NovelToon NovelToon
Obsesi Gala Pada Gadis Misterius

Obsesi Gala Pada Gadis Misterius

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Enemy to Lovers / Idola sekolah
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: kikyoooo

Di sekolah, Kella hanyalah gadis yatim piatu yang miskin, pendiam, dan jadi sasaran bullying, Gala si mirid baru yang angkuh juga ikut membulinya. Kella tidak pernah melawan, meski Gala menghinanya setiap hari.

Namun, dunia Gala berputar balik saat ia tak sengaja datang ke sebuah Maid Cafe. Di sana, tidak ada Kella yang suram. Yang ada hanyalah seorang pelayan cantik dengan kostum seksi yang menggoda iman.

Kella melakukan ini demi bertahan hidup. Kini, rahasia besarnya ada ditangan Gala, cowo yang wajahnya sangat mirip dengan mendiang kekasihnya.

Akankah Gala menghancurkan reputasi Kella, atau justru terjebak obsesi untuk memilikinya sendirian?

#areakhususdewasa ⚠️



Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kikyoooo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11 (Part 2)

Pukul 21.00 WIB – Kafe Amai Memories - Maid & Butler Cafe.

Malam itu, hujan turun dengan deras, menciptakan tirai air yang memisahkan kafe dari jalanan yang sepi. Gala datang lebih awal, kali ini tanpa Reno. Ia mengenakan tudung jaket hitam yang menutupi sebagian wajahnya.

Kella sudah menyiapkan ruangan kecil di lantai dua, sebuah kantor mini yang jarang digunakan. Pak Heru sudah diberitahu bahwa Kella perlu mengerjakan tugas kelompok dengan teman sekolahnya, dan pria tua itu hanya mengangguk mengerti tanpa banyak tanya.

Gala mengeluarkan laptop pribadi yang ia klaim "bersih" dari pengawasan ayahnya. Ia memasukkan kartu memori itu.

Layarnya berkedip, menampilkan folder-folder yang dilindungi kata sandi.

"Sial, dia pakai sandi," umpat Gala.

Kella memperhatikan layar itu. Ada petunjuk (hint) untuk kata sandi tersebut: "Hari di mana kita berhenti menjadi orang asing."

Gala mencoba berbagai tanggal: tanggal lahir mereka, tanggal kematian ibu mereka, hingga tanggal Gabriel melarikan diri. Semuanya gagal.

"Mikir, Gala... mikir!" Gala memukul meja dengan frustrasi.

Kella mencoba mengingat-ingat cerita Gabriel di masa lalu. Ia memejamkan mata, menggali memori tentang malam-malam di mana Gabriel sering melamun di kafe.

"Gala," panggil Kella pelan. "Gabriel pernah cerita... waktu kalian kecil, kalian pernah bersembunyi di dalam lemari saat ayahmu sedang marah besar. Dia bilang, malam itu kalian berjanji untuk selalu saling melindungi. Kapan itu terjadi?"

Gala tertegun. Ia mencoba mengingat. "Itu... malam tahun baru. Saat gue umur tujuh tahun dan dia sembilan tahun. Tapi tahun berapa?"

"31 Desember 2012?" tebak Kella.

Gala mengetikkan angka: 31122012.

Enter.

Bunyi denting pelan terdengar. Folder itu terbuka.

Di dalamnya bukan hanya dokumen properti.

Terdapat ribuan foto Gabriel selama ia di pelarian. Foto-foto itu menunjukkan Gabriel yang sedang bekerja, Gabriel yang sedang belajar di bawah lampu jalan, dan yang paling menyayat hati: foto-foto Gala dari kejauhan.

Gabriel ternyata selama ini mengawasi Gala. Ada foto Gala saat bertanding basket, foto Gala saat sedang nongkrong di depan sekolah, bahkan foto Gala saat sedang merenung sendirian di taman.

Gala menutup mulutnya dengan tangan. Ia menangis tanpa suara. Kakaknya tidak pernah meninggalkannya. Gabriel selalu ada di sana, di balik bayang-bayang, memastikan adiknya baik-baik saja sementara ia sendiri berjuang melawan maut dan kemiskinan.

"Dia selalu ada..." bisik Gala di antara isakannya. "Dia nggak pernah benci gue..."

Kella menyentuh bahu Gala dengan lembut. Di ruangan kecil yang remang-remang itu, batas antara majikan dan asisten benar-benar hancur. Mereka hanyalah dua jiwa yang terluka, disatukan oleh cinta seorang pemuda yang kini telah tiada.

Namun, di tengah momen emosional itu, ponsel Gala bergetar di atas meja. Sebuah panggilan masuk dari: "AYAH".

Gala segera menghapus air matanya. Suaranya berubah seketika menjadi dingin dan datar saat ia mengangkat telepon itu.

"Ya, Yah?"

"Gala, kamu di mana? Sopir bilang kamu tidak pulang setelah biliar. Pulang sekarang. Ada tamu penting yang ingin bertemu denganmu terkait masa depanmu di perusahaan."

"Oke, aku pulang sekarang," jawab Gala singkat lalu menutup telepon.

Ia menatap Kella dengan tatapan yang kembali tajam. "Permainan sesungguhnya dimulai besok. Ayah gue mulai bergerak untuk melibatkan gue di bisnisnya. Gue harus masuk ke sana buat cari bukti tambahan."

Gala merapikan laptopnya. Sebelum pergi, ia menoleh ke arah Kella.

"Besok di sekolah, Reno berencana buat ngerjain lo lebih parah. Dia mau lo bersihin seluruh kolam renang sendirian di bawah terik matahari. Gue bakal dukung dia di depan orang-orang."

Kella mengangguk paham. "Lakukan saja apa yang harus kamu lakukan."

"Gue bakal taruh sesuatu di gudang kolam renang. Pakai itu buat ngelindungi diri lo. Dan Kella..." Gala terhenti di ambang pintu. "Terima kasih."

Gala menghilang di balik kegelapan hujan. Kella berdiri sendirian di ruangan itu, menyadari bahwa besok akan menjadi hari yang sangat panjang. Ia harus menjadi sasaran empuk bagi Reno dan gerombolannya, sementara di dalam hatinya, ia membawa rahasia yang bisa meledakkan seluruh kerajaan Alangkara.

...

1
𝐈𝐬𝐭𝐲
menarik...
𝐈𝐬𝐭𝐲
hadir thor semoga ceritanya gak putus di tengah jalan...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!