NovelToon NovelToon
Puteri Sampah Yang Berubah

Puteri Sampah Yang Berubah

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Fantasi Wanita / Fantasi Isekai
Popularitas:18.7k
Nilai: 5
Nama Author: ANWi

Mei Lin yang seorang agen mata mata terpaksa harus bunuh diri ketika tertangkap oleh Wang Yu, seorang Jenderal polisi negara x.

Namun , bukan nya mati, Mei Lin justru terperangkap ke dalam tubuh milik Bai Hua. Bai Hua adalah gadis lemah yang membutuhkan kursi roda untuk berjalan. Ia diejek oleh seluruh keluarga nya karena menjadi sampah. Bai Hua juga harus menikah dengan Pangeran Idiot!

Bagaimana jika jiwa Mei Lin yang mengambil alih tubuh Bai Hua untuk menikah dengan Pangeran itu? Dan bagaimana jika jiwa pangeran itu juga telah dirasuki entitas dari abad 21?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANWi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 18 : Jebakan Maut

​Nyonya Bai Yun menatap dua cangkir teh di hadapannya dengan mata yang hampir melompat keluar dari kelopaknya. Keringat dingin mengalir deras, merusak bedak tebal di wajahnya. Di depannya, Wan Long menyodorkan nampan itu dengan tangan yang sengaja digetarkan sedikit---memberikan efek dramatis seolah ia benar-benar hanya seorang bocah yang ingin bermain.

​"Ayo, Ibu Mertua! Kalau tidak pilih, nanti tehnya dingin! Wan Long benci teh dingin, rasanya seperti air kencing kuda! Hihihi!"

​Nyonya Bai Yun beralih menatap Bai Hua. Gadis lumpuh itu hanya duduk diam, memutar-mutar tusuk konde emas di jemarinya. Keheningan di kamar itu terasa lebih menyiksa daripada cambukan mana pun.

​"Kau... kau tidak mungkin melakukan ini di dalam lingkungan istana!" bisik Nyonya Bai Yun dengan suara serak. "Jika aku mati di sini, suamiku akan melaporkannya pada Kaisar!"

​"Ayah?" Bai Hua tertawa kecil, suara tawa yang kering. "Ayah sedang sibuk menghitung berapa banyak emas yang harus ia keluarkan untuk menutupi skandal Bai Rui dan Wan Jin. Dia tidak akan peduli jika kau mati karena serangan jantung mendadak akibat kesedihan melihat putrimu gila."

​Nyonya Bai Yun gemetar. Ia tahu Bai Hua benar. Di mata Menteri Bai, dia hanyalah aset yang kini mulai merugikan.

​Dengan tangan gemetar, Nyonya Bai Yun meraih cangkir di sebelah kiri. Ia memejamkan mata dan meminumnya dalam satu tegukan besar, berharap keberuntungan berpihak padanya.

​Glek.

​Ia menunggu. Satu detik. Lima detik. Sepuluh detik.

​Tidak ada rasa sakit dan pendarahan. Ia masih bernapas.

​"Hah... hahahaha!" Nyonya Bai Yun tertawa histeris, air mata kelegaan mengalir. "Aku hidup! Kau lihat, Bai Hua? Tuhan tidak mengizinkan sampah sepertimu menang!"

​Bai Hua hanya tersenyum tipis. "Selamat, Nyonya. Kau memilih teh biasa."

​Namun, Wan Long tiba-tiba mendekat dan membisikkan sesuatu tepat di telinga Nyonya Bai Yun dengan suara aslinya, suara dingin sang Jenderal.

​"Kau memang tidak meminum racun itu hari ini. Tapi, tahukah kau? Teh yang baru saja kau minum mengandung stimulan yang akan membuat jantungmu berdebar kencang setiap kali kau merasa takut. Dan mulai malam ini, aku akan memastikan kau selalu merasa takut."

​Nyonya Bai Yun membeku. Suara itu... itu bukan suara Pangeran Idiot. Ia menoleh, namun Wan Long sudah kembali melompat-lompat mengejar bayangannya sendiri di dinding.

​"Pergilah," perintah Bai Hua. "Bawa Bai Rui bersamamu. Katakan pada Menteri Bai, aku ingin dia datang menemuiku secara pribadi besok malam. Jika tidak, surat kontrak perbatasan itu akan sampai ke meja Perdana Menteri."

​Nyonya Bai Yun lari tunggang langgang keluar dari paviliun, menyeret Bai Rui yang masih linglung tanpa menoleh lagi.

​Setelah suasana sepi, Wan Long duduk di meja, meneguk cangkir teh satunya lagi---yang ternyata juga hanya teh biasa.

​"Kau tidak benar-benar menaruh racun di sana," gumam Wan Long.

​"Aku butuh dia tetap hidup untuk menuntun kita pada tabib yang membunuh ibuku," sahut Bai Hua sambil merapikan jubahnya. "Membunuhnya sekarang hanya akan membuat Menteri Bai waspada. Aku ingin dia menjadi parasit yang menghancurkan mental suaminya sendiri."

​Wan Long menatap Bai Hua dengan pandangan menilai. "Kau lebih kejam dari yang aku duga, Mei Lin. Teknik teror mental... kau belajar itu dari departemen psikologi forensik?"

​"Aku belajar itu dari bertahan hidup di jalanan sebelum menjadi agen," balas Bai Hua datar. "Lalu, bagaimana denganmu? Kau sudah mendapatkan informasi tentang perbatasan?"

​Wan Long mengangguk, raut wajahnya berubah serius. "Mata-matamu---dua dari dua belas pengawal tua yang kau pilih---memberi laporan. Kaisar tidak sedang menginspeksi militer. Dia sedang melakukan pertemuan rahasia dengan pemimpin suku nomaden dari Utara. Sepertinya ada kesepakatan gelap untuk membiarkan sebagian wilayah perbatasan dijarah agar Kaisar punya alasan untuk menarik dana darurat yang besar."

​Bai Hua menyipitkan mata. "Dan Menteri Bai adalah orang yang mengelola dana itu. Jadi itulah sebabnya ada kontrak antara Nyonya Bai Yun dan pejabat perbatasan. Mereka semua mencuri uang negara melalui skenario perang buatan."

​"Tepat sekali," sahut Wan Long. "Kita tidak hanya menghadapi Permaisuri. Kita sedang menghadapi sistem korupsi yang dipimpin oleh Kaisar sendiri."

​Tiba-tiba, suara kepakan sayap terdengar di jendela. Seekor burung merpati dengan ikat merah di kakinya hinggap di sana. Wan Long mengambil surat kecil dari kaki burung itu.

​Wajahnya mengeras saat membaca isinya.

​"Ada apa?" tanya Bai Hua.

​"Wan Jin tidak tinggal diam. Dia baru saja mengirim pesan kepada Permaisuri bahwa Pangeran Idiot bisa bicara dan bergerak seperti prajurit. Besok pagi, Permaisuri akan mengadakan Ujian Berburu di hutan belakang istana. Kita dipaksa ikut."

​Wan Long menatap Bai Hua. "Itu bukan sekadar ujian berburu. Itu adalah arena di mana kecelakaan bisa terjadi tanpa saksi mata. Dan kau, dengan kursi rodamu, akan menjadi target paling empuk."

​Bai Hua menyeringai, ia menyentuh mekanisme pegas di kursi rodanya. "Target empuk? Kau meremehkanku? Kita lihat saja siapa yang akan menjadi pemburu, dan siapa yang akan menjadi bangkai di hutan itu."

***

Happy Reading ❤️

Jangan lupa like, komen, ikuti penulis noveltoon ANWi, vote(kalo ada) dan rate 5 , terimakasih

1
Pa Muhsid
buka puasa gak usah beli kolak udah ada yang manis😍😍😍 wangyu dan meilin
Pa Muhsid
bbc berlapis ok👍
mimief
wkwkwkwkwkwk
definisi sebel tapi rindu
benci tapi butuh🤣🤣
Roti Bakar
lanjutttt kpn upp?
mimief
gimana?
ya elah mati aja ga mau ngalah lu bang
ok Leh yuk lah bareng "🫣🤣
Pa Muhsid
cinta sejati😘😘😘❤❤❤ berbungkus benci (benar "cinta)
Dede Dedeh
rame... pisan lanjut thor
Pa Muhsid
visual nya mana tor
mimief
wah...seru
jadi bayangin visual merekanya bertarung
SusanTee
lnjutt
mimief
bukan??🤣🤣🤣
anak kan cuman niru orang tuannya yaa
jgn salahin kalau jadi anak durhaka
tih punya orang tua durhaka
mimief
iy..ya
mang disini pada ngeluh masalah retensinya
banyak othor yg juga akhirnya nyerah dan banyak pindah ke berbagai platform 🥹🥹.
semangat ya Thor...
aku mah dukung aja
karena terkadang penghargaan itu ga butuh cuman pengakuan,tapi cuan yg menentukan 🤣🤣
ANWi/Berly Re: hehe iya kak, susah susah gampang sistem retensi ini. bikin bingung😭😭😭😭
total 1 replies
mimief
senjata makan tuan ya gaes .
lu pikir bisa mengendalikan seluruh permainan
hei..masa depan itu lebih menakutkan dr yg dilihat
dimana ga ada binatang buas di hutan belantara
tapi manusia yg punya nafsu buas di antara hutan sesungguhnya.
beginilah realita di masa depan.
sahabat pena
ga punya kak
sahabat pena: siap kak. semangat up nya
total 2 replies
Roti Bakar
ah aku paham! Jd si kaisar biarin para anjing saling tarung gitu yahh??? (permaisuri-wanjin-meteri bai vs bai hua-wan long) trs dia tinggal leyeh leyeh 🤭
Roti Bakar
oh wan jin , dia kn anak permaisuri yah?? brarti dia disitu atas printah permaisuri dong
Pa Muhsid
👍👍👍🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️💪
Pa Muhsid
👍👍👍🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️
mimief
Waduuuh...
sebenarnya siapa yg jebak siapa.🫣
hayooo kau berhadapan dengan polisi dan mata mata dr masa depan lu bang
siap siap aja yaa
Roti Bakar
ini kpn up nya????
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!