NovelToon NovelToon
WARISAN GALAXY: Pangeran Bintang

WARISAN GALAXY: Pangeran Bintang

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Murid Genius / Identitas Tersembunyi / Kelahiran kembali menjadi kuat / Mengubah sejarah / Peradaban Antar Bintang
Popularitas:24.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

(NOVEL INI LANJUTAN DARI LEGENDA SEMESTA XUANLONG)

Tiga belas tahun telah berlalu sejak Dewa Bintang Tian Feng mendirikan Kekaisaran Langit, menciptakan era kedamaian di dua alam semesta. Namun, di Puncak Menara Bintang, Ye Xing, putra dari Ye Chen dan Long Yin, serta Cucu kesayangan Tian Feng merasa terpenjara dalam sangkar emas.
Terlahir dengan bakat yang menentang surga, Ye Xing tumbuh menjadi remaja jenius namun arogan yang belum pernah merasakan darah dan keputusasaan yang sesungguhnya.

Menyadari bahaya dari bakat yang tak ditempa, Tian Feng mengambil langkah drastis menyegel kultivasi Ye Xing hingga ke tingkat terendah (Qi Condensation) dan membuangnya ke Alam Bawah, ke sebuah sekte sekarat bernama Sekte Awan Rusak. Tanpa nama besar keluarga, tanpa pengawal bayangan, dan tanpa harta istana, Ye Xing harus bertahan hidup sebagai murid biasa bernama "Xing" yang diremehkan dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 14

Alun-alun Utama Sekte Awan Rusak.

Matahari pagi bersinar terik di atas Alun-alun Utama yang dilapisi batu pualam putih. Ribuan murid berkumpul seperti lautan manusia. Hari ini adalah hari pendaftaran Turnamen Wilayah, ajang pembuktian diri bagi para kultivator muda untuk memperebutkan tiket menuju masa depan yang lebih cerah.

Di tengah alun-alun, berdiri sebuah panggung tinggi. Di sana, terdapat sebuah artefak kuno: Gendang Guntur.

Gendang itu terbuat dari kulit Badak Guntur yang alot. Konon, hanya serangan yang memiliki bobot setara 500 jin (sekitar 250kg) atau ledakan Qi yang kuat yang bisa membuatnya berbunyi.

"Syarat pendaftaran!" teriak Tetua Pengawas dari atas panggung. "Pukul Gendang Guntur ini! Tiga dentangan berarti lolos kualifikasi Murid Luar. Enam dentangan setara Murid Inti. Sembilan dentangan adalah Jenius Sejati!"

BOOM! BOOM! BOOM!

Seorang murid senior baru saja memukulnya. Tiga dentangan terdengar jelas. Dia bersorak girang dan menerima token peserta.

Ye Xing dan Lin Xiao berdiri di antrian panjang paling belakang. Penampilan mereka mencolok. Lin Xiao mengenakan rompi kulit hitam yang ketat, memancarkan aura Qi Condensation Tingkat 4 yang stabil. Ye Xing, di sisi lain, mengenakan jubah abu-abu sederhana dengan sebuah bungkusan kain panjang yang sangat besar terikat di punggungnya.

Bungkusan itu berisi Pedang Tulang Naga Hitam. Bentuknya seperti peti mati kecil di punggung Ye Xing.

"Lihat itu," bisik murid-murid lain sambil menunjuk Ye Xing. "Itu si pembunuh ular, kan? Kenapa dia bawa balok kayu di punggungnya?" "Mungkin dia mau jadi tukang kayu, bukan kultivator. Hahaha!"

Tiba-tiba, kerumunan terbelah. Tiga pemuda berjubah biru sutra berjalan dengan angkuh, memotong antrian.

Pemimpin mereka adalah Liu Mang, tangan kanan Fang Que. Wajahnya tampan tapi matanya licik. Kultivasinya: Qi Condensation Tingkat 9.

Liu Mang berhenti tepat di depan Ye Xing.

"Jadi kau yang namanya Ye Xing?" Liu Mang menatap Ye Xing dari ujung kaki ke ujung kepala dengan jijik. "Tuan Muda Fang Que titip salam. Dia bilang, sebaiknya kau pulang dan mencangkul saja. Turnamen ini tempat para naga, bukan cacing tanah."

Ye Xing menatap Liu Mang datar. "Minggir. Kau menghalangi matahari."

Wajah Liu Mang berkedut. "Sombong! Kau pikir karena membunuh ular cacat kau sudah hebat? Lihat perbedaan langit dan bumi ini!"

Liu Mang melompat ke atas panggung tanpa antri. Dia mengumpulkan Qi biru di tangannya, lalu memukul Gendang Guntur.

DUM! DUM! DUM! DUM! DUM! DUM!

Enam dentangan! Suaranya menggelegar sampai telinga berdenging.

"Enam dentangan! Kualifikasi Murid Inti!" seru pengawas kagum.

Liu Mang mendarat kembali di depan Ye Xing, menyeringai sombong. "Lihat? Itu kekuatan. Sekarang giliranmu, Sampah. Kalau kau tidak bisa menghasilkan minimal tiga suara, merangkaklah keluar dari sini lewat selangkanganku."

Murid-murid lain tertawa dan bersorak, menantikan pertunjukan.

Ye Xing tidak menjawab. Dia menepuk bahu Lin Xiao. "Kau duluan."

Lin Xiao maju dengan gugup. Dia berdiri di depan gendang raksasa itu. Dia menarik napas, mengingat latihan neraka dari Ye Xing. Tulang Besi!

Lin Xiao tidak menggunakan teknik mewah. Dia hanya menyeruduk gendang itu dengan bahunya yang dilapisi Qi pertahanan.

DUM! DUM! DUM!

Tiga dentangan pas!

"Lolos!" teriak pengawas.

Lin Xiao menghela napas lega, hampir menangis. Dia berhasil.

"Cih, keberuntungan pemula," cibir Liu Mang. "Sekarang, Bos-mu."

Ye Xing melangkah naik ke panggung. Langkahnya berat. Setiap pijakan kakinya membuat debu di panggung sedikit bergetar.

Dia berdiri di depan gendang. Dia tidak mengambil kuda-kuda. Dia juga tidak mengalirkan Qi yang terlihat mencolok.

Perlahan, Ye Xing meraih gagang pedang besar di punggungnya yang masih terbungkus kain.

"Dia mau memukul pakai senjata?" "Boleh saja, asal bukan senjata tajam. Tapi benda apa itu?"

Ye Xing tidak membuka bungkusan kain itu. Dia hanya mengendurkan ikatan di bahunya, lalu memegang gagang pedang itu dengan satu tangan.

Di dalam pikirannya, Ye Xing mengatur Gravitasi pedang itu.

"Bising," gumam Ye Xing. "Gendang ini terlalu berisik."

Dia mengayunkan benda tumpul terbungkus kain itu secara horizontal. Gerakannya terlihat lambat dan santai, tapi udara di sekitar ayunan itu terdistorsi.

WOOSH...

Bungkusan itu menghantam permukaan kulit gendang.

Hening.

Tidak ada suara "DUM".

Semua orang terdiam. Liu Mang sudah membuka mulut untuk tertawa mengejek. "Hahaha! Nol besar! Kau bahkan tidak bisa membunyi—"

KRAK!

Suara robekan terdengar nyaring.

Permukaan kulit Badak Guntur yang terkenal alot itu tiba-tiba cekung ke dalam, lalu... JEBOL.

Pukulan Ye Xing tidak memantul untuk menghasilkan suara. Pukulan itu menembus kulit gendang, menghancurkan kerangka kayu di dalamnya, dan membuat gendang raksasa itu meledak berkeping-keping dari belakang.

Serpihan kayu dan kulit berhamburan ke arah penonton di sisi lain panggung.

Debu mengepul.

Saat debu hilang, Ye Xing berdiri dengan pose yang sama, sudah menyarungkan kembali pedang besarnya di punggung. Di depannya, Gendang Guntur yang legendaris itu kini hanya tinggal kaki penyangganya saja. Bagian tengahnya bolong total.

Tetua Pengawas melongo. Mulutnya terbuka lebar sampai lalat bisa masuk.

"Ti... Tidak berbunyi..." gumam Ye Xing polos sambil menoleh ke pengawas. "Maaf, Tetua. Saya sepertinya terlalu semangat. Apa saya gagal?"

Tetua Pengawas menelan ludah susah payah. Gagal? Menghancurkan artefak tes dianggap gagal? Itu kekuatan monster!

"T-tidak..." jawab Tetua dengan suara gemetar. "Kekuatan yang menghancurkan gendang... itu melampaui sembilan dentangan. Kau... Lolos. Kualifikasi Istimewa."

Ye Xing mengangguk sopan, lalu turun dari panggung.

Dia berjalan melewati Liu Mang yang kini membeku seperti patung batu. Wajah sombong Liu Mang lenyap, digantikan oleh keringat dingin yang mengucur deras. Dia membayangkan jika pukulan tadi mengenai dadanya, bukan gendang.

Ye Xing berhenti sejenak di samping Liu Mang, berbisik dingin di telinganya.

"Katakan pada tuanmu... Siapkan lehernya. Aku datang bukan untuk bermain gendang."

Ye Xing dan Lin Xiao berjalan pergi, membelah kerumunan yang kini menatap mereka dengan rasa takut dan hormat.

Di balkon menara tertinggi yang menghadap alun-alun, Fang Que meremas kipas lipatnya hingga hancur. Matanya menatap punggung Ye Xing dengan hasrat membunuh yang membara.

"Menghancurkan Gendang Guntur dengan kekuatan fisik murni..." desis Fang Que. "Darahnya... pasti sangat lezat."

1
Nanik S
Mantap Tor 💪💪💪
Nanik S
Dua Preman siap beraksi.. 👍👍👍
MyOne
Ⓜ️🔜🆙🔜Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🆗🆗🆗Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🙎‍♂️🙎‍♂️🙎‍♂️Ⓜ️
Mamat Stone
😈🔥🐲🔥😈
Mamat Stone
💨⚡💨⚡💨
Mamat Stone
/Smirk//Smirk//Smirk/
Mamat Stone
/Joyful//Joyful//Joyful/
MyOne
Ⓜ️😡😡😡Ⓜ️
Nanik S
Keren beneran keren aksi sepasang Preman 🤣🤣🤣
Mamat Stone
/Cleaver//Cleaver//Cleaver/
Mamat Stone
/Hammer//Hammer//Hammer/
Mamat Stone
/Determined/
Mamat Stone
/Angry/
Nanik S
Maaantaaaap 💪💪💪
Nanik S
Ternyata Mei menakutkan juga
Mamat Stone
/Smirk//Smirk//Smirk/
Mamat Stone
/Joyful//Joyful//Joyful/
Nanik S
Dua bocah kecil yang Asyi tapi punya nyali
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!