NovelToon NovelToon
Istriku Dosen Killer 30+

Istriku Dosen Killer 30+

Status: tamat
Genre:Beda Usia / Dosen / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:195.9k
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

Kaisar Pramudya, berandal kampus berusia 23 tahun, hidupnya berantakan antara skripsi yang tak kunjung selesai dan ancaman orang tua yang ingin menikahkannya secepat mungkin.

Namun, semua berubah dalam satu hari paling kacau dalam hidupnya. Di sebuah rumah sakit, Kaisar dipaksa menikahi seorang wanita berusia 32 tahun, wanita yang dingin, tegas, dan nyaris tak tersentuh emosi. Shelina Santosa, Dosen killer yang paling ditakuti di kampusnya.

Pernikahan itu terjadi di depan ayah Shelina yang sekarat. Dan tepat setelah ijab kabul terucap, pria itu mengembuskan napas terakhirnya.

Akankah, Kaisar bertahan dalam hubungan
tanpa cinta, atau memilih mengakhiri sebelum semuanya berubah menjadi cinta?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 15

Shelina duduk di kursi makan, tangannya terlipat di atas meja. Pandangannya kosong, tertuju pada sepiring sayur lodeh yang uapnya sudah hampir hilang. Sejak sore tadi ia memasak dengan hati penuh harap, mengaduk santan perlahan, mencicipi kuahnya berulang kali, memastikan rasanya pas. Semua ia lakukan bukan karena lapar, tapi karena ingin melihat Kaisar makan dengan lahap dan mungkin tersenyum.

Hari ini ia sengaja tidak ke kampus. Kelasnya diundur besok. Waktu yang ia miliki seharusnya jadi berkah, pikirnya. Waktu untuk memperbaiki suasana, untuk menyenangkan suaminya.

Shelina menghela napas pelan. Dadanya terasa sesak oleh perasaan yang tak bisa ia beri nama, kecewa, sedih, lelah, semuanya bercampur.

Shelina menunduk, jemarinya gemetar saat menyentuh sendok, tapi ia tak jadi mengambilnya. Tenggorokannya terlalu kering untuk makan.

“Kenapa susah sekali ya…” gumamnya hampir tak terdengar.

“Aku cuma mau bikin kamu nyaman, Kai.”

Matanya berkaca, bukan tangis yang meledak, tapi yang menetes perlahan dan jatuh satu per satu ke meja, nyaris tak bersuara. Ia menghapusnya cepat-cepat, seolah takut ada yang melihat. Padahal rumah itu sepi.

Di dalam kamar, Kaisar merebahkan tubuhnya di atas ranjang tanpa benar-benar berbaring. Satu tangan menutup wajah, yang lain meremas seprai. Dadanya masih naik turun tidak beraturan ketika ponselnya berdering.

Nama Kinara muncul di layar. Kaisar mendengus pelan, lalu mengangkat panggilan itu.

“Ya, Mom…”

Belum sempat ia berkata lebih, suara Kinara sudah terdengar ceria di seberang sana.

[Gimana kabarnya, Kai?] godanya ringan.

[Istri kamu manis ya. Sore tadi nelepon Mommy cuma buat nanya masakan kesukaan kamu.]

Kaisar terdiam, dan kemudian terdengar Kinara yang tertawa kecil.

[Sayur lodeh, kan? Mommy langsung kepikiran, wah … ini tandanya Shelina lagi berusaha bikin kamu nyaman. Jarang-jarang ada menantu mau repot begitu apalagi dia seorang dosen,]

Kaisar menelan ludah, tangannya yang sejak tadi menekan kening kini jatuh ke samping. Ingatannya melayang ke meja makan. Ke piring berisi sayur lodeh. Ke wajah Shelina yang menahan sesuatu saat ia membentaknya.

[Oh ya, Kai,] lanjut Kinara, nadanya masih hangat.

[Kalau istri masak buat suaminya, itu bukan soal makanan. Itu caranya bilang dia peduli pada lelahmu seharian di luar rumah.]

Kalimat itu seperti menghantam tepat di dada Kaisar.

“Iya, Mom,” jawabnya lirih. “Kaisar … ngerti.”

Mereka tak berbincang lama. Kinara menutup telepon dengan pesan sederhana,

[Jaga istrimu baik-baik.]

"Iya, Mom. Kaisar janji akan menjaga Miss Shelina dengan baik,"

Panggilan terputus.

Kaisar menatap layar ponselnya yang menggelap. Kamar terasa lebih sunyi dari sebelumnya. Ia duduk tegak, lalu mengusap wajahnya kasar, napasnya berat.

“Sial…” gumamnya pelan, kali ini bukan karena marah tetapi melainkan menyesal.

Bayangan Shelina kembali muncul. Duduk sendiri di meja makan. Kaisar mengepalkan tangan, rahangnya mengeras.

“Aku kebangetan,” bisiknya.

Ia bangkit dari ranjang, berjalan mondar-mandir di kamar. Setiap langkah terasa gelisah. Ia ingin keluar, ingin menemui Shelina, tapi kakinya seperti tertahan oleh rasa bersalah yang menumpuk.

Perlahan, ia duduk di tepi ranjang. Bahunya jatuh, seluruh tubuhnya seperti kehilangan tenaga.

“Aku janji berubah … tapi aku malah nyakitin kamu lagi,” ucapnya lirih, seolah Shelina ada di depannya.

Akhirnya, setelah pertimbangan, kaisar membuka pintu kamar dan berniat untuk menemui Shelina di bawah. Setidaknya dia akan berusaha meminta maaf dari pada tidak sama sekali pikirnya.

1
Aji Priatun
suka
Raisha
maaf Thor,aku kok agak bingung sama kalimatnya ya, yg nyetir kan kaisar tp kok kalimatnya aneh gitu?🤔..."tangan kiri tetap memegang stir tp tangan kanan tak pernah benar² melepaskan jemari selina",gitu kan ya? emang bisa tangan kanan pegang tangan orang yg duduk di sebelah kirinya,apa gak susah nyetirnya? kalo setir mobilnya sebelah kiri,lha itu baru bisa & masuk akal...Maaf ya,kalo aku salah
Raisha: terimakasih kak author🙏😃
total 2 replies
Nani Te'ne
suka
Nanik Arifin
sampai end Arman g keluar kata maaf tuk Kaisar & menjelaskan semuanya ?
hanya merima takdir gitu aj ? itu mah merendah, nunduk ke sesama aj g. baru bisa nunduk Tuhan dia
Eka
tjor lel.aska lanjit tjor ku tunggu jangan lama2
Aisyah Alfatih: udah tamat ya kak 🙏 Aksa nikah di novel sebelah di eps terakhir 🙏
total 1 replies
nuraeinieni
happy ending,,,,trimakasih thor,karyanya bagus,,,di tunggu karya barunya.
nuraeinieni
syukurlah ibu dan bayinya selamat,,,selamat kai,shel sekarang sdh jadi orang tua
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
cepat banget tamatnya, sist? aksa aja belum nikah.
Aisyah Alfatih: nikah di sebelah kak, 🤭🙏 udah aku bagi info...
total 1 replies
dyah EkaPratiwi
Alhamdulillah bahagia semuanya
Naufal Affiq
semua karya kakak tamat
Aisyah Alfatih: tgl 3 rilis karya baru ya kak 🙏
total 1 replies
dyah EkaPratiwi
Alhamdulillah selamat
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
tidak sepenuhnya tamat kan, sist?
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
alhamdulillah... semua selamat
SLina
thor bonchap dong 😊
Aisyah Alfatih: nanti di pikirkan ya kak, ini masih bingung 😁
total 1 replies
Teh Euis Tea
alhamdulilah semuanya sudah berdamai dan bahagia, makasih thor sudah melanjutkan cerita ini sampe tamat, sehat selalu untuk othornya di tunggu novel selanjutnya
Fenty: g chapter ni Thor?
aksa kan belum nikah
total 3 replies
Teh Euis Tea
duh sampe deg degan aku bacanya takut shelina ga ada umur, syukurlah selamat 22nya
Nanik Arifin
klo Aksa yg salah besar aj bisa minta maaf, apa kau masih dg egomu, Arman ?
kata"mu kemarin yg bilang, "Aksa anakku" itu sangat menusuk. seolah Kirana tak pernah jd ibu Aksa pdhl justru Aksa lah yg dekat lbh dlu drpd kamu. Kirana tak pernah membedakan Aksa dg darah daging sendiri, tapi kamu ??
Kinara menanggung ini puluhan tahun, seusia Kaisar ttnya. sekarang capek, wajar. yg g wajar itu kamu, Man. membenci darah daging sendiri & membawa anakmu yg bukan keturunan Kinara menjadi alatmu tuk menghancurkan Kaisar. anak laki" satu" nya Kinara
Nanik Arifin
emang murni itu Ken ego kamu, Man. Aksa hanya berusaha membuat Kaisar bertindak terkendali & dewasa. atau... itu titipan pesanmu, Man... kebencian yg dibungkus kearifan & kepatuhan Aksa membuatnya berpikir itu usahamu merendahkan Kaisar darah dagingmu. Krn bungkusmu tll rapi, Aksa pikir itu logis. Ayah yg ingin mendidik anaknya mjd lebih baik
SLina
lanjutannya mana thor?
Aisyah Alfatih: udah update ya kak, udah tamat di bab 56🙏
total 1 replies
SLina
ipar y sgt keren.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!