Mei Lin yang seorang agen mata mata terpaksa harus bunuh diri ketika tertangkap oleh Wang Yu, seorang Jenderal polisi negara x.
Namun , bukan nya mati, Mei Lin justru terperangkap ke dalam tubuh milik Bai Hua. Bai Hua adalah gadis lemah yang membutuhkan kursi roda untuk berjalan. Ia diejek oleh seluruh keluarga nya karena menjadi sampah. Bai Hua juga harus menikah dengan Pangeran Idiot!
Bagaimana jika jiwa Mei Lin yang mengambil alih tubuh Bai Hua untuk menikah dengan Pangeran itu? Dan bagaimana jika jiwa pangeran itu juga telah dirasuki entitas dari abad 21?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANWi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 18 : Jebakan Maut
Nyonya Bai Yun menatap dua cangkir teh di hadapannya dengan mata yang hampir melompat keluar dari kelopaknya. Keringat dingin mengalir deras, merusak bedak tebal di wajahnya. Di depannya, Wan Long menyodorkan nampan itu dengan tangan yang sengaja digetarkan sedikit---memberikan efek dramatis seolah ia benar-benar hanya seorang bocah yang ingin bermain.
"Ayo, Ibu Mertua! Kalau tidak pilih, nanti tehnya dingin! Wan Long benci teh dingin, rasanya seperti air kencing kuda! Hihihi!"
Nyonya Bai Yun beralih menatap Bai Hua. Gadis lumpuh itu hanya duduk diam, memutar-mutar tusuk konde emas di jemarinya. Keheningan di kamar itu terasa lebih menyiksa daripada cambukan mana pun.
"Kau... kau tidak mungkin melakukan ini di dalam lingkungan istana!" bisik Nyonya Bai Yun dengan suara serak. "Jika aku mati di sini, suamiku akan melaporkannya pada Kaisar!"
"Ayah?" Bai Hua tertawa kecil, suara tawa yang kering. "Ayah sedang sibuk menghitung berapa banyak emas yang harus ia keluarkan untuk menutupi skandal Bai Rui dan Wan Jin. Dia tidak akan peduli jika kau mati karena serangan jantung mendadak akibat kesedihan melihat putrimu gila."
Nyonya Bai Yun gemetar. Ia tahu Bai Hua benar. Di mata Menteri Bai, dia hanyalah aset yang kini mulai merugikan.
Dengan tangan gemetar, Nyonya Bai Yun meraih cangkir di sebelah kiri. Ia memejamkan mata dan meminumnya dalam satu tegukan besar, berharap keberuntungan berpihak padanya.
Glek.
Ia menunggu. Satu detik. Lima detik. Sepuluh detik.
Tidak ada rasa sakit dan pendarahan. Ia masih bernapas.
"Hah... hahahaha!" Nyonya Bai Yun tertawa histeris, air mata kelegaan mengalir. "Aku hidup! Kau lihat, Bai Hua? Tuhan tidak mengizinkan sampah sepertimu menang!"
Bai Hua hanya tersenyum tipis. "Selamat, Nyonya. Kau memilih teh biasa."
Namun, Wan Long tiba-tiba mendekat dan membisikkan sesuatu tepat di telinga Nyonya Bai Yun dengan suara aslinya, suara dingin sang Jenderal.
"Kau memang tidak meminum racun itu hari ini. Tapi, tahukah kau? Teh yang baru saja kau minum mengandung stimulan yang akan membuat jantungmu berdebar kencang setiap kali kau merasa takut. Dan mulai malam ini, aku akan memastikan kau selalu merasa takut."
Nyonya Bai Yun membeku. Suara itu... itu bukan suara Pangeran Idiot. Ia menoleh, namun Wan Long sudah kembali melompat-lompat mengejar bayangannya sendiri di dinding.
"Pergilah," perintah Bai Hua. "Bawa Bai Rui bersamamu. Katakan pada Menteri Bai, aku ingin dia datang menemuiku secara pribadi besok malam. Jika tidak, surat kontrak perbatasan itu akan sampai ke meja Perdana Menteri."
Nyonya Bai Yun lari tunggang langgang keluar dari paviliun, menyeret Bai Rui yang masih linglung tanpa menoleh lagi.
Setelah suasana sepi, Wan Long duduk di meja, meneguk cangkir teh satunya lagi---yang ternyata juga hanya teh biasa.
"Kau tidak benar-benar menaruh racun di sana," gumam Wan Long.
"Aku butuh dia tetap hidup untuk menuntun kita pada tabib yang membunuh ibuku," sahut Bai Hua sambil merapikan jubahnya. "Membunuhnya sekarang hanya akan membuat Menteri Bai waspada. Aku ingin dia menjadi parasit yang menghancurkan mental suaminya sendiri."
Wan Long menatap Bai Hua dengan pandangan menilai. "Kau lebih kejam dari yang aku duga, Mei Lin. Teknik teror mental... kau belajar itu dari departemen psikologi forensik?"
"Aku belajar itu dari bertahan hidup di jalanan sebelum menjadi agen," balas Bai Hua datar. "Lalu, bagaimana denganmu? Kau sudah mendapatkan informasi tentang perbatasan?"
Wan Long mengangguk, raut wajahnya berubah serius. "Mata-matamu---dua dari dua belas pengawal tua yang kau pilih---memberi laporan. Kaisar tidak sedang menginspeksi militer. Dia sedang melakukan pertemuan rahasia dengan pemimpin suku nomaden dari Utara. Sepertinya ada kesepakatan gelap untuk membiarkan sebagian wilayah perbatasan dijarah agar Kaisar punya alasan untuk menarik dana darurat yang besar."
Bai Hua menyipitkan mata. "Dan Menteri Bai adalah orang yang mengelola dana itu. Jadi itulah sebabnya ada kontrak antara Nyonya Bai Yun dan pejabat perbatasan. Mereka semua mencuri uang negara melalui skenario perang buatan."
"Tepat sekali," sahut Wan Long. "Kita tidak hanya menghadapi Permaisuri. Kita sedang menghadapi sistem korupsi yang dipimpin oleh Kaisar sendiri."
Tiba-tiba, suara kepakan sayap terdengar di jendela. Seekor burung merpati dengan ikat merah di kakinya hinggap di sana. Wan Long mengambil surat kecil dari kaki burung itu.
Wajahnya mengeras saat membaca isinya.
"Ada apa?" tanya Bai Hua.
"Wan Jin tidak tinggal diam. Dia baru saja mengirim pesan kepada Permaisuri bahwa Pangeran Idiot bisa bicara dan bergerak seperti prajurit. Besok pagi, Permaisuri akan mengadakan Ujian Berburu di hutan belakang istana. Kita dipaksa ikut."
Wan Long menatap Bai Hua. "Itu bukan sekadar ujian berburu. Itu adalah arena di mana kecelakaan bisa terjadi tanpa saksi mata. Dan kau, dengan kursi rodamu, akan menjadi target paling empuk."
Bai Hua menyeringai, ia menyentuh mekanisme pegas di kursi rodanya. "Target empuk? Kau meremehkanku? Kita lihat saja siapa yang akan menjadi pemburu, dan siapa yang akan menjadi bangkai di hutan itu."
***
Happy Reading ❤️
Jangan lupa like, komen, ikuti penulis noveltoon ANWi, vote(kalo ada) dan rate 5 , terimakasih
beautiful story
menjadi penjahat ataupun pahlawan semua tergantung sudut pandang bukan?
terkadang kita terbentuk dan menjadi sesuatu karena lingkungan yg menempa kita
tidak selalu akan tampak baik dan buruk atas penilaian orang lain
selama kita tau batas nya,kita adalah orang baik menurut versi kita.
dan seenggaknya takdir sangat baik sama mereka. walaupun tidak berjodoh di waktu ini,maka waktu aka n menggeser supaya mereka akhirnya berjodoh 😍😍
terimakasih atas cerita indah nya Thor
tapi yg penting dia orang ini akhirnya bahagia
aku udah happy
tega amet si ah🥹🥹
lucunya liat villain jatuh cinta 😜
lucunya liat villain jatuh cinta 😜