Winny adalah seorang gadis preman yang pekerjaannya selalu berhubungan dengan nyawa. Malam itu dia berada di sirkuit balap mobil, ketika dia hendak sampai di garis finis tiba-tiba mobilnya mengeluarkan api di bagian mesin. suara ledakan terdengar begitu keras, cahaya putih tiba-tiba muncul dan membawa Winny pergi ke suatu tempat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ciuman penghinaan
Setelah membuat masalah akhirnya Ibu suri meminta Kaisar membawa kedua selirnya. namun ketika mereka hendak keluar malah Ling Xu-mei kembali masuk dengan terburu-buru.
“Nona Ling!” seru dayang Jung sambil melongok ke pintu ketika Ling Xu-mei melangkah masuk dengan terburu-buru.
"Ada apa, Ling?” tanya Ibu Suri dengan suara lembut namun penuh perhatian.
Ling Xu-mei tersenyum sinis. “Ibu Suri, aku mau minta uang,” jawabnya santai, membuat Kaisar Han dan orang-orang di ruangan itu tercekat.
“Apa? Berani sekali kamu minta uang langsung ke Ibu Suri!” suara Kaisar Han menggelegar, penuh amarah.
Ling Xu-mei menatap penuh ejekan, tanpa rasa takut. “Ya sudahlah, aku mau minta uang sama Ibu Suri. Lagi pula, itu urusanmu apa?” Selir Jia ikut bersuara dengan nada mengecam, “Kamu benar-benar tidak punya tata krama! Malu apa enggak sih sama yang lain?”
Ibu Suri memiringkan kepala, mencoba menahan rasa kecewa.
“Memangnya kamu mau ke mana, nona Ling? Jangan-jangan kau mau keluyuran lagi, ya? Apa kau mau membuat Ibu Suri malu?” Selir Jia menambah bahan bakar, “Ayo jujur saja, Ling. Jangan terus berlagak seperti itu.”
Namun Ling Xu-mei menolak mendengarkan, matanya menatap dingin sambil menggenggam erat niatnya sendiri. “Ini bukan urusan kalian,” bisiknya, sebelum dengan angkuh meninggalkan ruangan itu.
Kaisar tiba-tiba mencengkram tangan Ling Xu-mei dengan erat, tatapannya menusuk penuh amarah. "Jangan pernah berani datang ke tempat Ibu Suri lagi!" Suaranya tegas, nyaris mengguntur.
Ling Xu-mei menatap balik dengan pandangan tajam, lalu melepaskan genggaman itu perlahan.
"Itu urusanku, jangan ikut campur." Jawabnya dingin, tak kalah berani.
Namun, kedua selir Kaisar, selir Jia dan selir Me-ang, tak mau kalah. Mereka mulai mengejek dengan kata-kata pedas, mencibir:
"Istri terbuang, tidak diakui, bahkan tak pernah disentuh... Apa gunanya kalau cuma jadi bayang-bayang di istana?" ujar selir Jia sinis.
Selir Me-ang menimpali dengan tawa mengejek, "Dia memang wanita yang Kaisar sama sekali tak inginkan."
Mendengar hinaan itu, Ling Xu-mei malah tersenyum tipis, menatap Kaisar dengan mata yang menyimpan rencana licik di balik senyumannya.
"Kalau kau tahu apa yang kurencanakan nanti, Kaisar... kau pasti takkan bisa tenang." Bisiknya pelan, penuh teka-teki.
“Maksudmu aku nggak pernah disentuh sama suamimu, Kaisar?” tanya Ling Xu-mei, sambil mengangkat alis dan menatap tajam. Sang Kaisar cuma mengangguk pelan, tapi senyum sinisnya mengembang, seperti menantang. Tiba-tiba, tangan Ling Xu-mei mencengkeram leher Kaisar dengan kuat.
“Apa-apaan ini?” pikir sang Kaisar dalam hati, terkejut tak percaya.
Tanpa diduga, Xu-mei menarik Kaisar ke depan, mencium lelaki itu dengan brutal. Bibirnya menggigit bibir sang Kaisar seperti cakar harimau yang terkurung lama dilepaskan. “Kalau begitu, dari Kaisar seperti kamu ini, aku malah jijik!” gumam Ling Xu-mei sambil melepaskan ciumannya. Lalu dia menjulurkan lidahnya, menyentuh bibirnya sendiri dengan nada mengejek, seolah menantang dua selir di sudut ruangan.
Selir Jia dan Selir Me-ang saling bertatapan, tak berani berkata apa-apa. Sedangkan sang Kaisar hanya bisa terpaku, matanya melebar antara bingung dan tak berdaya.
"Beraninya kamu melakukan itu!" teriak Selir Jia sambil menunjuk Ling Xu-mei dengan mata melotot. Tak jauh darinya, Selir Me-Ang ikut mencerca, "Apa-apaan sih itu, mencium Kaisar di depan kami? Sungguh tidak tahu malu!"
Ling Xu-mei malah tersenyum sinis, lalu dengan penuh percaya diri mendekat dan mencium Kaisar lagi. Kali ini, lebih lama, lebih berani. Bahkan dia menyentuh bibir Kaisar dengan lidahnya, membuat suasana menjadi makin memanas.
"Aku berani menciumnya lagi. Emangnya kalian kenapa?" ucap Ling Xu-mei dingin, tanpa sedikitpun menyesal.
Kaisar hanya terdiam, wajahnya seperti pria bodoh yang baru saja mengalami kejutan luar biasa, tak tahu harus berkata apa di tengah kekacauan itu.
Namun berbeda dengan ibu suri dia dan yang lain terkejut namun Ibu suri dayang Jung ataupun Yura mereka malah menahan senyum, menahan tawa ketika melihat Ling Xu-mei mencium Kaisar Han dengan begitu brutal dan bahkan berani mencium Kaisar di depan begitu banyak orang.
"Tuh kan aku berani mencium Kaisar berulang kali." Ling Xu-mei terlihat tertawa sini setelah itu dia mengambil sekantong uang yang diberikan oleh ibu suri. setelahnya dia menyentuh dagu Kaisar Han seolah dia menggodanya, matanya berkedip kemudian bibirnya mengerucut memberikan ciuman jarak jauh.
Baru kali ini sang Kaisar seperti orang bodoh yang terdiam seperti batu, tubuhnya tak bergerak, seolah barusan mendapatkan serangan tiba-tiba. Penasehat Gu yang melihat itu dia bukan hanya terkejut, dia benar-benar dibuat tidak percaya dengan sifat baru dari permaisuri Ling, wanita yang terkenal tidak mampu melakukan apapun sekarang malah terlihat begitu liar.
"Wow.. ini benar-benar di luar pemikiran." ucap Gu Yanzel.
"Hehehe..., ini adalah ciuman penghinaan, aku akan membuatmu merasakan bagaimana rasanya terhina karena aku cium, kamu bilang kamu jijik padaku kan? setelah ini aku yakin bibirmu itu akan kamu gosok dengan batu, setelah itu aku bisa membayangkan bibirmu yang sudah mencium banyak wanita itu akan bonyok, bentuknya pasti seperti roti yang dibawa oleh prajurit untuk berperang." gumam Ling Xu-mei dalam hati sembari membayangkan apa yang barusan dia katakan.
Kaisar Han kembali ke paviliunnya bersama kedua selirnya, selir Jia terus menggosok bibir Kaisar hingga membuat sang Kaisar kesakitan. "Berhenti!" bentak Kaisar Han yang kemudian mendorong selir Jia, setelah itu dia memilih meninggalkan kedua selirnya.
Sedangkan Ling Xu-mei dan Yura malah keluyuran ke tempat perjudian, dia duduk dengan anggun kemudian menantang salah pemilik tempat perjudian,
"Nyonya, apa semuanya akan baik-baik saja?" tanya Yura ketakutan.
"Kamu diam saja, lagi pula ini adalah jalan untuk mendapatkan uang. Setelah aku mendapatkan uang banyak kita pergi meninggalkan istana, lagi pula hidup di sana itu sangat sengsara, apalagi melihat kedua selir ular Kaisar brengsek itu." katanya yang kemudian menghela nafasnya. Ling Xu-mei mulai bertaruh dia mengeluarkan uang yang diberikan oleh ibu suri, permainan pertama dia mendapatkan banyak uang yang kedua dia menang lagi hingga membuat tawanya terdengar begitu keras. kita benar-benar akan kaya Yura setelah ini kita pergi dari utama kita pergi ke tempat yang jauh, aku akan mencari Ayahku."
Di tempat lain Kaisar Han berada di tempat yang sepi, tempat yang jarang didatangi oleh orang lain, pria itu nampak menyandarkan tubuhnya di bawah pohon. Tak ada yang menemaninya, dia sendirian, siang itu sang Kaisar menatap langit yang terlihat cerah hanya sinar matahari yang terik menyinari rerumputan.
"Apa yang terjadi denganku? Kenapa tiba-tiba jantungku berdebar seperti ini?" ucapnya berulang kali. Kaisar Han menyentuh dadanya, memejamkan matanya perlahan dan bayangan permaisuri yang dia buang itu terus berputar di otaknya.
"Kenapa dia benar-benar berubah, dia seperti orang lain yang tidak aku kenal." ucap Kaisar. dia terus memejamkan matanya mengingat kembali bagaimana ciuman yang diberikan oleh Ling Xu-mei membuat jantungnya bergetar. "Tidak, aku tidak boleh mencintainya, dia adalah Putri Putri seorang penghianat. Aku tidak akan membiarkan dia memasuki kehidupanku."
*bersambung*
semangat berkaryaa