk apa memangnya? Sungguh tidak ada hubungannya sama sekali denganku" Bianca mendorong bahu Elgard agar memberi jalan kepadanya.
"Pertunangan itu bukan keinginanku Bee, semua itu rencana Ayahku!" Elgard mengikuti Bianca dari belakang.
"Aku tidak tau kalau Ayahku tiba-tiba merencanakan pertunangan dengan Meriana satu minggu lagi, aku saja baru tahu tadi siang!"
Bianca terus saja berjalak, dia seolah tak peduli dengan cerita Elgard. Entah itu benar atau sebuah karangan, Bianca tak peduli. Semua itu tidak ada urusannya dengan dirinya.
Apa yang Elgard lakukan saat ini justru seperti seorang pria yang menjelaskan pada kekasihnya tentang perjodohan yang dilakukan oleh orang tuanya. Panik dan ketakutan seolah ingin ditinggalkan oleh kekasihnya.
"Sebenarnya aku sudah tidak ingin melanjutkan hubunganku dengan Meriana, tapi Ayahku meng.." Elgard langsung terdiam tak jadi melanjutkan kata-katanya.
Dia tidak mungkin mengatakan pada Bianca tengang ancaman yang ditujukan kepada Bianca kalau dia membatalkan pertunangannya dengan Meriana.
Elgard tak ingin apa yang ia lakukan untuk Bianca dianggap hanya mencari simpati dari Bianca. Padahal sejatinya, Elgard saat ini dilanda kebingungan yang benar-benar membuat kepalanya hampir meledak.
Brak...
Elgard baru sadar dari lamunannya ketika Bianca menutup pintu apartemennya dengan kencang. Elgard yang berdiri agak jauh karena tadi sempat terusan hanya menatap pintu itu dengan nanar.
"Sementara seperti ini dulu Bee. Sampai aku menemukan cara untuk mengakhiri hubunganku dengan Meriana tanpa Ayahku ikut campur dan menjadikanmu sebagai ancaman untukku!"
andai masih hidup si janin akan mengikat lebih kuat hubungan Elgar Bianca
Kamu udh pernah mengalami hal tersulit, harusnya sekarang bisa lebih kuat.. gak mudah terpengaruh.. jadi makin terlihat lemah, gak ada apa2 nya km Bee..
Elgard jatuh saat sedang memperjuangkan km, harusnya jadi sumber kekuatan.. bukan malah jadi penoreh luka...
sadar banget Klo mereka saling cinta zaa
semoga kamu yg akhirnya melepaskan dan memudahkan Bianca kembali Pd El Royyy
jahat banget Ndak sie ini Bianca
jangan bohongi hatimu Beeee
ini akan membuat rumit
Royyyy Bianca tidak cinta sama kamu!
kamu menitipkan Bianca Pd Roy
gak kebayang hancurnya kamu 😬😬💔💔💔💔